Tag Archives: foto

Mau?

IMG_3663 ravioli 1000

Ravioli for lunch …


Kurang Produktif

Saya perhatikan postingan saya di blog ini. Nampaknya saya masih kurang sering menulis. Hal kedua adalah nampaknya saya kurang menampilkan foto-foto lagi. Yang ini saya lihat juga di media sosial saya (facebook dan twitter). Postingan foto saya jumlahnya menurun. Memang dalam keseharian saya dapati saya menjadi kurang memotret. Wah, saya menjadi kurang produktif begini.

Pakem yang saya anut masih tetap 10.000 jam atau 10 tahun untuk menjadi seorang yang mahir di sebuah bidang. Untuk menulis di blog memang saya sudah melewati jumlah itu. Bolehlah dibilang mahir. Tetapi tentunya saya tidak boleh terlena dan kemudian kendor dalam menulis. Ternyata memang susah untuk mempertahankan tempo dan konsisten menulis. Untuk potret-memotret, saya belum sampai 10.000 jam atau 10 tahun. Masih belajar.

Sebetulnya ada alasan saya menjadi kurang memotret. Yang pertama adalah saya tidak (sulit) menemukan obyek yang layak untuk dipotret. Ini sebetulnya adalah alasan. hi hi hi. Sebetulnya kalau mau kan bisa dibuat. Direkayasa. Males saja!

Yang kedua, yang lebih sering terjadi, sering ada obyek yang menarik tetapi saya sedang mengemudikan kendaraan. Tidak ada kesempatan untuk berhenti dan memotret momen itu. Jadinya ya lewat saja momennya. Saya pernah coba memotret sambil jalan. Hasilnya super jelek. Kabur. Memang masih pemula sih.

Yang ketiga, saya lebih suka memotret obyek yang “diam” seperti makanan, langit, dan alam secara umum. Untuk memotret makanan, karena makanan saya itu-itu saja, nanti yang melihat potretnya bosan. Kok itu lagi, itu lagi. Ya memang jenis makanan saya itu lagi itu lagi. hi hi hi. Begitulah. Lagian sekarang sudah banyak orang yang memotret makanan. Sudah mainstream. Padahal saya anti-mainstream. hi hi hi.

Semua di atas sebetulnya merupakan alasan atau pembenaran kepada diri saya sendiri. Saya harus lebih produktif. Itu saja.

Update. Sebagai bonus, saya sertakan foto makanan saja untuk menunjukkan bahwa saya tetap semangat berusaha untuk menjadi produktif.

IMG_3609 nasi ayam 1000


Mau?

Sudah lama tidak posting mau :)  Padahal saya sudah banyak memotret makanan. Hanya saja saya belum sempat memproses fotonya.

IMG_3585 red coffee 1000

IMG_3561 kopi tarik 1000

Kali ini memang temanya adalah kopi :)  Ya karena kebetulan saja yang terlihat di layar adalah foto-foto kopi, maka itulah yang saya pasang. Foto makanan yang lainnya menyusul. hi hi hi.


Antara Kerja dan Tamasya

Saat ini saya sedang berada di Bali. Bagi banyak orang, mungkin yang terbayang adalah liburan. Plesiran. Tamasya. Bagi saya, setidaknya sat ini, adalah kerja. Seharian berada di ruangan untuk mendiskusikan berbagai hal. Ihik ihik hik.

Pagi tadi sempat memotret tetapi belum sempat diproses. Foto di bawah ini saja yang baru sempat saya upload (sambil diskusi terus berlangsung – hi hi hi).

IMG_3203 bali catur 1000

Pas ada waktu istirahat di sore hari, eh hujan. Nasib. Tadinya saya berkeinginan untuk memotret sunset, tetapi tidak bisa. Untuk ke tepi pantainya saja sudah dilarang. Ya sudah. Sekarang saya kembali ke ruangan lagi. Diskusi lagi. Sampai malam. Padahal semalam saya baru sampai di hotel setelah tengah malam.

Kerja oh kerja. Semangat …


Foto-foto

Akhir-akhir ini memang saya agak terbatas melakukan foto-foto. Alasannya klasik, sibuk. Bahkan foto-foto yang lama pun belum sempat saya seleksi dan upload. Nah, pas mau dikerjakanpun jadi bingung karena sudah kebanyakan backlog-nya. Hadoh. Jadi kebanyakan mikir. Sudahlah. Apa yang terlihat, diproses dan dipasang saja.

