Ini foto di awal kelas pagi (pukul 7 pagi!)
Ini foto di akhir kelas (pukul 9 pagi)
Ini belum semua mahasiswa hadir. Kadang ada yang duduk di lantai depan
Ini foto di awal kelas pagi (pukul 7 pagi!)
Ini foto di akhir kelas (pukul 9 pagi)
Ini belum semua mahasiswa hadir. Kadang ada yang duduk di lantai depan
Sudah beberapa hari ini belum pasang foto di blog. Beberapa foto yang saya ambil hari ini.
Beautiful (skies around campus)
Foto diambil di dalam kampus ITB tadi pagi. Mumpung langit sedang cerah. Beberapa hari terakhir ini Bandung mendung dan hujan (sampai mengakibatkan banjir di beberapa tempat). Langit cerah umumnya terjadi di pagi hari. Begitu sore, langsung mendung dan malamnya hujan.
Foto di atas adalah gedung pengujian doping. Terus terang saya tidak tahu isinya apa dan maksudnya pengujian doping itu apa. Mungkin ini yang sering terjadi di bidang olah raga? Foto diambil ketika langit masih cerah di sore hari.
Salah satu alasan saya membeli handphone Android adalah agar saya dapat lebih produktif dalam memotret dan upload hasilnya ke internet. Jepret terus upload ke instagram. Namun kenyataannya ternyata tidak demikian. Jumlah foto dan upload-an saya tetap sama seperti sebelum membeli handphone Android ini.
Saya menduga ini ada hubungannya dengan kualitas kamera handphone Android saya itu. Kamera saya memang hanya LG L5 yang memiliki kualitas sedang saja. Saya memilih hanphone ini karena dia masuk ke saku saya. Kebiasaan saya adalah mengantongi handphone. Selain itu harganya juga pas, di bawah Rp 2 juta. Hasil fotonya tentunya masih kalah dari handphone Nokia N8 saya, yang sudah tahunan saya kantongi.
Mungkin karena kualitas fotonya biasa-biasa saja maka saya tidak terlalu produktif dalam memotret dan upload dengan handphone itu. Nampaknya saya harus cari kamera yang lebih bagus lagi.
[Apakah alasan - untuk membeli kamera bagus - dapat diterima? he he he]
Bandung akhir-akhir ini hujan terus. Begitu terang, ini kesempatan untuk mengabadikan langit. Pagi ini saya berlari ke luar untuk mencari foto lagi yang bagus. Eh, saya melihat awan yang menyelimuti gunung nun di kejauhan sana. Sayang sekali saya tidak punya kamera yang bagus (DSLR atau sejenisnya), tapi masih lumayan asyik lah.
Kalau yang di bawah ini adalah foto pagi kemarin. Asyik juga.
Selamat pagi …
Weekend adalah waktunya memasang foto di blog. Eh, sekalian juga waktunya untuk memotret. Pagi ini ada kesempatan ke luar, ke bengkel. Dalam perjalanan pulang berhenti sebentar untuk memotret langit ini. Tempatnya di dekat rumah saja.
Setelah itu lihat di meja makan ada ini. Mau? he he he.
Setelah ini mau motret apa lagi ya?
Kelihatannya enak ya? Ini tidak enak, tetapi … ueeenaaakkk banget. he he he. Hanya ada masalah bagi saya, yaitu cabenya. Perut saya tidak kuat terhadap cabe itu. Jadi saya hanya mengambil yang aman-aman saja, yang tanpa cabe. hik hik hik
Kalau kemarin saya lupa memotret situasi kelas, maka tadi pagi (eh kalau jam 11 itu sudah termasuk siang ya?) saya potret kelas Keamanan Informasi Lanjut (S2). Ini dia hasilnya.
Mahasiswa masih bisa tersenyum karena perkuliahan baru dimulai. Belum ada tugas-tugas. Nah mungkin minggu-minggu depan senyum mulai menghilang dan dinggantikan dengan sakit kepala. He he he.
