Category Archives: Musik

Lagu Kritik Sosial

Perhatikan lagu-lagu Indonesia saat ini. Perhatikan liriknya. Apa yang kita dapati? Kebanyakan liriknya bernuansa cinta. Bahkan lebih spesifik lagi, liriknya bertemaka “aku cinta aku”. hi hi hi. Ya, Anda tidak salah baca. Aku cinta aku. Narsis. hi hi hi.

Nampaknya lirik lagu yang bertemakan kritik sosial sudah hampir punah. Atau jangan-jangan memang sudah punah. Seniman sudah tergerus oleh jaman. Selling out. Menggadaikan diri kepada industri. Maka senimanpun tersingkirkan.

Barusan saya mendengarkan lagu ini, “Jesus He Knows Me” yang dibawakan oleh group Genesis. Lagu ini menceritakan komersialisasi agama. Ah, ternyata tidak hanya di Indonesia, di luar negeri pun sama saja. Agama sudah dikomersialisasikan. Ayat-ayat suci dijadikan pembenaran.

Kalau lagu seperti ini dibuat di Indonesia, mungkin artisnya bakalan digeruduk massa ya? Soalnya ini sangat menyindir “ustadz”. hi hi hi. Bagaimana menurut Anda?

Sebetulnya bukan tidak ada lagu-lagu yang berisi kritik sosial, tetapi langka. Apa lagu kesukaan Anda?


Lagu Super Lawas

Seperti yang sudah-sudah, tadi pagi kami buka lapak Insan Music Store di Bandung Car Free Day (CFD). Saya berdiri di pinggir jalan dengan mengalungi gitar. Pura-puranya ngamen gitu.

Untuk ketiga kalinya ada seorang tua yang datang ke tempat kami. Dia mengira saya menerima permintaan untuk menyanyikan lagu. Maka mulailah dia menyanyikan lagu super lawas. Kalau sebelumnya, yang diminta adalah lagu “Masiro ki Fujino”(?) maka kali ini adalah lagu “Saputangan Bandung Selatan”. Saya pernah mendengar kedua lagu tersebut ketika masih kecil. (SD?) Maka dengan terbata-bata saya mencoba menyanyikan lagu itu dengan mereka.

Ternyata ada pasar lagu super lawas untuk orang-orang seperti mereka. Mereka ingin mengenang masa lalu, ketika mereka masih muda atau masa perjuangan dahulu. Sayangnya lagu-lagu seperti itu tidak ada di toko dan tidak ada lagi orang yang memainkannya. Diputar di radio? Rasanya sangat jarang atau bahkan tidak pernah. Maka begitu ada yang menyanyikan lagu tersebut, mereka senang sekali. Ada rasa senang juga karena membuat mereka senang. They have contributed a lot to this country. The very least we can do is to make them happy. At least for a moment.

Jenis lagu yang dekat dengan lagu-lagu yang mereka sukai mungkin adalah keroncong. Hmmm


Buka Lapak Musik di Bandung CFD

Tadi, kami buka lapak (start up) toko musik digital kami Insan Music Store (twitter: @insanmusic, facebook: insan music store) lagi di Bandung Car Free Day. Kali ini lokasinya di depan kantor BRI (depan hotel Patra Jasa). Kebetulan rekan-rekan di sana mendukung kegiatan ini. Terima kasih BRI.

Kali ini acaranya merupakan gabungan dari tiga kegiatan; (1) Insan Music Store saya, (2) C-generation-nya pak Suhono, dan (3) Kelompok robotnya pak Soni AVRG. Acara ini juga didukung oleh Telkomsel (dengan Simpati Loop-nya). Seru acaranya. Pak Suhono dan pak Soni nanti biar cerita yang lainnya, saya mau cerita tentang lapak musik digital saya saja ya.

IMG_4625 robot avrg 1000

Robot (hexapod?) karya mahasiswa ITB asuhan pak Soni AVRG.

Kesempatan kali ini kami manfaatkan untuk manggung. Saya dan anak (Luqman) manggung 2 lagu, kemudian dilanjutkan dengan band Kasmaran (4 lagu), dan band Memories (2 lagu). Sebetulnya kami menunggu band-band lainnya untuk ikut tampil, tetapi acara kali ini terlalu singkat. Jadi lumayanlah tadi. Tiga band saja sudah habis waktunya. Lain kali kita buat waktunya yang lebih panjang sehingga bisa lebih banyak yang manggung ya.

DSC_3417 LR BR 1000

Father and Son Music

IMG_4629 kasmaran band 1000

Kasmaran Band

DSC_3456 memories band 1000

Memories Band

Sebagaian foto  dapat dilihat di akun twitter dan halaman facebook Insan Music Store. Foto-foto lainnya menyusul.

