Tulisan ini bukan tentang makanan gado-gado, tetapi tulisan dengan topik campur aduk. Seperti gado-gado, memang. Tulisan ini hanya sekedar kumpulan perjalanan, pemikiran, atau catatan yang saya lakukan hari ini.
Hari ini saya mulai dengan membuka internet. Ini hari Sabtu. Saya pikir tadinya saya mau baca sedikit email terus dilanjutkan dengan ngoprek rangkaian Arduino. Ternyata akhirnya berbeda. hi hi hi.
Startup, bisnis, passion. Bermula dari diskusi di milis StartupLokal tentang “tujuan dari bisnis”, saya pikir ada baiknya jika saya berbagi pendapat mengenai topik ini. Ada baiknya jika saya tuliskan saja di blog ini (dan mungkin kemudian hari bisa menjadi bagian dari buku?). Maka jadilah artikelnya. (Silahkan baca di post terdahulu.)
Sambil menulis tentu saja saya browsing internet. Mencari tambahan informasi. Akhirnya saya terdampar ke Library.nu. Ini tempat koleksi buku-buku dalam format yang bisa diunduh. Silahkan ke sana tetapi jangan marah ke saya kalau jadi kecanduan. he he he.
Buku-buku yang saya baca tentunya terkait dengan topik startup, teknologi, Silicon Valley, bisnis, dan sejenisnya. Maka akhirnya saya melihat buku-buku ini; “New New Thing: A Silicon Valley Story” (saya sebetulnya punya 2 buah buku aslinya – ini tentang bagaimana Jim Clark memulai Netscape, salah satu buku kesukaan saya), “Hackers: Heroes of the Computer Revolution“, “Apple Confidential 2.0“, “Founders at Work: Stories at Startup“, dan banyak lagi.
Masalah baru muncul: kapan membaca buku-buku tersebut ya? Nampaknya saya menemukan rumus baru:
kecepatan mendapatkan (download) eBooks lebih cepat daripada membaca eBooks-eBooks tersebut
Nah. Siapa yang bisa membuat pembuktiannya? hi hi hi.
His story. Sebagai bagian dari mencari informasi, saya juga mencoba mencari sejarah-sejarah tentang komputer dan internet. Salah satunya adalah sejarah World Wide Web (WWW). Oh saya baru ingat, saya juga ikut menjadi bagian (setidaknya sebagai pelengkap penderita) dari sejarah ini.
Ketika Tim Berners-Lee mengembangkan WWW di sekitar tahun 1991, saya sedang bekerja di Computer Services, University of Manitoba (tempat saya mengambil S2 dan S3). Kebetulan kala itu semua orang menyukai Sun workstations. Sayangnya, saya tidak kebagian. Hanya ada 2 NeXT workstation di pojok yang akhirnya saya ambil sebagai workstation kerja saya. NeXT computer adalah produk yang luar biasa indahnya! Sayang sekali dia harus mati. Dan, Anda tahu siapa yang menjadi bagian dari NeXT computer? Tidak lain adalah Steve Jobs! Ya, setelah ditendang dari Apple dia mendirikan NeXT computer.
Singkatnya saya mulai ngoprek komputer NeXT ini. Mencari software untuknya, yang bukan standar UNIX biasa. Akhirnya saya melihat apa yang dikerjakan oleh Tim Berners-Lee dengan WWW-nya. Maka saya pun ikut download softwarenye, compile, dan jalankan di NeXT workstation saya. Maka mulailah saya terpikat dengan WWW. Mau lihat tampilan layar Tim Berners-Lee dengan browser WWW pada waktu itu (1991)? Bisa dilihat di sini. Keren kan?
Menariknya adalah waktu itu orang-orang tidak tertarik ke WWW karena sudah ada FTP dan Gopher. Untuk apa WWW? Maka kami-kami harus mempromosikan kehebatan WWW. Perlu diingat bahwa ini masih awal dari WWW. Hal yang terhebat dari WWW pada saat itu adalah membuat text kedap-kedip (blinking). ha ha ha. Itu saja sudah membuat orang excited. Web site pertama yang saya buat adalah “The Ultimate Indonesian Homepage“.
Ah, menarik sejarah. Saya pernah ingin mendokumentasikan semua yang saya lalui dalam buku yang saya beri judul “Budi Rahardjo and His Story“. Ya, memang ada plesetannya di sana. hi hi hi. Saya bahkan sempat membuat draftnya (dengan software Framemaker waktu dulu). Sayangnya, draftnya hilang. Oh well…
Ah iya. Jadi lupa mau ngoprek Arduino.