Arsip Tag: kuliah

Computer User Interface

Kuliah Introduction to IT saya tadi siang membahas tentang perkembangan user interface (UI). Saya mulai dengan cerita tentang “command line“.

Pada awalnya, cara kita berkomunikasi dengan komputer pribadi dimulai dengan perintah-perintah yang kita ketikkan di atas keyboard. Di layar hanya ada urutan teks. UI ini sering disebut command line. Kelemahan command line adalah kita harus mengingat-ingat perintah yang digunakan. Misalnya, “DIR” untuk melihat isi direktori, dan seterusnya.

Kemudian muncullah “menu”. Berbagai perintah yang tadinya diketikkan oleh pengguna dapat dipilih melalui menu. Tampilan menu masih berupa teks biasa. Pada jaman itu tampilan grafis masih belum ada, atau lebih tepatnya terlalu mahal sehingga tidak umum. Belum lagi kecepatan komputasi dari komputer masih sangat terbatas. (Special graphic cards juga belum ada yang jualan.) Adanya “menu driven user interface” ini cukup membantu karena kita tidak perlu mengingat-ingat perintah.

Apple Macintosh muncul sebagai pendorong “graphical user interface” (GUI). Sebetulnya Apple bukanlah penemu awalnya, temuan ini sudah terjadi di Xerox Palo Alto Research Center, tetapi Apple-lah yang mempopulerkannya. Microsoft kemudian juga mengembangan Windows sebagai interface terhadap sistem operasinya.

Setelah GUI apa lagi? Berikutnya kemungkinan adalah UI yang menggunakan suara (speech). UI jenis ini cocok untuk perangkat yang sangat kecil sehingga sulit untuk menggunakan jari untuk memberikan perintahnya. Kita tinggal bicara dan komputer akan melakukan perintah yang kita berikan. Sekarang UI jenis ini mulai muncul. Siri anybody?

Setelah itu masih ada UI-UI lain yang baru lagi, seperti UI yang berinteraksi dengan bagian tubuh kita lainnya (mata, gesture, dan seterusnya). Bahkan ada yang mengusulkan dibuatnya alat yang langsung men-tap keinginan kita langsung dari otak, brain waves. Kita baru mikir, komputer sudah langsung mengeksekusi. Wah wah wah.

Demikianlah isi kuliah saya tadi siang.


(masih) Salah Menulis

Istirahat sejenak dalam memeriksa tugas mahasiswa. Phew.

Hampir semua kesalahan yang terjadi adalah (1) tidak tahu bagaimana mengutip, (2) tidak tahu cara menuliskan referensi, (3) tidak menyebutkan sumber gambar. Mari kita lihat satu persatu.

Tidak tahu cara mengutip. Sebagian besar makalah yang saya periksa memiliki daftar pustaka, tetapi tidak jelas kapan daftar pustaka itu dikutip (refer) di dalam tulisannya. Tidak ada kutipan satupun dalam tulisannya. Hebat sekali. Apakah semua ide yang ada pada tulisan itu semuanya ide sang penulis? Masalahnya, kalau sang penulis menuliskan sesuatu dan tidak menyebutkan sumbernya maka seolah-olah dialah yang memikirkannya. Klaim seperti ini berbahaya karena dapat dianggap sebagai penipuan atau plagiat.

Hal kedua adalah soal menuliskan daftar pustaka. Daftar pustaka ada di sana agar pembaca lain dapat menelusuri sumbernya. Kalau hanya saya tulis “Budi Rahardjo, Firewall”, maka Anda akan bingung. Ini apa buku? Makalah? Tesis? Artikel? Atau apa? Kemudian, bagaimana memperoleh referensi itu? Apakah ada di perpustakaan? Di internet? Atau dimana? Ada tata cara penulisan yang membuat pembaca mudah mengidentifikasi sumber referensi dan bagaimana mendapatkannya.

Hal yang terkait dengan kesalahan penulisan referensi adalah penggunaan referensi online. Meskipun referensi itu online, tetap kaidah yang baku harus digunakan. Ada PENULIS dan JUDUL dari tulisannya. Tidak boleh hanya sekedar URL saja.

