Tag Archives: IT

Mencoba Memahami Laporan Akamai

Secara berkala, Akamai mengeluarkan laporan mengenai layanan mereka. Salah satu bagian dari laporan mereka ini menyampaikan berapa besar serangan (attack) yang mereka terima. Akhir-akhir ini, laporan mereka menunjukkan bahwa banyak serangan berasal dari Indonesia. Secara umum, China merupakan peringkat pertama dan Indonesia merupakan peringkat kedua. Ini agak aneh menurut saya.

Mari kita amati laproan kwartal ketiga (Q3) dari 2013. Di sana ditunjukkan tabel ini.

Region % Attack Traffic Unique IP Addresses Avg. Connection Speed (Mbps) Peak Connection Speed (Mbps)
China 35% 115,336,684 2,9 11,3
India 1,9% 18,371,345 1,4 9,0
Indonesia 20% 5,804,419 1,5 9,7
Japan 0,8% 40,008,677 13,3 52,0
Malaysia 0,2% 2,137,032 3,2 24,9
Singapore 0,1% 1,566,346 7,8 50,1

Perhatikan bahwa jumlah serangan dari Indonesia adalah 20% dari total serangan. Ini sangat besar. Hanya China yang lebih besar (35%). Yang aneh adalah jumlah IP address yang menyerang dari Indonesia adalah hampir 6 juta saja. Bandingkan dengan yang lain. Untuk menghasilkan 35%, China membutuhkan 115 juta IP; hampir 20 kali Indonesia. India yang jumlah IP penyerangnya 3 kali kita pun hanya menghasilkan 1,9% serangan. Apa artinya?

  1. Serangan dari Indonesia lebih efektif? ha ha ha
  2. Penyerang itu berasal dari komputer-komputer yang terinfeksi malware dan sangat lambat untuk ditangani (jadi satu komputer menyerang lebih lama dibandingkan di negara lain).
  3. Penyerang dari Indonesia lebih berdedikasi? hi hi hi

Atau ada apa lagi ya? Nampaknya saya harus ketemu Akamai untuk klarifikasi hal ini.


Keamanan Industrial Control System

Dalam acara Cyber Intelligence Asia 2014 kemarin, salah satu topik yang dibahas adalah tentang kemanan (security) dari Industrial Control System (ICS). ICS adalah perangkat kendali (controller) di tempat-tempat seperti pabrik dan pembangkit listrik. Masalah keamanan dari ICS ini mulai muncul ketika ditemukannya malware Stuxnet yang menginfeksikan perangkat kendali dari Siemens. Menurut teori konspirasi, malware tersebut dibuat oleh Amerika untuk menyerang instalasi nuklir Iran. Begitu ceritanya.

Dalam diskusi kemarin dipahami bahwa ada banyak malware yang sebetulnya tidak ditargetkan kepada ICS tetapi menginfeksi ICS juga. Pasalnya, perangkat komputer di pabrik jarang diupdate (diupgrade). Untuk apa juga? Kalau peralatan berjalan dengan baik, mengapa perlu diutak-atik? Jangan-jangan kalau diupdate malah tidak jalan. Rugilah perusahaan. Jadi virus komputer yang sudah kuno pun bisa jadi masih dapat menginfeksikan peralatan di pabrik.

Hal lain yang perlu dipahami juga adalah mental atau cara pandang engineers di pabrik juga berbeda dengan di perusahaan (corporate). Di pabrik, tujuan utama adalah sistem hidup, berjalan, dan menghasilkan produk. Availability lebih utama dibandingkan confidentiality.

Begitulah kira-kira singkatnya tentang masalah keamanan ICS ini.


Screen Privacy Application

Saya sedang berada di sebuah seminar dan ingin membuka komputer tetapi saya khawatir orang-orang yang duduk di belakang saya dapat melihat apa yang ada di layar saya. Padahal saya mau buka email, menjawab email, membuat proposal, atau bahkan hanya facebook-an. he he he. Seriously, saya sebetulnya ingin memperbaiki materi presentasi saya (untuk besok). Kalau saya edit sekarang, nanti orang-orang bisa lihat dan mungkin mengganggu mereka.

Nampaknya dibutuhkan sebuah aplikasi yang membuat layar komputer (notebook) saya hanya dapat dilihat oleh saya sendiri; screen privacy application. Aplikasi pelindung layar komputer ini membuat layar kita menjadi acak atau gelap jika tidak dilihat dengan menggunakan kacamata tertentu, misalnya. Nah.

Saat ini karena belum saya miliki, maka saya membuka layar ini dan orang-orang di belakang saya bisa lihat saya sedang ngeblog. hi hi hi.


