Category Archives: Teknologi Informasi

Yahoo! Di Indonesia Tutup?

Dengar-dengar, Yahoo! di Indonesia tutup ya? Atau “dirampingkan”?

Menurut saya, jika target yang diterapkan adalah penjualan ya memang memungkinkan. Biar sajalah. Soalnya dari dulu saya hanya tertarik jika Yahoo!, Google, dll. membuka tempat pengembangan (development site) atau penelitian (research center). Bahwa Bandung adalah tempat yang cocok untuk itu. Sayang pembesar perusahaan besar tersebut masih belum dengar. Bawahannya yang berada di regional tidak(?) meneruskan ke bos mereka di Amerika sana. Atau, mungkin diteruskan tetapi bos di Amerikanya tidak yakin.

(Well, this is a trust issue. I get it. I just want to point out that here is a great place to do research and development. I am not just saying this. But hey, you don’t have to believe me. Just come here and smell the coffee.)

Begitu …


Menghubungkan Titik Titik

Dalam perjalanan pulang ke Bandung tadi, saya tidak dapat tidur di kereta api. Mungkin karena kebanyakan minum kopi? Entahlah. Saya putuskan untuk membaca saja. Akhirnya saya membaca buku “Creativity, Inc.” karangan Ed Catmul sambil mendengarkan dengan keras musik dari grup Boston dengan earphone. hi hi hi.

Buku itu menceritakan tentang pengalaman Ed Catmul, salah seorang pendiri perusahaan Pixar. Tahu kan Pixar itu perusahaan apa? Mereka yang membuat film Toy Story, dan beberapa film animasi yang keren lainnya. Oh ya, salah satu founder Pixar juga adalah Steve Jobs.

Ed Catmul bercerita megenai jalan hidupnya. Dia kuliah di University of Utah di bawah bimbingan Ivan Sutherland. Saya termanggu-manggu. Mengapa nama-nama itu seperti familer. Ya ampuuun. Saya ingat! Ivan Sutherland adalah pengarang makalah yang berjudul “Micropipeline“, yang menginspirasi disertasi S3 saya! Saya baru ingat juga bahwa saya sempat email-emailan dengan beberapa orang peneliti (dan dosen) dari sana. Ini adalah bidang sistem (rangkaian) asinkron (asynchronous circuits).

Salah satu diversion – pengalih fokus –  saya adalah computer music. Saya sempat mengikuti konferensi tentang computer music yang ternyata beririsan dengan seminar yang dihadiri oleh orang-orang di dunia animasi seperti Ed Catmul. Wogh. Ternyata demikian dekatnya ya. Sekarang merasa lebih memahami Pixar. ha ha ha.

Connecting the dots … Menghubungkan titik-titik. Meneruskan baca …


Kunjungan SPRING dan Start-up Singapura ke Indonesia

Tulisan ini harusnya saya postingkan minggu lalu tapi belum sempaaat. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak ada, kan?

Hari Kamis lalu ada kunjungan rombongan dari SPRING Singapore dan beberapa perusahaan start-up Singapura ke Bandung. Sebetulnya mereka ke Jakarta dahulu sebelum ke Bandung. Cerita ini adalah bagian yang di Bandungnya, karena saya hanya mengikuti sisi ini.

SPRING adalah organisasi pemerintah Singapura yang membantu para start-up. Salah satu caranya adalah membawa para start-up ini melebarkan sayap ke pasar lain di luar Singapura. Bagus sekali yang mereka lakukan. Ada dua misi utama dari rombongan ini; (1) mencari talenta (terutama orang teknis IT, programmer, analis, dan data analytics) untuk membantu mengembangkan produk-produk mereka, dan (2) mencoba masuk ke pasar Indonesia dengan produk dan layanan mereka.

