Arsip Tag: bandung

Dukung Ridwan Kamil

Hari Minggu kemarin, saya menghadiri acara fund raising untuk Ridwan Kamil sebagai calon walikota Bandung. Sebetulnya sih kehadiran saya adalah dalam rangka untuk manggung dengan BanDos, seperti di postingan terakhir, tetapi kesempatan ini saya gunakan juga untuk mengenali apa yang ditawarkan oleh Ridwan Kamil.

CIMG4723 bandung juara 1000

Ridwan Kamil memberi presentasi mengenai program kerjanya dia. Menurut saya apa yang ditawarkan tidak muluk-muluk, dapat diimplementasikan, dan memang dibutuhkan oleh warga kota Bandung. Jalan yang rusak, berlubang, dan buruk kondisinya harus diperbaiki. Ridwan Kamil dan kawan-kawan juga tidak hanya janji-janji saja karena mereka sudah mengerjakan hal ini (perbaikan jalan). Kemudian mereka juga memperbaiki taman-taman yang dibutuhkan oleh anak-anak (dan tentunya juga orang tuanya) agar mereka ada tempat bermain. Dan masih banyak lainnya.

[Kalau ada rekan-rekan yang punya materi presentasinya, mohon diberitahu link-nya.]

Terus terang, saya adalah orang yang apatis terhadap pemilu-pemilu. Sama dengan banyak orang lainnya. Namun untuk kali ini, saya berpendapat bahwa Ridwan Kamil pantas untuk didukung. Kita sudah muak dipermalukan dengan kondisi Bandung. Untuk membuktikan dukungan, saya akan transfer uang ke rekening kampanye Ridwan Kamil. Semoga penduduk kota Bandung – dan juga bukan penduduk kota Bandung (misalnya rekan-rekan dari Jakarta yang sering datang ke Bandung dan kesal dengan jalan-jalan Bandung yang buruk) – ikut mendukung Ridwan Kamil.

Bandung, Juara … Juara … Juara … Juara …


Langit Seputar Bandung

Bandung akhir-akhir ini hujan terus. Begitu terang, ini kesempatan untuk mengabadikan langit. Pagi ini saya berlari ke luar untuk mencari foto lagi yang bagus. Eh, saya melihat awan yang menyelimuti gunung nun di kejauhan sana. Sayang sekali saya tidak punya kamera yang bagus (DSLR atau sejenisnya), tapi masih lumayan asyik lah.

Foto1654 bandung sky 1000

Kalau yang di bawah ini adalah foto pagi kemarin. Asyik juga.

CIMG4088 bandung sky 1000

Selamat pagi …


Pameran Online

Kemarin saya sempatkan untuk melihat pameran Online Expo (saya lupa nama tepatnya) yang digelar di Graha Manggala Silihwangi, Bandung. Saya tahu keberadaan acara ini dari beberapa spanduk yang dipasang di beberapa sudut kota Bandung. Menarik. Mampir ah. Sore hari kemarin, mampir.

Setelah membayar Rp. 5000,- kami masuk ke ruangan pameran. Ada banyak booth. Sayangnya ada banyak booth yang kosong ditinggal oleh penjaganya. Tadinya mau saya potret tapi lupa. hi hi hi. Saya pikir tadinya ajang pameran ini bisa jadi tempat untuk kopdar (pertemuan) orang-orang yang tergabung ke berbagai grup di internet. Entah mungkin timing saya yang salah atau bagaimana tetapi saya melihat tidak banyak orang di sana. Atau, orang-orang memang lebih senang hidup di dunia online? Pertemuan fisik tidak terlalu menarik lagi?

Sebetulnya saya berharap ada banyak pameran yang bernuansa teknologi seperti ini di Bandung. Setiap minggu kita bisa melihat sesuatu yang baru. Belajar terus dan termotivasi. Semoga akan lebih banyak pameran dan lebih ramai lagi.


Gedung Lama Sebaiknya Diapakan?

Tadi pagi jalan-jalan di jalan Merdeka (Bandung). Mumpung waktunya car free day, yang mana jalan Merdeka ditutup untuk kendaraan bermotor. Pas melintas di depan gedung Panti Karya, potret dulu.

Gedung Panti Karya ini dulu terkenal sebagai gedung bioskop di tahun 1970-an. Rasanya di situ juga ada tempat jual karcis kereta api. Sekarang gedung ini terbengkalai.

