Arsip Tag: blog

Kesebut di Pikiran Rakyat

Baru tahu bahwa blog ini kesebut di koran Pikiran Rakyat hari ini (Minggu, 13 Januari 2013). Ini masuk ke bagian “Konsistensi Menulis di Zaman Serbainstan”. Ini kira-kira snapshotnya (yang di halaman 13, lanjutan dari halaman 1).

Foto1574 blog rot 1000

Memang konsistensi dalam menulis itu perlu.


Hari Blogger Nasional

Hari ini, 27 Oktober, ternyata merupakan Hari Blogger Nasional. Ini dicanangkan tahun 2007 dengan acara yang cukup ramai. Tahun-tahun selanjutnya juga demikain. Tahun ini? he he he … tidak ada gaungnya. Entah karena kalah prioritas dengan liburan Idul Adha atau orang sudah tidak peduli lagi. Atau, blogging sudah menjadi sebuah hal yang biasa sehingga tidak perlu dirayakan lagi.

Bagi saya, setiap hari adalah hari blogging karena saya ngeblog setiap hari :)  Ngomong-ngomong, apakah orang-orang yang dulu ngeblog sekarang masih ngeblog? Apakah ada blogger-blogger baru?


Perlukah Blog Disosialisasikan?

Dalam acara diskusi soal ngeblog tadi siang, ada pertanyaan yang menarik:

perlukah blog disosialisasikan?

Sebagai orang yang memang menyenangi blog tentu saja akan saya jawab dengan kata ya, tetapi apakah itu jawaban yang benar. Nampaknya perlu kita urut kembali kepentingan atau manfaat dari blog.

Salah satu manfaat dari blog adalah untuk menumbuhkan minat menulis (dan tentunya juga membaca). Blog memudahkan kita untuk mem-publish tulisan ke khalayak ramai. Kalau jaman dahulu, kita harus mengemis-ngemis kepada media masa agar tulisan kita dicetaknya. Umumnya, ditolak. Meskipun ada minat menulis, tantangannya sangat banyak sekali. Akibatnya tidak banyak orang yang bertahan dengan terus menulis. Sekarang tidak ada alasan lagi.

Menurut saya yang penting dicermati adalah “menumbuhkan minat menulis”nya daripada “blog”nya sendiri. Namun karena blog merupakan wahana yang paling mudah dan murah, maka blog perlu disosialisasikan. Begitu menurut saya. Tidak tahu kalau menurut Anda bagaimana? :)


1 tulisan / hari selama 10 tahun

Beberapa hari yang lalu saya memperhatikan bahwa saya sudah membuat tulisan lebih dari 3650 di blog ini. Kalau satu hari 1 tulisan, berarti saya sudah menulis 3650 hari, alias 10 tahun. Dan setelah saya perhatikan, memang saya sudah ngeblog sejak tahun 2002 (dimulai di blogpost). Jadi memang betulan sudah 10 tahun! and keep on going …


Pengaturan Isi Blog?

Saya baru baca dari berita ini, bahwa Dewan Pers menerbitkan “Panduan Pemberitaan Media Siber”. Salah satu yang masuk ruang lingkup dari panduan ini adalah blog. Wah.

Di satu sisi saya setuju bahwa perlu ada pengaturan isi blog agar penulis blog berhati-hati dan bertanggung jawab terhadap tulisannya, tetapi di sisi lain saya tidak ingin ada kebebasan dalam penulisan blog. Yang seimbang dan proporsional. Begitu.

[update: ada koreksi di kalimat di atas]


Ada di Koran Pikiran Rakyat

Tadi saya diberitahu bahwa blog ini ada di harian Pikiran Rakyat (Bandung, tentunya). Saya tadinya bertanya-tanya. Soal apa ya? Oh ternyata tentang blog toh. Ini dia snapshotnya.

Wah sudah lama saya tidak ketemuan (kopdar) dengan para blogger itu ya. Kapan ya?

by the way … saya tidak tahu apa yang dimaksud dengan “berpengaruh” di situ :) Lagi pula, pengaruh itu bisa baik dan buruk. Jangan-jangan ini masuk ke kategori pengaruh buruk. he he he.


remeh temeh

Ketika memberikan presentasi soal blog, saya ditanya:

Menulis di blog adalah berbagi. Bagaimana dengan tulisan yang remeh temeh?

Saya jadi berpikir karena kemungkinan besar apa yang saya tulis sebagian besar adalah remeh temeh bagi kebanyakan orang. Hmmm…

“Masalahnya” saya menulis lebih banyak menggunakan hati daripada menggunakan otak semata. Jadi ya begitulah hasilnya. Kadang isinya remeh temeh bagi seseorang, tapi tidak bagi saya.

Lantas kenapa diletakkan di internet? Bukankah kalau untuk diri sendiri lebih baik disimpan sendiri saja. Betul juga. Masalahnya, saya menyimpannya di mana? Karena saya orang techie, ya saya simpannya di komputer dan di internet.

Tapi kan bisa dibuat privat saja, supaya orang lain tidak membaca. Lagi-lagi, Anda benar. Tetapi, saya ingin berbagi juga siapa tahu ada yang dapat memanfaatkannya. Saya ambil sebuah contoh.