Selamat belajara.
Saat ini saya memotret dengan perangkat yang sederhana. Target saya adalah memotret sebanyak-banyaknya. Kuantitas dahulu. Kualitas nanti menyusul
Kamera digital saya, saya set untuk memberi nama berkas (foto) sesuai dengan urutan. Berikut ini catatan kondisi nomor yang ada, yang menunjukkan seberapa banyak saya telah memotret dengan perangkat tersebut.
Kamera-kamera yang lain saat ini sudah tidak saya gunakan. Ada yang saya berikan kepada anggota keluarga (anak), ada yang sudah kadaluwarsa, ada yang hilang. Kalau ditambah kamera-kamera itu mungkin saya bisa mendapatkan 1000 potret lagi.
Melihat data di atas, secara total saya sudah mengambil foto lebih dari 10000 foto, meskipun pencacah (counter) yang ada saat ini belum menunjukkan hal tersebut.
Saya menganut pakem bahwa untuk belajar, kita harus sering berlatih. Maka target saya, sebesar 10000, itu bukan sesuatu yang di luar jangkauan. Bahkan sesungguhnya saya sudah melewati angka tersebut, tetapi saya akan menggunakan data yang ada saat ini saja. Saya akan terus memotret dan menambahkan angka di counter tersebut.
Pagi yang cerah di atas gedung PAU, ITB.
Ini adalah beberapa foto makanan yang berhasil saya jepret hari-hari ini. Sebetulnya ada lebih banyak lagi fotonya. Hanya saja saya belum sempat untuk memproses dan meng-upload-nya.
Foto di atas adalah kopi tarik yang saya temukan di Bandara Huseinsastranegara, Bandung. Saya lupa nama kafenya, tetapi yang saya ingat adalah mereka menyajikan masakan Melayu / Malaysia. Ada nasi lemak, dan seterusnya. Nampaknya mereka hadir untuk mengantisipasi turis Malaysia. Makanan di sini enak-enak. Sayangnya makanan yang lain tadi tidak sempat saya potret karena sudah kelaparan dan main sikat saja. hi hi hi. Kopi tarik ini enak sekali. Hanya agak sedikit kemanisan bagi saya. Pikir-pikir, mosok kalau mau makanan Melayu saya harus ke bandara?
Nyokelat: Cokelat Nyunda. Terus terang saya tidak tahu maksudnya dari Sunda-nya apa, selain sampulnya yang menunjukkan gambar Gedung Sate (Bandung). Rasa dari dark chocolate-nya juga lumayan. Ini juga nemu di Bandara Huseinsastranegara juga.
Rasanya susah sekali untuk menahan diri agar tidak terlalu banyak makan yang kurang sehat. Ini sebetulnya hanya masalah kemampuan menahan diri, tetapi “hanya” di situ ternyata susah sekali.
Siang ini saya mencoba memaksakan diri agar makan sayur. Saya pilih salad saja. Ini dia fotonya.
Sorenya saya sakit perut. Tadinya saya menyangkan makanannya. Mungkin ada yang kurang bersih, tetapi bisa juga karena masuk angin. Saya menduga yang terakhir.
Beberapa hari terakhir ini Bandung mendung terus. Nah, tadi pagi hari cerah. Ketika dalam perjalanan menuju kampus ITB saya melihat ada langit yang bagus. Maka, saya berhenti dulu. Potret dulu. Kemudian jalan lagi. Ini hasilnya.
[dipotret dengan menggunakan handphone LG Optimus L5]
Beberapa hari yang lalu mencoba memotret dari sudut pandang yang lain. Akhirnya saya memotret sambil jongkok dan dengan pose yang lain-lain dengan tujuan untuk melihat langit dari bawah tanaman. Memang saya tidak sampai merayap di tanah sih, tetapi saya mendapati sudut pandang yang berbeda. Nampaknya harus sering-sering dicoba