Yang terakhir, soal menuliskan sumber gambar. Adanya internet dan search engine memudahkan kita untuk mencari gambar. Misalnya saya ingin memasukkan gambar “smartcard”, maka saya tinggal menggunakan internet dan memasang gambar tersebut di makalah saya. Ini merupakan pelanggaran. Yang bagus adalah kita minta ijin dulu kepada pemilik gambar tersebut dan kemudian menuliskan sumbernya dalam makalah kita. Sumber gambar juga harus lengkap, tidak bisa sekedar URL awal (base URL) saja.

Semoga tulisan kecil ini dapat membantu Anda dalam memperbaiki makalah Anda.


Nilai (Masih) T

Hari ini adalah batas waktu pemasukan nilai untuk kuliah-kuliah semester ini. Hari ini terpaksa saya memasukkan nilai dengan sebagian besar masih mendapatkan nilai T (incomplete). Alasannya adalah karena saya sempat sakit beberapa hari (sehingga tidak dapat bekerja) dan mulai hari ini ada sidang S1/S2/S3 (yang mana saya harus mereview TA/thesis/disertasi mahasiswa lebih dahulu). Akibatnya proses penilaian kuliah menjadi terlambat. Mohon maaf atas keterlambatan nilai dari saya.

Sambil membereskan urusang sidang saya akan meneruskan proses penilaian sehingga nilai perbaikan cepat keluar. Bagi mahasiswa yang membutuhkan nilai segera, karena terkait dengan persyaratan sidang sarjana/thesis misalnya, mohon menghubungi saya sehingga nilai Anda akan saya prioritaskan dulu keluarnya.

Sekali lagi mohon maaf atas keterlambatan ini. Semangat, semangat, semangat periksa final project (meskipun masih melayang dan kepala masih cenat cenut).


Kelas Saya Hari Ini

Berikut ini adalah suasana di kelas saya pagi ini. Ini adalah kelas II3062 – Keamanan Informasi. Jumlah mahasiswa waktu sebelum PRS adalah 100-an orang. Tadi saya lihat di daftar hadir sudah ada lebih dari 120 orang yang terdaftar. Yang hadir tadi pagi ada sekitar 110 orang. Wuih. Kelas padat :) Kursi … habis. Kalau semua hadir nampaknya ada yang harus berdiri atau duduk di lantai :)

[Tampak Kanan dari arah depan kelas. Agak kabur karena tangan bergerak.]

[Tampak Kiri] Mahasiswa memilih untuk menunjukkan “V” for “victory” :)


Kuliah Hari Ini

Kuliah secara resmi sudah selesai, tetapi hari ini saya memberikan kuliah tambahan. Yang mengajar hari ini bukan saya tetapi Zaki Akhmad. Topiknya adalah application security dan OWASP.


Wordprocessor … crashed!

Tidak seperti biasanya, kali ini saya sedang buru-buru membuat materi ujian tengah semester (UTS). Materinya sudah ada. Tinggal memasukkan materi tersebut ke wordprocessor.

Anteng. Asyik mengetik. Copypaste … kok wordprocessor diam saja. Hadohhhh … dia hang. Mangkaning saya hanya punya satu copy berkas itu (kan lagi dibuat). Untungnya memang saya save berkali-kali ketika mengetik. Deg deg deg … hancur tidak ya berkasnya. Lama …

Akhirnya saya putuskan untuk membuka terminal dan membunuh proses si wordprocessor itu. Terminated. Dengan deg degan, waswas, saya buka berkasnya. Wordprocessor marah sedikit. Alhamdulillah, hanya hilang satu pertanyaan terakhir saja. Phew

Lain kali harus di-save ke multiple files ah.


Foto-foto Untuk Bahan Kuliah

Semester ini saya kembali mengajar kuliah Pengantar Teknologi Informasi. Salah satu materi kuliahnya berbicara tentang sejarah dari komponen elektronika. Saya pikir ada baiknya jika mahasiswa melihat bendanya. Maka saya bawa komponen-komponen – mulai dari vacuum tube sampai ke transistor – ke kelas. Show and tell.

Setelah itu saya pikir ada baiknya juga kalau komponen ini saya foto. Dia bisa dijadikan bagian dari slide presentasi. Kalau mau pakai materi (foto) yang nemu di Internet saya tidak tahu sifat hak ciptanya. Maka saya foto komponen-komponen tersebut.

Untuk foto-foto di bawah ini saya deklarasikan Creative Commons. Silahkan digunakan di slide-slide Anda bagi yang membutuhkannya. (Foto aslinya – dalam ukuran yang lebih besar, 4 MB – belum sempat saya upload.)


