Arsip Tag: food

Mau?

Foto1628 lauk 1000

Kelihatannya enak ya? Ini tidak enak, tetapi … ueeenaaakkk banget. he he he. Hanya ada masalah bagi saya, yaitu cabenya. Perut saya tidak kuat terhadap cabe itu. Jadi saya hanya mengambil yang aman-aman saja, yang tanpa cabe. hik hik hik


Mau?

Ini adalah beberapa foto makanan yang berhasil saya jepret hari-hari ini. Sebetulnya ada lebih banyak lagi fotonya. Hanya saja saya belum sempat untuk memproses dan meng-upload-nya.

Foto1567 kopi tarik 1000 gloom

Foto di atas adalah kopi tarik yang saya temukan di Bandara Huseinsastranegara, Bandung. Saya lupa nama kafenya, tetapi yang saya ingat adalah mereka menyajikan masakan Melayu / Malaysia. Ada nasi lemak, dan seterusnya. Nampaknya mereka hadir untuk mengantisipasi turis Malaysia. Makanan di sini enak-enak. Sayangnya makanan yang lain tadi tidak sempat saya potret karena sudah kelaparan dan main sikat saja. hi hi hi. Kopi tarik ini enak sekali. Hanya agak sedikit kemanisan bagi saya. Pikir-pikir, mosok kalau mau makanan Melayu saya harus ke bandara?

IMG_20130113_114133 nyokelat instagram

Nyokelat: Cokelat Nyunda. Terus terang saya tidak tahu maksudnya dari Sunda-nya apa, selain sampulnya yang menunjukkan gambar Gedung Sate (Bandung). Rasa dari dark chocolate-nya juga lumayan. Ini juga nemu di Bandara Huseinsastranegara juga.


Makanan Sehat

Rasanya susah sekali untuk menahan diri agar tidak terlalu banyak makan yang kurang sehat. Ini sebetulnya hanya masalah kemampuan menahan diri, tetapi “hanya” di situ ternyata susah sekali.

Siang ini saya mencoba memaksakan diri agar makan sayur. Saya pilih salad saja. Ini dia fotonya.

Foto1563 salad 1000

Sorenya saya sakit perut. Tadinya saya menyangkan makanannya. Mungkin ada yang kurang bersih, tetapi bisa juga karena masuk angin. Saya menduga yang terakhir.


Mau?

Ini konro bakar di samping Apotik Aru, di jalan Riau (Martadinaa) Bandung.

CIMG4020 konro 1000

Ada juga sopnya. Mau? :)


Serba Rainbow

Kemarin di dekat lapangan futsal saya melihat ada orang yang jualan mie aneh. Tertulis “mie dingin rainbow”. Yang saya lihat di etalasenya adalah mie berwarna-warni; merah, kuning, hijau, biru, ungu, dan seterusnya. Seperti pelangi (rainbow). Mienya terlihat seperti udon yang dimasukkan ke dalam toples dengan air berwarna-warni itu. Ada tulisan besar, pewarnanya terbuat dari tumbuhan. Sayang sekali karena kemarin lagi buru-buru maka saya tidak beli.

Malam ini kami juga mendapatkan minuman berwarna=warni; rainbow juga. Nampaknya setelah sukses dengan rainbow cake, di Bandung ini makanan menjadi beraliran rainbow. Setelah ini apa lagi ya? Nasi timbel rainbow?

CIMG3683 rainbow drinks 1000


Foto-Foto Hari Ini

Kemarin sore akhirnya ada kesempatan untuk berjalan-jalan seputar hotel di acara APICTA 2012. Sambil olah raga – maklum, seharian di ruangan duduk mendengarkan presentasi – saya gunakan waktu ini untuk memotret dengan pocket camera Casio Exilim saya.

CIMG3534 sunset house 1000

Sunset

Di salah satu sisi hotel ini ada pantai. Saya pikir sangat menarik untuk memotret sunset di pantai. Sayangnya, sisi yang menghadap sunset tidak mudah dilihat. Saya harus berjalan melalui jalan setapak yang cukup lumayan jauh juga. Hitung-hitung olah raga. Sampai di sana, pemandangan cukup bagus tapi sepi orang. Sayang sekali. Kalau sisi yang menampakkan sunset ini lebih mudah dicapai, mungkin akan lebih banyak orang yang akan duduk-duduk menikmati sunset. Entah kenapa aspek ini kurang dieksploitasi oleh pengelola hotel.

CIMG3540 hotel 1000

Hotel (dilihat dari sisi tempat melihat sunset). Cukup jauh juga bukan? Mestinya dari sisi depan hotel pengunjung sudah dapat melihat sunset.

CIMG3563 durian oranye 1000

Salah satu hal yang menarik juga di Brunei ini adalah adanya durian yang berwarna. Kalau di Indonesia biasanya durian berwarna kuning, maka di sini ada durian yang berwarna oranye dan bahkan mereah. Sayangnya kemarin saya tidak sempat mencoba karena hanya menemukan satu yang berwarna oranye dan ukurannya sangat kecil. Lihat foto di atas, hanya ada 1 biji buah dalam satu bukaan. Harganya satu biji berkisar 5 dolar Brunei.


APICTA 2012 – Hari Kedua

Ini hari kedua penjurian APICTA 2012. Hari dimulai dengan sarapan. Ini dia fotonya.

