Tag Archives: postaday2011

Update Kernel Linux (dan hal-hal lain yang terkait)

Secara tidak sengaja kernel di komputer Ubuntu saya terupdate. Maksudnya, saya melakukan proses update tanpa sadar bahwa dia juga memasang kernel terbaru (yang ada didistribusi Ubuntu 11.10). Kernel ini 3.0.0. Repotnya, begitu kernel terpasang maka dia menjadi pilihan utama (default selection) ketika komputer dinyalakan.

Komputer saya menggunakan kartu grafis dari Nvidia, tepatnya Nvidia GeForce 9500 GT. Repotnya adalah driver Nviudia untuk kernel terbaru tidak didistribusikan begitu saja oleh Ubuntu. Ini mungkin terkait dengan lisensi Nvidia yang tidak cocok dengan semangat Ubuntu. Artinya saya harus mengambil sendiri drivernya.

Tadinya saya pikir saya bisa menggunakan driver Nvidia yang sudah saya miliki dari konfigurasi sebelumnya, tetapi ternyata dia mengalami kesulitan dalam pemasangannya karena masalah dengan kernel. Konfigurasi makefile yang ada tidak dapat mengenal versi kernel. Duh. Akhirnya setelah ngoprek seharian tidak beres, saya putuskan untuk download drivernya.

Ah, sekalian download kernel linux yang terbaru saja. Saya download kernel 3.2.9 dari http://www.kernel.org. Proses ini juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit karena saya download sedikit demi sedikit. Setelah terkumpul, barulah saya lakukan proses perakitan (compile). Ekstrak berkas linux-3.2.9-tar.bz2 di /usr/src.

Tantangan. Saya hampir tidak pernah menyimpan berkas konfigurasi dari kernel lama saya. Jadi dalam merakit kernel yang baru, saya lakukan dari awal. From scratch.  Jalan yang saya lalui adalah jalan yang saya kenal, yaitu dengan menggunakan “make menuconfig”. Pemilihan konfigurasi dilakukan dengan menggunakan menu (dengan curses tepatnya). Untuk setiap menu harus saya hapuskan driver-driver atau fitur yang tidak saya butuhkan. Melelahkan. Lain kali harus saya simpan konfigurasi kernel yang sudah jalan :)

Setelah kernel terkonfigurasi, saya rakit dengan menggunakan “make bzImage”. Ini saya lakukan karena saya tidak suka kernel terpasang secara otomatis. Saya suka melakukannya secara manual. Yang saya minta adalah membuat berkas kernel dalam bentuk “bzImage”. Maka komputer patuh dan dia mulai merakit. Cukup lama juga ternyata proses compile di komputer ini. Hasilnya ada di dalam berkas “arch/x86/bzImage”. (Or something like that. Lupa :))

Berikutnya adalah saya harus membuat modules untuk kernel ini. Maka saya lakukan “make modules”. Lagi-lagi komputer bekerja untuk menghasilkan modules. Setelah itu modules saya install, “make install_modules”.

Setelah selesai, maka saya copy “bzImage” itu menjadi “/boot/vmlinuz-3.2.9″ dan “System.map” yang ada ke “/boot/System.map-3.2.9″. Setelah itu saya lupa harus apa. Pokoknya harus edit grub2 di /boot/grub. Setelah baca sedikit akhirnya saya hanya perlu melakukan “update-grub”. Beres. Reboot. Maka Linux 3.2.9 ada di pilihan boot.

Langkah selanjutnya adalah memasang driver Nvidia. Berkas yang saya peroleh dari situs Nvidia adalah “NVIDIA-Linux-x86-295.20.run”. Ini juga tadinya hanya menebak karena kartu grafis saya sudah tidak ada lagi dalam daftar driver yang bisa di-download dari situs Nvidia. Halah. Saya jalankan “sh NVIDIA… (dst.)” dan ikuti pilihan. Meskipun ada error, saya paksa saja. Setelah driver terpasang, maka saya reboot lagi.

Ubuntu saya sekarang menggunakan kernel 3.2.9 dengan Nvidia. Phew …


Isi dan Urutan Kontak di Handphone

Bagaimana Anda mengisi nama orang dai daftar kontak handphone Anda? Kalau orang asing, ada nama belakang sehingga entry kontak di handphone diurutkan berdasarkan nama belakang. Kalau di Indonesia bagaimana? Biasanya urutan berdasarkan nama depannya.

Selain hal itu, kadang saya mengingat nama orang bukan nama belakangnya tetapi nama depannya. Jadi, akhirnya yang saya isikan pada “lastname” adalah nama komplit dari orang yang bersangkutan. Atau bahkan yang saya isikan adalah nama yang saya ketahui dari orang yang bersangkutan.

Kadang saya mengisikan tempat kerja sebagai last name dari orang yang bersangkutan. Jadi saya bisa saja menulis: last name = ITB, first name = Budi

Bagaimana dengan Anda?


Mau?

Maicih merupakan fenoma kripik pedas dari Bandung. Awalnya dijualnya juga melalui twitter. Orang harus mencari di mana mobil penjual maicih berada. Sekarang hampir di semua tempat di Bandung menjual kripik ini.

Ada beberapa level. Level 3 merupakan yang paling tidak pedas. Saya sendiri tidak mencobanya karena perut tidak kuat :)

Selain maicih sekarang ada beberapa nama kripik pedas lagi. Mau?


