Tag Archives: foto

Hari Raya Qurban Adalah Acara Komunitas

Saya selalu berharap orang-orang mau berkurban di hari raya qurban (eidul adha) di tempatnya masing-masing. Bagi kami, ini adalah acara komunitas (warga). Mungkin karena kami tinggal di daerah yang bukan pusat kota maka masih ada kebutuhan orang-orang akan kegiatan bersama-sama. Selain itu, harga daging sudah naik sehingga penduduk sekitar sini pun masih membutuhkan jatah daging kurban.

IMG_2451 potong sapi 1000

Memotong sapi ternyata tidak mudah. Kami harus menunggu tukang potongnya (di foto yang menggunakan kemeja batik). Dia harus memotong sapi di dua tempat di daerah ini (setelah itu entah ke mana lagi). Lihat saja jumlah orang yang harus dikerahkan untuk memegangi sapi ketika disembelih. Ini adalah pekerjaan gotong royong. (Sudah lama saya tidak mendengar / menggunakan kata “gotong royong”.)

IMG_2450 buntut sapi 1000

Bahkan untuk memegangi ekornya pun dibutuhkan dua orang! Wuih!

Selamat hari raya eidul adha …


Foto-foto

Sudah lama tidak pasang foto-foto di blog ini. Akhir-akhir ini memang belum banyak menghasilkan foto yang menarik untuk dipasang. Ada banyak foto sih, tetapi temanya kok rasanya kurang pas. Tapi, baiklah. Saya pasang beberapa saja ya.

IMG_2276 ITB library 1000

[Perpustakaan ITB di malam hari. Dipotret setelah selesai mengajar.]

IMG_2133 breakfast 1000

[breakfast. kali ini makanannya seperti itu saja.]

IMG_2095 durian 1000

[durian - dipotret sebelum disikat :) ]


Belajar Memotret Acara Musik

Memotret music show bukanlah pekerjaan yang mudah. Masalah yang dihadapi adalah cahaya yang sedikit (lemah) dan musisi yang banyak bergerak. hi hi hi. Sementara itu kamera saya juga yang masih kelas pemula. Eh, masalahnya bukan di kameranya saja, tetapi lebih karena saya baru pemula untuk urusan ini. Akibatnya, potret sering terlihat kabur.

Semalam saya hadir di acara musik “And then there were two for the show”, yang merupakan acara musik progressive rock Genesis dan Kansas. Sekalian karena saya menyukai musik ini, saya gunakan juga sebagai latihan memotret. Maka saya bawa Nikon D3100 saya.

Hasilnya lumayanlah. Untuk kelas pemula. hi hi hi. Foto-foto (mungkin lebih dari 60 buah) baru saja saya upload ke account Facebook saya. Nantinya akan saya upload ke Picasa juga sehingga bisa dinikmati tanpa harus berlangganan ke facebook atau sejenisnya.

DSC_0874 magnum 1000

Jreng!


Insta …

Sekarang semuanya serba instant. Setelah instagram, ada banyak aplikasi lain yang berbau “insta”. Saya sedang keranjingan “instaplace” dan “instaweather” :)  Begitu habis dijepret langsung bisa dibagi ke berbagai media sosial. Sayangnya gak ada yang bisa langsung dikirimkan ke wordpress :)

IMG_1710 board pau vig

IMG_1691 ITB


Jakarta!

Kalah dalam tulisan terakhir saya bercerita tentang #bandung, kali ini saya tampilkan foto Jakarta. Pencakar langit dikerumuni dengan bangunan kumuh. Belum lagi langit yang tidak cerah. Asap? Polusi? Haze? Enough said …

IMG_1401 jak


Susahnya Memotret

Seringkali saya dihadapkan dengan momen yang bagus untuk dipotret tetapi kondisi lapangan susah. Seperti contohnya potret di bawah ini.

