Arsip Tag: postaday2013

Mengeluhkan Kualitas Layanan Seluler

Ini untuk kesekiankalinya saya mengeluh soal layanan seluler. Ada banyak iklan dari operator yang mengatakan dia yang paling cepat dan seterusnya, tetapi ini bohong belaka. Banyak pelanggan, setidaknya … saya, yang merasa tertipu.

Saya terpaksa masih menggunakan layanan seluler dari berbagai operator karena semuanya sama buruknya. Pasrah? Mana peran pemerintah ya? Seharusnya penyelenggara jasa komunikasi ini didenda karena membuat iklan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Terima kasih telah mendengarkan keluh kesah ini. Untung ada blog. hi hi hi. Padahal sebetulnya saya maunya blog ini membuat tulisan yang positif, tetapi untuk topik yang ini dengan memohon maaf yang sebesar-besarnya terpaksa nuansa negatif ditampilkan. Habis mau bagaimana lagi?


Indahnya Indonesia

Kemarin sore saya mengendarai mobil dari Jakarta menuju Bandung. Di tol Cipularang pemandangannya luar biasa. Saya lihat di kanan jalan, wah … indahnya langit. Sayangnya saya tidak boleh berhenti untuk mengabadikannya. Berhenti di pinggir jalan tol ini berbahaya. (Ada terlalu banyak orang bodoh yang melaju di bahu jalan.) Mestinya dibuat sebuah tempat perhentian untuk menikmati indahnya alam ini.

Akhirnya ada kesempatan memotret, yaitu pas di rest area. Sayangnya pemandangannya sudah berbeda. Yang tadi lebih bagus sekali. Hik hik hik nyesal gak bisa motret. Nanti saya coba pasang foto yang saya peroleh dari tempat ini.  Setelah itu sempat kena macet sedikit. Cepat-cepat saya potret dengan kamera yang ada. Ini dia hasilnya.

20130618_175729 dusk 1000

Indahnya Indonesia…


Phew

Beberapa hari terakhir ini saya kembali masuk ke super-sibuk-mode. Akibatnya saya tidak sempat ngeblog. Ini bukan sekedar alasan, tetapi memang benar-benar sibuk.

Kemarin saya memulai hari dari pukul 2:30 am. Pukul 3-an saya sudah harus menuju Jakarta. Sampai di Jakarta saya langsung ada kerjaan dan kemudian kembali ke Bandung. Sampai di Bandung sudah pukul 10 malam. Saya sudah terlalu lelah dan harus istirahat. Kalau saya tidak istirahat, saya bisa keterusan kerja sehingga terjaga 24 jam.

Dan kesibukan ini masih berlangsung … Tapi kesempatan singkat ini saya gunakan untuk ngeblog. Upload foto dan baca buku terpaksa harus menunggu.


Mau?

Ini makan siang saya, nasi dan ayam bakar.

20130617_125921 ayam bakar 1000

Katanya makanan yang bakar-bakaran dianggap kurang sehat ya? Jadi gimana dong? Mosok semua makanan harus dikukus / rebus?


Hujan Terus

Sekarang setiap hari (sore) Bandung diguyur hujan. Untungnya tadi pagi sempat cerah sebentar. Lumayan buat mengeringkan cucian. Ini dia fotonya.

20130615_120538 tree sky 1000

Nah kalau foto hujannya saya tidak punya. Lagian, males ke luar hujan-hujanan.

Eh, memangnya sekarang sudah musim hujan gitu? Saya kok sudah tidak bisa mengingat-ingat kapan musim kemarau dan kapan musim hujan. Kayaknya sekarang kacau balau deh.


Susahnya Memproses Big Data

Di era informasi ini kita kebanjiran dengan data. Dari data yang ukurannya raksasa-raksasa ini – big data – kita dapat mencoba mencari makna. Misalnya, adanya data status dari Facebook atau Twitter kita dapat mencoba memahami mood dari orang di Indonesia. Hanya saja ternyata untuk memproses data yang sangat besar ini tidak mudah.

Masalah yang dihadapi itu bukan kita tidak tahu rumusnya, tetapi jumlah data yang sangat banyak. Ini yang sulit dipahami oleh orang banyak. Scale does matter. Kan rumusnya sudah ada. Lantas apa susahnya untuk menghitungnya? Kalau lambat, ya tambahi komputer yang digunakan untuk menghitung. Sayangnya tidak demikian  mudah solusinya dengan hanya menambahkan hardware saja.

