Tag Archives: presentasi

Materi Presentasi Diperiksa Dahulu

Salah satu pekerjaan saya adalah memberikan presentasi. Mungkin malah ini pekerjaan utama saya. hi hi hi. Umumnya saya sangat bebas dalam memberikan presentasi, tetapi ada beberapa klien yang kadang minta draft materi presentasinya dahulu. Biasanya yang gini adalah perusahaan besar. Mungkin untuk memastikan materinya cocok? Atau tidak percaya kepada kemampuan pembicara untuk memberikan topik tersebut? Mungkin mereka pernah terkecoh sebelumnya? Atau bagaimana?

Bagi saya sebetulnya hal ini merupakan hal yang agak sulit. Pertama karena saya harus membuat materi jauh hari sebelum hari h-nya. Padahal kebiasaan saya adalah membuat materi mepet sebelum hari h-nya. hi hi hi. I work better under pressure. Kalaupun materi dibuat jauh hari, pas mendekati hari h-nya saya ubah lagi. hi hi hi.

Hal kedua, ada beberapa hal yang ingin saya buat suprise pada presentasinya. Kalau ini sudah disampaikan sebelumnya, ya tidak menarik lagi. Atau bagian ini mungkin tidak perlu saya tampilkan dalam versi draft-nya ya?

Sekarang sedang membuat materi presentasi. ihik.


Membuat Slide Presentasi

Baru selesai membuat slide materi presentasi. Fiyuh. Saya sadar bahwa membuat slide presentasi itu tidak mudah. Maksudnya adalah slide presentasi yang enak (indah) untuk dilihat dan tentunya mudah dimengerti.

Kebanyakan orang membuat materi presentasi asal-asalan. Pokoknya asal memenuhi syarat administratif saja, yaitu asal poin-poinnya nampak di materi presentasinya. Mereka tidak mempertimbangkan kata-kata yang digunakan.

Desainnya pun asal-asalan. Yang saya maksud dengan asal-asalan adalah yang terlalu banyak animasi atau gambar yang malah membuat bingung. Kalau isi dari presentasi kosong melompong, biar didesain bagus pun tetap akan kosong melompong. he he he.

Ada banyak tempat untuk melihat contoh-contoh slide yang bagus, misalnya Slide Share. Untuk yang di Indonesia ada presentonomics.


Seni Teknik Presentasi

Tadi saya mencoba menjabarkan teknik presentasi yang saya ketahui. Saya sampaikan “seni” (the art) dari presentasi. Saya gunakan kata seni karena saya belum yakin apa yang saya jelaskan dapat dikategorikan kepada ilmu :)¬† Jadi saya gunakan seni dulu saja.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita memberikan presentasi. Yang pertama adalah presentasi bukan pameran. Jadi pendengar tidak hanya sekedar menonton, seperti halnya pada pameran lukisan, misalnya. Pada presentasi yang bagus seharusnya terjadi dialog, baik secara verbal maupun secara telepati. he he he.

Yang kedua, ketika kita memberikan presentasi, kita harus hadir dalam presentasi tersebut. Maksudnya hadir di sini bukan secara fisik berada di tempat, tetapi secara emosi ikut terlibat dalam presentasi tersebut. Mungkin “immerse” kata yang lebih tepat. Kita masuk ke dalam presentasi kita.

Dan seterusnya. Lho kok? Iya, saya rapikan materi presentasi saya dulu. Nanti saya upload dan link-nya akan saya berikan di sini. Tulisan ini hanya sekedar iming-iming dulu. hi hi hi.


Salah Presentasi (Mahasiswa)

Dalam penjurian APICTA, saya duduk menjadi juri di bagian proyek mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Asia Pasifik. Berbagai hasil karya mahasiswa dipresentasikan; mulai dari desain web, games, sampai robot dan aplikasi embedded system lainnya. Hasil karyanya sebagian besar bagus-bagus. Masalahnya adalah dalam presentasi mereka.

Sebagian besar, atau malah boleh dikatakan hampir semua, peserta mengalami masalah dalam presentasinya. Yang paling sering terjadi adalah salah arah (misguided). Saya ambil contoh agar lebih jelas saja. Mahasiswa mempresentasikan topik keamanan dalam berkendaraan (atau kendaraan yang memiliki fitur keamanan), yaitu mendeteksi kalau pengemudinya mabuk atau lelah. Salah satu hal yang mereka lakukan adalah mengamati jalan dan membantu mobil mengamati jalannya. Untuk itu mereka harus membuat sebuah jalur. Path finder, kira-kiranya.