DSC_0332 clouds 1000

Awan yang berpendar dengan adanya cahaya matahari yang tertutup oleh awan tersebut. Mau dipotret tetapi terhalang oleh bangunan. Selain itu ada kabel listrik dan kabel telepon yang melintas. Bagusnya sih kalau ada tangga yang cukup tinggi sehingga saya bisa menghilangkan obyek-obyek tersebut dari foto. Sebetulnya saya sudah berusaha menjauh tetapi tidak dapat karena ada jalan dan didepannya juga ada pohon, yang kemudian malah menghalangi. Atau malah tadi bagusnya saya memanjat pohon ya? he he he.

Demikianlah perjuangan untuk mendapat foto yang pas. Kali ini, gagal. Lain kali lebih beruntung.


Sahabat

DSC_0217 friends 1000 bw

sungguh sangat beruntung
bagi sesiapa yang memiliki sahabat

sedihnya sepi
bagi sesiapa yang tidak memilikinya

[Tuliskan kata-katamu tentang sahabat / persahabatan.]


Mau?

Setelah puasa selesai, maka mulailah kita posting-posting lagi tentang (foto) makanan. hi hi hi. Nah, tadi saya mencoba makan di Kambing Bakar Cairo di jalan Cihampelas (depan Ciwalk agak turun sedikit – di sebelah hotel Aston), Bandung. Status di foto bawah ini agak salah – di situ tertulis Sukajadi. Mereka memang memilik beberapa tempat di Bandung dan mungkin di Sukajadi juga ada ya?

IMG_0786 delicious

Franchise(?) Kambing Bakar Cairo ini memang agak unik karena dalam mengiklankannya mereka tidak menyatakan diri nomor satu (seperti kecap) tetapi malah nomor dua terlezat se Timur Tengah. Nah lho. Mengapa nomor 2? Mengapa Timur Tengah? Lihat saja foto menunya di bawah ini. Meskipun katanya nomor dua, tapi rasanya memang enak sekali. Mungkin standar “enak” saya perlu dipertanyakan memang. hi hi hi. Tapi untuk kali ini, saya jamin enak betulan.

IMG_0788 kambing cairo 1000

Dan ketika kambing bakarnya keluar, memang enak banget. Di sajikan di atas hot plate yang menjaga agar dia tetap panas ketika kita menikmatinya dengan nasi yang juga panas. Saya memilih nasi 1/2 porsi saja supaya ada banyak tempat untuk dagingnya. hi hi hi. Ada tiga ukuran, small, medium, dan large. Foto di bawah ini adalah untuk yang medium. Ada juga pilihan bagiannya; paha, iga, punggung. Yang paling enak katanya yang paha. Kalau kata saya sih semuanya enak. hi hi hi.

IMG_0790 kambing bakar 1000

Lima bintang dari skala lima. Mau?

IMG_0807


Foto Pagi Ini

Pagi ini begitu cerah. Kembali saya langsung menaiki motor menuju ke atas. Tidak jauh dari rumah saya memarkirkan motor dan mulai mengambil foto. Berikut ini adalah salah satu hasil jepretannya.

CIMG5309 sky 1000

Saya suka langitnya. Kebetulan langitnya bagus. Langsung saya jepret. Sebetulnya saya sudah sedikit khawatir saya tidak dapat mengabadikannya karena seringkali apa yang kita lihat dengan mata berbeda setelah dipotret. Maklum saya belum mahir. Sering momen tidak bisa tercatat dengan baik. Ini kebetulan bisa. Alhamdulillah.

Melihat lukisan alam, seharusnya kita banyak-banyak beterima kasih atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa.


Belajar Itu Tidak Mudah dan Tidak Murah

Meskipun dingin, pagi ini saya putuskan untuk belajar memotret. Saya ingin memotret pagi hari. Maka saya panaskan motor dan langsung meluncur ke atas. Di dekat rumah kami ada bukit-bukit yang dapat melihat pemandangan jauh ke depan.