Sebagai contoh, menghitung rata-rata dari 10 buah bilangan dapat dikatakan mudah. Menghitung rata-rata dari 70 juta bilangan dapat dikatakan tidak mudah. he he he.

Itulah sebabnya akhir-akhir ini IEEE banyak membahas tentang big data ini. Memang ini eranya dan memang masih ada masalah (sumber daya komputasi) untuk memproses big data ini.


Mencari Desain Cinderamata

Kami sering mengadakan training dan juga membantu program sosialisasi (security) bagi banyak pihak. Salah satu barang yang kita butuhkan adalah cinderamata (merchandise). Masalahnya adalah kami sering kesulitan untuk mencari cinderamata yang pas.

Sebagai contoh, sudah lama kami mencari cinderamata yang berbentuk jam meja. Herannya ternyata susah mendapatkan yang cocok dengan keinginan kami! Sudah nemu tempat yang punya contoh bagus, pas dipesan ternyata habis barangnya dan tidak bisa produksi lagi. Aneh juga.

Ada yang tahu tempat-tempat desain cinderamata yang bagus dan murah?

Mungkin sekolah desain (dan kriya?) bisa membantu kami untuk masalah-masalah seperti ini. Nampaknya ada banyak perusahaan dan kelompok yang membutuhkan layanan ini.


Coba Foto S4

Ini percobaan foto pertama saya dengan menggunakan Samsung Galaxy S4.

20130614_042851 s4 1000 vig

Wow. Pasti pada pengen kan? hi hi hi. Mau eksplorasi lebih lanjut ah.

Update. Ini foto berikutnya. Mau? :)   Mau makanannya atau mau S4-nya? Kalau mau S4-nya lihat ke tulisan saya sebelumnya. hi hi hi.

20130614_061200 mandi 1000


Ingin Punya Handphone Baru?

Flash back dulu ya. Sejak pertama kali melihat iklan Samsung Galaxy S3,. saya langsung ngiler. Ingin punya handphone ini. Ada beberapa alasan kenapa saya ingin punya perangkat ini.

Yang pertama adalah saya ingin punya handphone yang merangkap bisa menjadi kamera digital. Artinya kualitas kameranya harus baik. Yang kedua, saya ingin melakukan eksplorasi sistem operasi Android. Maklum, sebagai orang yang senang ngoprek komputer saya ingin sekali ngoprek Android. Yang ketiga, ukuran handphonenya tidak terlalu kecil (karena mata saya susah baca huruf yang kecil) dan tidak terlalu besar (harus cukup masuk ke saku celana). S3 cocok untuk ini semua – dan bahkan melewati syarat minimal di atas.

Setiap ke toko elektronik, saya melihat-lihat S3 ini. Layarnya keren banget. Jadi tambah pengen saja. Hadoh.

Eh, ternyata anak saya membeli Samsung Galaxy S3 ini. Saya minta dia memotret dan mengirimkan hasilnya. Ternyata memang hasil fotonya tidak mengecewakan. Bagus sekali. Jadi semakin menguatkan keinginan saya untuk memilikinya.

Nah, sebelum saya sempat beli – eh sebetulnya sudah sempat beli juga tetapi ditebus keponakan – sekarang sudah muncul Samsung Galaxy S4, yang notabene adalah versi baru dari S3. Tentu saja fitur-fitur lamanya masih ada dan malah bertambah lebih bagus lagi. Kerenlah. Saking pengen punya, saya lihat iklan-iklannya di YouTube. Coba lihat deh. Menarik.

Selain yang itu masih ada iklan yang lucu. Silahkan search di YouTube :)

Sekarang kalau ke toko elektronik, saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat Samsung Galaxy S4 ini. Saya baru tahu bahwa ternyata ada program Galaxy EuFOURia. (Saya tampilkan gambarnya di sini. Sumber / info lengkapnya ada di URL itu.)

How to play #GalaxyEuFOURia (1)

Galaxy EuFOURia ini adalah sebuah program yang data kita ikuti untuk mendapatkan Samsung Galaxy S4 secara gratis! (Iya … gratis!) Caranya cukup simpel. Anda pergi ke Samsung Experiential Shop (SES). Ini ada beberapa contoh lokasinya. (Lengkapnya ada di web.)