Foto1371 fruits breakfast 1000

Yang ditampilkan foto sarapan yang buah-buahan. Padahal piring satunya, yang berisi daging dan kawan-kawannya, tidak ditampilkan. hi hi hi.

Setelah sarapan kami langsung masuk ke ruang penjurian lagi dan langsung bekerja. Ceritanya? Menyusullah. Takutnya peserta membaca tulisan ini. Nanti kan jadi gak fair. hi hi hi. Yang pasti, topiknya sangat bervariasi. Seru juga.


APICTA 2012 – Hari Pertama

Hari ini proses penjurian sudah dimulai. Skedulnya cukup padat, setidaknya skedul saya. Jadi meskipun ada akses internet di ruang penjurian, saya susah browsing-browsing. Nggak lucu kalau jurinya tidak memberi perhatian kepada peserta yang presentasi bukan?

Saya kebagian menjadi juri di karya-karya mahasiswa. Yang disampaikan mereka bervariasi, mulai dari masalah yang trivial sampai ke masalah yang luar biasa rumitnya. Hasilnya juga menarik. Sayang sekali saya belum bisa bercerita banyak. Nanti setelah ada hasilnya baru saya bisa memberikan komentar atau bercerita dengan lebih detail lagi.

Kembali melakukan penjurian … Oh ya ini makan malamnya, nasi goreng :)

CIMG3466 nasgor 1000


Mau?

Tinggal dipilih mana yang disukai :)


Mau?

a box of …

Rasanya eueeenaaakkk banget. Eh, tapi kok saya sekarang merasa cokelat-cokelat agak kemanisan ya? Atau selera yang sudah berubah? Tapi tetap enak!


Mau?

Nasi goreng kampung. Kalau yang kota memangnya seperti apa ya?


Kuliner Hari Ini

Ketika ke Trans Studio Mall (TSM – dahulu namanya BSM), saya lihat ada restoran JUN NJAN yang menyediakan dim sum. Waktu itu saya lihat ada menu Xiao Long Bao. Wah sudah lama saya mencari menu ini di Bandung. Sebetulnya bukan hanya di Bandung, di tempat lain juga susah nyarinya. Sebetulnya ada di banyak tempat (misal di Singapura ada di banyak restoran), hanya saja restorannya tidak halal.

Nah, tadi ada kesempatan ke sana, langsung mampir. Eh, kebetulan pula sedang ada promosi dim sumnya. Satu porsi yang biasanya harganya Rp. 15.000,- menjadi Rp. 9.500,-. Langsung pesan dong. Ini dia tampilannya.

Rasanya asyik. Otentik, meskipun saya lebih suka rasa yang di restoran Imperial treasure (di Plaza Indonesia, Jakarta). Yang ini asyiknya tidak pecah ketika dimasukkan ke mulut. Maklum, di dalamnya ada airnya. Jadi airnya tidak kemana-mana. Sedap.

Kesimpulan: direkomendasikan!


Mau?

Menurut Anda, mie baso / yamien yang paling enak di mana ya?

 


Memotret Makanan

Salah satu hobby saya – dan jutaan orang lain yang memiliki handphone berkamera – adalah memotret makanan. Lawakan yang sering kita dengar adalah kalau orang lain berdoa sebelum makan, kita memotret makanan dulu. hi hi hi.

Alasan saya suka memotret makanan adalah karena mereka paling mudah dipotret dan paling sering saya temui. he he he. Makanan ada di mana-mana. Maka jadilah potret memotret makanan sebagai hobby. Sudah lebih dari 500 potret yang saya upload ke berbagai situs. Untuk satu potret yang diupload, mungkin ada dua atau lima potret lain yang tidak diupload. Jadi sudah ribuan foto makanan yang saya ambil.

Saya sendiri bukan fotografer profesional, bahkan cenderung masuk kategori amatir. Jadi sudah amatir, masih belajar lagi. he he he. Makanan adalah obyek yang tidak bergerak sehingga memudahkan untuk memotret. Hanya saja kenyataannya ternyata banyak foto makanan yang tidak menarik. Entah kenapa. Mungkin karena yang memotretnya juga asal jepret? Kalau panduan saya dalam memotret makanan adalah … hasilnya harus enak dipandang sehingga membuat kita pengen!


Restoran Enak Tapi Sepi

Ada beberapa restoran / kafe / tempat makan yang menurut saya makanannya enak, tetapi tak lama kemudian mereka tutup. Memang ketika saya makan di sana tidak banyak pengunjungnya. Kemudian yang saya sebut “enak” itu mungkin beda seleranya dengan kebanyakan orang di sini, sehingga bisa jadi menurut orang lain rasanya sih biasa-biasa saja. Sebagai contoh, waktu itu ada kafe La Cucina yang menurut saya makanannya enak. Tutup. Ada juga airplane system, juga tutup. Dan seterusnya.

Kali ini kami “menemukan” restoran masakan Timur Tengah yang enak juga. Gaza namanya. Letaknya di jalan Pahlawan, sebelah BITA Engineering. Masakannya enak, tetapi lagi-lagi sepi sekali. Ketika ke sana, kami satu-satunya pengunjung. Wah. Akan kuat berapa lama mereka bertahan sebelum tutup ya? Mudah-mudahan tidak tutup ah.

Berikut ini adalah foto makanannya, sish kudzu (kebab kambing). Ngiler kan?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.596 pengikut lainnya.