Tag Archives: bandung

Karakteristik Bandung Car Free Day

Hari ini untuk kedua kalinya kami buka lapak toko musik digital kami (Insan Music Store) di Bandung Car Free Day (CFD). Tujuannya masih seperti sebelumnya, yaitu untuk memperkenalkan layanan kami. To test the market, sort of speak.

Saya melihat bahwa tujuan mayoritas dari pengunjung CFD adalah untuk berjalan-jalan. Berolahraga sambil rileks dengan keluarga atau teman. Tadinya saya pikir kebanyakan adalah duduk nongkrong beli ini dan itu. Ternyata mereka tidak membeli. Mereka berjalan. Saya perhatikan yang jualan minuman di samping stand kami tidak berhasil menjual minumannya. Sebetulnya terjual tetapi nampaknya tidak seperti yang dia harapkan. Di depannya, jualan es lilin, demikian pula. Samping kanan jauh, jualan otak-otak juga demikian. Ada yang beli tetapi tidak banyak.

Untungnya tujuan kami berada di sana bukan – belum – untuk berjualan tetapi justru untuk mendapatkan lagu-lagu dari artis / band yang sudah memiliki lagu dalam format digital. Nampaknya kalau untuk berjualan, mungkin CFD bukan tempatnya. Entahlah kalau kami nanti sudah mulai menggelar lapak digital kami; lengkap dengan access point dan notebook untuk mendengarkan musik. We’ll see.

Saya belum tahu apakah yang berjualan di Gasibu (sekarang seberangnya, yang lebih dekat ke Unpad) memiliki karakterisik yang sama atau tidak. Mungkin ada yang tahu? Sementara ini kalau Anda ingin berjualan dengan skala yang besar di CFD, pikir-pikir dulu.


Bandung dan Sampah

Topik yang sedang (sangat) hangat kali ini adalah kritikan tentang Bandung dan sampah. Orang Bandung suka buang sampah sembarangan dan tidak merasa terusik dengan keberadaan sampah itu. Saking kesalnya yang mengritik, sampai orang Bandung disebut sama seperti babi. Maka marahlah beberapa orang Bandung.

Saya sih hanya senyum-senyum sambil bersiul-siul. Du du du du du … Sudah lama ini menjadi sebuah topik yang mengesalkan bagi saya juga. (Hanya saya mungkin lebih sabar dan tidak menyamakan orang dengan babi. hi hi hi.) Dulu pun saya sempat menuliskan hal ini. Sekarang perlu diangkat lagi.

Ya, memang harus diakui bahwa Bandung punya masalah dengan sampah. Dan itu juga merupakan salah satu fokus dari walikota kita kali ini, pak Ridwan Kamil. Sudah ada upaya-upaya yang dilakukan oleh pemkot. Salah satunya – yang saya sukai – adalah adanya *banyak* tempat sampah (desain baru) di jalan-jalan. (Foto ada tapi saya belum sempat upload.) Namun upaya-upaya ini harus dibarengi dengan tindakan dari masyarakatnya sendiri. Kalau suka buang sampah sembarangan, ya keberhasilan dari program pemkot itu juga kurang maksimal atau bahkan gagal.

(Saya sudah pernah cerita ini, tetapi saya ulangi lagi ya.) Suatu saat saya bertanya kepada anak-anak SD yang sedang bermain di pinggir jalan sambil makan jajanan, “kalau buang sampah di mana?” Jawabannya adalah “di selokan”. Waduh. Itulah yang diajarkan kepada mereka. Itu juga yang dilihat dan dicontohkan kepada mereka.

Sudah waktunya kita berubah. Sudah saatnya kita tidak membuang sampah sembarangan. Sudah saatnya kita mau dan berani menegur orang yang membuang sampah sembarangan.


Tidak Paham Fungsi Jalur di Jalan

Ini mungkin perasaan saya saja. Saya merasa bahwa pengendara kendaraan (mobil dan motor) di Bandung tidak terlalu memperhatikan (batas) jalur jalan (lane). Banyak yang mengemudikan kendaraannya tidak di jalur. Jalur yang harusnya untuk 2 kendaraan menjadi 3 kendaraan. Atau kalaupun sendirian, jalan juga di tengah menghabiskan 2 jalur. Pokoknya asal aja. Padahal kalau di kota lain, yang tidak di lajurnya bakal disikat oleh kendaraan lain.

Mungkin hal ini terjadi karena banyak jalan di Bandung yang tidak memiliki tanda batas jalur. Lama kelamaan batas jalur pun tidak dianggap. Ya sekedar cat putih di tengah jalan. Waduh.

Kalau di kota Anda bagaimana?


Bandung Macet …

Beberapa hari terakhir ini Bandung luar biasa macetnya. Membuat saya berpikir apakah ini Bandung atau Jakarta ya? he he he.