  1. Medan. (a) SES at Sun Plaza; (b) SES at Hermes Palace
  2. Surabaya. (a) SES at Ciputra World; (b) SES at Tunjungan Plaza
  3. Jakarta. (a) SES at Mall Taman Anggrek; (b) SES at Senayan City; (c) SES at Summarecon Mall Serpong; (d) SES at Grand Indonesia; (e) SES at Pondok Indah Mall; (f) SES at Emporium

Di SES ini Anda bisa mencoba-coba Samsung Galaxy S4. Setelah itu Anda diminta untuk menuliskan pengalaman Anda. Semacam testimonial gitu. Hanya itu saja. Gak susah. Ada satu Samsung Galaxy S4 setiap minggunya untuk pemenang. Waw!

Jadi kapan mau ke sana dan mencoba?


Bolehkah Pakai Handphone di Pesawat?

Tadi pagi saya diwawancara via telepon oleh sebuah radio swasta di Jakarta. Pertanyaannya adalah seputar pemakaian handphone di pesawat. Bolehkah? Kalau tidak boleh kenapa?

Jawaban singkat saya, matikan handphone di pesawat.

Jawaban panjangnya begini. Memang benar bahwa sistem handphone memiliki frekuensi kerja yang berbeda dengan sistem komunikasi (dan navigasi) pesawat. Teorinya mereka tidak saling berinterferensi. Itu teorinya lho. Bagaimana dengan implementasinya?

Perangkat atau sistem komunikasi diimplementasikan dengan menggunakan rakaian elektronik serta lengkap dengan kabel-kabelnya. Sering implementasi menghasilkan interferensi jika diimplementasikan tidak sempurna. Untuk rangkaian yang sederhana dan yang beroperasi dengan frekuensi rendah tidak terlalu masalah, tetapi untuk rangkaian dengan frekuensi tinggi (seperti yang digunakan di handphone dan sistem komunikasi lainnya) kebocoran frekuensi dapat terjadi.

Masih ingat jaman dahulu ketika masih hobby radio amatir ada istilah spleteran … he he he. Desain amplifier gak beres dan sinyal bocor kemana-mana (bukan di frekuensi yang dikehendaki saja). Pada marah-marah. he he he.

Mungkin kita pernah pergi ke acara kawinan atau acara musik yang menggunakan speaker besar. Eh, terdengar radio masuk ke dalam sound system yang digunakan. Padahal sound system ini tidak dirancang untuk jadi radio kan? he he he. Toh nyatanya terjadi juga interferensi seperti itu. Yang salah bisa jadi sound system-nya (atau bahkan cara menggelar kabel-kabelnya).

Beberapa tahun yang lalu saya coba eksperimen (dan mungkin sekarang masih bisa?). Dekatkan handphone Anda dengan monitor komputer (yang masih menggunakan CRT) atau layar TV (yang menggunakan CRT) yang sedang hidup. Lantas coba Anda panggil (telepon) handphone Anda. Maka layar komputer akan berdansa! Terganggu! Nah. Bayangkan jika layar itu digunakan di pesawat. he he he.

Atau, pernahkah Anda mendengarkan pidato / ceramah yang tiba-tiba ada suara keras “kretek kretek kretek” karena handphone sang pembicara ditelepon dan sinyalnya masuk ke microphone? Ini untuk menunjukkan bahwa interferensi itu terjadi.

Alat-alat elektronik yang beredar seharusnya mendapatkan sertifikasi pengujian lolos interferensi itu. Kenyataannya kan tidak. Anda membeli handphone atau tablet dari luar negeri terus dibawa ke Indonesia. Nah. Gimana tuh.

Airplane mode? Ah ini saya bahas di lain kesempatan saja.

Singkatnya, matikan handphone di pesawat.


… saya ingin bercerita

Baru saja saya nonton serial Castle di TV. Seru pokoknya. Ini cerita yang mana Castle akhir ketemu bapaknya tanpa direncanakan. Yang paling saya sukai justru pada bagian akhirnya, di mana si Castle berkata kepada ibunya, “You know mom, I have something to tell you.” dan kemudian berhenti. Hi hi hi. Pemirsa diharapkan melanjutkan sendiri.