Saya lihat di luar negeri gedung-gedung kuno direstorasi dan kemudian dibuat acara untuk mengenang fungsinya. Dibuat sedikit cerita, maka jadilah dia sebagai tempat kunjungan turis (luar negeri atau lokal). Asyiknya kalau di situ bisa diputar film, ala jaman dahulu. Unik sekali.

Andai saya kaya raya dan punya uang banyak sekali. Itu yang akan saya lakukan. Andai …


Bandung … Macet …

Tadi saya pergi ke luar sekitar jam 11-an. Setelah selesai urusan sekitar jam 13-an mau kembali ke rumah. Eh, ternyata jalanan macet. Wah. Ada apa ya? Bukannya ini hari Sabtu? Ah, baru teringat bahwa hari Sabtu ini merupakan bagian dari libur panjang (long weekend). Hari Jum’at kemarin ada libur Paskah. Akibatnya banyak orang Jakarta yang datang ke Bandung. (Alasannya :) )

Daerah yang saya lalui sebetulnya bukan daerah yang padat wisata seperti jalan Riau atau jalan Dago, tetapi mungkin ini terkena imbasnya. Saya coba dengarkan radio PRFM, 107,5. Ternyata banyak yang melaporkan kemacetan di berbagai tempat di Bandung.

Ternyata ada satu kegiatan yang baru dilaksanakan hari ini, yaitu uji coba perubahan arah jalan. Jalan Cipaganti yang tadinya satu arah dari bawah (Selatan) menuju atas (Utara) sekarang hanya boleh dilalui oleh kendaraan umum. Pengendara mobil pribadi harus menggunakan jalan Sukajadi untuk menuju ke Utara (seperti misalnya untuk menuju ke arah Lembang). Wah, kacau balau jadinya. Penduduk Bandung sendiri belum tahu jalan yang terbaik, ditambah lagi dengan tamu dari Jakarta. Hasilnya jelas macet.

Setelah berputar-putar (saya akhirnya mengambil jalan Ahmad Yani) kami sampai di rumah dengan selamat. Phew. Nampaknya kemacetan di kota Bandung harus diterima menjadi bagian dari kehidupan? (Meskipun sebetulnya masih ada banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemacetan ini, seperti misalnya toko yang menyediakan tempat parkir! Ini membutuhkan itikad baik dari semua pihak, yang artinya harus pelan-pelan.)


Beginilah (kacaunya lalu lintas)

Akhir-akhir ini saya sering ngomel tentang lalu lintas di Bandung. Lihatlah foto ini, bagaimana pengendara (motor kali ini) mengambil jalur dari arah yang berlawanan.

[Foto diambil di jalan Gunung Batu, Sabtu menjelang tengah hari, dalam perjalanan dari futsal di Cimahi ke arah Bandung.]

Masalah di sini adalah kesabaran. Banyak orang yang tidak sabar untuk ngantri. Semua orang ingin cepat sampai tujuan. Kalau tertib sesungguhnya kita bisa sampai dengan lebih cepat, tetapi … beginilah.

Yang lebih menyedihkan lagi adalah adanya generasi muda yang melihat ini dan kemudian merasa bahwa ini (ketidaksabaran di lalu lintas) adalah hal yang normal. Maka, mereka akan meniru hal ini dan kita tidak bisa keluar dari kekacauan ini. Bukankah semestinya kita menjadi lebih baik?


D 1250 HI – serempet lari

Tadi sore di jalan Suci (Bandung tentu saja), di dekat bubur mang Oyo, kendaraan yang saya kemudikan sedang diam karena jalan padat dan antri. Tiba-tiba ada jeritan dan suara … dug … di samping mobil saya. Hadoh ada apa. Saya keluar dari mobil dan ternyata ada motor yang terjepit di samping mobil saya oleh mobil lain (D 1250 HI). Pengemudi mobil itu tidak keluar, melaju. Saya sampai bengong atas ketidak peduliannya. (Saya lupa merek mobilnya, mungkin Jazz? Yang saya ingat warna mobilnya, hitam.) Setelah mobil berlalu baru saya sadar, seharusnya saya potret ya? [Nomor motor saya potret tapi tidak jelas, D 4192 CK atau OK atau GK]

Pengemudi D 1250 HI (yang dugaan saya masih muda), sayang sekali Anda tidak bertanggung jawab. Ya mbok berhenti dulu, kita diskusikan. Paling-paling juga kita saling memaafkan. Pengendara motor berhenti dan berdialog dulu. Saya tahu pengendara motor ini juga salah.

