Category Archives: music

Kegiatan Insan Music Store

Tadi pagi (Minggu, 7 Desember 2014), Insan Music Store hadir di Bandung Car Free Day. Kali ini suasananya agak mendung. Eh, ternyata malah ada *banyak* stand yang menampilkan senam sehingga sound systemnya saling bersahut-sahutan. Berisik. Namun kami juga akhirnya membuka stand juga.

IMG_6963 insan music store

Hari ini kami juga menandatangani kontrak dengan O2 (Observed Observer) di sana. Semoga kami bisa sukses bersama!

IMG_6969

Saya juga sempat berbincang-bicang dengan kang Yosef (lupa nama belakangnya atau institusinya). Kami ngobrol soal musik, kota Bandung, pendidikan, dan seterusnya. Kebetulan jenis musik yang kami sukai agak mirip-mirip. Dia juga banyak main musik, menjadi music director, producer, dan mengajar kesenian kepada banyak anak-anak. Karena kami juga berlatar belakang Bandung, jadi banyak hal juga yang nyambung. Mudah-mudahan ada kerjasama yang dapat kami lakukan.

Setiap minggu kami mendapatkan artis/band-band baru. Bagus bagus! Sabar ya. Satu persatu akan kami proses. Jreng!


Memilih Lagu Untuk Penampilan

Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh seorang performer dalam manggung adalah memilih lagu yang akan dibawakan. Ada batasan waktu, (jenis) penonton, tema dari acara, ketersediaan alat, dan kesiapan sang performer sendiri. Masalah selera juga menjadi bahan pertimbangan.

Dalam manggung beberapa hari yang lalu, saya dan anak saya harus memilih lagu untuk tampil berdua. Masalahnya adalah apakah lagu yang kami pilih itu berdasarkan yang disukai oleh penonton – biasanya lagu yang terkenal – ataukah lagu yang kami sukai (yang boleh jadi agak sedikit eksperimental)? Ada perbedaan dari selera. Akhirnya kami pilih jalan tengah; kami pilih satu lagu yang mungkin dikenal banyak orang dan lagu lainnya adalah lagu yang kami sukai. Pilihan ini  berisiko penonton tidak terlalu suka. Biar saja. Mumpung kesempatannya cocok untuk eksperimen. Ini yang kami pilih.

IMG_6380 playlist

  1. Extreme – More than words
  2. Bullet for My Valentine – A place where you belong
  3. Goo Goo Dolls – Name
  4. Hall & Oates – Do it for love
  5. Boston – More than a feeling

Lagu nomor 4 dan 5 itu hanya untuk cadangan saja. Lagu pertama banyak yang kenal sehingga mudah dinikmati. Lagu-lagu selanjutnya sebetulnya juga lagu yang dikenal oleh para follower dari band-band tersebut. hi hi hi. Lagu no 2 merupakan lagu beraliran metal, tetapi kami coba bawakan dengan akustikan. Lagu no 3 menggunakan tuning gitar yang aneh (dua string di bawah adalah E) tetapi karena kami tidak mungkin berganti-ganti gitar untuk setiap lagu akhirnya kami menggunakan tuning yang biasa. Ini membuat chordnya menjadi sulit dan suaranya kurang persis dengan aslinya.

Begitulah kesulitan yang dihadapi oleh musisi/artis/performer ketika akan manggung, milih lagu. Dan kesulitan ini akan terjadi lagi untuk manggung berikutnya. Oh ya, saya juga harus milih satu lagu untuk penampilan band saya yang lain di ruang terbuka. Yang ini harus lagu yang gembira dan sedikit funky. Hmmm… apa ya? Ada banyak lagu yang sebetulnya saya ingin bawakan tapi sudah hampir pasti bandnya tidak setuju. hi hi hi. Mikir dulu ah.

Jreng!


Acara Insan Music Store

Eh, jangan lupa, siang ini (Minggu, 12 Oktober 2014) … mulai pukul 13:00 Insan Music Store akan hadir di Krang Kring Cafe (jl. Ciliwung, Bandung). Selain akan memberikan penjelasan mengenai toko musik digital kami, ada penampilan dari beberapa band yang sudah ada di toko musik kami.

