Acara Toko Musik Digital: Insan Music Store

Bagi Anda yang ingin mengetahui toko musik digital kami, Insan Music Store, silahkan hadir di acara kami yang akan diselenggarakan.

Minggu, 12 Oktober 2014

Tempat: Krang Kring Cafe (Jl. Ciliwing, Bandung)

Bagi band-band atau artis-artis yang ingin memasukkan lagu-lagunya ke toko musik digital kami, silahkan langsung hadir di sana dengan membawa lagu-lagunya. Ditunggu …

Flyer Insan Music


Siapkah Berkorban?

Kemarin adalah hari Idul Adha. Berkurban adalah topik utamanya. Namun yang menjadi sorotan kalau di kita adalah kurban domba dan sapi. Bagi sebagian orang, ini hal yang tidak terlalu sulit meskipun harganya sudah mahal. Bagi sebagian besar lagi, harga ini sudah tidak terjangkau.

Bagaimana dengan pengorbanan yang dilakukan oleh nabi Ibrahim (as)? Beliau diminta untuk mengorbankan sesuatu yang sangat berharga, anaknya. Sungguh sangat sukar untuk dibayangkan betapa sulitnya.

Bagaimana kalau kita diminta untuk mengorbankan sesuatu yang (paling) berharga bagi kita? Relakah? Coba pikirkan benda yang paling berharga yang Anda miliki – mungkin handphone, komputer, mobil, rumah, dan seterusnya. Relakah Anda mengorbankannya? Padahal ini hanya benda lho.

Nah, sekarang yang mungkin “mudah”. Maukah Anda berkorban ego? Tidak mau menang sendiri. Berempati kepada orang. Ini semestinya tidak sulit, tetapi nampaknya masih banyak yang tidak sanggup mengorbankan ego. Padahal hanya ego saja. Wah.


Bandung Kota Cerdas?

Kemarin sore kami mengadakan pertemuan rutin terkait dengan program “Bandung Smart City”, Bandung Kota Cerdas. Ada banyak sekali hal-hal yang harus dilakukan. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah tentang persepsi orang terhadap kota Bandung.

Kalau menurut Anda, kota Bandung itu kota apa ya? Misalnya, kota Bandung itu mengingatkan Anda tentang apa? Fashion? Kuliner? Pendidikan? Atau apa ya? Apakah menurut Anda, Bandung itu kota cerdas? (Dengan definisi cerdas yang bebas.)

Kalau menurut Anda, kota-kota di Indonesia yang dapat disebut kota cerdas juga apa ya?


Entrepreneurship: Mentoring

Salah satu cara untuk mengajari entrepreneurship adalah melalui mentoring. Ada banyak pengetahuan dan pengalaman yang belum terkodekan dalam bentuk tulisan (atau video). Masih banyak pengetahuan dan pengalaman ini yang terekam dalam kepala orang yang bersangkutan. Tacit. Itulah sebabnya metoda mentoring dirasakan cukup efektif.

Kemarin saya menjadi mentor beberapa mahasiswa entrepreneurship – sekolah bisnis dan managemen ITB. Topik yang kami bahas kemarin adalah marketing. (Mengenai topiknya kapan-kapan saya tuliskan.) Ini foto di akhir mentoring.

IMG_6145 mentoring

Saya jadi teringat sebuah foto yang berisi venture capital dan beberapa pendiri (founder) beberapa startup yang didanai oleh VC tersebut. Keren banget. Semoga foto ini juga dapat jadi foto bersejarah karena mereka sukses dengan startups-nya. Aaamiiin.

Link terkait …

  • Syncosta: statistics
  • Patiama: modern Indonesian motif fashin
  • Arthurapple: marketing and advertising
  • Mobydick: Point of Sale
  • Sampeyan Motor: motorcycle sparepart & accessoris
  • Pedstreat: juice …

Kadal

jika aku menjadi kadal
maka aku ingin menjadi kadal yang manfaat
bukan kadal yang kerjanya meng-kadal-i orang

jika aku menjadi kadal
akan kutangkapi serangga yang mengganggu manusia
sehingga meng-kadal-i justru disukai

jika aku menjadi kadal
aku kadal yang bersendal
karena aku bukan begundal

jika engkau menjadi kadal
apa yang akan kau perbuat?


Menjadi Manusia Yang Manfaat

Menjadi manusia 3.0 adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat manusia. Apa kontribusimu kepada humanity?

Saya sedang mendengarkan lirik lagu “Malaria” karangan (alm) Harry Roesli. Maukah Anda menjadi nyamuk? Bukan sekedar nyamuk saja, tetapi nyamuk malaria. Yang bikin masalah bagi banyak orang. Itukah Anda?


Apakah kau se ekor monyet
Yang hanya dapat bergaya
Kosong sudah hidup ini

Lanjutkan saja hidup ini
Sebagai nyamuk Malaria

Saya ingin jadi manusia. Saya tidak ingin jadi nyamuk. Bukan hanya jadi manusia saja, tapi manusia yang manfaat bagi umat manusia. Aaamiin.

 


Gagal Ngeblog (part x)

Ini sebagai ungkapan maaf saya karena tidak berhasil ngeblog dalam beberapa hari terakhir ini. Dalam beberapa hari terakhir ini, saya harus bangun (terlalu) pagi untuk menyiapkan kegiatan hari itu. Biasanya kegiatan ini mulai pukulĀ  7 pagi. Sementara itu malamnya kegiatan saya baru selesai lewat pukul 22. (Sebagian dari malam harus saya gunakan untuk menyiapkan materi keesokan harinya.)

Yang lebih seru, ini semua berlangsung sampai ke akhir pekan (weekend) juga. Tadi pagi – ini hari Minggu – saya juga harus hadir di Bandung Car Free Day. Pukul 6 pagi saya harus sudah mulai loading barang-barang ke mobil dan menuju tempat. Lumayan juga capeknya.

Akibatnya, saya tidak sempat ngeblog. Maap. Punten. Sorry.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.828 pengikut lainnya.