CIMG5245 motor 1000 water painting

Setelah memarkirkan motor, saya mulai memotret. Ternyata tidak mudah. Ada banyak hal yang terlihat indah oleh mata, tetapi terlihat biasa saja setelah dipotret. Sebagai contoh, saya melihat pemandangan yang berlapis-lapis (layered) tetapi tidak dapat tertangkap dengan baik oleh kamera. Ini mungkin karena saya memang masih belajar.

IMG_0324 morning crop

Masih untung ini kamera digital sehingga dapat dilihat hasilnya sekarang juga. Kebayang orang yang belajar motret jaman dahulu ya. Mereka harus menunggu hasil potretannya dicetak dulu. Kalau hasilnya buruk, dan pasti awal-awalnya demikian, pasti kesal setengah mati. Sudah lepas momennya, juga habis duit untuk nyetak foto. Belajar itu tidak murah.

Kuping dingin karena mengendarai motor di pagi hari. hi hi hi. Orang-orang masih tertidur sehabis sahur tadi. Saya di sini harus memulai hari di pagi hari. Demi belajar. Belajar itu tidak mudah. Sekarang bagaimana kita membuatnya menjadi menyenangkan.

Mari terus belajar … Semangat, semangat, semangat!


Buku Kuning

Ini bukan tentang kitab yang terkenal itu. Ini tentang buku-buku saya yang kertasnya mulai berubah menjadi kuning dan berjamur. Lihat saja fotonya di bawah ini.

CIMG5233 buku kuning 1000

CIMG5236 buku kuning 1000

Ya memang ini salah saya juga karena membiarkan mereka dalam lemari di luar. Habis bagaimana lagi? Lemari-lemari di dalam sudah penuh dengan buku-buku yang lain. Bagusnya eBooks adalah mereka tidak bakalan mengalami kasus kertas menjadi kuning ini. hi hi hi.

Maafkan aku wahai buku … :(


Foto-foto

Bandung di pagi hari (melihat ke arah Selatan).

CIMG5220 bandung 1000

Mumpung masih cerah, potret lagi awannya. (Sekarang sudah mendung lagi.)

CIMG5225 sky 1000


DSLR atau Handphone

Ini masih terkait dengan kebimbangan saya mau beli DSLR atau handphone yang memiliki kamera dengan kualitas bagus (seperti Samsung Galaxy S4). Saya mencoba membuat pro dan kontranya.

Keuntungan dari kamera handphone adalah kemana-mana dia kita bawa. Kita tidak perlu membuat persiapan khusus seperti halnya kalau kita mau membawa kamera DSLR. Tinggal kita kantongi, beres. Kata orang, the best camera is the one that you always carry. Handphone merupakan jawaban untuk hal ini.

Kamera handphone juga tidak terlalu intrusive. Misalnya kita berada di acara pernikahan dan ingin mengabadikan momen, maka kita tinggal rogoh kantong, ambil handphone, dan jepret. Kalau menggunakan kamera DSLR dari waktu datang kita sudah terlihat membawa tasnya. Nggak lucu kalau ke acara kawinan nenteng-nenteng kamera seperti itu. Kesannya seperti juru potret profesional saja. Kalau iya sih tidak apa-apa. Nah kebanyakan kita kan amatiran. he he he.

Membawa kamera DSLR juga repot. Kita harus melakukan pengawasan khusus. Tas kamera tidak bisa kita tinggal seenaknya. Kalau handphone, tinggal kita kantongi. Beres.

Kalau dahulu memang kualitas hasil jepretan kamera handphone sangat jauh lebih buruk dibandingkan DSLR, tetapi sekarang kamera seperti yang ada pada Samsung Galaxy S4 sudah hebat sekali.

Yang masih membuat saya condong kepada DSLR adalah kemudahannya untuk belajar manual dan juga pegangannya lebih mantap. Itu saja sih.

Jadi gimana ya?


