Mengejar Impian

Saya harus sering-sering bersyukur karena diberi berbagai kemudahan dalam hidup ini. Sebagai contoh, saya mengimpikan memiliki toko musik digital yang dapat menjual musik digital legal. Ini sebetulnya bukan khayalan. Ini adalah ide yang masuk akal. Impian itu pun sudah saya eksekusi sebelumnya menjadi Digital Beat Store. Sayangnya toko digital ini harus kami tutup karena satu dan lain hal. Berdasarkan pengalaman dan kesalahan yang pernah kami temui, maka saya memulai kembali untuk membuat toko musik digital. Hari ini kami mencoba jualan (atau lebih tepatnya beli). Sebuah soft launching.

Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Yang pertama adalah bersyukur karena diberi kesempatan dan sumberdaya untuk merealisasikan impian saya. Ada banyak orang yang punya ide tetapi tidak memiliki kesempatan. Mungkin dia terlalu sibuk atau idenya tersebut tidak mendapat prioritas. Ada juga yang punya kesempatan tetapi tidak punya sumber daya (uang, manusia, hardware, software, dan lain-lain) untuk mengimplementasikannya. Ada yang punya kesemuanya tetapi tetap juga tidak merealisasikan impiannya.

Ketekunan merupakan satu hal lagi yang ingin saya sampaikan. Banyak orang yang mudah menyerah. Bahwa ada hambatan dalam merealisasikan impian itu sudah pasti. Kalau tidak ada tantangan, semua orang mungkin sudah merealisasikan impian kita itu. Mungkin namanya bukan impian tapi keseharian :)

Perjuangan untuk merealisasikan sebuah impian seringkali panjang dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka keteguhan dan percaya kepada impian tersebut merupakan sebuah hal yang mutlak harus dimiliki. Seringkali di tengah jalan kita menjadi tidak yakin akan impian kita tersebut. Dapatkah dia direalisasikan? Kita harus percaya, dapat!

Kembali lagi kepada hal yang pertama, harus banyak-banyak bersyukur. Alhamdulillah.


Lapak Toko Musik Digital Bandung

Pagi ini kami buka lapak di Bandung Car Free Day. Tepatnya di depan Bank Muamalat Dago samping RS Boromeus, depan SMAN 1 Bandung. Anda dapat membawa musik MP3 Anda untuk kami jualkan di tempat kami.

insan music store

Kami tadi buka lapak mulai dari pukul 6:30 pagi sampai pukul 10:00, batas akhir car free day. Pada awalnya CFD tidak begitu ramai. Kelihatannya puncaknya adalah sekitar pukul 8 s/d 9 pagi. Pada awalnya tidak ada yang peduli tetapi mendekati pukul 10 justru malah banyak yang datang. Ada sekumpulan anak-anak yang tertarik. Saya tanya mereka punya band atau lagu atau tidak. Ternyata mereka senang menyanyikan lagu buatan mereka sendiri yang beraliran Ska. Langsung saya minta main di tempat. Saya bantuin gitarnya. hi hi hi.

DSC_3299 ska kids 1000

Saya lupa menanyakan kepada mereka apa nama groupnya. Kalau ada yang kebetulan melihat ini dan tahu, tolong beritahu saya supaya bisa saya tuliskan di sini. Saya minta mereka merekam lagunya dan nanti kami bantu jualkan. Bahkan pas lagi ngobrol begitu ada kawan yang punya tempat (kantor) di sebelah atas CFD yang mempersilahkan kami untuk membuat panggung di sana. Tuh nanti bisa manggung di sana.

DSC_3295 ska kids 1000

Bahkan setelah jam 10 pun kami masih berada di sana. Sebabnya adalah ada seorang ibu tua, berumur 80 tahun, yang tiba-tiba minta saya untuk menggitari dia menyanyikan lagu berbahasa Jepang! (Saya lupa judul lagunya, tetapi masih ingat lagu itu ketika jaman SD dulu. Lagunya rasanya tentang Gunung Fuji.) Ibu ini ternyata pernah mengarang beberapa mars untuk beberapa pihak. Dia menunjukkan foto-fotonya. Salut!