Dahuluuu sekali ketika web baru mulai muncul dan saya masih bersekolah di Kanada, saya kesulitan untuk mendapatkan teks “Pembukaan UUD 45″, “Pancasila”, dan “Indonesia Raya”. Padahal waktu itu kami ingin mengadakan upacara 17 Agustus-an. (Perhatikan bahwa orang Indonesia di luar negeri kadang lebih cinta kepada Indonesia :))  Setelah berhasil menemukan teksnya, maka teks tersebut saya letakkan di internet. Siapa tahu ada orang atau perkumpulan mahasiswa di tempat lain yang membutuhkan teks tersebut. Bagi Anda, mungkin sangat tidak tertarik dengan teks seperti itu :)  One man’s junk is another man’s treasure.

Jadi menurut saya, menuliskan remeh temeh tidak menjadi masalah asalkan ditulis dengan menggunakan hati. Nah …


Sukses Menjadi Blogger

Hari Sabtu kemarin (saya sebut kemarin karena sekarang sudah lewat jam 12 malam – jadi secara resmi sudah hari Minggu – hi hi hi), saya ikut meramaikan acara talk show Comlabs ITB yang merupakan seri Free (IT) Saturday Lesson. Ketika diminta untuk berpartisipasi, saya meminta untuk sesi jam 11 karena jam 8 sampai dengan ham 10 pagi saya main futsal dulu. Jadi begitu selesai futsal, saya langsung mandi dan menuju kampus ITB.

Sampai di kampus ITB pas jam 11 dan saya langsung berlari ke Comlabs. Takut telat. Eh, ternyata acaranya ada di gedung perpustakaan, yang untungnya hanya belasan meter dari situ. Sesampainya di sana saya ternyata belum telat. Pidi Baiq masih memberikan cerita dia, lengkap dengan nyanyi yang lucu. Saya sendiri sibuk makan di tempat audience. Lapar. Ada gorengan dan makanan lain yang saya sikat tanpa minta ijin. Baru sekarang kepikiran, itu makanan punya siapa ya? Punya panitia gitu? hi hi hi.

Setelah itu saya diminta untuk maju. Saya maju dan memberikan presentasi. Yang menjadi topik bahasan saya adalah “sukses menjadi blogger”. Hmm… apa definisi dari “sukses” ya? Masing-masing orang memiliki definisi sendiri-sendiri mengenai sukses ini. Kalau begitu mungkin ini:

  • blognya banyak dibaca orang;
  • kita (penulisnya) menjadi terkenal;
  • mendapatkan keuntungan finansial;
  • mendapatkan kesenangan, kebahagiaan, happy …

Dilihat dari ukuran di atas, saya rasa saya termasuk blogger yang sukses ya? :) hi hi hi. Blog saya ini banyak dibaca orang (entah kenapa). Nah, menjadi terkenal di situ merupakan pro dan kontra. Kadang saya berpikir bahwa saya dikenal dulu baru menulis blog; selebritis yang nulis blog? hi hi hi. Tapi ini mungkin dulu. Kalau sekarang, pembaca blog saya umumnya belum kenal saya. Kebanyakan justru menemukan blog ini dari internet saja.

Soal keuntungan finansial, rasanya blog ini belum memberikan keuntungan finansial secara langsung. Saya sendiri memang tidak mencari hal itu. Secara tidak langsung, hhmmm… mungkin ya, tapi saya kok tidak yakin. Jadi bagi Anda yang mencoba mencari keuntungan finansial melalui blogging, saya belum bisa memberikan contoh konkrit.

Untuk yang terakhir, mendapat kesenangan, jawabannya adalah iya. Membuat blog ini ternyata memberikan kesenangan juga bagi saya. Isinya sesuai dengan apa yang saya sukai, meskipun mungkin belum tentu disukai oleh orang lain. Saya bercerita bahwa banyak orang yang kecele karena berharap bahwa di blog ini saya banyak menulis tentang teknis IT, tetapi ternyata tidak. Ya karena memang blog ini tidak saya buat untuk tulisan IT, tetapi lebih ke perjalanan seorang manusia biasa. Tag line saya juga begitu … belajar untuk menjadi manusia.

Sesi tanya jawab tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang saja yang bertanya. Mungkin karena apa yang saya utarakan terlalu sederhana sehingga terasa tidak ada yang aneh. Justru menurut saya ke-simple-an dari blog ini yang membuat dia ramai dikunjungi orang. Ah, ini mungkin juga masih dugaan.

Jadi begitu … Andapun bisa sukses menjadi blogger. Sukses!


(Tampilan blog ini di) Flipboard

Bagi yang ingin tahu tentang Flipboard dan belum punya iPad (karena Flipboard hanya jalan di iPad – not even on a Mac! grrr…), ini tampilan blog ini di Flipboard. Elegan kan? Halaman berikutnya juga punya layout yang berbeda, tidak statik seperti itu. Jadinya seperti membaca majalah yang bagus.

Duh kapan ada Flipboard untuk Mac, Ubuntu, dan Windows sih??? Saya sudah coba paper.li, tapi masih belum punya tampilan se-elegan Flipboard.