Pegawai Toko Buku

Iseng-iseng tadi mampir ke sebuah toko buku. (Sedang berbelanja, belok sebentar.) Saya berani ke toko buku karena sudah tahu ada banyak eBook yang belum saya baca dan belum berani beli buku lagi. Ini hanya sekedar lihat-lihat saja.

Saya perhatikan pegawai toko buku ini berdiri diam saja. Melamun-melamun. Memang toko sedang sepi. Mungkin karena waktunya siang hari dan lebih banyak orang di rumah atau sedang cari makan. Entahlah. Yang menjadi perhatian saya adalah para pegawai toko buku ini. Mengapa mereka bosan ya? Padahal toko buku ini … ya banyak buku :)

Maksud saya begini. Saya senang ke toko buku atau ke perpustakaan hanya untuk sekedar melihat-lihat atau browsing buku saja. Betapa senangnya kalau saya punya toko buku. Yang terbayang oleh saya adalah asyiknya bisa baca buku macam-macam. Tidak ada habisnya. Tidak membosankan. Nah, mengapa para pegawai ini tampak bosan ya?

Salah satu dugaan saya adalah para pegawai ini bekerja di toko buku ini bukan karena suka buku, tetapi karena dapat pekerjaan sebagai pegawai saja. Buku mungkin bukan minat (passion) mereka. Jadi bagi mereka ini mungkin tidak ada bedanya dengan dagang buah-buahan atau material. Tidak ada yang menarik. Sekedar bekerja saja. Betapa menyedihkannya. Mereka bekerja tidak dengan suka cita tetapi dengan penuh kebosanan dan mungkin penderitaan. Padahal bagi saya, toko buku tidak pernah membosankan. Mereka semestinya kerja di tempat lain saja yang membuat mereka lebih bahagia.

Hmmm …


Lebih Dari Sekedar Yang Terlihat

Pagi ini saya mendengarkan album Foxtrot dari band Genesis. Entah kenapa pilihan saya jatuh ke album ini.

Lagu pertama dari album itu adalah “Watcher of the skies”. Sebuah lagu yang sangat bagus. Saya sudah mendengarkan lagu ini berkali-kali sejak dari SMP, yang mana itu sekitar 30 tahun yang lalu. Kemudian baru teringat oleh saya bahwa saya sering kali memotret langit, the skies. Wah saya adalah “watcher of the skies”. Saya jadi ingin tahu lebih banyak tentang apa yang diceritakan dalam lagu itu. Maklum, lagu-lagu Genesis yang lama sarat dengan makna. Maka mencarilah saya di internet.

Pencarian saya jatuh ke halaman ini – http://www.songmeanings.net/songs/view/1624/. Di halaman itu ada diskusi mengenai makna dari lagu watcher of the skies. Kebanyakan jatuh ke cerita buku karangan Arthur C. Clarke, “Childhood’s End”. Tidak usah saya ceritakan di sini ya. Silahkan kunjungi halaman di atas.

Yang menarik bagi saya adalah adanya keterangan mengenai sampul album (cover art) dari album Foxtrot tersebut. Ternyata ada banyak cerita di dalam gambar tersebut. Whoa! Lebih dari sekedar yang terlihat. Saya menjadi mengerti mengapa ada fox dan mengapa dia menggunakan baju merah. Ini juga membuat saya mengerti mengapa Peter Gabriel di panggung menggunakan kostum tersebut.

Sayang sekali tidak banyak cover art yang dikerjakan dengan hati seperti itu. Sampul album musik kebanyakan hanya foto sang artis / band. Narsis. He he he. Tidak ada yang salah, tetapi yang seperti ini tidak bertahan lama. Bukan (maha)karya. Album Foxtrot dari Genesis itu sebagai contoh dari album yang sudah lebih dari 30 tahun tetapi masih tetap nikmat untuk didengarkan – dan sekarang juga untuk dilihat!


Opsi Ubah Fonts

Mengapa sebagian besar aplikasi tidak mengijinkan saya menggubah fonts-nya? Padahal salah satu alasan memilih sebuah aplikasi adalah adanya customization untuk mengubah fonts-nya.

Salah satu alasan saya menggunakan seesmic.com (melalui web) sebagai twitter client saya adalah karena saya dapat mengubah tampilannya (baca: fonts) dengan menggunakan userstyles. Sementara itu aplikasi twitter client lainnya (yang bukan web-based) tidak bisa. Aneh juga. Itu hanya contoh salah satu aplikasi saja.

Jadi, kalau Anda membuat aplikasi, tolong berikan opsi untuk mengubah fonts. Kalau tidak, kemungkinan saya tidak akan menggunakan aplikasi Anda. he3. Pake ngancem segala :)


Tidak Kenal Menteri

Baru saja saya membaca sepintas tentang seorang menteri Indonesia di sebuah milis. Yang menarik bagi saya adalah saya baru mendengar nama menteri ini. Saya merasa aneh sendiri. Dahulu rasanya saya tahu nama-nama menteri. Bahkan bukan hanya namanya saja, tetapi sebagai menteri apa. Sekarang? Saya tidak tahu.

Mungkin ini disebabkan oleh karena banyaknya jumlah menteri? Atau karena saya tidak mau tahu? Mungkin yang terakhir itu. Mungkin saya merasa bahwa nama-nama menteri itu tidak penting sehingga tidak perlu dihafal. Jangankan untuk dihafal, untuk sekedar tahu pun tidak ada daya tariknya. Keberadaan mereka gak ngaruh.

Bagaimana dengan Anda? Tahukah Anda nama-nama menteri sekarang?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.837 pengikut lainnya.