DSC_3307 ibu jepang 1000

Kami memang tidak menggunakan banner yang besar karena membuatnya membutuhkan waktu 3 atau 4 hari. Sementara itu keputusan untuk muncul di CFD juga sangat mendesak. Karena tulisannya kecil, orang hanya melewati saja. Yang mau nanyapun ragu-ragu dan malu-malu.  Lain kali kami akan membawa banner.


Masih Soal Toko Musik Digital

Beberapa hari ini saya masih memikirkan soal toko musik digital kami. Hari Minggu – ya, betul, besok! – kami mau buka lapak di Bandung Car Free Day. Ini sih modal nekad saja. Pasalnya kalau tidak diniatkan dan dinekadkan begini mungkin tidak maju-maju. Jadi besok mau buka lapak saja.

Tujuan utama besok adalah untuk melihat situasi pasar, memperkenalkan diri, dan mencari band / artis / musisi yang berminat memasukkan lagunya di toko musik kami. Itu saja. Jadi hari ini saya masih kirim email ke sana ke mari untuk memberitahu soal ini. Dadakan juga sih. Soalnya hari-hari sebelumnya saya disibukkan oleh urusan kuliah dan sejenisnya.

Semoga lancar besok. Jreng!


Mengapa Golput?

Bagaimana mungkin saya memilih partai (dan caleg) dalam pemilihan umum caleg minggu depan ini?

  1. Untuk memilih nomor urutan caleg ini ditentukan oleh partai. Mau menentukan diri sendiri saja di dalam partainya sendiri saja sudah tidak bisa. Apakah yang seperti ini sanggup mengurusi negara? (Itulah sebabnya saya juga tidak menuruti anjuran untuk memilih caleg bukan urutan teratas.)
  2. Semua partai memiliki masalah internal yang luar biasa banyaknya. Untuk membenahi partainya sendiri saja sudah tidak bisa, apalagi mau mengurusi negara. Partai ini merongrong calegnya. Jeratan partai ini sulit dilawan.
  3. Caleg yang terlihat baik, setelah menduduki kursi belum tentu tetap menjadi baik. Kursi (jabatan) mengubah orang. Sebagian besar orang yang saya lihat berubah begitu menduduki jabatan / kursi. Tujuan mereka menjadi bagaimana mempertahankan kursi tersebut (dengan berbagai alasan dan pembenaran). Mereka lupa dari mana mereka berasal. Mereka lupa kepada kita-kita rakya biasa. Saya melihat ini di berbagai tempat. Di perguruan tinggi, baru jadi ketuaj jurusan sudah berubah. Padahal belum jadi dekan, jadi wakil rektor, jadi rektor. Apa lagi kalau nanti naik jenjang. Di perusahaan, baru jadi manager sudah petantang petenteng (belum jadi direktur, direktur utama). Di pemerintahan juga begitu, baru jadi direktur sudah berubah tidak kenal. Belum jadi dirjen, menteri. Dan seterusnya. Maka dari itu kita perlu apresiasi orang-orang yang tidak berubah sifatnya, kesederhanaannya setelah dia menjabat.

Ini semua membutuhkan leadership yang tidak saya lihat dari para caleg. Partai akan berkuasa atas mereka. Maka dari itu, saya memilih untuk golput saja di pemilihan caleg ini.

 


Jual Beli Musik Digital

Setelah vakum (2 tahun?) saya akan mulai jual beli musik digital (MP3) lagi. Aplikasi sistem pengelolaan jual beli musik digital ini sudah siap dan hari Minggu ini akan kita cobakan di tempat Bandung Car Free Day. Bagi Anda (band, pemusik, dll.) yang telah memiliki lagu-lagu dalam format MP3 dan siap dijualkan, silahkan hadir di sana.