Linux: Nemo gagal, Nautilus bisa

Sudah lama tidak nulis tentang hal yang teknis. Kali ini mau nulis tentang Linux ah.

Ceritanya saya mau mem-backup beberapa berkas ke disk eksternal. Karena komputer bergerak saya adalah Macbook dengan Mac OS X, maka disk eksternal saya format dengan menggunakan file system HFSplus. Di Linux (Mint) saya pasang program yang dapat membaca dan menulis untuk file system HFSPLUS itu.

Keanehan muncul ketika saya ingin memindahkan berkas dari Linux ke disk tersebut. Katanya file system hanya dipasang read-only. Saya baca berbagai dokumentasi di internet. Katanya file system HFS yang digunakan jangan diset journaling. Saya memang spesifik tidak mengaktifkan fitur journaling ini ketika melakukan formatting disk di Mac OS X. Mestinya sudah ok.

Penasaran. Saya coba menggunakan terminal untuk menuliskan sesuatu di disk itu; “touch junk“. Eh, bisa. Artinya memang disk itu sudah dipasang baca tulis. Saya kemudian menduga ini masalah dengan file manager yang saya gunakan, Nemo. Akhirnya saya pasang file manager lain, Nautilus. Saya coba copy berkas tersebut. Bisa! Nah. Saya belum menemukan sumber masalahnya, kenapa-nya, tetapi setidaknya saya sudah dapat melakukan backup dengan Nautilus.

Semoga kalau ada yang punya masalah seperti yang saya jelaskan di atas dapat mengatasinya. Hidup Nautilus!

[Catatan tambahan: Saya belum mencoba untuk me-reboot komputer. Siapa tahu ada masalah dengan permission dari si Nemo yang menjadi betul lagi setelah di-reboot.]


Proposal Startup di Tahun 2000

Sedang bersih-bersih ruang kerja. Banyak dokumen-dokumen yang sudah pantas untuk dibuang. Eh, menemukan proposal untuk pembuatan perusahaan (startup) di tahun 2000. Proposal ini mengusulkan sebuah perusahaan yang mengembangkan aplikasi untuk handphone. Ingat, di tahun 2000, belum ada perusahaan yang mengembangkan aplikasi di handphone. Semua aplikasi yang ada di handphone sudah built-in dari pabriknya. Nah.

startup-proposal-2000-page1

startup-proposal-2000-page2

Sayangnya karena saya belum memiliki sumber daya yang memadai pada saat ini, maka startup yang itu tidak sempat saya buat. Kalau sekarang, perusahaan yang membuat aplikasi untuk mobil sudah banyak ya? Kalau sekarang, ide saya sudah lain lagi. hi hi hi.


Kebiasaan di Facebook

Wolfram Alpha ternyata memiliki sebuah layanan yang lumanya menarik, yaitu analisis akun facebook kita. Caranya adalah masuk ke situs WolframAlpha.com dan kemudian ketikkan “facebook report“. Tentunya nanti Anda diminta untuk login dengan menggunakan facebook. Hasilnya lumayan keren.

Salah satu analisisnya adalah distribusi kebiasaan kita. Ini salah satu contoh snapshot-nya.

facebook distribution

Dapat dilihat bahwa aktivitas saya – upload foto, status, dan seterusnya, kebanyakan dilakukan pada pagi hari (sekitar pukul 9 pagi) dan pada akhir pekan (weekend). Seru juga melihat diri sendiri. hi hi hi.

Bagaimana dengan kebiasaan Anda?


eKTP rusak difotocopy? Ah yang bener …

Belakangan ini ada ribut-ribut soal eKTP. Katanya eKTP rusak kalau difotocopy. Aneh bagi saja. Alasannya apa? Apa yang merusak? Sinar dari mesin fotocopy? Gelombang magnetik? Tidak dijelaskan. Kalau fotocopy merusak, apa mesih fotocopy tidak berbahaya bagi kesehatan? Nah lho. Nanti apa eKTP tidak boleh discan, tidak boleh difoto pakai blitz, dan seterusnya. Banyak sekali isu palsu tentang ini.

Jika memang benar eKTP gampang rusak, maka desainnya demikian buruk! Mosok senggol dikit rusak. Padahal KTP kan harus reliable. Dia harus bisa dikantongi (dalam dompet, kantong yang lembab) atau ter-abuse (kena panas, dingin, dan seterusnya). Bayangkan, kartu-kartu lain (kartu bank) kok bisa tidak rusak? hi hi hi.

Kalau eKTP tidak dapat dicopy dalam artian di-cloning. Nah itu saya baru setuju. Harusnya demikian.

Bacaan lain:


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.764 pengikut lainnya.