Ada beberapa penyebab kemacetan ini. Yang saya amati adalah banyaknya anak libur sekolah dimanfaatkan untuk kunjungan-kunjngan. Salah satu tempat yang populer untuk kunjungan sambil belajar adalah museum Geologi, di jalan Diponegoro. Maka di pinggir jalan dekat dengan tempat itu ada banyak bis-bis berukuran besar. Bahkan pada suatu pagi saya menemukan lebih dari 10 bis. Jalan Bandung tidak terlalu lebar sehingga ini menimbulkan kemacetan.

Hal yang serupa ternyata terjadi di kebun binatang Bandung, yang berada di jalan Taman Sari. Pas di sebelah ITB. Jalannya juga super kecil. Biasanya hanya cukup untuk dua lajur; 1 kiri, 1 kanan. Begitu ada bis yang parkir, maka macetlah.

Belum lagi karena sekarang ini musim hujan maka banyak jalan yang rusak. Jalan Pasteur di depan BTC juga hancur. Seperti ada monster keluar dari dalam tanah. he he he. Macbret!


Mahasiswa Korban Geng Motor

Kelakuan geng motor sudah di luar batas. Baru-baru ini, seorang mahasiswa ITB menjadi korban keberingasan geng motor di Bandung. Kronologisnya dapat dilihat pada dokumen yang saya peroleh dari ITB ini (saya pasang di slideshare).

Harus bagaimana lagi kita? Semoga Polisi bertindak.


Bandung Kota Kreatif

Kemarin sore sampai habis Maghrib saya berada di Selasar Sunaryo Art Space atas undangan teman-teman. Ada tamu dari British Council yang tertarik dengan komunitas kreatif dari Bandung. Maka oleh Common Room dikumpulkanlah berbagai perwakilan komunitas di Bandung. Acaranya seru.

Acara yang seharusnya dimulai siang hari ternyata harus mulai sore karena perjalanan para tamu dari jalan Braga terhambat oleh macet. Ampun Bandung deh! Akhirnya acara baru dimulai sore hari. Setelah dimulai tarian jaipongan, maka satu persatu perwakilan dari komunitas menceritakan kegiatannya.

IMG_1961 selasar sunaryo

Gustaff dari Common Room menjabarkan secara umum kegiatan kreativitas orang Bandung. Kemudian Tita Larasati menceritakan tentang kegiatan Bandung Cerative City Forum (BCCF). Setelah itu Deden Siswanto bercerita soal fesyen kota Bandung. Rahmat Jabaril kemudian bercerita tentang proyek kampung kreatif dan seni di kampung. Musik diwakili oleh Gio Vitano dari Bandung Berisik / Atap Promotion. Saya sendiri mewakili Bandung High Tech Valley bercerita tentang industri hardware sofware, games, internet, dan yang berhubungan dengan teknologi. Lengkaplah, Arts & technologies.

Para tamu dari Inggris tercengang dengan banyaknya kegiatan masyarakat Bandung. Jangankan mereka, saya sendiri juga. ha ha ha. Meski banyak keterbatasan kota Bandung – infrastruktur yang tidak memadai, aturan pemerintah yang kurang kondusif, dan lain-lain – orang-orang kreatif di kota Bandung ini pantang menyerah. This is our city. And {arts, tech} is our passion. Tiada kata lain selain … berkarya!


Bandung = Creative City

Baru saja saya selesai mengikuti acara temu dengan Ridwan Kamil – sebagai walikota terpilih Bandung. Topik acaranya adalah seputar pemanfaatan ICT di Bandung dan industri kreatif. Tempatnya di Telkom R&D Center (dahulu Telkom Risti) di Geger Kalong, Bandung tentunya.

Saya datang agak telat karena futsal dulu, trus maghrib dan sedikit makan. Sampai di sana pukul 19:30-an. Begitu duduk di baris belakang eh, udah diminta untuk maju memberikan pendapat. Untung sudah mendengar beberapa komentar dari yang lain dulu. Padahal tadinya mau jadi pendengar saja.

Saya senang dengan acara ini. Good job, pak Ridwan Kamil. Ini merupakan forum yang harus dibuat secara berkala. Saya senang juga melihat pak Ridwan Kamil dengan sabar mendengarkan presentasi, komentar, dan seterusnya dari anak muda di kota Bandung. (Saya mah sudah tidak termasuk anak muda lagi. hi hi hi.)

Yang juga membuat saya senang adalah melihat audience-nya yang jumlahnya banyak (mungkin 300an?) dan sebagian besar adalah anak muda! Mungkin yang tua hanya saya dan pak Ridwan Kamil saja. Ini keren! Anak mudah ini terlihat bersemangat. Mereka kreatif-kreatif. Tinggal bagaimana kita menjadi mentor mereka, mengarahkan agar mereka mendapatkan kesuksesan.

Cerita lainnya – terkait dengan IT, bisnis, kreatif, … dan sejenisnya – menyusul, atau lain kali ya. Saya agak ngantuk nih. hi hi hi.

Bandung Juara!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.782 pengikut lainnya.