Arsip Tag: Musik

Proposal Studio Musik?

Saya diberi tugas untuk membuat proposal studio musik untuk BanDos / ITB. Ada yang punya contoh? Kemungkinan yang saya butuhkan adalah data mengenai:

  1. pembenahan akustik ruangan (satuannya apa? per meter persegi?);
  2. listrik, AC, … (berapa titik outlet listrik);
  3. sound system (speakers, amplifier, microphone untuk penyanyi / flute / brass, kabel-kabel);
  4. amplifier untuk alat musik;
  5. alat-alat musik (drums, keyboard, gitar);
  6. peralatan pendukung (meja partitur, kursi).

Apa lagi ya? Ada yang punya contoh? Misalnya proposal untuk studio musik yang direntalkan.


Manggung di Depan Ribuan Orang

Tadi siang (sore) akhirnya saya manggung di depan 3000 orang. Lebih tepatnya di depan 3000 mahasiswa TPB ITB :)   Saya manggung dengan BanDos (Band Dosen ITB) di Sasana Budaya Ganesha. Kami hanya sempat membawakan 4 lagu karena waktu yang terbatas. Padahal kumpulan lagu kami ada puluhan :)    Yang penting jam terbang nambah. Alhamdulillah …

Ini foto dari atas panggung yang saya ambil dengan menggunakan handphone. Sayang kurang bagus ya? Di sebelah kanan ada banyak penonton lagi (pakai kaos putih semua).


Mencari Keyboards

Saya sedang mencari keyboards yang bisa dipakai di rumah tetapi juga bisa dipakai manggung. Harganya juga jangan yang terlalu mahal.

Kemarin kami sempat lihat-lihat Yamaha seri PSR itu, tapi bingung juga mau yang mana. Kemarin sih lihat yang PSR 710. Katanya ada yang PSR 910 (tapi yang ini tidak tahu harganya). Selain itu saya sempat melihat Korg (seri PA?) dan Roland juga, tetapi kok kayaknya yang Yamaha yang menarik. (Padahal dahulu saya lebih suka sound dari Roland.)

Saran?


Dicari Komponen Gitar

Kemarin saya dan anak saya ngoprek (tepatnya mbongkar) gitar. Kebetulan yang dibongkar adalah pickup-nya. Nah kepikiran mau eksperimen dengan pickup gitar. Ada yang punya komponen gitar – terutama pickup – yang gak kepakai. Mau dicoba-coba dipasang, dibongkar, diganti magnetnya, lilitannya, dan seterusnya. Pokoknya lagi nyari komponen gitar yang bekas, gratis, atau murah.

Punya?


[itu foto benerannya. yang dioprek, gitar GM03]


Kebiasaan Mendengarkan Lagu

Menyimak komentar-komentar di tulisan saya terdahulu, saya melihat ada dua kebiasaan yang berbeda dalam mendengarkan lagu; (1) yang senang lagu diacak, dan (2) yang senang lagu diurut. Saya lebih ke arah yang terakhir, terurut.

Kalau mendengarkan lagu biasanya saya mencari temanya. Misalnya, jika saya ingin yang bersemangat maka saya akan mainkan lagu-lagu rock yang bersemangat. Jika saya ingin memulai hari dengan tenang maka saya dengarkan lagu-lagu jazz-nya Bob James. Jika saya ingin menikmati musik, maka saya putar lagu-lagu progressive rock kesukaan saya. Atau kadang saya ingin mendengarkan lagu-lagu dari artis tertentu. Dan seterusnya. Pokoknya bertema begitu.

Memang kadang saya juga mendengarkan lagu secara acak, tapi jarang. Menarik juga melihat kebiasaan yang berbeda.


Mendengarkan Koleksi Musik

Saya perhatikan bahwa koleksi musik saya sekarang terfokus di komputer desktop. Kalau mau mendengarkan musik, terpaksa saya harus menghidupkan komputer dan duduk di depan komputer. Padahal duduk di depan komputer kan tidak terlalu nyaman untuk mendengarkan musik. Kadang ingin juga mendengarkan musik sambil selonjoran baca buku misalnya.

