Tag Archives: Curhat

Menjadi Manusia Yang Manfaat

Menjadi manusia 3.0 adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat manusia. Apa kontribusimu kepada humanity?

Saya sedang mendengarkan lirik lagu “Malaria” karangan (alm) Harry Roesli. Maukah Anda menjadi nyamuk? Bukan sekedar nyamuk saja, tetapi nyamuk malaria. Yang bikin masalah bagi banyak orang. Itukah Anda?


Apakah kau se ekor monyet
Yang hanya dapat bergaya
Kosong sudah hidup ini

Lanjutkan saja hidup ini
Sebagai nyamuk Malaria

Saya ingin jadi manusia. Saya tidak ingin jadi nyamuk. Bukan hanya jadi manusia saja, tapi manusia yang manfaat bagi umat manusia. Aaamiin.

 


Gagal Ngeblog (part x)

Ini sebagai ungkapan maaf saya karena tidak berhasil ngeblog dalam beberapa hari terakhir ini. Dalam beberapa hari terakhir ini, saya harus bangun (terlalu) pagi untuk menyiapkan kegiatan hari itu. Biasanya kegiatan ini mulai pukulĀ  7 pagi. Sementara itu malamnya kegiatan saya baru selesai lewat pukul 22. (Sebagian dari malam harus saya gunakan untuk menyiapkan materi keesokan harinya.)

Yang lebih seru, ini semua berlangsung sampai ke akhir pekan (weekend) juga. Tadi pagi – ini hari Minggu – saya juga harus hadir di Bandung Car Free Day. Pukul 6 pagi saya harus sudah mulai loading barang-barang ke mobil dan menuju tempat. Lumayan juga capeknya.

Akibatnya, saya tidak sempat ngeblog. Maap. Punten. Sorry.


Top Progressive Rock Album

Kemarin, 21 September 2014, adalah hari prog internasional. Maka para penggemar musik progressive rock membuat daftar 10 album terbaik musik progressive rock menurut masing-masing. Sekarang saya mau ikutan mencoba.

international prog day

Ternyata untuk memilah-milah mana album yang perlu masuk ke dalam ranking 10 itu tidak mudah. Mari saya coba.

  1. Genesis – And Then There Were Three
  2. Genesis – Foxtrot
  3. Genesis – Selling England by the Pound
  4. Kansas – Leftoverture
  5. Yes – Going for the One
  6. Marillion – Misplaced Childhood
  7. Genesis – Duke
  8. Blackfield
  9. Jadis – More Than Meets the Eye
  10. Genesis – Nursery Crime

Secara saya itu penggemar musik Genesis, sehingga tentu saja saya akan meletakkan album-album Genesis pada daftar album progressive rock. Ini mungkin tidak aneh. Sebetulnya saya mau masukkan semua albumnya, tapi jadi tidak lucu. Itu alasan mengapa banyak album Genesis di sana. Secara album, banyak orang yang tidak suka album “and then there were three”. Bagi saya ini album yang paling banyak saya putar ketika saya masih SMA. Jadi dia yang paling melekat.

Untuk album Kansas Leftoverture, ini album yang mungkin bagi sebagian orang bukan masuk kategori prog tetapi lebih ke arah (classic) rock. Kita bisa berdiskusi – berdebat – tentang definisi dari prog. Bagi saya album ini termasuk album progressive rock. Selain lagu-lagunya, cover dari album ini merupakan salah satu cover art yang saya sukai.

Album yang sebetulnya sering saya suka putarĀ  secara komplit adalah Yes – Going for the one. Seharusnya album ini saya letakkan di paling atas. Hmmm… mikir …

Kalau album Marillion yang itu, merupakan album pertama kalinya saya mengenal Marillion dengan lebih intensif.

Blackfield merupakan album proyekan yang sebetulnya lebih condong ke pop, tetapi saya masukkan ke dalam list ini deh karena ini proyekan dari Steven Wilson (dedengkot / gitaris Porcupine Tree).

Tentang Jadis. Tidak banyak yang tahu band dari Inggris ini. Mereka mengeluarkan banyak album juga tetapi diterima biasa-biasa saja. Bagi saya album-album Jadis banyak yang bagus. Nah, album ini yang banyak saya putar. Maka dia saya tampilkan dalam daftar.

