Teknologi Saham

Akhir-akhir ini saya berusaha banyak belajar tentang pemanfaatan teknologi informasi dalam urusan jual beli saham. Ternyata menarik juga. Banyak hal baru yang saya pelajari. Hal yang membuat saya menarik adalah pemanfaatan IT ini ternyata masih boleh dibilang “baru” juga. Mungkin sekitar akhir tahun 90-an (awal 2000-an) penggunaan IT ini baru mulai terlihat signifikan.

Yang juga menarik untuk saya adalah aspek kebaharuan yang muncul, seperti misalnya ada yang namanya algorithmic trading dan high frequency trading (HFT). Komputer digunakan secara ekstensif untuk memutuskan kapan jual dan beli saham. Karena ini dilakukan oleh komputer, dia dapat dilakukan secara otomatis tanpa interferensi manusia dan dalam kecepatan yang sangat tinggi. Hal-hal tersebut tidak dapat terjadi tanpa adanya teknologi informasi. Bagi yang tidak menggunakan teknologi informasi ada kemungkinan akan tertinggal.

Keuntungan yang mungkin tinggi ini dibarengi dengan risiko yang tinggi. High risk, high gain. Nah, bagaimana caranya membuat risiko sekecil mungkin. Itu adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan. Maklum, kacamata saya adalah aspek keamanannya (security).


Ketika Spek Komputer Tidak Ditemukan

Penjaga toko komputer: Mau cari apa, pak?

Saya: Notebook, prosesor i5, RAM 4 GB. (Dalam hati saya berpikir bahwa spesifikasi komputer seperti ini semestinya mudah tersedia. Sebetulnya kebutuhannya sih prosesor i7 atau Xeon, memory minimal 8 GB dan desktop.)

Penjaga: Adanya netbook dengan prosesor Atom dan memori 256 MB, pak. Mau?

Saya: Wah nggak cukup itu.

Penjaga: Memangnya untuk apa pak kok sampai tidak cukup?

Saya: Untuk main Dota 2. (Padahal sebetulnya komputer itu akan digunakan untuk memproses data yang banyak, big data, dengan Javascript, Node.js, dan lain-lain yang membutuhkan komputasi cukup besar di komputer. Tapi nanti kalau disebutkan alasan sesungguhnya, sang penjaga mungkin gak ngeh.)

Penjaga: Adanya hanya netbook pak

Saya: Memangnya bisa dipake untuk keperluan saya?

Penjaga (ragi-ragu): Bisa pak, tapi harus penuh dengan kesabaran.

Saya: Wah mendingan main tetris saja kali ya? (Ngeloyor pergi.)

Kalau Anda, apakah Anda akan beli juga itu netbook? Cerita ini dapat juga dianalogikan dengan keberadaan partai politik dan calegnya. Mereka masih netbook dengan prosesor Atom.


Mengejar Impian

Saya harus sering-sering bersyukur karena diberi berbagai kemudahan dalam hidup ini. Sebagai contoh, saya mengimpikan memiliki toko musik digital yang dapat menjual musik digital legal. Ini sebetulnya bukan khayalan. Ini adalah ide yang masuk akal. Impian itu pun sudah saya eksekusi sebelumnya menjadi Digital Beat Store. Sayangnya toko digital ini harus kami tutup karena satu dan lain hal. Berdasarkan pengalaman dan kesalahan yang pernah kami temui, maka saya memulai kembali untuk membuat toko musik digital. Hari ini kami mencoba jualan (atau lebih tepatnya beli). Sebuah soft launching.

Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Yang pertama adalah bersyukur karena diberi kesempatan dan sumberdaya untuk merealisasikan impian saya. Ada banyak orang yang punya ide tetapi tidak memiliki kesempatan. Mungkin dia terlalu sibuk atau idenya tersebut tidak mendapat prioritas. Ada juga yang punya kesempatan tetapi tidak punya sumber daya (uang, manusia, hardware, software, dan lain-lain) untuk mengimplementasikannya. Ada yang punya kesemuanya tetapi tetap juga tidak merealisasikan impiannya.

Ketekunan merupakan satu hal lagi yang ingin saya sampaikan. Banyak orang yang mudah menyerah. Bahwa ada hambatan dalam merealisasikan impian itu sudah pasti. Kalau tidak ada tantangan, semua orang mungkin sudah merealisasikan impian kita itu. Mungkin namanya bukan impian tapi keseharian :)

Perjuangan untuk merealisasikan sebuah impian seringkali panjang dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka keteguhan dan percaya kepada impian tersebut merupakan sebuah hal yang mutlak harus dimiliki. Seringkali di tengah jalan kita menjadi tidak yakin akan impian kita tersebut. Dapatkah dia direalisasikan? Kita harus percaya, dapat!

Kembali lagi kepada hal yang pertama, harus banyak-banyak bersyukur. Alhamdulillah.


Lapak Toko Musik Digital Bandung

Pagi ini kami buka lapak di Bandung Car Free Day. Tepatnya di depan Bank Muamalat Dago samping RS Boromeus, depan SMAN 1 Bandung. Anda dapat membawa musik MP3 Anda untuk kami jualkan di tempat kami.

insan music store

Kami tadi buka lapak mulai dari pukul 6:30 pagi sampai pukul 10:00, batas akhir car free day. Pada awalnya CFD tidak begitu ramai. Kelihatannya puncaknya adalah sekitar pukul 8 s/d 9 pagi. Pada awalnya tidak ada yang peduli tetapi mendekati pukul 10 justru malah banyak yang datang. Ada sekumpulan anak-anak yang tertarik. Saya tanya mereka punya band atau lagu atau tidak. Ternyata mereka senang menyanyikan lagu buatan mereka sendiri yang beraliran Ska. Langsung saya minta main di tempat. Saya bantuin gitarnya. hi hi hi.