Saya sudah mencoba menggunakan MP3 player untuk memainkan lagu-lagu, tetapi ada banyak masalah. Awalnya saya menggunakan ipod versi pertama. Yang ini memorinya kecil dan akhirnya rusak batrenya. Kemudian saya menggunakan beberapa MP3 player murah meriah. Hasilnya juga buruk, yaitu kualitas suaranya jelek dan juga batrenya rusak juga. Mau beli MP3 player lagi atau ipod masih mikir-mikir. Masalah utamanya tetap sama, batre yang tidak tahan lama dan juga memorinya kecil.

Ada ide solusi?


Urusan Gitar

Pas hari Minggu, senar gitar putus. Sudah waktunya untuk mengganti senar gitar.

Kendorin senar dan lepas senar-senarnya. Sesekali ujung senar yang tajam nancep ke jari. Lumayan sakit juga. Setelah itu gitar dibersihkan (dilap-lap). Mumpung senarnya sedang tidak ada.

Menyiapkan senar baru. Pakai yang light saja supaya jari tidak terlalu berat :)

Beres … Senin bisa dipakai. Ternyata sekedar untuk mengganti senar gitar membutuhkan kesabaran.


Collins Goes To School

Beberapa hari yang lalu saya memberikan kuliah tentang “Kreatifitas dan Inovasi di Bisnis Digital”. Saya mencoba menjelaskan apa itu teknologi digital. Contoh yang saya ambil adalah dari dunia musik.

Dahulu industri musik dimulai dengan penjualan piringan hitam (vinyl records), yang notabene adalah teknologi analog. Kemudian muncul kaset, yang meskipun masih analog dan memiliki kualitas lebih buruk daripada piringan hitam tetapi menguasai pasar karena murahnya biaya reproduksi. Kemudian muncullah teknologi digital dengan compact disc (CD). Maka mulai terjadi perubahan industri musik. Terlebih lagi setelah muncul teknologi CD RW. Tambah lagi, muncul MP3 dan internet. Maka semakin menarik peta industri musik.

Agar mahasiswa paham tentang apa itu piringan hitam, maka saya bawa salah satu koleksi saya ke kelas untuk show and tell. Maka terjadilah potret ini, “(Phil) Collins Goes To School“.

Sayang sekali pemutar piringan hitam saya rusak jarumnya. Kayaknya mesti cari tempat untuk memperbaikinya di Bandung ya? Saya ingin menunjukkan (memperdengarkan) suara piringan hitam yang jauh lebih baik daripada CD sekalipun.

Oh ya, efek dari teknologi informasi tidak hanya muncul di industri musik saja tetapi juga di dunia perfilman (video), dan nantinya juga buku (penerbitan). Selamat datang teknologi digital …


Jreng!

Sebelum mengajar pagi (siang) ini, BanDos (Band Dosen) manggung dulu di Aula Timur. Sayang sekali waktunya mepet, 30 menit saja. Kami hanya sempat memainkan 5 lagu saja. Wah! Padahal tadinya kami sudah menyiapkan 10 lagu. Hadoh. Lain kali mudah-mudahan dapat kesempatan yang lebih lama :)

Jreng!

[Setelah itu simpan gitar, masuk ke kelas, mengajar :) ]


Pelajaran Manggung

Baru saja saya selesai manggung dengan BanDos (Band Dosen ITB) di acara Beatles Night, di cafe Dacosta, hotel Bumi Sawunggaling, Bandung. Nah, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik (lessons learned).

Yang pertama adalah sound system. Sound system yang digunakan tidak terlalu bagus. Pas-pasan gitu. Soundnya kurang jernih. Kami sendiri terpaksa membawa ampli untuk keyboard dan bass karena yang disediakan kayaknya kurang nendang :)   Tapi ini soal selera dan budget :)

Yang kedua adalah soal susunan lagu. Lebih dari seminggu sebelum acara ini berlangsung saya sudah memberikan daftar lagu kepada panitia pengelola. Tujuannya adalah agar lagu-lagu yang kami bawakan tidak bentrok / sama dengan lagu yang dibawakan oleh band lain. Jadi, bagi-bagi gitu. Kami tampil nomor dua. Betapa kagetnya saya ketika lagu yang dibawakan adalah lagu yang ingin kami nyanyikan. Bahkan ada 3 lagu yang sama; (1) Let it be, (2) Yesterday, (3) I saw her standing there. Saya protes ke panitia. Kalau tahu sama, ya kami bisa ganti lagu lain. Yang kasihan kan penonton, bosan mendengarkan lagu yang sama dibawakan oleh beberapa band.