Pagi hari, rombongan saya ajak ke Bandung Techno Park (BTP) yang berlokasi di Telkom University di Dayeuh Kolot. Siangnya mereka saya ajak ke ITB, ke MBA SBM ITB, untuk bertemu dengan para (calon) entrepreneur. Sayangnya tidak banyak mahasiswa STEI yang hadir di sana meskipun sudah saya coba undang melalui beberapa sumber. Sorenya, mereka saya ajak ke Bandung Digital Valley (BDV) yang berada di lingkungan R&D PT Telkom (dahulu RISTI) di Geger Kalong.

Saya sendang mencoba mencari daftar start-up yang mereka bawa kemarin. Siapa tahu ada para pembaca yang tertarik untuk bekerjasama dengan mereka.


Pemanfaatan Virtual Reality Dalam Desain Mobil

Melanjutkan cerita tentang perjalanan saya ke tempat desain mobil Ford di Melbourne yang tertinggal, kali ini saya akan menceritakan tentang pemanfaatan virtual reality dalam desain mobil. Sesungguhnya mungkin ini alasan utama mengundang saya ke sana, karena bidang saya yang terkait dengan teknologi informasi.

Setelah melihat SYNC2, kami pindah ke ruangan demo pemanfaatan VR untuk mendesain mobil. Nama labnya adalah Ford’s Immersive Vehichle Environment (FIVE). Di situ seorang desainer (atau juga pembeli mobil) dapat menggunakan sebuah peralatan yang dipasang di kepala – head mounted display, yang dugaan saya adalah produk Occulus Rift. Setelah dipasang, maka dia akan seperti berada di sebuah ruangan dengan sebuah mobil.

Dalam contoh yang kami coba, kami seakan-akan menginspeksi sebuah mobil yang baru didesain. Kami dapat melihat dashboardnya, melihat ke sekeliling, bahkan kami dapat “turun dari mobil” dan menginspeksi bawah mobilnya. Kami juga mencoba membuka kap mesin dan melihat mesin dari mobil tersebut. Desain warna mobil juga dapat diganti. Jadi kita bisa melihat kalau warna mobilnya biru metalik dengan latar belakang sunset cocok tidak. (Lingkungan sekitar juga dapat diubah-ubah; mau perkotaan, pantai, dan seterusnya.) Keren kan. Sebelum mobil betul-betul dibuat, mereka dapat melakukan perubahan terhadap desain sehingga dapat menghemat biaya.

IMGP0148 FiVE 1000

Foto di atas menunjukkan situasi di labnya. Kami dapat melihat apa yang dilihat oleh sang pengguna melalui layar lebar yang terpasang di dinding. (Aris Harvenda sedang mencoba, sementara Indra dari Dapurpacu.com sedang mengamati.)

Dari sisi komputasi, karena semuanya dilakukan secara 3D dan real-time, pasti tinggi sekali. Saya tidak tahu berapa besar kemampuan komputasi yang mereka miliki. Setahu saya, lab ini juga terhubung dengan lab-lab lainnya. Entah apakah CPU dari berbagai mesin di lab lain juga digunakan secara bersama-sama atau mereka hanya menggunakan CPU yang ada di tempat itu saja.

Menggunakan VR itu butuh penyesuaian. Agak bingung awalnya. (Bahkan di video-video yang saya lihat di internet, penggunaan VR itu bisa bikin pusing penggunanya sampai jatuh.) Sayangnya saya hanya sempat mencoba sebentar karena harus bergantian dengan yang lainnya. Cukup puaslah melihat teknologi yang ada di Ford ini.


Kekurangan SDM IT

Seperti biasa, selalu saja ada yang nanya ke saya apakah ada orang IT (yang bisa dipekerjakan di perusahaannya)? Biasanya yang bertanya ini sedang mengembangkan perusahaan baru – start up. Ternyata kebutuhan akan SDM IT masih tetap banyak. Repotnya, SDM tersebut tidak tersedia. Saya jadi bertanya-tanya, ke mana saja lulusan sekolahan IT (atau yang terkait) di Indonesia ya? Di Bandung saja ada banyak sekolah komputer.