IMG_3169 nikon 1000

Tadi pagi ke kampus untuk ngecek UTS kelas, saya bawa kamera. Setelah ngecek kelas baru saya bisa duduk sebentar dan ngopi.

DSC_1932 ujian 1000 bw

Inilah suasana salah satu kelas yang sedang UTS. Selamat berjuang para mahasiswaku. Wah lupa memberitahu mereka bahwa besok (Senin) tidak ada kuliah karena saya ada tugas negara.

 


Seven 2013: day 1

This is my entry for Seven Draw Your Day 2013, day 1.
BR day1 sh happens 1000

That day I had to be online for an internet disaster drill, but alas … no internet access. It was a disaster. I could not use campus proxy because I downloaded too much the day before (updating Xcode, 2 GB). My account was suspended. Tried to use 3G. Got EDGE only from operator #1 (cannot name names). It was too slow. I could open twitter, but that was it. Operator #2 was even worse, no signal at all! Arrrggghhh…

(Note: typos in the drawing, but don’t feel like fixing it. ha ha ha)


Hari Raya Qurban Adalah Acara Komunitas

Saya selalu berharap orang-orang mau berkurban di hari raya qurban (eidul adha) di tempatnya masing-masing. Bagi kami, ini adalah acara komunitas (warga). Mungkin karena kami tinggal di daerah yang bukan pusat kota maka masih ada kebutuhan orang-orang akan kegiatan bersama-sama. Selain itu, harga daging sudah naik sehingga penduduk sekitar sini pun masih membutuhkan jatah daging kurban.

IMG_2451 potong sapi 1000

Memotong sapi ternyata tidak mudah. Kami harus menunggu tukang potongnya (di foto yang menggunakan kemeja batik). Dia harus memotong sapi di dua tempat di daerah ini (setelah itu entah ke mana lagi). Lihat saja jumlah orang yang harus dikerahkan untuk memegangi sapi ketika disembelih. Ini adalah pekerjaan gotong royong. (Sudah lama saya tidak mendengar / menggunakan kata “gotong royong”.)

IMG_2450 buntut sapi 1000

Bahkan untuk memegangi ekornya pun dibutuhkan dua orang! Wuih!

Selamat hari raya eidul adha …


Foto-foto

Sudah lama tidak pasang foto-foto di blog ini. Akhir-akhir ini memang belum banyak menghasilkan foto yang menarik untuk dipasang. Ada banyak foto sih, tetapi temanya kok rasanya kurang pas. Tapi, baiklah. Saya pasang beberapa saja ya.

IMG_2276 ITB library 1000

[Perpustakaan ITB di malam hari. Dipotret setelah selesai mengajar.]

IMG_2133 breakfast 1000

[breakfast. kali ini makanannya seperti itu saja.]

IMG_2095 durian 1000

[durian – dipotret sebelum disikat :) ]


Belajar Memotret Acara Musik

Memotret music show bukanlah pekerjaan yang mudah. Masalah yang dihadapi adalah cahaya yang sedikit (lemah) dan musisi yang banyak bergerak. hi hi hi. Sementara itu kamera saya juga yang masih kelas pemula. Eh, masalahnya bukan di kameranya saja, tetapi lebih karena saya baru pemula untuk urusan ini. Akibatnya, potret sering terlihat kabur.

Semalam saya hadir di acara musik “And then there were two for the show”, yang merupakan acara musik progressive rock Genesis dan Kansas. Sekalian karena saya menyukai musik ini, saya gunakan juga sebagai latihan memotret. Maka saya bawa Nikon D3100 saya.

Hasilnya lumayanlah. Untuk kelas pemula. hi hi hi. Foto-foto (mungkin lebih dari 60 buah) baru saja saya upload ke account Facebook saya. Nantinya akan saya upload ke Picasa juga sehingga bisa dinikmati tanpa harus berlangganan ke facebook atau sejenisnya.

DSC_0874 magnum 1000

Jreng!


Insta …

Sekarang semuanya serba instant. Setelah instagram, ada banyak aplikasi lain yang berbau “insta”. Saya sedang keranjingan “instaplace” dan “instaweather” :)  Begitu habis dijepret langsung bisa dibagi ke berbagai media sosial. Sayangnya gak ada yang bisa langsung dikirimkan ke wordpress :)

IMG_1710 board pau vig

IMG_1691 ITB


Jakarta!

