Tag Archives: security

Screen Privacy Application

Saya sedang berada di sebuah seminar dan ingin membuka komputer tetapi saya khawatir orang-orang yang duduk di belakang saya dapat melihat apa yang ada di layar saya. Padahal saya mau buka email, menjawab email, membuat proposal, atau bahkan hanya facebook-an. he he he. Seriously, saya sebetulnya ingin memperbaiki materi presentasi saya (untuk besok). Kalau saya edit sekarang, nanti orang-orang bisa lihat dan mungkin mengganggu mereka.

Nampaknya dibutuhkan sebuah aplikasi yang membuat layar komputer (notebook) saya hanya dapat dilihat oleh saya sendiri; screen privacy application. Aplikasi pelindung layar komputer ini membuat layar kita menjadi acak atau gelap jika tidak dilihat dengan menggunakan kacamata tertentu, misalnya. Nah.

Saat ini karena belum saya miliki, maka saya membuka layar ini dan orang-orang di belakang saya bisa lihat saya sedang ngeblog. hi hi hi.


Keysigning Party

Salah satu yang direncanakan pada kuliah saya tadi pagi adalah melakukan “keysigning party”. Setiap mahasiswa harus membuat pasangan kunci privat dan kunci publik. Kunci publik ini kemudian disimpan (upload) ke tempat tertentu. Kunci ini dapat “ditandatangani” oleh orang lain untuk meningkatkan keabsahannya. Jika saya menandatangani kunci tersebut, saya mengatakan bahwa kunci tersebut memang benar-benar diasosiasikan dengan orang ini. Demikian pula orang lain juga dapat menandatangani kunci publik saya untuk mengatakan bahwa memang kunci publik itu milik saya. Saling percaya ini menimbulkan kepercayaan yang disebut “web of trust”.

IMG_3954 keysign 1000

Foto di atas menunjukkan suasana kelas ketika melakukan keysigning ini. Hanya sayangnya network yang tersedia tidak mendukung untuk melakukan keysigning ini. Kami berada di belakang proxy yang membuat beberapa aplikasi (saya menggunakan GPG suite) sulit untuk melakukan proses keysigning ini. Sebetulnya bisa, tetapi manual dan laborious. he he he. Inginnya sih yang lebih otomatis. Lain kali kita akan mengadakan keysigning lagi ah.


Kuliah Semester Ini

Semester baru sudah dimulai di ITB. Ini sudah memasuki minggu kedua. Tentu saja langsung kesibukan datang. Tapi, lebih baik sibuk dengan pekerjaan daripada tidak ada pekerjaan, bukan?

Semester ini ternyata saya mengajar kuliah yang terkait dengan security saja. Ada tiga kuliah, (1) Keamanan Informasi (untuk S1), (2) network security (untuk S2), dan (3) incident handling (untuk S2 juga). Sebetulnya ada satu kuliah lagi – security juga, Security Architecture – tetapi saya batalkan karena saya sudah banyak mengajar dan pesertanya hanya 4 orang (sebelum PRS).

Mengajar tiga kuliah sudah cukup berat bagi saya. Saya heran ada dosen yang mengajar banyak kuliah. Entah mereka serius mengajarnya atau hanya ingin mendapatkan hal lain, seperti honor tambahan atau kenaikan pangkat atau pujian karena mengajar banyak. Entahlah.

Dan mulailah sibuk saya memperbaiki materi kuliah. Waduh.


Penyadapan Internasional oleh NSA

Kali ini Der Spiegel membeberkan informasi yang mengatakan bahwa NSA melakukan penyadapan secara global dengan berbagai cara. Yang menarik bagi saya adalah tadinya saya berpikiran bahwa penyadapan dilakukan terhadap orang-orang tertentu (target) yang memang memiliki nilai untuk disadap. Orang-orang yang “tidak penting” – misal ABG yang sedang ngobrol – bukanlah obyek yang akan disadap. Ternyata salah. Penyadapan ternyata dilakukan terhadap *semua orang*. Mana yang penting nanti dilihat ketika dibutuhkan. Wedaaasss. Apalagi kalau Anda seorang Muslim yang pernah browsing ke situs-situs yang dianggap berbahaya, sudah pasti Anda termonitor.

Dalam berita yang disampaikan, dan juga dalam video yang ada pada bagian akhir dari berita ini, semua software dan hardware ternyata ditargetkan. Apapun perangkat Anda dan softwarenya, semua dapat dimonitor dan bahkan dikendalikan dari jarak jauh. Ngeri sekali. Banyak perusahaan yang kaget karena ternyata produk-produk mereka memiliki kelemahan (security hole) yang kemudian dieksploitasi tanpa pemberitahuan. Mampuslah perusahaan-perusahaan Amerika. Mereka merasa dikadali di negara mereka sendiri. Pusing tujuh keliling. Pelanggan dunia mana mau beli produk mereka lagi. (Apple baru-baru ini membuat press rilis dan mengatakan NSA adalah “malicious hackers”. he he he.)

Oh ya, apakah kita memiliki kemampuan untuk menangkalnya? Dalam skala yang besar seperti ini? Bahkan perusahaan besar sekalipun kebingungan. Apalagi kita ya? Kita santai saja? Toh tidak ada yang penting dalam kehidupan kita. hi hi hi. (Apa iya?)