Yang ketiga adalah soal kerja keras. Untuk main 9 lagu saja kami harus berlatih 3 kali, masing-masing sekitar 4 sampai dengan 5 jam. Itu di luar persiapan masing-masing, seperti misalnya mempersiapkan chord, lirik, dan latihan sendiri. Banyak orang yang mengira bahwa hal ini mudah. Tinggal tampil saja. Oh, tidak begitu.

Ada banyak hal yang lain, tapi saya sudah ngantuk. hi hi hi. Ini sudah jam 11 malam dan saya sudah capek seharian mempersiapkan diri untuk acara ini. (Kami tadi pagi latihan jam 11 pagi. Saya sendiri mulai dari jam 10. So, lebih dari 12 jam sudah.) Lain kali lagi akan kita bahas.

Oh ya, play list kami:

  1. Hey Jude
  2. Imagine
  3. Blackbird
  4. This boy
  5. The Long and Winding Road
  6. Here, there, and everywhere
  7. Something
  8. Yesterday
  9. I saw her standing there

Seharusnya ada satu lagu lagi yang tidak kami bawakan karena sudah dibawakan oleh band lain, yaitu Let it be. Band lain juga sudah membawakan Yesterday dan I saw her standing there, tapi ini tetap kami bawakan.

Maju terus …  Oh ya, kami senang bisa manggung di Cafe Dacosta. Mudah-mudahan bisa rutin.


Lagu Beatles Yang Mana?

Lagi kepikiran… Kalau mau bawain lagu Beatles dengan gitaran saja (dua orang atau sampai dengan 4 orang tapi tetap gitaran / akustikan saja), lagu apa yang bagus? Catatannya, sebaiknya lagu yang jarang dibawakan oleh orang lain karena kalau manggung dan lagunya sudah dibawakan oleh orang lain kan gak enak juga.

Ada usul?


(bersemangat untuk) manggung malam ini

Saya sedang bersemangat untuk manggung malam ini (di Hotel Sawunggaling). Sekarang sedang menyiapkan lagu-lagunya. Akord sudah ditata oleh pak Ofyar. Tinggal diprint saja. Atau sebetulnya bisa dikonversikan ke PDF dan ditampilkan dengan menggunakan iPad seperti yang dilakukan oleh Adi. Hmm… Latihan bentar ah sebelum berangkat latihan futsal.

Jreng.


An evening with Bandos

Bandos (band dosen ITB) akan manggung di Dacosta Cafe, Bandung.

Tanggal: 12 Maret 2011
Waktu: 19:00 – 22:00 (malam Minggu)
Hotel Bumi Sawunggaling
Jalan Sawunggaling no 13
Bandung 40116

Diharapkan datang, makan di sana (bayar sendiri-sendiri tentunya, hi hi hi), dan yang paling penting melihat dan mendengar Bandos.

Be there or be square … :)

Kalau nanti memang sukses, ya mungkin bisa dilanjutkan menjadi rutin.


Belum pernah dengar Beatles??? HAH?

Baru saja nonton American Idol. Kali ini lagu yang harus mereka bawakan adalah lagu-lagu dari the Beatles. Yang menarik adalah beberapa kontestan ada yang belum pernah dengar the Beatles. Hah??? Are you kidding? Apparently, no! Ada di antara mereka yang belum mengenal the Beatles.

Saya masih belum mengerti … The Beatles merupakan salah satu fenomena dunia pop. Rasanya popularitas mereka juga belum menurun. Apple saja sempat menampilkan halaman iTunes dengan tema the Beatles, maksudnya sudah menjual lagu-lagu the Beatles.

Atau memang dunia sudah berubah dan the Beatles sudah hilang tinggal kenangan?


Senar Gitar

Setelah kembali dari reparasi, gitar akustik (classic – merek Welldone, yang kayaknya buatan Arista?) kami harus diganti senarnya. Ini dia senar yang kami gunakan. Gak tahu ini yang bagus atau bukan. Harganya juga lumayan tuh. (Lihat saja di fotonya :) )

Ada saran jenis senar yang lain?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.078 pengikut lainnya.