Tag Archives: Musik

Kegiatan Insan Music Store

Tadi pagi (Minggu, 7 Desember 2014), Insan Music Store hadir di Bandung Car Free Day. Kali ini suasananya agak mendung. Eh, ternyata malah ada *banyak* stand yang menampilkan senam sehingga sound systemnya saling bersahut-sahutan. Berisik. Namun kami juga akhirnya membuka stand juga.

IMG_6963 insan music store

Hari ini kami juga menandatangani kontrak dengan O2 (Observed Observer) di sana. Semoga kami bisa sukses bersama!

IMG_6969

Saya juga sempat berbincang-bicang dengan kang Yosef (lupa nama belakangnya atau institusinya). Kami ngobrol soal musik, kota Bandung, pendidikan, dan seterusnya. Kebetulan jenis musik yang kami sukai agak mirip-mirip. Dia juga banyak main musik, menjadi music director, producer, dan mengajar kesenian kepada banyak anak-anak. Karena kami juga berlatar belakang Bandung, jadi banyak hal juga yang nyambung. Mudah-mudahan ada kerjasama yang dapat kami lakukan.

Setiap minggu kami mendapatkan artis/band-band baru. Bagus bagus! Sabar ya. Satu persatu akan kami proses. Jreng!


Manggung Di Pasar Seni

Hari ini Tanggal 23 November 2014, BanDos (Band Dosen ITB) manggung lagi di acara Pasar Seni ITB. Manggung kali ini penuh dengan perjuangan. Pertama, kami gagal melakukan checksound kemarin karena hujan! Checksound merupakan hal yang esensial dalam manggung. Ini dibutuhkan untuk mengetahui situasi, sound, setingan, dan seterusnya. Perangkat sound system (amplifier umumnya) dan suasana tempat berbeda sehingga konfigurasi dari amplifier dan efek gitar menjadi berbeda juga.

Masalah utama kali ini adalah panggung kami berada di ruang terbuka, di lapangan rumput Aula Timur ITB. Tanpa atap (tenda). November merupakan musim hujan di Bandung. Sebetulnya mungkin bukan hanya Bandung saja. Di tempat lain, November juga musim hujan. Kan ada lagu “November Rain”.Mari kita nyanyikan bersama.

Seperti sudah diduga, kemarin siang ketika kami ingin melakukan checksound, hujan turun. Tidak terlalu besar, tapi tetap saja hujan. Kami menunggu sampai hujan reda dan mulai setup perangkat. Pada saat yang sama sound system sedang dipasang. Nampaknya kami adalah band pertama yang akan melakukan checksound. Ya ampun.

IMGP0336 jarmadi 1000

[Pak Jarmadi sedang memasang perangkat]

Belum selesai pasang-pasang,eh, gerimis mulai turun lagi. Ugh. Terpaksa kami beberes perangkat. Ditunggu-tunggu, hujan tidak mereda juga. Akhirnya kami putuskan untuk tidak melakukan checksound. (Keesokan harinya kami baru tahu bahwa ada yang mencoba sound di malam harinya.)

IMGP0335 guitars 1000

[my guitar]

Hari H. Minggu pagi, kami sudah berada di tempat. Untung kami masih sempat untuk melakukan checksound secara sederhana, per alat saja. Masalahnya adalah acara sudah mau dimulai pagi itu sehingga kami tidak boleh melakukan checksound secara full. Terpaksa kami hanya sempat memasang alat dan memastikan keluar suaranya saja. Setelah itu kami pinggirkan alat dari panggung karena panggung akan digunakan oleh performance pertama yang mengambil semua panggung. Setelah itu band selanjutnya manggung.

Nah. Giliran kami manggung, kami bersiap-siap memasang alat kembail. Wah sudah mendung lagi. Begitu memperkenalkan para pemain, hujan turus. Hadoh! Kali ini hujannya cukup deras. Maka kami buru-buru menyelamatkan peralatan (keyboard, gitar, efek, colokan listrik) dari hujan. Pengelola sound system juga sibuk memasang plastik di atas amplifier, drums, dan semuanya. Derasnya hujan membuat kami khawatir ada yang korselet (short circuit). Pokoknya tegang saja. Kami sendiri menunggu di tenda belakang panggung yang ukurannya kecil dan padat dengan orang. Waduh. Untung akhirnya ada yang mematikan listrik dari genset sehingga kami mulai tenang.