Yah nasib …


Selamat Pagi, Bandung

dipotret tadi pagi dengan menggunakan handphone Nokia N8. tanpa efek apa-apa.

ceirtanya tadi pagi menuju kampus ITB, saya lihat ada pemandangan yang bagus. maka berhentilah saya. parkir dulu. keluarkan handphone dari saku. jepret dulu. terus jalan lagi ke kampus. sampai di kampus, sambil menunggu mahasiswa, upload foto ini ke facebook dan twitter. setelah mengajar baru upload ke blog.


Selamat Pagi, Bandung


Jalan Tanpa Marka

Saya perhatikan lagi, ternyata memang jalan-jalan di Bandung banyak yang tidak memiliki tanda / marka jalan. Coba lihat jalan Pasteur (aka Dr. Djundjunan) misalnya. Jalan selebar itu tidak ada garis lajur-nya.

Kata orang-orang kalaupun ada markanya dilanggar juga. Jad percuma saja ada marka.

Nah, yang jadi masalah adalah kita – orang Bandung – menjadi terdidik untuk tidak mengindahkan marka itu. Pas ke Jakarta, langsung di-prit oleh pak Polisi karena menerabas garis tidak putus-putus :)  Boleh gak ya kita menyalahkan pemerintah kota Bandung karena mengajari kita untuk tidak peduli?


Bandung Digital Valley

Hari ini, PT Telkom meresmikan program mereka yang diberi nama Bandung Digital Valley. Tempatnya ada di RDC Telkom (dahulu Risti?) yang di jalan Geger Kalong. Sukses kepada PT Telkom.

Ada yang tahu informasi lebih lengkapnya?


Foto: Awan

Lagi-lagi foto yang saya tampilkan kali ini adalah foto awan. Alasannya sederhana, awan memiliki pola yang indah dan relatif mudah untuk dipotret.

Foto ini saya ambil tadi pagi di lokasi dekat rumah. Rumah yang ada dalam potret ini adalah kafe yang bernama Dapoer Oma. Lumayan juga makanannya dan harganya tidak mahal-mahal amat.


Macet Luar Biasa

Kemarin sore kami mengadakan latihan futsal sambil ngabuburit (menunggu buka puasa). Waktunya pukul 4 sore sampai buka. Tempatnya di Parahyangan Plaza, Alun-alun Bandung. Nah, ini dia masalahnya. Tempatnya pas di pusat keramaian (entah keramaian apa).

Saya berangkat dari rumah dengan mengendarai mobil pukul 3 sore dan sekitar 3:30 sudah berada di alun-alun. Ternyata macetnya luar biasa! Padahal kalau hari biasa, 10 menit juga sudah bisa masuk ke pelataran parkir Parahyangan Plaza. Kali ini? Ternyata tidak bisa. Setelah belok ke jalan Otista, jalan ke kiri Dalem Kaum dan Kepatihan ditutup. Ini juga sambil merayap menuju ke sana. Jangankan mobil, motor juga merayap. Akhirnya terus merayap (sambil tidak bisa belok ke kiri) maka sampailah saya ke ara mendekati Kebon Kelapa. Baru saya bisa belok kiri dan memutar balik.

Jam menunjukkan 4:10. Dalam perjalanan  (putar balik) ke arah alun-alun, mendekati ke ITC Kebon Kelapa, jalanan mulai macet lagi. Akhirnya saya putuskan untuk parkir begitu ada mobil keluar. Akhirnya saya parkir di dekat ITC Kebon Kelapa. Saya lihat tower masjid Agung masih kelihatan. Oke lah jalan saja ke sana (sambil membawa banyak hal, bola futsal, kostum, dll.). Anggap saja ini sebagai pemanasan sebelum futsal.

Sambil berjalan bergegas saya melihat Yudhie naik motor. Kebetulan kelihatan helm dan motornya. Saya teriaki dan dia melihat saya. Akhirnya saya numpang motor Yudhie sampai ke dekat Parahyangan Plaza (karena dia juga tidak bisa parkir di sana dan akhirnya harus parkir di basement masjid Agung). Akhirnya saya sampai di tempat futsal jam 4:30. Fiyuh.

Wah macetnya demikian luar biasa. Ada apa sih di daerah itu? Orang-orang ngabuburit juga kali ya? Sambil lihat-lihat apa yang bisa dibeli untuk Lebaran gitu? Fenomena 1 tahun sekali :)

Bagi yang mau ke daerah itu, siapkan diri untuk kena macet.


Bandung

Suatu sore di jalan kota Bandung …


Selamat pagi …

[dipotret beberapa menit lalu, 20 meter dari rumah]


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.126 pengikut lainnya.