Di Minggu pagi hari ini, asyik membaca majalah IEEE. Eh, yang ini bukan majalah tetapi koran the Institute, yang diterbitkan juga oleh IEEE.
Mumpung ada kesempatan untuk membaca dengan santai. Ada banyak majalah IEEE yang belum sempat saya baca. (Hadoh kapan bacanya ya?)
Ini dia fotonya. Ada sisa roti bagelen yang belum habis. Mau? Buruan, sebelum saya sikat juga. he he he. (Mejanya bersih karena sudah dibersihkan. Tadinya sih berantakan juga.)
Ceritanya adalah penghargaan IEEE terhadap temuan public key cryptosystem sebagai milestones ke-100 di bidang rekayasa (engineering). Ada tiga orang penemu dari Inggris yang diberi penghargaan, yaitu James Ellis, Clifford Cocks, dan Malcolm Williamson.
Mereka menemukan idenya ketika sedang bekerja di agen rahasia Inggris, the Government Communications Headquarters (GCHQ), di awal tahun 1970-an. Karena mereka bekerja di instansi yang sifatnya rahasia, mereka tidak dapat memberitahukan dunia akan temuan mereka tersebut. Peneliti yang lebih banyak dikenal pada waktu itu adalah Diffie, Hellman, Merkle, atau bahkan Rivest, Shamir, dan Adleman. Baru pada tahun 1997 informasi mengenai temuan peneliti Inggris tersebut bisa dibuka ke publik. Barulah mereka mendapat penghargaan yang semestinya.
Yang menarik adalah bagian ini:
“… Ellis had demonstated to the agency’s senior officials that public-key cryptography was attainable, but because he wasn’t a mathematician, he did not know how to implement his concept.
In 1973, Cocks, a mathematician, was aske to join the effort. It is said that he found a solution in just 30 minutes, but it couldn’t be used because the computers of the day weren’t advanced enough. ...”
Public-key cryptography bisa lebih mudah diterima saat ini karena kemampuan komputasi komputer sudah cukup. Selain itu ada trick dan algoritma-algoritma implementasi yang memungkinkan implementasinya. Yang ini kerjaan rekayasa dari (software) engineer.
Inilah pentingnya kolaborasi dari berbagai ilmu dan peneliti.