Hujan berhenti. Kami menunggu sebentar. Setelah itu kami bersihkan air (lap-lap) di perangkat dan sedikit demi sedikit lagi kami naikkan listrik. Eh, baru mau mulai, gerimis lagi. Minggir lagi. Untung kali ini tidak terlalu lama dan tidak terlalu deras. Bahkan tiba-tiba super panas! Matahari mencorong. Saya dapat melihat uap keluar dari karpet di atas panggung. Sayangnya tidak bisa saya potret.

Cepat-cepat kami memasang alat kembali dan langsung jreng! Tanpa ba-bu. Minimal sekali persiapannya. Tapi menurut saya lumayan puas manggungnya. Given the condition, it was great!

Setelah selesai, kami buru-buru membereskan perangkat. Mendung lagi dan kemudian gerimis lagi. Ya ampun. Saya tidak tahu kondisi selanjutnya karena saya buru-buru membawa perangkat saya mengungsi ke lab.

Salah satu akar masalah dari manggung hari ini adalah panggung yang tanpa tenda / atap. Kami berdebat dengan panitia. Panitia tetap tidak mau pasang atap karena mempertahankan aspek artistik dari panggung. Hah!!! Artistik mengorbankan acara? Artistik dengan mengorbankan fungsi? Mungkin karena saya menggunakan kacamata orang teknis maka saya mempertanyakan ini. Seharusnya fungsi dan artistik harus menyatu. Produk dari Apple merupakan salah satu contoh bagaimana fungsi dan artistik yang menyatu. Menurut saya ini merupakan sebuah pelajaran. Lain kali harus diperhatikan situasi (hujan) dan antisipasi terhadap hal itu.

Anyway, lumayan puas manggung hari ini. Capek? Tentu saja. Kaos tadi basah karena sempat kehujanan dan juga keringatan (pas manggung). Phew … Sempat juga tercetus akan larisnya obat batuk dan kerokan. he he he. Semoga kita sehat selalu. Amiiinnn.


sang bodyguard

IMG_6440

ada seorang bodyguard
yang tidak memperbolehkan saya lewat,
untuk memotret musisi dari dekat

grrr …


Memilih Lagu Untuk Penampilan

Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh seorang performer dalam manggung adalah memilih lagu yang akan dibawakan. Ada batasan waktu, (jenis) penonton, tema dari acara, ketersediaan alat, dan kesiapan sang performer sendiri. Masalah selera juga menjadi bahan pertimbangan.

Dalam manggung beberapa hari yang lalu, saya dan anak saya harus memilih lagu untuk tampil berdua. Masalahnya adalah apakah lagu yang kami pilih itu berdasarkan yang disukai oleh penonton – biasanya lagu yang terkenal – ataukah lagu yang kami sukai (yang boleh jadi agak sedikit eksperimental)? Ada perbedaan dari selera. Akhirnya kami pilih jalan tengah; kami pilih satu lagu yang mungkin dikenal banyak orang dan lagu lainnya adalah lagu yang kami sukai. Pilihan iniĀ  berisiko penonton tidak terlalu suka. Biar saja. Mumpung kesempatannya cocok untuk eksperimen. Ini yang kami pilih.

IMG_6380 playlist

  1. Extreme – More than words
  2. Bullet for My Valentine – A place where you belong
  3. Goo Goo Dolls – Name
  4. Hall & Oates – Do it for love
  5. Boston – More than a feeling

Lagu nomor 4 dan 5 itu hanya untuk cadangan saja. Lagu pertama banyak yang kenal sehingga mudah dinikmati. Lagu-lagu selanjutnya sebetulnya juga lagu yang dikenal oleh para follower dari band-band tersebut. hi hi hi. Lagu no 2 merupakan lagu beraliran metal, tetapi kami coba bawakan dengan akustikan. Lagu no 3 menggunakan tuning gitar yang aneh (dua string di bawah adalah E) tetapi karena kami tidak mungkin berganti-ganti gitar untuk setiap lagu akhirnya kami menggunakan tuning yang biasa. Ini membuat chordnya menjadi sulit dan suaranya kurang persis dengan aslinya.

Begitulah kesulitan yang dihadapi oleh musisi/artis/performer ketika akan manggung, milih lagu. Dan kesulitan ini akan terjadi lagi untuk manggung berikutnya. Oh ya, saya juga harus milih satu lagu untuk penampilan band saya yang lain di ruang terbuka. Yang ini harus lagu yang gembira dan sedikit funky. Hmmm… apa ya? Ada banyak lagu yang sebetulnya saya ingin bawakan tapi sudah hampir pasti bandnya tidak setuju. hi hi hi. Mikir dulu ah.