Ah, tentu saja halaman blog ini juga mestinya sudah di-archive di sana ya? Hi, guys.


Keamanan (Algoritma) Kriptografi

Kadang orang terlalu mengandalkan kepercayaan kepada algoritma kriptografi yang digunakan. Padahal algoritma tersebut masih bergantung kepada banyak hal lainnya, misalnya ada ketergantungan kepada random number generator. Selain itu kelemahan juga dapat berada pada protokol yang menggunakan algoritma tersebut. Dengan kata lain, algoritmanya sendiri boleh jadi bagus tetapi pemanfaatannya yang kurang tepat.

Sebagai contoh, berikut ini adalah berita mengenai dugaan adanya pelemahan algoritma buatan RSA. (Silahkan baca berita ini.) Dalam kasus ini yang dilemahkan bukan algoritmanya tetapi pemanfaatan dari random number generator. Nah.

Ambil contoh pemilihan kunci. Biasanya kita menggunakan random number generator untuk menghasilkan kunci yang berbeda dengan orang lain. Bayangkan kalau random number generator yang kita gunakan sudah dipermak sedemikian rupa sehingga ternyata kunci yang dihasilkan itu hanya berkisar antara sejumlah angka saja. Nah! Bagi penyerang ya dia tinggal mencoba sejumlah kunci tersebut, bukan dari semua kombinasi kunci yang mungkin. Kombinasi semua kunci ini biasanya sangat besar sekali sehingga tidak mungkin dilakukan (serangan secara brute force). Ini hanya sebuah contoh saja.

Intinya adalah algoritma yang bagus saja boleh jadi belum cukup untuk mengamankan sistem kita.


Seven 2013: day 2

Gone are the days of “pair programming”. This is “quad programming”. Four heads are better than 1 or even 2.

BR day 2 quad programming 1000

It was the regular (crypto) research meeting. This time we decided to start coding, writing python code to do simple point arithmetic in elliptic curve.

This is the actual photo: wenny, rudy, mirza, and ardo.

IMG_2994 quad programming 1000


Tentang Penyadapan Itu

Sekarang sedang ramai dibahas mengenai penyadapan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Sebetulnya saya tidak terlalu ingin untuk membahas ini di ruang publik. Topik yang terkait dengan intel sebaiknya dibahas dalam ruang tertutup. hi hi hi. Namun karena semakin banyak yang ribut dan tidak menggunakan referensi / data yang benar, asal mangap, maka saya buat tulisan ini.

Pertama, ada tugas dari agen rahasia (spy, intel) untuk mengumpulkan data dengan cara apapun. Saya ulangi, dengan cara apapun. Syaratnya hanya satu, yaitu tidak boleh ketahuan. ha ha ha. Namanya juga agen rahasia. Ya harus rahasia.

Nah, yang diributkan saat ini adalah karena ketahuan. Kalau tidak ketahuan, atau hanya diketahui di lingkungan terbatas, maka tidak akan terjadi keributan seperti sekarang. Sudah ada banyak referensi yang membahas mengenai hal ini. Majalah IEEE Spectrum sudah dua kali membahas ini secara terbuka; tentang Echelon dan tentang penyadapan yang dilakukan terhadap pejabat di Yunani. (Referensi ada di materi kuliah saya tentang Kriptografi.)

Penyadapan dan perlindungan data sudah berlaku sejak jaman dahulu kala. Bahkan dikatakan perang dunia kedua berakhir dengan lebih cepat karena pihak Sekutu berhasil memecahkan sistem persandian dari Jerman, yang menggunakan perangkat Enigma. (Silahkan kunjungi situs Bletchley Park.) Kita juga bisa mundur lagi ke jaman Julius Caesar, dengan Caesar Chiper-nya.

Inti yang ingin saya sampaikan adalah bahwa penyadapan sudah berlangsung dari dahulu dan akan tetap berlangsung.

Kedua. Jika sudah kita sadari bahwa nature dari kegiatan ini adalah saling sadap, maka kita harus menguasai teknologi dan teknik untuk melakukannya dan melindungi diri. Adalah bodoh kalau kita hanya mengatakan bahwa pihak lain tidak boleh menyadap tetapi kita sendiri tidak melindungi diri kita sendiri. Sebagai contoh, tentunya kita harus menerapkan perlindungan terhadap data yang sensitif – yang biasanya terkait dengan pemerintahan / militer.

Perlindungan ini tidak hanya dilakukan secara teknologi atau teknis saja, tetapi terkait juga dengan manusianya dan prosedurnya. Sebagai contoh, komunikasi antar pejabat tidak boleh menggunakan perangkat komunikasi komersial biasa, harus menggunakan perangkat yang dikembangkan oleh instansi yang khusus untuk menangani hal ini. Kalau di Indonesia, ini adalah Lembaga Sandi Negara. Mereka sudah mengembangkan teknologinya. Sekarang tinggal maukah para pejabat itu menggunakannya?

Lainnya … nah itu sih rahasia. :)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.839 pengikut lainnya.