Album-album lain yang saya sukai juga, tetapi karena tugasnya hanya top-10 sehingga tidak masuk di daftar atas, antara lain:

  1. Pink Floyd – Animals
  2. Camel – Raindances
  3. Genesis – a trick of the tail
  4. Transatlantic – Whilrwind
  5. Chris Squire – Fish Out of Water
  6. Porcupine Tree – In Absentia
  7. Supertramp – Breakfast in America
  8. Asia
  9. Dream Theater – Images and Words
  10. Richard Wright – Wet Dream
  11. … dan banyak lagi … hi hi hi … (ini karena saya di komputer mobile, tidak ingat koleksi progrock saya lainnya)

Oh ya, salah satu cara saya memantau lagu-lagu yang saya putar (untuk mendapatkan statistik diri sendiri) adalah dengan menggunakan last.fm. Asyik mengetahui sebetulnya lagu apa saja yang kita dengarkan.


Menulis Adalah Menginspirasi

Jika tulisan satu paragraf dapat menginspirasi banyak orang, maka mungkin tulisan itu lebih baik dari buku yang sekedar dipenuhi dengan untaian kata tanpa makna.

Tentu saja ini mungkin alasan bagi orang yang tidak pandai memilih dan menguntai kata. Yaaa, seperti saya begitulah. hi hi hi.

(Tulisan ini terinspirasi dari buku kami yang terlihat sangat tipis. Nah, sekarang saya sedang berusaha untuk membuatnya lebih tebal dan mungkin mengalami kegagalan dalam melakukannya. Biarlah dia tetap tipis kalau memang dia harus tipis.)


Standar Yang Membingungkan

Standar dikembangkan agar orang tidak bingung dan pembuat produk dapat mengembangkan produk yang dapat disambungkan dengan produk lainnya. Itu teorinya. Kenyataannya adalah ada terlalu banyak standar sehingga hasilnya justru bertentangan dengan tujuan awalnya. Ambil contoh tongkat untuk menyalahkan lampu tanda belok di mobil. Itu ada di bagian kiri atau kanan? Kalau salah maka wiper kita yang justru akan menyala, bukan lampu tanda belok.

Sebagai pengguna kendaraan dengan berbagai merek, maka ketika mengemudi saya sering harus membuat mental picture dulu. Tanda belok itu di kiri atau kanan. Kalau sudah jalan kadang juga bingung. Apalagi kalau pakai mobil pinjaman.

Nah, untuk urusan handphone sama saja. Kalau tombol kembali itu di bagian kiri atau kanan? Di handphone LG saya ada di bagian kiri. Tapi ada juga yang di bagian kanan. Jadi kalau menekan tombol saya sering salah. Hal yang sama juga kalau saya mau melihat proses apa saja yang sedang jalan; apakah saya tekan tombolnya lama atau tekan tombolnya dua kali?

Mumet …


Kontribusi Kita Kepada Umat Manusia?

Kalau kita membaca time line (status) di media sosial, maka yang banyak kita dapati adalah maki-makian. Cercaan. Katanya sih kritik, tapi apa bedanya kritik dengan sumpah serapah? Mestinya ada bedanya ya?

Kalau kita lihat, desain dari media sosial sebetulnya cenderung memberikan arah ke sisi positif. Lihatlah tombol “Like” yang ada di facebook. (Kalau di youtube ada dislike-nya juga.) Namun desain yang cenderung positif inipun masih tertutupi oleh ke-negatif-an para komentator. Lucu ya?

Bahkan berita positif dari orang-orang yang ingin memberikan kontribusi kepada umat manusiapun tidak luput dari komentar negatif. Yang ingin saya ketahui adalah apakah para komentator ini lebih hebat dari yang dikomentari?

Apa ya kontribusi kita kepada umat manusia (society)? Apakah kita hanya memikirkan diri sendiri? (Memikirkan kerjaan sendiri? Sekolah sendiri? Bagaimana mendapatkan uang sendiri?) Pernahkah terpikirkan ingin berbuat sesuatu kepada umat manusia dan kemudian dilakukan? Sekecil apapun merupakan sebuah kontribusi. Tentu saja yang diharapkan adalah kontribusi yang positif, bukan yang negatif.

Memberi komentar negatif, menurut saya, bukanlah kontribusi. Dalih bahwa itu kritik, tidak dapat saya terima. Itu seperti mematikan lilin-lilin kecil yang berusaha dinyalakan untuk menerangi dunia.


Selamat Pagi, Dunia

Satu hal yang sering saya lakukan adalah mencari lagu di pagi hari untuk memberi semangat. Positif. Maka pagi ini sayapun melakukan hal yang sama. Untuk kali ini yang saya pilih adalah lagu “Positivity” dari Suede.

and the morning is for you
and the air is free
and the birds sing for you
and your positivity

Ayo semangat!
Selamat pagi, dunia.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.781 pengikut lainnya.