Sampai jumpa di sana …


Acara Toko Musik Digital: Insan Music Store

Bagi Anda yang ingin mengetahui toko musik digital kami, Insan Music Store, silahkan hadir di acara kami yang akan diselenggarakan.

Minggu, 12 Oktober 2014

Tempat: Krang Kring Cafe (Jl. Ciliwing, Bandung)

Bagi band-band atau artis-artis yang ingin memasukkan lagu-lagunya ke toko musik digital kami, silahkan langsung hadir di sana dengan membawa lagu-lagunya. Ditunggu …

Flyer Insan Music


Top Progressive Rock Album

Kemarin, 21 September 2014, adalah hari prog internasional. Maka para penggemar musik progressive rock membuat daftar 10 album terbaik musik progressive rock menurut masing-masing. Sekarang saya mau ikutan mencoba.

international prog day

Ternyata untuk memilah-milah mana album yang perlu masuk ke dalam ranking 10 itu tidak mudah. Mari saya coba.

  1. Genesis – And Then There Were Three
  2. Genesis – Foxtrot
  3. Genesis – Selling England by the Pound
  4. Kansas – Leftoverture
  5. Yes – Going for the One
  6. Marillion – Misplaced Childhood
  7. Genesis – Duke
  8. Blackfield
  9. Jadis – More Than Meets the Eye
  10. Genesis – Nursery Crime

Secara saya itu penggemar musik Genesis, sehingga tentu saja saya akan meletakkan album-album Genesis pada daftar album progressive rock. Ini mungkin tidak aneh. Sebetulnya saya mau masukkan semua albumnya, tapi jadi tidak lucu. Itu alasan mengapa banyak album Genesis di sana. Secara album, banyak orang yang tidak suka album “and then there were three”. Bagi saya ini album yang paling banyak saya putar ketika saya masih SMA. Jadi dia yang paling melekat.

Untuk album Kansas Leftoverture, ini album yang mungkin bagi sebagian orang bukan masuk kategori prog tetapi lebih ke arah (classic) rock. Kita bisa berdiskusi – berdebat – tentang definisi dari prog. Bagi saya album ini termasuk album progressive rock. Selain lagu-lagunya, cover dari album ini merupakan salah satu cover art yang saya sukai.

Album yang sebetulnya sering saya suka putar  secara komplit adalah Yes – Going for the one. Seharusnya album ini saya letakkan di paling atas. Hmmm… mikir …

Kalau album Marillion yang itu, merupakan album pertama kalinya saya mengenal Marillion dengan lebih intensif.

Blackfield merupakan album proyekan yang sebetulnya lebih condong ke pop, tetapi saya masukkan ke dalam list ini deh karena ini proyekan dari Steven Wilson (dedengkot / gitaris Porcupine Tree).

Tentang Jadis. Tidak banyak yang tahu band dari Inggris ini. Mereka mengeluarkan banyak album juga tetapi diterima biasa-biasa saja. Bagi saya album-album Jadis banyak yang bagus. Nah, album ini yang banyak saya putar. Maka dia saya tampilkan dalam daftar.

Album-album lain yang saya sukai juga, tetapi karena tugasnya hanya top-10 sehingga tidak masuk di daftar atas, antara lain:

  1. Pink Floyd – Animals
  2. Camel – Raindances
  3. Genesis – a trick of the tail
  4. Transatlantic – Whilrwind
  5. Chris Squire – Fish Out of Water
  6. Porcupine Tree – In Absentia
  7. Supertramp – Breakfast in America
  8. Asia
  9. Dream Theater – Images and Words
  10. Richard Wright – Wet Dream
  11. … dan banyak lagi … hi hi hi … (ini karena saya di komputer mobile, tidak ingat koleksi progrock saya lainnya)

Oh ya, salah satu cara saya memantau lagu-lagu yang saya putar (untuk mendapatkan statistik diri sendiri) adalah dengan menggunakan last.fm. Asyik mengetahui sebetulnya lagu apa saja yang kita dengarkan.


Kapan Memberikan Brosur?