Jreng!


Acara Insan Music Store

Eh, jangan lupa, siang ini (Minggu, 12 Oktober 2014) … mulai pukul 13:00 Insan Music Store akan hadir di Krang Kring Cafe (jl. Ciliwung, Bandung). Selain akan memberikan penjelasan mengenai toko musik digital kami, ada penampilan dari beberapa band yang sudah ada di toko musik kami.

Sampai jumpa di sana …


Acara Toko Musik Digital: Insan Music Store

Bagi Anda yang ingin mengetahui toko musik digital kami, Insan Music Store, silahkan hadir di acara kami yang akan diselenggarakan.

Minggu, 12 Oktober 2014

Tempat: Krang Kring Cafe (Jl. Ciliwing, Bandung)

Bagi band-band atau artis-artis yang ingin memasukkan lagu-lagunya ke toko musik digital kami, silahkan langsung hadir di sana dengan membawa lagu-lagunya. Ditunggu …

Flyer Insan Music


Top Progressive Rock Album

Kemarin, 21 September 2014, adalah hari prog internasional. Maka para penggemar musik progressive rock membuat daftar 10 album terbaik musik progressive rock menurut masing-masing. Sekarang saya mau ikutan mencoba.

international prog day

Ternyata untuk memilah-milah mana album yang perlu masuk ke dalam ranking 10 itu tidak mudah. Mari saya coba.

  1. Genesis – And Then There Were Three
  2. Genesis – Foxtrot
  3. Genesis – Selling England by the Pound
  4. Kansas – Leftoverture
  5. Yes – Going for the One
  6. Marillion – Misplaced Childhood
  7. Genesis – Duke
  8. Blackfield
  9. Jadis – More Than Meets the Eye
  10. Genesis – Nursery Crime

Secara saya itu penggemar musik Genesis, sehingga tentu saja saya akan meletakkan album-album Genesis pada daftar album progressive rock. Ini mungkin tidak aneh. Sebetulnya saya mau masukkan semua albumnya, tapi jadi tidak lucu. Itu alasan mengapa banyak album Genesis di sana. Secara album, banyak orang yang tidak suka album “and then there were three”. Bagi saya ini album yang paling banyak saya putar ketika saya masih SMA. Jadi dia yang paling melekat.

Untuk album Kansas Leftoverture, ini album yang mungkin bagi sebagian orang bukan masuk kategori prog tetapi lebih ke arah (classic) rock. Kita bisa berdiskusi – berdebat – tentang definisi dari prog. Bagi saya album ini termasuk album progressive rock. Selain lagu-lagunya, cover dari album ini merupakan salah satu cover art yang saya sukai.

Album yang sebetulnya sering saya suka putarĀ  secara komplit adalah Yes – Going for the one. Seharusnya album ini saya letakkan di paling atas. Hmmm… mikir …

Kalau album Marillion yang itu, merupakan album pertama kalinya saya mengenal Marillion dengan lebih intensif.

Blackfield merupakan album proyekan yang sebetulnya lebih condong ke pop, tetapi saya masukkan ke dalam list ini deh karena ini proyekan dari Steven Wilson (dedengkot / gitaris Porcupine Tree).

Tentang Jadis. Tidak banyak yang tahu band dari Inggris ini. Mereka mengeluarkan banyak album juga tetapi diterima biasa-biasa saja. Bagi saya album-album Jadis banyak yang bagus. Nah, album ini yang banyak saya putar. Maka dia saya tampilkan dalam daftar.

Album-album lain yang saya sukai juga, tetapi karena tugasnya hanya top-10 sehingga tidak masuk di daftar atas, antara lain:

  1. Pink Floyd – Animals
  2. Camel – Raindances
  3. Genesis – a trick of the tail
  4. Transatlantic – Whilrwind
  5. Chris Squire – Fish Out of Water
  6. Porcupine Tree – In Absentia
  7. Supertramp – Breakfast in America
  8. Asia
  9. Dream Theater – Images and Words
  10. Richard Wright – Wet Dream
  11. … dan banyak lagi … hi hi hi … (ini karena saya di komputer mobile, tidak ingat koleksi progrock saya lainnya)

Oh ya, salah satu cara saya memantau lagu-lagu yang saya putar (untuk mendapatkan statistik diri sendiri) adalah dengan menggunakan last.fm. Asyik mengetahui sebetulnya lagu apa saja yang kita dengarkan.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.939 pengikut lainnya.