Tag Archives: kuliah

Dongeng Kesukaan Mahasiswa

Tadi siang, saya memberikan presentasi mengenai teknik mengajar saya. Dalam diskusi dibahas mengenai cara untuk memulai kelas dengan mendongeng dulu. Ternyata topik yang disukai oleh mahasiswa adalah dongeng tentang hantu dan cerita-cerita motivasi. Hantu? Iya. hi hi hi. Tipikal orang Indonesia ya?

Nah, kayaknya saya harus mengumpulkan humor-humor tentang hantu nih. hi hi hi.


Keysigning Party

Salah satu yang direncanakan pada kuliah saya tadi pagi adalah melakukan “keysigning party”. Setiap mahasiswa harus membuat pasangan kunci privat dan kunci publik. Kunci publik ini kemudian disimpan (upload) ke tempat tertentu. Kunci ini dapat “ditandatangani” oleh orang lain untuk meningkatkan keabsahannya. Jika saya menandatangani kunci tersebut, saya mengatakan bahwa kunci tersebut memang benar-benar diasosiasikan dengan orang ini. Demikian pula orang lain juga dapat menandatangani kunci publik saya untuk mengatakan bahwa memang kunci publik itu milik saya. Saling percaya ini menimbulkan kepercayaan yang disebut “web of trust”.

IMG_3954 keysign 1000

Foto di atas menunjukkan suasana kelas ketika melakukan keysigning ini. Hanya sayangnya network yang tersedia tidak mendukung untuk melakukan keysigning ini. Kami berada di belakang proxy yang membuat beberapa aplikasi (saya menggunakan GPG suite) sulit untuk melakukan proses keysigning ini. Sebetulnya bisa, tetapi manual dan laborious. he he he. Inginnya sih yang lebih otomatis. Lain kali kita akan mengadakan keysigning lagi ah.


Kuliah Semester Ini

Semester baru sudah dimulai di ITB. Ini sudah memasuki minggu kedua. Tentu saja langsung kesibukan datang. Tapi, lebih baik sibuk dengan pekerjaan daripada tidak ada pekerjaan, bukan?

Semester ini ternyata saya mengajar kuliah yang terkait dengan security saja. Ada tiga kuliah, (1) Keamanan Informasi (untuk S1), (2) network security (untuk S2), dan (3) incident handling (untuk S2 juga). Sebetulnya ada satu kuliah lagi – security juga, Security Architecture – tetapi saya batalkan karena saya sudah banyak mengajar dan pesertanya hanya 4 orang (sebelum PRS).

Mengajar tiga kuliah sudah cukup berat bagi saya. Saya heran ada dosen yang mengajar banyak kuliah. Entah mereka serius mengajarnya atau hanya ingin mendapatkan hal lain, seperti honor tambahan atau kenaikan pangkat atau pujian karena mengajar banyak. Entahlah.

Dan mulailah sibuk saya memperbaiki materi kuliah. Waduh.


Analog Media

Dua minggu yang lalu saya menjelaskan tentang analog dan digital media di kelas. Maka kemarin, saya bawa piringan hitam untuk menunjukkan kepada mahasiswa. Kebetulan yang saya bawa adalah album dari Boston dan Lionel Richie. Sayangnya saya tidak punya pemutarnya yang bisa dibawa ke kelas. Jadi pas muter lagu Boston, kurang terdengar garangnya. he he he. (Sebelum kelas dimulai, saya putar videonya Steven Wilson, Drive Home.)

vinyl 1000

[Ini foto kedua album tersebut. Dipotret di ruang kerja saya.]

Sebetulnya saya juga membawa kaset ke kelas, tetapi ini tidak begitu menarik. Mereka sudah tahu apa itu kaset dan tidak menarik bagi anak-anak sekarang, yang notabene mendengarkan MP3.

Sebetulnya saya ingin menunjukkan musik digital, yaitu dengan MIDI dan kawan-kawannya. Tapi persiapannya nampaknya harus lebih berat lagi. Ya kapan-kapan deh.