Kalau di sinetron Indonesia, akhirnya tidak begitu tetapi sang jagoan (dalam hal ini si Castle-nya) berkata kepada ibunya: “Ibu, tahukah ibu bahwa saya ketemu bapak“. he he he. Semuanya harus dikatakan secara eksplisit. Patronizing. Tidak percaya kepada kita bahwa kita dapat memikirkan alur cerita yang lebih menarik di kepala masing-masing.

Padahal yang justru menarik adalah jika ceritanya dibuat menggantung. Ini memberikan kesempatan kepada pemirsa untuk mengkhayal. Bagaimana ya si Castle akan cerita ke ibunya? Bagaimana ya respon ibunya? Gembira? Sedih? Itu adalah hak yang pantas dinikmati oleh pemirsa. Hak untuk mengkhayal.

Jadi, begini ya para pembaca sekalian, saya ingin bercerita …


Terlalu Banyak Keinginan

Saya masih heran ada orang yang bisa nganggur, tidak mengerjakan apa-apa. Waktu bagi mereka adalah hal yang melimpah. Sementara saya merasa kekurangan waktu untuk mengerjakan banyak keinginan. Terlalu banyak ide yang ingin saya kerjakan.

Saya ingin menulis buku. Itu sudah saya mulai dengan membuat draft. Ada beberapa (belasan?) draft buku yang belum dapat saya selesaikan karena mereka membutuhkan waktu untuk diselesaikan. “Tinggal” ditulis. Masalahnya ya itu, “tinggal”. he he he. Topik bukunya macam-macam: progressive rock, start-up, security, malware, leadership, dan bahkan sekedar fiksi saja. (Ini juga ternyata tidak hanya “sekedar” – he he he.)

Saya ingin coding. Ada beberapa ide proyek yang ingin saya buat. Sudah saya ceritakan ke banyak orang tetapi belum ada yang mau merealisasikannya. Ide membuat web yang menanyakan sesuatu dan dijawab dengan tiga kemungkinan jawaban (1) positif; (2) netral; (3) negatif. Pertanyaannya itu bisa macam-macam. Di kemudian hari ini digabungkan dengan wearable computing. Simple tapi tidak ada yang mengeksekusinya. Eh, tidak simpel ding, Saya ingin agar loginnya menggunakan facebook / twitter saja. Berarti harus belajar OAuth dulu. Yaaahhh

Saya ingin belajar fotografi dengan lebih serius. Berarti harus baca, eksperimen, dan berguru. Nah itu semua membutuhkan waktu. Ada beberapa eBooks yang sudah saya download tetapi belum sempat dibaca. Terus ada banyak (buanyaaaakkkk) foto yang belum sempat saya proses dan upload.

Saya ingin update web site saya; menambahkan (mengonlinekan) tulisan-tulisan & presentasi-presentasi saya, makalah-makalah mahasiswa, dan banyak lagi.

Saya ingin … Eh, stop, stop, stop. Itu masih banyak tugas yang harus diselesaikan. Maaf harus kembali ke dunia nyata dulu, periksa tugas mahasiswa. hi hi hi.


Bodoh Dipelihara

Akhir-akhir ini kok isi TV Indonesia adalah berita orang-orang yang berkelakuan bodoh. Tidak perlu saya sebutkan contohnya kan? Eh, jangan-jangan sebetulnya dari dulu juga sudah begitu. hi hi hi. Saya memang jarang menonton TV Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah orang-orang ini tidak punya teman atau saudara yang mengingatkan mereka bahwa mereka itu salah. Diam dan minta maaf.

Akibatnya kebodohan itu terus dipelihara. Waks!


The One

IMG_20130531_114005 masjid 1000 bw


Leadership

Sebetulnya saya ingin menulis lebih banyak mengenai leadership (kepemimpinan?) ini. Pasalnya kita sering merasa kekurangan pemimpin. Maka setiap ada pemilihan – apa saja, mulai dari kelompok kecil sampai ke presiden – kita kesulitan mencari calon. Akibatnya kita mendapatkan diri kita dipimpin oleh orang yang tidak mengerti bagaimana memimpin.

Apakah kepemimpinan ini dapat dipelajari? Ataukah orang harus lahir dengan bakat kepemimpinan?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.127 pengikut lainnya.