Seminggu Bersama Samsung Galaxy S4

Sudah seminggu ini saya menggunakan Samsung Galaxy S4. Kalau saya hanya boleh menyebutkan satu komentar, maka komentar saya adalah kameranya luar biasa! Ini yang membuat saya membawa – atau lebih tepatnya mengantongi – S4 ini kemana-mana.

Saya ingin menampilkan foto-foto yang saya ambil dengan menggunakan S4 ini, tetapi bingung bagaimana melakukannya. Masalahnya, fotonya ada banyak. Kalau saya tampilkan semua di halaman ini saya khawatir loadingnya menjadi lambat. Untuk mengambil sebagian pun sebetulnya doesn’t do justice, kata orang Barat. Tapi, baiklah saya tampilkan foto-foto yang saya anggap mewakili. Mohon maaf jika ini membuat akses terhadap halaman blog ini menjadi lambat.

Saya suka memotret makanan. Rasanya seluruh orang Indonesia seperti ini ya? he he he. Ternyata kamera Samsung Galaxy S4 ini luar biasa kalau digunakan untuk memotret makanan. Detailnya muncul. Lihat foto-foto di bawah ini.

20130618_080635 bubur 1000

20130617_125921 ayam bakar 1000

20130614_065151 kopi 1000

Kalau dipakai untuk memotret di luar dengan udara yang cerah, luar biasa hasilnya. Ini dia contohnya. Birunya itu biru banget ya. Tajam.

20130618_083143 apt semanggi 1000

[apartemen Semanggi, Slipi, Jakarta]

20130618_074633 building 1000

[somewhere in Jakarta]

Yang ini adalah foto di tol Cipularang, saya ambil ketika jalan sedang tersendat. Buru-buru. Hasilnya lumayan, meskipun sebetulnya ada momen yang lebih bagus sebelum ini. Hanya saja waktu itu tidak macet sehingga saya tidak dapat mengabadikannya.

20130618_175729 dusk 1000

[dusk at Cipularang]

Ada juga foto yang kemudian saya edit untuk menambahkan efek gloom.

20130622_083242 beling 1000 gloom

[mbeling]

Bagaimana menurut Anda kualitas kamera dari Samsung Galaxy S4 ini? Luar biasa kan? Saya jadi bingung apakah saya masih perlu beli kamera DSLR lagi? Saya jawab iya saja ya. he he he. Dasar penggemar gadget. Padahal salah satu keuntungan menggunakan kamera seperti Samsung S4 ini adalah dia bisa kita bawa kemana-mana tanpa perlu menyiapkan tas khusus, dan sebagainya. Jadi dia pasti ada ketika dibutuhkan. Berbeda dengan kalau kita menggunakan kamera DSLR yang mana kita harus menyiapkan diri secara khusus, harus membawa tas yang besar, dan seterusnya. Yang pasti, Samsung Galaxy S4 ini kamera yang luar biasa. Ada mau? Lihat postingan saya terdahulu untuk mendapatkan Samsung Galaxy S4.


Indahnya Indonesia

Kemarin sore saya mengendarai mobil dari Jakarta menuju Bandung. Di tol Cipularang pemandangannya luar biasa. Saya lihat di kanan jalan, wah … indahnya langit. Sayangnya saya tidak boleh berhenti untuk mengabadikannya. Berhenti di pinggir jalan tol ini berbahaya. (Ada terlalu banyak orang bodoh yang melaju di bahu jalan.) Mestinya dibuat sebuah tempat perhentian untuk menikmati indahnya alam ini.

Akhirnya ada kesempatan memotret, yaitu pas di rest area. Sayangnya pemandangannya sudah berbeda. Yang tadi lebih bagus sekali. Hik hik hik nyesal gak bisa motret. Nanti saya coba pasang foto yang saya peroleh dari tempat ini.  Setelah itu sempat kena macet sedikit. Cepat-cepat saya potret dengan kamera yang ada. Ini dia hasilnya.

20130618_175729 dusk 1000

Indahnya Indonesia…


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.695 pengikut lainnya.