Kalah dalam tulisan terakhir saya bercerita tentang #bandung, kali ini saya tampilkan foto Jakarta. Pencakar langit dikerumuni dengan bangunan kumuh. Belum lagi langit yang tidak cerah. Asap? Polusi? Haze? Enough said …

IMG_1401 jak


Susahnya Memotret

Seringkali saya dihadapkan dengan momen yang bagus untuk dipotret tetapi kondisi lapangan susah. Seperti contohnya potret di bawah ini.

DSC_0332 clouds 1000

Awan yang berpendar dengan adanya cahaya matahari yang tertutup oleh awan tersebut. Mau dipotret tetapi terhalang oleh bangunan. Selain itu ada kabel listrik dan kabel telepon yang melintas. Bagusnya sih kalau ada tangga yang cukup tinggi sehingga saya bisa menghilangkan obyek-obyek tersebut dari foto. Sebetulnya saya sudah berusaha menjauh tetapi tidak dapat karena ada jalan dan didepannya juga ada pohon, yang kemudian malah menghalangi. Atau malah tadi bagusnya saya memanjat pohon ya? he he he.

Demikianlah perjuangan untuk mendapat foto yang pas. Kali ini, gagal. Lain kali lebih beruntung.


Sahabat

DSC_0217 friends 1000 bw

sungguh sangat beruntung
bagi sesiapa yang memiliki sahabat

sedihnya sepi
bagi sesiapa yang tidak memilikinya

[Tuliskan kata-katamu tentang sahabat / persahabatan.]


Mau?

Setelah puasa selesai, maka mulailah kita posting-posting lagi tentang (foto) makanan. hi hi hi. Nah, tadi saya mencoba makan di Kambing Bakar Cairo di jalan Cihampelas (depan Ciwalk agak turun sedikit – di sebelah hotel Aston), Bandung. Status di foto bawah ini agak salah – di situ tertulis Sukajadi. Mereka memang memilik beberapa tempat di Bandung dan mungkin di Sukajadi juga ada ya?

IMG_0786 delicious

Franchise(?) Kambing Bakar Cairo ini memang agak unik karena dalam mengiklankannya mereka tidak menyatakan diri nomor satu (seperti kecap) tetapi malah nomor dua terlezat se Timur Tengah. Nah lho. Mengapa nomor 2? Mengapa Timur Tengah? Lihat saja foto menunya di bawah ini. Meskipun katanya nomor dua, tapi rasanya memang enak sekali. Mungkin standar “enak” saya perlu dipertanyakan memang. hi hi hi. Tapi untuk kali ini, saya jamin enak betulan.

IMG_0788 kambing cairo 1000

Dan ketika kambing bakarnya keluar, memang enak banget. Di sajikan di atas hot plate yang menjaga agar dia tetap panas ketika kita menikmatinya dengan nasi yang juga panas. Saya memilih nasi 1/2 porsi saja supaya ada banyak tempat untuk dagingnya. hi hi hi. Ada tiga ukuran, small, medium, dan large. Foto di bawah ini adalah untuk yang medium. Ada juga pilihan bagiannya; paha, iga, punggung. Yang paling enak katanya yang paha. Kalau kata saya sih semuanya enak. hi hi hi.

IMG_0790 kambing bakar 1000

Lima bintang dari skala lima. Mau?

IMG_0807


Foto Pagi Ini

Pagi ini begitu cerah. Kembali saya langsung menaiki motor menuju ke atas. Tidak jauh dari rumah saya memarkirkan motor dan mulai mengambil foto. Berikut ini adalah salah satu hasil jepretannya.

CIMG5309 sky 1000

Saya suka langitnya. Kebetulan langitnya bagus. Langsung saya jepret. Sebetulnya saya sudah sedikit khawatir saya tidak dapat mengabadikannya karena seringkali apa yang kita lihat dengan mata berbeda setelah dipotret. Maklum saya belum mahir. Sering momen tidak bisa tercatat dengan baik. Ini kebetulan bisa. Alhamdulillah.

Melihat lukisan alam, seharusnya kita banyak-banyak beterima kasih atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.931 pengikut lainnya.