Sebetulnya inovasi mereka adalah pada ide, algoritma, dan trik dalam membuat jalur tersebut. Semestinya ini yang mereka tampilkan. Fokus. Namun mahasiswa mempresentasikan bahwa sistem mereka membantu keamanan pengendara. Pada presentasinya pun tidak dijelaskan kaitan antara path finder mereka dengan keamanan. Jadi mereka lebih banyak cerita kepada konteks, tetapi tidak pada inovasi mereka sendiri. Padahal yang dinilai adalah inovasi mereka.

Ada banyak contoh lain yang serupa. Mungkin mahasiswa ini ketakutan karyanya dianggap kecil efek atau manfaatnya? Padahal justru¬† yang kecil-kecil, tetapi cerdas (clever), inilah yang menarik dari karya mahasiswa. Kita tahu bahwa mereka tidak akan membuat produk yang setingkat dengan kualitas buatan perusahaan. Di sisi lain, kita juga sadar bahwa seringkali mahasiswa menemukan ide yang lebih cerdas dari perusahaan. Coba saja kalau sang mahasiswa fokus kepada inovasinya…

Begitu oleh-oleh dari penjurian kali ini.


Keynote on Computational Intelligence

Pagi tadi saya ditelepon dan diminta untuk jadi keynote speaker pengganti di sebuah seminar. Keynote speaker-nya mendadak tidak bisa hadir padahal acaranya adalah hari ini. Kebetulan waktu yang diminta ternyata saya bisa. Jadi langsung saya sanggupi dan saya siapkan materi presentasinya.

Ini dari keynote saya adalah ada beberapa topik penelitian masa depan yang terkait computational intelligence. Yang pertama adalah hal-hal yang terkait dengan dunia jejaring sosial. Saya melihat dunia jejaring sosial akan mirip dengan dunia nyata. Di sana ada kehidupan dan tentunya akan banyak masalah (sosial). Pemahaman atas masalah sosial ini mungkin dapat dipahami dengan menggunakan model yang dapat dipecahkan dengan menggunakan computational intelligence.

Barricelli’s universe saya ambil sebagai contoh untuk menjelaskan betapa belum mengertinya kita tentang banyak hal. Barricelli membuat penelitian di tahun 1954 – sebuah simulasi yang dijalankan di atas komputer pertama ketika von Neuman dan kawan-kawan sedang tidak menggunakan CPU cycle-nya – tentang sebuah digital paleontology. Hasilnya cukup menarik. Ada kode dari Barricelli yang tidak dimengerti operator dan belum dijalankan. Ini menunjukkan betapa belum mengertinya kita.

Kemudian saya menunjukkan penelitian twitter kami, yang mana kami mencoba memahami struktur jejaring yang dibentuk oleh orang Indonesia di dunia twitter. Saya tampilkan program kecil yang sedang berjalan dan hasil penelitian sebelumnya. Cukup menarik rasanya.

Yang kedua, salah satu hal yang menarik dari layanan jejaring sosial adalah games. (Games tentu saja tersedia di luar jejaring sosial.) Games sekarang semakin menarik dengan kemampuan artificial intelligence yang membuat pemain ingin kembali main.

Wah, saya lupa juga untuk mengangkat topik layanan Siri yang terbaru ya.

Hal terakhir yang saya singgung adalah dunia security. Model computational intelligence dapat digunakan untuk mendeteksi serangan atau penyusupan dengan mencari pola serangan dari log intrusion detection system (IDS). Hasilnya memang belum terlalu menggembirakan meskipun dapat dikatakan positif.

Begitulah kira-kira apa yang saya sampaikan dalam keynote tadi siang.


Mengajari Presentasi Dalam Bahasa Inggris

Akhirnya hari Sabtu kemarin saya jadi mengajari presentasi dalam Bahasa Inggris, meskipun setup-nya tidak seperti yang saya perkirakan. Tadinya saya pikir saya diberi kesempatan untuk memberikan sedikit presentasi (mengenai cara memberikan presentasi), tetapi ternyata tidak. Saya meneruskan acara yang sudah berjalan.

Saya datang ke tempat acara jam 1 siang. (Paginya futsal dulu dong :)) Ternyata acaranya merupakan lanjutan dari acara sebelumnya, yaitu membuat materi presentasi. Sebelumnya mereka diminta untuk membuat materi presentasi (berasal dari berbagai makalah) dalam bahasa Inggris. Jadi bukan content-nya yang penting tapi nanti adalah presentasinya. Saya beri waktu dulu kepada mereka untuk menyelesaikan materi presentasinya.

Para peserta (yang semuanya adalah mahasiswa pascasarjana di ITB) kami bagi menjadi group, dengan 5 sampai dengan 6 orang per groupnya. Nantinya mereka saya minta untuk maju memberikan presentasi dan semua harus maju. Mengenai pembagiannya saya serahkan kepada masing-masing group. Setiap group saya berikan waktu 18 menit untuk presentasinya.