[Seri tulisan entrepreneurship]

Ceritanya begini. Anda sering melihat orang-orang membagikan brosur yang menawarkan produk atau layanan, bukan? Saya juga. Kadang kita sebal karena orang yang menawarkan brosur tersebut tampak maksa. Padahal kita tidak tertarik. Nah, saya akan memberikan pandangan dari sisi lain – dari sisi yang memberikan brosur tersebut.

Selebaran brosur itu bermanfaat untuk memberikan informasi kepada (calon) pelanggan mengenai produk atau layanan kita. Seringkali orang malu atau enggan bertanya. Mereka hanya melihat tulisan atau banner tetapi masih banyak pertanyaan. Sayangnya mereka sungkan untuk bertanya. Nah, untuk orang-orang seperti ini brosur sangat tepat.

Memberikan brosur kepada orang yang tidak memerlukan merupakan hal yang tidak efektif. Selain itu, brosur yang terbuang ini akan menjadi sampah dan tidak ramah lingkungan. Pegawai kadang diberikan target untuk memberikan brosur. Mereka tidak peduli tepat atau tidaknya. Yang penting brosur habis. Ini yang salah. Uang untuk brosur jadi tidak manfaat.

Mengenai kepada siapa brosur tersebut diberikan ternyata tidak mudah. Seperti tadi pagi, di acara Bandung Car Free Day, kami membuka lapak Insan Music Store. Kami juga membagi-bagikan brosur tetapi selektif kepada orang yang kelihatan berminat saja. Menentukan orang yang berminat ini yang susah. Jadi, saya melihat orang-orang yang lewat. Kalau mereka membaca banner kami dengan waktu yang cukup lama dan kelihatan tertarik barulah saya mendekat dan membagikan brosur. Kebanyakan orang hanya melengos saja. (Ini juga mungkin karena sulitnya penempatan banner kami. Di masa yang akan datang, enaknya kami membawa layar komputer yang besar dan biar mereka melihat sendiri saja. Ini lebih menarik.) Akibat pendekatan ini brosur tidak banyak yang kami bagikan, tetapi nampaknya efektif. Itu yang penting.

Next time: bawa genset + layar besar + sound system. Eh, ini mah buat panggung sendiri saja ya? hi hi hi.


Buka Lapak Musik di Bandung CFD

Tadi, kami buka lapak (start up) toko musik digital kami Insan Music Store (twitter: @insanmusic, facebook: insan music store) lagi di Bandung Car Free Day. Kali ini lokasinya di depan kantor BRI (depan hotel Patra Jasa). Kebetulan rekan-rekan di sana mendukung kegiatan ini. Terima kasih BRI.

Kali ini acaranya merupakan gabungan dari tiga kegiatan; (1) Insan Music Store saya, (2) C-generation-nya pak Suhono, dan (3) Kelompok robotnya pak Soni AVRG. Acara ini juga didukung oleh Telkomsel (dengan Simpati Loop-nya). Seru acaranya. Pak Suhono dan pak Soni nanti biar cerita yang lainnya, saya mau cerita tentang lapak musik digital saya saja ya.

IMG_4625 robot avrg 1000

Robot (hexapod?) karya mahasiswa ITB asuhan pak Soni AVRG.

Kesempatan kali ini kami manfaatkan untuk manggung. Saya dan anak (Luqman) manggung 2 lagu, kemudian dilanjutkan dengan band Kasmaran (4 lagu), dan band Memories (2 lagu). Sebetulnya kami menunggu band-band lainnya untuk ikut tampil, tetapi acara kali ini terlalu singkat. Jadi lumayanlah tadi. Tiga band saja sudah habis waktunya. Lain kali kita buat waktunya yang lebih panjang sehingga bisa lebih banyak yang manggung ya.

DSC_3417 LR BR 1000

Father and Son Music

IMG_4629 kasmaran band 1000

Kasmaran Band

DSC_3456 memories band 1000

Memories Band

Sebagaian foto  dapat dilihat di akun twitter dan halaman facebook Insan Music Store. Foto-foto lainnya menyusul.

Minggu ini fokus kami memang masih pada pengenalan toko musik digital kami dan mencari band atau artis yang ingin bergabung. Dua minggu lagi kami akan mulai melakukan penjulan dan tentunya masih juga mencari lagu-lagu yang akan kami jualkan.

Sukses! Jreng!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.935 pengikut lainnya.