Outline presentation: blogging

Hari ini saya diminta untuk memberikan sedikit presentasi (talk show?) di Comlabs (free saturday lessons) tentang blogging dan (citizen) journalism. Berikut adalah draft materi presentasi saya:

http://www.slideshare.net/budi/blogging-5612617

Enjoy …


Menulis (blog) dengan hati

Saya senang bereksperimen dengan teknologi dan bisnis yang terkait dengannya. Salah satu yang sampai sekarang masih menarik bagi saya adalah blog. Mengapa sebuah blog bisa ramai dikunjungi dan mengapa yang lain tidak. Ada beberapa teori yang kemudian saya uji sendiri dengan blog saya.

Salah satu teori saya yang masih saya percayai adalah menulis sesering mungkin dapat membuat blog lebih menarik dan banyak pengunjungnya. Ini sudah saya buktikan sendiri. Berhasil. Tetapi, saya melihat juga blog yang banyak tulisannya tetapi jarang dikunjungi.

Nah, sekarang punya teori baru lagi yaitu menulis harus dengan hati. Mari kita buktikan …


Di-nominasi-kan …

Saya baru nyadar bahwa blog ini termasuk yang dinominasikan di semacam blog award di the BOBs – Deutsche Welle. (Lihat link di sini.) Wow … Horrreee?

Sadarnya dari link yang masuk (baik dari blog lain) maupun dari twitter.

Yang lucu adalah saya baca komentar orang (di blog) tentang blog saya ini. Salah satunya adalah keheranan kenapa saya justru jarang menulis soal teknologi informasi (IT) di blog saya ini. Saya juga heran … he he he. Ya memang kalau lagi mood menulis, topiknya kebetulan bukan soal teknologi informasi. Jadi ya seperti ini, keseharian saja. Gak apa-apa kan?

Enjoy and thank you for the votes (or whatever …) :)

Eh, tapi saya tidak tahu apa ada voting-votingan. Gak ngarti. Mungkin ada di sana. Kalau ada, silahkan ikutan voting ya.


Sudah Berapa Lama Ngeblog?

Sudah berapa lama ngeblog, pak?

Hmm… 10 tahun.

Hi hi hi … bohong ding. Saya belum sampai 10 tahun ngeblog. Kalau melihat catatan tanggal di blog saya yang gbt.blogspot.com, maka terlihat bahwa saya buka blog itu tahun 2002. Artinya sekarang baru 8 tahun. Belum 10 tahun.

Sebetulnya ada alasan saya mengatakan 10 tahun. Katanya buku Outliers, untuk menjadi jagoan (pakar, expert) di sebuah bidang dibutuhkan ketekunan selama 10 ribu jam (atau kalau di makalah lain pernah disebutkan 10 tahun – kira-kira sama lah).

Makanya jangan heran kalau hits di blog ini mencapai 2 juta. Pantes aja kan? Lah wong udah 8 tahun ngeblog. Pastinya banyak orang yang kesasar. he he he. Kalau 1 tahun ada 365 hari, maka akan ada 8*365 = 2920 hari. Nah, 2 juta / 2920 = 684. Jadi setiap harinya ada 684 orang yang kesasar ke blog ini. hi hi hi. Kalau 684 bisa dibilang kesasar gak ya? Kesasar kok berjamaah :D


Sambungkan Blog Ini Dengan Twitter?

Saya lihat di beberapa tempat ada saran untuk mempublikasikan blog melalui twitter. Saya sendiri punya account twitter, tetapi account itu saya gunakan ketika sedang mood saja. Isinya juga tidak terlalu penting. Tapi … menyambungkan dengan blog (ini dan blog lainnya)? Saya khawatir nanti follower di sana malah muntah.

Lagi pula, tujuan menyambungkan blog dengan twitter adalah untuk mempopulerkan atau memperkenalkan blog. Nah, saya (soknya) tidak memiliki tujuan itu. Jadi gimana ya?

Bagaimana menurut Anda? Apakah memang sebaiknya blog ini disambungkan dengan twitter saya?


Blog terblokir karena surat Menkominfo

Saya baru tersadar bahwa saya tidak dapat mengakses blog saya yang di blogspot (gbt.blogspot.com). Tadinya saya pikir ini masalah biasa saja, server down atau bagaimana gitu. Ternyata terbaca oleh saya status dari Enda bahwa Menkominfo mengirimkan surat ke First Media yang akibatnya First Media harus memblokir blogspot.com (dan mungkin blog lainnya). Kebetulan akses internet saya menggunakan layanan First Media. Hadoh. (Dari ISP lain mungkin tidak masalah?)

Sampai kapan pemblokiran ini dilakukan?

Haduh. Saya kaget juga (dan MALU). Saya termasuk yang kurang setuju dengan sensor internet. Apalagi yang tidak terbuka seperti ini! Dalam sejarah Internet Indonesia, belum pernah ada sensor seperti ini. Kita tidak mau seperti negara lain yang internetnya diberangus pemerintah. Sayang sekali …

Bagaimana menurut pendapat Anda?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.596 pengikut lainnya.