DSC_3299 ska kids 1000

Saya lupa menanyakan kepada mereka apa nama groupnya. Kalau ada yang kebetulan melihat ini dan tahu, tolong beritahu saya supaya bisa saya tuliskan di sini. Saya minta mereka merekam lagunya dan nanti kami bantu jualkan. Bahkan pas lagi ngobrol begitu ada kawan yang punya tempat (kantor) di sebelah atas CFD yang mempersilahkan kami untuk membuat panggung di sana. Tuh nanti bisa manggung di sana.

DSC_3295 ska kids 1000

Bahkan setelah jam 10 pun kami masih berada di sana. Sebabnya adalah ada seorang ibu tua, berumur 80 tahun, yang tiba-tiba minta saya untuk menggitari dia menyanyikan lagu berbahasa Jepang! (Saya lupa judul lagunya, tetapi masih ingat lagu itu ketika jaman SD dulu. Lagunya rasanya tentang Gunung Fuji.) Ibu ini ternyata pernah mengarang beberapa mars untuk beberapa pihak. Dia menunjukkan foto-fotonya. Salut!

DSC_3307 ibu jepang 1000

Kami memang tidak menggunakan banner yang besar karena membuatnya membutuhkan waktu 3 atau 4 hari. Sementara itu keputusan untuk muncul di CFD juga sangat mendesak. Karena tulisannya kecil, orang hanya melewati saja. Yang mau nanyapun ragu-ragu dan malu-malu.  Lain kali kami akan membawa banner.


Masih Soal Toko Musik Digital

Beberapa hari ini saya masih memikirkan soal toko musik digital kami. Hari Minggu – ya, betul, besok! – kami mau buka lapak di Bandung Car Free Day. Ini sih modal nekad saja. Pasalnya kalau tidak diniatkan dan dinekadkan begini mungkin tidak maju-maju. Jadi besok mau buka lapak saja.

Tujuan utama besok adalah untuk melihat situasi pasar, memperkenalkan diri, dan mencari band / artis / musisi yang berminat memasukkan lagunya di toko musik kami. Itu saja. Jadi hari ini saya masih kirim email ke sana ke mari untuk memberitahu soal ini. Dadakan juga sih. Soalnya hari-hari sebelumnya saya disibukkan oleh urusan kuliah dan sejenisnya.

Semoga lancar besok. Jreng!


Mengapa Golput?

Bagaimana mungkin saya memilih partai (dan caleg) dalam pemilihan umum caleg minggu depan ini?

  1. Untuk memilih nomor urutan caleg ini ditentukan oleh partai. Mau menentukan diri sendiri saja di dalam partainya sendiri saja sudah tidak bisa. Apakah yang seperti ini sanggup mengurusi negara? (Itulah sebabnya saya juga tidak menuruti anjuran untuk memilih caleg bukan urutan teratas.)
  2. Semua partai memiliki masalah internal yang luar biasa banyaknya. Untuk membenahi partainya sendiri saja sudah tidak bisa, apalagi mau mengurusi negara. Partai ini merongrong calegnya. Jeratan partai ini sulit dilawan.
  3. Caleg yang terlihat baik, setelah menduduki kursi belum tentu tetap menjadi baik. Kursi (jabatan) mengubah orang. Sebagian besar orang yang saya lihat berubah begitu menduduki jabatan / kursi. Tujuan mereka menjadi bagaimana mempertahankan kursi tersebut (dengan berbagai alasan dan pembenaran). Mereka lupa dari mana mereka berasal. Mereka lupa kepada kita-kita rakya biasa. Saya melihat ini di berbagai tempat. Di perguruan tinggi, baru jadi ketuaj jurusan sudah berubah. Padahal belum jadi dekan, jadi wakil rektor, jadi rektor. Apa lagi kalau nanti naik jenjang. Di perusahaan, baru jadi manager sudah petantang petenteng (belum jadi direktur, direktur utama). Di pemerintahan juga begitu, baru jadi direktur sudah berubah tidak kenal. Belum jadi dirjen, menteri. Dan seterusnya. Maka dari itu kita perlu apresiasi orang-orang yang tidak berubah sifatnya, kesederhanaannya setelah dia menjabat.

Ini semua membutuhkan leadership yang tidak saya lihat dari para caleg. Partai akan berkuasa atas mereka. Maka dari itu, saya memilih untuk golput saja di pemilihan caleg ini.

 


Jual Beli Musik Digital

Setelah vakum (2 tahun?) saya akan mulai jual beli musik digital (MP3) lagi. Aplikasi sistem pengelolaan jual beli musik digital ini sudah siap dan hari Minggu ini akan kita cobakan di tempat Bandung Car Free Day. Bagi Anda (band, pemusik, dll.) yang telah memiliki lagu-lagu dalam format MP3 dan siap dijualkan, silahkan hadir di sana.

Insan Musik FAQ


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.592 pengikut lainnya.