Kelas Hari Ini

Inilah potret mahasiswa saya di kelas hari ini (kelas Keamanan Informasi Lanjut, S2).

Yang atas itu foto sayap kanan (dari arah saya) dan yang di bawah adalah foto sayap kiri. Jumlah mahasiswa totalnya adalah 78 orang. Banyak ya?

Mahasiswanya masih antusias. Mungkin karena kelas pertama? :)   Mudah-mudahan bisa terus antusias di kelas.

Kelas terlalu kecil untuk semua mahasiswa. Jadi tadi pagi ada yang mengambil kursi dari kelas lain dan desak-desakan. Bahkan ada yang duduknya 1 meter dari dinding depan :)   (kelas kambing kalau nonton film). Mudah-mudahan minggu depan kami mendapatkan kelas yang lebih besar.


Cara Menggunakan Referensi di Tulisan Ilmiah

Mungkin sudah 30 email saya layangkan kepada mahasiswa tentang cara menggunakan dan menuliskan referensi di makalah mereka. Nampaknya mereka masih tidak mengerti juga caranya. Padahal hal ini juga sudah saya jelaskan di depan kelas. Masalahnya, salah (tidak) mengutip bisa dianggap plagiat. Kalau sudah begitu kan repot.

Berikut ini salah satu cara yang salah. Referensi (dalam hal ini mahasiswa menggunakan footnote – yang tidak lazim di dunia saya) diletakkan di depan! Padahal seharusnya di belakang.

Jadi seharusnya:

Enkripsi pada … [11].

atau

Enkripsi pada … (Shepperd, 2010).

Mengenai penggunaan [1] atau (Shepperd, 2010) itu bergantung kepada style yang digunakan. Perhatikan urutan penulisan referensi ini pada daftar pustaka. Jika Anda menggunakan style [1] biasanya pengurutan adalah berdasarkan kemunculan. Sementara itu bila Anda menggunakan (Shepperd, 2010) maka urutan penulisan daftar pustaka adalah berdasarkan nama pengarangnya.

Hal kedua yang penting juga diperhatikan adalah referensi itu harus jelas bentuknya. Apaka referensi tersebut berbentuk buku? artikel di journal? thesis? dan seterusnya. Untuk referensi yang berbentuk buku harus ada penerbitnya, misalnya. Untuk referensi yang berbentuk artikel di jurnal harus ada nama journalnya. Untuk referensi yang berbentuk thesis harus ada nama perguruan tingginya.

Perhatikan mana yang perlu dicetak miring dalam penulisannya. Untuk buku, judul buku yang dicetak miring. Untuk artikel, journalnya yang dicetak miring.

Hal ketiga adalah referensi yang bersumber dari dokumen online (URL). Referensi yang seperti ini harus juga memiliki nama pengarang dan judul (nama) dokumen online tersebut. Bentuknya kira-kira seperti ini:

Nama pengarang, judul, URL. Diakses tanggal 22 Juni 2011.

Saya pribadi tidak terlalu keberatan dengan penggunakan sumber referensi online. Ada berbagai journal yang menolak penggunaan dokumen online yang tidak pernah diterbitkan dalam bentuk cetakan. Hal ini menunjukkan bahwa dokumen online, meskipun diperkenankan, memiliki nilai kredibilitas yang lebih rendah. Mungkin suatu saat kondisi ini akan berubah, tetapi untuk saat ini status itulah yang umum diterima. (Memang akan terkesan aneh kalau semua referensi merujik kepada URL.)

Hal keempat adalah penggunaan gambar dari sumber (milik) orang lain. Perhatikan bahwa kalau kita menggunakan gambar yang bukan dari karya kita sendiri, kita harus menyebutkan sumbernya. Sumber tersebut harus jelas. Tidak bisa sumbernya adalah http://images.google.com.

Bagaimana mengajarinya ya? Cape juga nih. Mosok harus menyuapi mahasiswa satu persatu?

Link terkait:

  • IEEE style, atau the Chicago manual of style
  • ACM reference style
  • APA style

Terkait Nilai T

Bagi mahasiswa saya yang mendapat nilai T, ada beberapa kemungkinan:

  1. Makalah baru Anda serahkan dalam 1 minggu terakhir. Belum sempat dinilai. Akan masuk ke dalam batch berikutnya. (Minggu depan?)
  2. Ada kesalahan  yang cukup mengganggu. Nilai bisa saja A, tetapi kesalahan ini yang harus diperbaiki. Kebanyakan kesalahan adalah pada penulisan dan penggunaan Daftar Pustaka. (Lihat tulisan saya tentang hal ini dan juga ingat pesan saya di kelas!) Kebanyakan masuk kategori ini.
  3. Kesalahan fatal. (Yang ini nampaknya hanya 1 orang)
  4. Anda mengirimkan tugas via softcopy yang belum sempat saya periksa.

