Tag Archives: Musik

Insan Music Store

Progress dari toko musik digital kami.

Pertama, situs web sudah siap di www.insanmusic.com. Masih sederhana dan akan diperbaharui secara berkala. Yang penting up and running dulu. hi hi hi.

Kedua, hari Minggu ini (4 Mei 2014) kami akan buka lapak kembali di Bandung Car Free Day (CFD). Tempatnya di depan Bank BRI. Acaranya jam 7 pagi sampai jam 10 pagi. Jika Anda memiliki lagu dan siap untukj didistribusikan melalui toko musik kami, bawa langsung ke sana dan tanda tangan kontrak di sana.


Software Musik Open Source

Kemarin saya memberikan presentasi tentang software-software musik open source di acara ICrOSS 2014 (Indonesia Creative Open Source Software), yang diselenggarakan di hotel Bumi Surabaya. Pada intinya sekarang sudah banyak software untuk musik yang berbasis open source; mulai dari music player, composer, MIDI sequencer, sampai ke untuk rekaman dengan kualitas studio.

Salah satu yang kami demokan di acara itu adalah Ardour. Lihat situs webnya deh. Ini sebuah aplikasi yang komplit, yang dapat digunakan untuk merekam lagu dalam bentuk audio dan MIDI. Kualitasnya tidak kalah dengan yang proprietary. Saya sendiri lebih sering menggunakan Audacity, untuk merekam genjrengan sendiri atau bahkan untuk mengubah dari kaset ke MP3. Sayangnya tidak banyak studio yang tahu tentang aplikasi-aplikasi ini. Kebanyakan masih menggunakan software bajakan atau menggunakan versi gratisannya yang terbatas.

Di akhir presentasi ada tanya jawab. Salah satu pertanyaannya adalah adakah komunitas yang ngoprek software musik open source ini di Indonesia?


Karakteristik Bandung Car Free Day

Hari ini untuk kedua kalinya kami buka lapak toko musik digital kami (Insan Music Store) di Bandung Car Free Day (CFD). Tujuannya masih seperti sebelumnya, yaitu untuk memperkenalkan layanan kami. To test the market, sort of speak.

Saya melihat bahwa tujuan mayoritas dari pengunjung CFD adalah untuk berjalan-jalan. Berolahraga sambil rileks dengan keluarga atau teman. Tadinya saya pikir kebanyakan adalah duduk nongkrong beli ini dan itu. Ternyata mereka tidak membeli. Mereka berjalan. Saya perhatikan yang jualan minuman di samping stand kami tidak berhasil menjual minumannya. Sebetulnya terjual tetapi nampaknya tidak seperti yang dia harapkan. Di depannya, jualan es lilin, demikian pula. Samping kanan jauh, jualan otak-otak juga demikian. Ada yang beli tetapi tidak banyak.

Untungnya tujuan kami berada di sana bukan – belum – untuk berjualan tetapi justru untuk mendapatkan lagu-lagu dari artis / band yang sudah memiliki lagu dalam format digital. Nampaknya kalau untuk berjualan, mungkin CFD bukan tempatnya. Entahlah kalau kami nanti sudah mulai menggelar lapak digital kami; lengkap dengan access point dan notebook untuk mendengarkan musik. We’ll see.

Saya belum tahu apakah yang berjualan di Gasibu (sekarang seberangnya, yang lebih dekat ke Unpad) memiliki karakterisik yang sama atau tidak. Mungkin ada yang tahu? Sementara ini kalau Anda ingin berjualan dengan skala yang besar di CFD, pikir-pikir dulu.


Masih Soal Toko Musik Digital

Beberapa hari ini saya masih memikirkan soal toko musik digital kami. Hari Minggu – ya, betul, besok! – kami mau buka lapak di Bandung Car Free Day. Ini sih modal nekad saja. Pasalnya kalau tidak diniatkan dan dinekadkan begini mungkin tidak maju-maju. Jadi besok mau buka lapak saja.

Tujuan utama besok adalah untuk melihat situasi pasar, memperkenalkan diri, dan mencari band / artis / musisi yang berminat memasukkan lagunya di toko musik kami. Itu saja. Jadi hari ini saya masih kirim email ke sana ke mari untuk memberitahu soal ini. Dadakan juga sih. Soalnya hari-hari sebelumnya saya disibukkan oleh urusan kuliah dan sejenisnya.