Kuliah dan T-shirt

Sedang ada diskusi di sebuah mailing list yang saya ikuti. Topiknya adalah seputar peraturan perkuliahan. Salah satunya adalah mengenai pakaian mahasiswa. Mahasiswa tidak boleh kuliah dengan menggunakan T-shirt. Hah???

Kenapa tidak boleh? Saya termasuk yang tidak setuju dengan aturan ini. Menurut saya aturannya cukup dengan mahasiswa diharuskan menggunakan pakaian yang sopan dan rapi. Itu saja. Mahasiswa bukan anak-anak yang harus diatur sampai ke hal-hal sekecil itu. (Ataukah harus?) Mahasiswa harus dapat menempatkan diri, kapan boleh menggunakan T-shirt dan kapan tidak. Kalau sedang wawancara untuk rekrutmen, misalnya, ya tentunya salah sendiri kalau tidak mendapat kesempatan karena menggunakan T-shirt. Kalau kuliah, saya tidak ada masalah dengan menggunakan T-shirt.

Bagaimana dengan kampus Anda? Pendapat Anda?


Siklus Terbuka Kuliah

Salah satu masalah terbesar dari perkuliahan – menurut saya tentunya – adalah tidak adanya siklus tertutup (closed loop). Kebanyakan pengajar (guru, dosen) mempersiapkan bagian awalnya. Kuliah dimulai dengan baik. Bahkan sampai tengah-tengah perkuliahanpun masih baik. Asumsinya begitulah. Untuk sementara kita lupakan dosen yang mangkir. Nah, begitu sampai di akhir, mulailah muncul masalah.

Pada akhir perkuliahan mahasiswa diuji atau diukur pemahamannya dengan ujian. Setelah ujian diperiksa, nilai diberikan. Setelah itu? Ya selesai. Ada mahasiswa yang lulus dan ada mahasiswa yang harus mengulang. Mungkin juga ada yang diberi kesempatan mengulang pada kesempatan yang sama, remedial.

Yang menjadi masalah di sini adalah tidak ada diskusi setelah akhir kuliah. Padahal mestinya ada fase mendiskusikan hasilnya. Melakukan evaluasi atas semuanya, dari sisi mahasiswa maupun dosen. Apakah materi sudah cukup baik atau relevan? Bagaimana cara menyampaikan materi tersebut? Dan seterusnya. Mahasiswa sudah tidak tertarik untuk mendiskusikan hasilnya karena sudah akan menghadapi kuliah baru. Demikian pula dosennya juga tidak tertarik untuk melakukan pembahasan karena toh kuliah sudah selesai. Repot-repot amat harus kerja tambahan.

Nah … tahun depannya kita menghadapi masalah yang sama.


Tahun Ajaran Baru

Hari ini secara resmi tahun ajaran baru dimulai di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Katanya kurikulum baru, kurikulum 2013, akan diterapkan. Saya sendiri tidak tahu bedanya selain ada perubahaan nama kuliah dan penomorannya. hi hi hi. Yang pasti, hari ini – minggu ini – saya masih mencoba mengatur jadwal kuliah.

Semester ini saya mengajarkan kuliah baru, “Keamanan Perangkat Lunak” (Software Security) untuk S2 dan S3, dan kuliah yang sudah saya pegang sebelumnya (Pengantar Teknologi Informasi untuk kelas internasional). Nah untuk kuliah baru inilah saya yang harus mengatur skedul karena saya belum tahu siapa saja yang mengambil dan apakah jadwal waktunya bentrok dengan kuliah lainnya.

Sementara itu, baru saja saya dapat kabar bahwa kemungkinan kelas Pengantar Teknologi Informasi saya hanya ada satu orang mahasiswanya. Padahal sebelumnya dikabarkan akan ada 15 mahasiswa internasional. Jika memang hanya satu orang, maka dia saya minta untuk bergabung di kelas lain saja.

Selamat berkuliah …

 


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.824 pengikut lainnya.