Saya sedang mendata (membuat kompilasi / merekap) masalah masing-masing. Ini membutuhkan waktu dua hari. Maklum, ada 150 makalah! Akan saya umumkan hari Jum’at. Perbaikan bisa melalui email (softcopy saja).

Untuk sementara, silahkan Anda lihat makalah Anda kembali dan lakukan perbaikan.


Yang Menarik Dari Makalah Mahasiswa

Saya sedang memeriksa tugas mahasiswa dalam bentuk makalah. Break sebentar untuk menulis blog ini.

Ada banyak hal yang menarik dari tugas mahasiswa. Salah satunya adalah mahasiswa yang menulis filler, yaitu yang mencoba membuat tulisannya panjang tetapi tidak ada isinya. hi hi hi. Atau ada juga mahasiswa yang ngawur tulisannya. Mungkin mereka bisa mengecoh dosen lain, tapi kali ini saya baca (setidaknya, skim) makalah mereka. Kalau makalahnya ngaco, ya ketahuan :) … dan memang saya menemukan banyak “kelucuan” seperti ini.

Back to marking …


Memberikan Kuliah Audit IT di IT Telkom

Minggu lalu saya diminta untuk memberikan sedikit kuliah tentang Audit IT di IT Telkom. Meski badan sedang tidak begitu fit, saya sempatkan juga ke sana. Kelas berjalan ok, meskipun jarang yang bertanya. Malah sekarang saya terima email pertanyaan dari mereka :) hi hi hi

Nah, ini dia materi presentasinya (di scribd dan di slideshare). Sementara foto kelasnya ini …


services (on Mac OS X)

Hari ini saya mau ngajar tentang konsep services dan nantinya ke port scanning. Nah, saya ingin memberikan contoh-contohnya. Hanya saja saya terbiasa dengan Linux :) he he he. (Lokasi berkas konfigurasi, perintah, dan seterusnya.) Sekarang saya harus menunjukkannya dengan menggunakan Mac OS X. Layer GUI sedikit menutupi apa yang ada di bawah layar. Ini yang harus saya tebas.

Langkah pertama yang saya sedang cari adalah bagaimana mengaktifkan sebuah service, katakanlah service echo. Apakah ini bisa langsung dijalankan dengan mengedit sebuah konfigurasi di /etc/something? Ataukah saya harus menggunakan inetd atau xinetd? Ini saya masih belum jelas. Beberapa servis lainnya sudah tersedia sehingga mudah, tapi bagaimana dengan servis yang khusus?

Selain itu juga saya masih mencari lokasi berkas konfigurasinya. Misalnya saya mau menjalankan layanan ftp dari sebuah program yang saya rakit (compile) sendiri. Bagaimana saya memberitahu {x}inetd untuk menjalankan servis tersebut di port tertentu?

Sementara ini saya sedang ngulik perintah /sbin/service, launchctl, SystemStarter, dan kawan-kawan. Searching internet, opening man pages, …

Akhirnya yang saya gunakan adalah /sbin/service, untuk menyalakan ssh, ftp, dan telnet. Tapi saya masih belum tahu bagaimana menyalakan echo, chargen, dan discard :)


Masalah Tugas Makalah Mahasiswa

Hari ini saya kumpulkan kembali mahasiswa kuliah saya. Saya sampaikan hasil penilaian makalah mereka. Sebagain besar tidak dapat saya nilai karena banyak kesalahan. Nah, kesalahan tersebut saya rangkum dalam materi presetasi ini. (Bisa didownload dari scribd.)

Selanjutnya saya minta mereka memperbaiki makalah mereka untuk dinilai kembali.


Apa Yang Salah (part 2)

Can you see what figures these are? I can’t!
Gambar apakah ini?

Nampaknya ini adalah gambar-gambar yang diperoleh dari copy-and-paste dari dokumen PDF yang kualitasnya buruk? Jika kualitas gambar buruk, lebih baik tidak usah ditampilkan. Percuma.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.127 pengikut lainnya.