Hasil dari presentasinya cukup baik. Pertama, semua group menyelesaikan presentasinya kurang dari 18 menit! Sebuah hal yang bagus karena mereka harus bergantian untuk maju. Namun hal ini mungkin bisa terjadi karena mereka tidak terlalu comfortable untuk berbicara dalam Bahasa Inggris. Jadi mereka hanya bicara secukupnya. Kalau presentasinya dilakukan dalam Bahasa Indonesia, saya yakin akan banyak yang melebihi waktu yang saya berikan. he he he.

Hal kedua adalah presentasinya kadang terbata-bata. Ini dapat dimengerti karena bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita. Kita harus mikir materi yang kita presentasikan dan bahasanya. Jangankan dalam bahasa Inggris, dalam bahasa Indonesia pun kita harus berpikir keras. Jadi ini bisa dimaafkan.

Mengenai teknik presentasinya sendiri, nampaknya banyak yang harus diperbaiki. Tapi ini untuk tutorial lain kali saja.

[Versi bahasa Inggris ada di sini: http://gbt.blogspot.com/2010/12/teaching-how-to-give-presentation-in.html]


Menyiapkan Materi Presentasi

Tulisan ini diketikkan sambil menyiapkan materi presentasi untuk besok. Intermeso sejenak sambil mikir apa lagi yang mau disampaikan di presentasi besok.

Kok presentasi besok, materinya baru dibuat sekarang?

Ya beginilah situasi yang saya hadapi. Minggu ini saya harus memberikan dua presentasi. (Tadinya malah 3!) Kapan waktu untuk menyiapkan materi presentasi itu? Ya sedekat mungkin dengan hari-H-nya. Masalahnya kan saya juga harus mengajar dan juga mengerjakan proyek. Kesemuanya membutuhkan waktu untuk membaca dan menulis. Akibatnya kegiatan disusun berdasarkan prioritas dan urgensi.

Besok saya akan memberikan presentasi tentang IT dan pembobolan bank. Hadoh. Kok judulnya serem amat? Padahal isinya tidak terlalu seram. Intinya ada pada mata kuliah security yang saya ajarkan. Hanya dalam presentasi ini contoh yang digunakan lebih spesifik ke arah perbankan.

Materi presentasi selanjutnya adalah tentang teknologi dan entrepreneurship. Yang ini besok atau lusa baru mau dibuat. :D

Wah sudah hampir tengah malam. Waktunya untuk zZz dulu …


Desain Materi Presentasi

Semester ini (dan seperti tahun lalu) saya mengajar kuliah Pengantar Teknologi Informasi. Buku teks yang digunakan memberikan materi presentasi dalam bentuk power point, tetapi kualitasnya sangat buruk (menurut saya).

Salah satu yang membuat saya kesal adalah desain dari presentasinya terlalu membingungkan. Ini saya ambil contoh slide aslinya.

Yang menjadi masalah bagi saya adalah terlalu banyak hal yang tidak penting di slide tersebut. Judul buku, “Tomorrow’s technology and you”, semestinya tidak perlu dicantumkan di setiap halaman slide. Cukup di halaman pertama saja. Kemudian di bawahnya terlalu banyak tombol-tombol yang tidak perlu. Ini contoh yang tidak terlalu bruuk. Ada yang lebih buruk lagi.

Karena tidak tahan, akhirnya saya layout ulang slidenya. Ini hasil buatan saya.

Sebenarnya saya masih belum suka dengan hasil akhir ini karena masih terlalu banyak kata-kata dalam satu halaman tersebut. Akibatnya, mahasiswa membaca semua kata-kata yang ada di sana. Semestinya dengan hanya melihat sepintas, kita bisa menangkap isinya.

Ah, nanti saya buat ulang saja :(

Bagaimana menurut Anda?


Presentasi Besok

Mempersiapkan presentasi besok, tentang Teknologi Informasi. Tentu saja tidak lupa dengan topik web 2.0. Ini cuplikan salah satu halamannya.

Materi presentasinya belum selesai, tapi udah lemes … hi hi hi. Dilanjutkan lagi nanti setelah buka puasa ya.

Update: materi presetasi bisa diperoleh dari slideshare saya, di sini.


Presentasi hari ini: eMarketing

Tadi pagi saya memberikan presentasi dengan judul “eMarketing Bagi Dunia Usaha” di acara seminar yang diselenggarakan oleh B4T di hotel Topas, Bandung. Presentasinya singkat karena waktunya terbatas.