Insan Musik FAQ


Aplikasi Buatan Indonesia

Baru saja saya membaca berita ini, “Facebook dkk. Sedot Rp 19 triliun dari Indonesia“. Dikatakan bahwa Indonesia seharusnya membuat aplikasi seperti facebook dan kawan-kawan itu. Apakah jika sudah memiliki aplikasi buatan sendiri maka pengguna Facebook, Twitter, akan turun? Jawabannya adalah TIDAK.

Saat ini sudah banyak aplikasi serupa. Lihat saja Zohib yang punya aplikasi percobaan mirip – bahkan terlalu mirip – dengan facebook dan twitter. Penggunanya? Tidak banyak. Mengapa demikian? Ada banyak alasan. Contoh lain yang buatan Indonesia juga adalah Mindtalk. Yang ini penggunanya sudah lumayan banyak.

Pertama, sudah terlalu banyak teman dan keluarga kita di Facebook. Tidak mudah pindah dari sebuah layanan ke layanan lain. Namanya juga media sosial. Aspek sosialnya yang kental. Di mana yang lebih banyak kerumunannya maka di situlah orang semakin tertarik untuk bergabung.

Mendapatkan pengguna juga tidak mudah. Biaya marketing untuk mendapatkan pengguna itu tidak mudah. Apalagi kalau diinginkan pengguna yang menetap (sticky), bukan yang hanya sekedar daftar kemudian tidak pernah berkunjung lagi. Inilah sebabnya WhatsApp dibeli mahal, karena jumlah penggunanya banyak.

Kedua, orang Indonesia kelihatannya lebih menyukai buatan luar negeri daripada buatan Indonesia sendiri. Padahal ada banyak produk dan layanan yang buatan Indonesia jauh lebih baik kualitasnya. Mungkin kalau buatan Indonesia kurang keren ya? Ayo cintai buatan Indonesia. Yang ini masih merupakan pekerjaan rumah kita bersama.

Ketiga, penyedia layanan Indonesia sering kurang baik dalam melayani pelanggannya. Lambat, kurang responsif, defensif, dan hal-hal yang negatif lainnya. Padahal semestinya kita dapat memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan kita sendiri.

Jadi bagaimana? Masih mau pakai buatan Indonesia? Atau apakah memang perlu menggunakan buatan Indonesia? Atau mungkin kita tidak peduli? Selama kita bisa bayar, biarin saja. Mau buatan Indonesia atau luar negeri kek. Kan saya yang bayar. Hadoh.


Materi Presentasi Diperiksa Dahulu

Salah satu pekerjaan saya adalah memberikan presentasi. Mungkin malah ini pekerjaan utama saya. hi hi hi. Umumnya saya sangat bebas dalam memberikan presentasi, tetapi ada beberapa klien yang kadang minta draft materi presentasinya dahulu. Biasanya yang gini adalah perusahaan besar. Mungkin untuk memastikan materinya cocok? Atau tidak percaya kepada kemampuan pembicara untuk memberikan topik tersebut? Mungkin mereka pernah terkecoh sebelumnya? Atau bagaimana?

Bagi saya sebetulnya hal ini merupakan hal yang agak sulit. Pertama karena saya harus membuat materi jauh hari sebelum hari h-nya. Padahal kebiasaan saya adalah membuat materi mepet sebelum hari h-nya. hi hi hi. I work better under pressure. Kalaupun materi dibuat jauh hari, pas mendekati hari h-nya saya ubah lagi. hi hi hi.

Hal kedua, ada beberapa hal yang ingin saya buat suprise pada presentasinya. Kalau ini sudah disampaikan sebelumnya, ya tidak menarik lagi. Atau bagian ini mungkin tidak perlu saya tampilkan dalam versi draft-nya ya?

Sekarang sedang membuat materi presentasi. ihik.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.596 pengikut lainnya.