Ada beberapa alasan mengapa sulit mencari SDM IT yang handal.

  1. Lulusan IT tersebut melanjutkan sekolahnya ke luar negeri (misal mengambil S2/S3 di luar negeri);
  2. Mereka sudah diijon oleh perusahaan besar (yang terlihat lebih memberikan jaminan finansial dan karir di bidang management);
  3. Akhirnya memilih bekerja di bidang non-IT (misal jadi pedagang, bukan warung, dll.);
  4. Lulusan IT itu ketika bersekolah hanya ingin menghabiskan waktu saja (daripada nganggur) ketimbang ingin menekuni bidang IT. Hasilnya ya mereka memang malas untuk bekerja;
  5. apa lagi ya?

Besok akan ada rombongan dari Singapura datang ke Bandung untuk mencari orang-orang IT. Dugaan saya mereka akan pulang dengan tangan hampa. Ugh.


Pendiri Facebook Ada di Indonesia

Ini sebetulnya bukan berita yang super baru karena mungkin Anda sudah membacanya di beberapat tempat yang lain. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, berada di Indonesia sebagai bagian dari kegiatan internet.org. Salah satu acaranya adalah menemui pak Joko Widodo (Jokowi).

Yang menarik bagi saya dari acara ini adalah potret-potretnya. Salah satu potret yang membuat saya senyum-senyum adalah potret Jokowi mengajak Mark Zuckerberg (MZ) ke Tanah Abang. hi hi hi. Mark dibawa blusukan. Gak tahu juga apa dia nawar celana (jeans?) yang ditunjukkan oleh Jokowi kepadanya. ha ha ha. MZ juga termasuk orang yang sederhana dalam berpakaian.

10661930_327779680762500_680710807921295018_o

Sebelum ke Jakarta, Mark Zuckerberg ke Yogyakarta dulu. Tentunya salah satu obyek wisata yang dia kunjungi adalah Borobudur. Yang menarik adalah di sana ada turis-turis yang tidak kenal siapa itu MZ dan minta tolong kepada MZ untuk memotret mereka. Jadilah si MZ ini fotographer abal-abal. ha ha ha. Bagusnya adalah dia mau saja. Ini dia potretnya.

zuckerberg as photographer

Seru juga ya. Harusnya MZ ke Bandung. Kalau saja dia ke Bandung, saya ajak jalan-jalan seputar Bandung dan Lembang. Akan saya ajak juga lihat Tangkuban Perahu. Terus kami bisa ngobrol soal Internet dan Facebook (yang mulai menurun menurut saya). Eh, tapi biar sajalah dia menikmati liburan dan tidak membicarakan soal kerjaan. Have fun.


Akses Internet di Hotel

Nampaknya akses internet sudah menjadi kebutuhan kita sehari-hari. Eh, kebutuhan saya. Bahkan dulu saya pernah mengusulkan agar akses internet itu adalah hak asasi manusia. hi hi hi. (Ini sebetulnya bukan isapan jempol, jika kita menganggap internet adalah basic telephony.)

Yang menjadi masalah adalah kalau kita sedang berada di perjalanan atau luar kota, akses internet kadang sulit. Kasus khusus adalah di hotel. Seringkali hotel tidak memiliki akses internet yang bagus, atau kalau bagus harganya selangit. Tidak banyak hotel yang memberikan layanan internet gratis dengan kualitas yang cukup baik. Padahal kadang kita harus bekerja di tempat itu; download attachment email, kirim attachment email, mencari gambar untuk presentasi, dan seterusnya. Jangankan untuk kerjaan yang butuh bandwidth besar, bahkan untuk membaca emailnya (teksnya) saja kadang sudah susah. Itulah salah satu sebab saya tidak dapat ngeblog beberapa hari terakhir ini.

Hari ini kebetulan saya menginap di hotel dan ada akses internet yang cukup baik. Alhamdulillah. Ini hal yang jarang. Saya nikmati dulu untuk ngeblog ini.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.939 pengikut lainnya.