Materi presentasi bisa diambil di web saya (budi.insan.co.id/presentations). Silahkan menuju ke TKP :) Selamat membaca. Maaf kalau terlalu singkat isinya. You have to be there :)


Presentasi @ Rural ICT

Besok saya akan memberikan presentasi di acara konferensi internasional Rural ICT yang diselenggarakan dalam rangka Dies ITB 50 tahun. Seharian (dan sampai malam ini, bahkan sekarang sudah lewat tengah malam) saya masih mencoba merapikan materi presentasinya.

Sampai ketemu besok… atau lebih tepatnya nanti pagi (karena sekarang sudah lewat tengah malam dan memasuki hari yang sama). Mudah-mudahan saya tidak mengantuk ketika memberikan presentasi. Kalau saya sendiri ngantuk, apalagi yang mendengarkan ya? hi hi hi

Link terkait:


Populer di Slideshare

Beberapa tulisan terdahulu saya memberitahukan tentang materi presentasi saya yang saya letakkan di slideshare.net. Baru saja saya mendapat email bahwa katanya slide saya banyak dikunjungi orang. Untuk itu saya diminta menulis sebuah blog entry dengan hashtags #bestofslideshare . Whoho…

Saya cek memang slide saya sudah dilihat 1002 kali dan yang satunya 10072. Seru juga. Eh, tapi ini bisa juga menjadi April’s fool joke. Mudah-mudahan bukan.

Senang bahwa slide saya banyak dimanfaatkan.


Berbagi Slides

Umumnya saya membagi materi presentasi saya untuk publik. Ada kalanya saya tidak bisa melakukan itu apabila ada isinya yang bersifat rahasia atau ada bagian yang saya tidak tahu HaKI-nya.

Biasanya saya simpan materi presentasi saya di web site saya (yang numpang hostingnya). Namun traffic di web saya bisa jadi terlalu besar :) sehingga saya menjadi tidak enak dengan yang ketempatan hosting.

Nah, sudah lama saya mengintip slideshare.net – tempat untuk berbagi slide. Biasanya saya melihat ke sana untuk mencari ide-ide desain slide. Bagus-bagus deh. Iri saya. Ingin bisa seperti mereka. Untuk memulai, saya upload slide presentasi saya kemarin ke sana. Silahkan coba lihat ini:

http://www.slideshare.net/budi/speak-up-your-mind-and-share-blogging-with-budi-rahardjo

Mudah-mudahan bermanfaat.


Demam Panggung

Hari ini mahasiswa saya di Elektro mau maju sidang tugas akhir. Tentu saja sang mahasiswa demam panggung, karena belum terbiasa memberikan presentasi. Saya katakan santai saja, tetapi dalam hati saya tertawa karena sebelum memberikan presentasi saya pun demam panggung. Ha ha ha. Jangan kasih tahu siapa-siapa ya. Ini rahasia kita ya. hi hi hi.

Tadinya saya pikir hanya orang-orang biasa saja yang demam panggung. Kalau orang yang sudah profesional mestinya tidak demam panggung. Eh, ternyata saya salah. Minggu lalu terlihat oleh saya salah satu acara Oprah. Tamunya kebetulan adalah Cher dan Tina Turner. Nah, si Cher ini ternyata demam panggung juga untuk acaranya. Padahal dia itu Cher gitu loh.

Biasanya demam panggung itu terkait dengan kesiapan kita. Kalau kita siap, biasanya demam panggungnya berkurang. Mungkin dia tidak hilang, tetapi berkurang lah. Nah, kalau tidak siap … ya jangan salahkan diri kalau demam panggung.

Nah … masalah saya adalah saya tidak siap dengan manggung minggu ini. Ada presentasi IT dan ada ngeband. Demam panggung udah mulai dari sekarang. D@mn! Salah sendiri tidak mempersiapkan diri dengan baik…


Koleksi Foto Gratisan Untuk Presentasi?

Saya sering memberikan presentasi. Untuk membuat materi presentasi lebih menarik, saya membutuhkan beberapa foto. (Saya tidak terlalu suka clip art yang biasa. Entah kenapa.) Oh, ya saya juga tahu bahwa saya tidak boleh terlalu banyak menampilkan gambar sehingga presentasi menjadi “murahan”. :D

Coba lihat contoh presentasi-presentasi yang bagus di slideshare.net. Ngiri melihatnya. Bagaimana mereka bisa membuat materi yang bagus-bagus seperti itu?

Pertanyaan saya:

dimana koleksi foto gratisan yang bisa saya gunakan untuk membuat materi presentasi?

Atau, biasanya Anda menggunakan apa? Saya biasanya menggunakan yang ada di Microsoft Office online. Tetapi di sana koleksinya terbatas sekali. Apa ada tempat yang lebih baik?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.699 pengikut lainnya.