Minggu ini fokus kami memang masih pada pengenalan toko musik digital kami dan mencari band atau artis yang ingin bergabung. Dua minggu lagi kami akan mulai melakukan penjulan dan tentunya masih juga mencari lagu-lagu yang akan kami jualkan.

Sukses! Jreng!


Insan Music Store

Progress dari toko musik digital kami.

Pertama, situs web sudah siap di www.insanmusic.com. Masih sederhana dan akan diperbaharui secara berkala. Yang penting up and running dulu. hi hi hi.

Kedua, hari Minggu ini (4 Mei 2014) kami akan buka lapak kembali di Bandung Car Free Day (CFD). Tempatnya di depan Bank BRI. Acaranya jam 7 pagi sampai jam 10 pagi. Jika Anda memiliki lagu dan siap untukj didistribusikan melalui toko musik kami, bawa langsung ke sana dan tanda tangan kontrak di sana.


Software Musik Open Source

Kemarin saya memberikan presentasi tentang software-software musik open source di acara ICrOSS 2014 (Indonesia Creative Open Source Software), yang diselenggarakan di hotel Bumi Surabaya. Pada intinya sekarang sudah banyak software untuk musik yang berbasis open source; mulai dari music player, composer, MIDI sequencer, sampai ke untuk rekaman dengan kualitas studio.

Salah satu yang kami demokan di acara itu adalah Ardour. Lihat situs webnya deh. Ini sebuah aplikasi yang komplit, yang dapat digunakan untuk merekam lagu dalam bentuk audio dan MIDI. Kualitasnya tidak kalah dengan yang proprietary. Saya sendiri lebih sering menggunakan Audacity, untuk merekam genjrengan sendiri atau bahkan untuk mengubah dari kaset ke MP3. Sayangnya tidak banyak studio yang tahu tentang aplikasi-aplikasi ini. Kebanyakan masih menggunakan software bajakan atau menggunakan versi gratisannya yang terbatas.

Di akhir presentasi ada tanya jawab. Salah satu pertanyaannya adalah adakah komunitas yang ngoprek software musik open source ini di Indonesia?


Karakteristik Bandung Car Free Day

Hari ini untuk kedua kalinya kami buka lapak toko musik digital kami (Insan Music Store) di Bandung Car Free Day (CFD). Tujuannya masih seperti sebelumnya, yaitu untuk memperkenalkan layanan kami. To test the market, sort of speak.

Saya melihat bahwa tujuan mayoritas dari pengunjung CFD adalah untuk berjalan-jalan. Berolahraga sambil rileks dengan keluarga atau teman. Tadinya saya pikir kebanyakan adalah duduk nongkrong beli ini dan itu. Ternyata mereka tidak membeli. Mereka berjalan. Saya perhatikan yang jualan minuman di samping stand kami tidak berhasil menjual minumannya. Sebetulnya terjual tetapi nampaknya tidak seperti yang dia harapkan. Di depannya, jualan es lilin, demikian pula. Samping kanan jauh, jualan otak-otak juga demikian. Ada yang beli tetapi tidak banyak.

Untungnya tujuan kami berada di sana bukan – belum – untuk berjualan tetapi justru untuk mendapatkan lagu-lagu dari artis / band yang sudah memiliki lagu dalam format digital. Nampaknya kalau untuk berjualan, mungkin CFD bukan tempatnya. Entahlah kalau kami nanti sudah mulai menggelar lapak digital kami; lengkap dengan access point dan notebook untuk mendengarkan musik. We’ll see.

Saya belum tahu apakah yang berjualan di Gasibu (sekarang seberangnya, yang lebih dekat ke Unpad) memiliki karakterisik yang sama atau tidak. Mungkin ada yang tahu? Sementara ini kalau Anda ingin berjualan dengan skala yang besar di CFD, pikir-pikir dulu.


Masih Soal Toko Musik Digital

Beberapa hari ini saya masih memikirkan soal toko musik digital kami. Hari Minggu – ya, betul, besok! – kami mau buka lapak di Bandung Car Free Day. Ini sih modal nekad saja. Pasalnya kalau tidak diniatkan dan dinekadkan begini mungkin tidak maju-maju. Jadi besok mau buka lapak saja.

Tujuan utama besok adalah untuk melihat situasi pasar, memperkenalkan diri, dan mencari band / artis / musisi yang berminat memasukkan lagunya di toko musik kami. Itu saja. Jadi hari ini saya masih kirim email ke sana ke mari untuk memberitahu soal ini. Dadakan juga sih. Soalnya hari-hari sebelumnya saya disibukkan oleh urusan kuliah dan sejenisnya.

Semoga lancar besok. Jreng!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.741 pengikut lainnya.