Semoga lancar besok. Jreng!


Jual Beli Musik Digital

Setelah vakum (2 tahun?) saya akan mulai jual beli musik digital (MP3) lagi. Aplikasi sistem pengelolaan jual beli musik digital ini sudah siap dan hari Minggu ini akan kita cobakan di tempat Bandung Car Free Day. Bagi Anda (band, pemusik, dll.) yang telah memiliki lagu-lagu dalam format MP3 dan siap dijualkan, silahkan hadir di sana.

Insan Musik FAQ


Musik Yang Saya Dengarkan

Hebatnya teknologi informasi adalah dia dapat membantu untuk mengerti tentang diri kita sendiri. Saya ingin tahu sebetulnya musik apa saja yang saya dengarkan dan siapa saja yang saya sukai. Ada layanan “Last.fm” yang mencatat lagu-lagu apa saja yang saya dengarkan dan membuat statistik tentang hal itu. Berikut ini adalah top 5 artis / band yang saya dengarkan.

last-fm-2014

Saya tidak heran dengan hasilnya. Memang saya menggemari musik berjenis progressive rock. Maka dari itu tempat teratas adalah Genesis. Saya tidak perlu menjelaskan tentang Genesis ya karena dia sudah merupakan band yang sangat populer.

Dua band lagi, Blackfield dan Jadis juga memiliki jenis musik yang berbau progressive rock meskipun yang Blackfield sendiri lebih pop. Blackfield merupakan kolaborasi dari Steven Wilson (yang biasanya dikenal orang sebagai gitaris dan composer band Porcupine Tree) dan penyanyi Aviv Geffen. Bau-bau progressive rock muncul dari Steven Wilson – yang mana saya menyukai komposisinya. Jadis merupakan band dari gitaris Gary Chandler. Dia biasanya mengajak kawannya dari band IQ, yang merupakan band progressive rock. Jadi itulah warna progressive rocknya. Oh ya ini juga menunjukkan betapa saya menyukai komposisi yang dibuat oleh gitaris :)

Beatles? Tak perlu saya jelaskan meskipun saya sempat kaget anak-anak muda sekarang banyak yang tidak tahu siapa itu Beatles. Hadoh. Ampuuunnn deh.

Ada Band merupakan band favorit saya – sampai-sampai saya pernah membuat situs web untuk mendaftar lagunya. hi hi hi. Sayang sekali mereka tidak seproduktif dulu. (Saya juga menyayangkan Khrisna Balagita tidak di situ lagi, tetapi saya menyukai keduanya – karya Ada Band dan karya Khrisna. I just wish they can be together again.) Yang menarik dari statistik ini adalah ada band dari Indonesia yang ternyata mencuat di dalam statistik saya. Satu lagi yang dulunya menempati tempat teratas adalah Chrisye, tetapi sayangnya saya sekarang mulai jarang mendengarkan lagu Chrisye sehingga dia hanya ada di urutan nomor 10. Tapi jangan salah, saya selalu menyukai karya alm. Chrisye.

Jreng!


Analog Media

Dua minggu yang lalu saya menjelaskan tentang analog dan digital media di kelas. Maka kemarin, saya bawa piringan hitam untuk menunjukkan kepada mahasiswa. Kebetulan yang saya bawa adalah album dari Boston dan Lionel Richie. Sayangnya saya tidak punya pemutarnya yang bisa dibawa ke kelas. Jadi pas muter lagu Boston, kurang terdengar garangnya. he he he. (Sebelum kelas dimulai, saya putar videonya Steven Wilson, Drive Home.)

vinyl 1000

[Ini foto kedua album tersebut. Dipotret di ruang kerja saya.]

Sebetulnya saya juga membawa kaset ke kelas, tetapi ini tidak begitu menarik. Mereka sudah tahu apa itu kaset dan tidak menarik bagi anak-anak sekarang, yang notabene mendengarkan MP3.

Sebetulnya saya ingin menunjukkan musik digital, yaitu dengan MIDI dan kawan-kawannya. Tapi persiapannya nampaknya harus lebih berat lagi. Ya kapan-kapan deh.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.835 pengikut lainnya.