Tag Archives: teknologi

Pemanfaatan Virtual Reality Dalam Desain Mobil

Melanjutkan cerita tentang perjalanan saya ke tempat desain mobil Ford di Melbourne yang tertinggal, kali ini saya akan menceritakan tentang pemanfaatan virtual reality dalam desain mobil. Sesungguhnya mungkin ini alasan utama mengundang saya ke sana, karena bidang saya yang terkait dengan teknologi informasi.

Setelah melihat SYNC2, kami pindah ke ruangan demo pemanfaatan VR untuk mendesain mobil. Nama labnya adalah Ford’s Immersive Vehichle Environment (FIVE). Di situ seorang desainer (atau juga pembeli mobil) dapat menggunakan sebuah peralatan yang dipasang di kepala – head mounted display, yang dugaan saya adalah produk Occulus Rift. Setelah dipasang, maka dia akan seperti berada di sebuah ruangan dengan sebuah mobil.

Dalam contoh yang kami coba, kami seakan-akan menginspeksi sebuah mobil yang baru didesain. Kami dapat melihat dashboardnya, melihat ke sekeliling, bahkan kami dapat “turun dari mobil” dan menginspeksi bawah mobilnya. Kami juga mencoba membuka kap mesin dan melihat mesin dari mobil tersebut. Desain warna mobil juga dapat diganti. Jadi kita bisa melihat kalau warna mobilnya biru metalik dengan latar belakang sunset cocok tidak. (Lingkungan sekitar juga dapat diubah-ubah; mau perkotaan, pantai, dan seterusnya.) Keren kan. Sebelum mobil betul-betul dibuat, mereka dapat melakukan perubahan terhadap desain sehingga dapat menghemat biaya.

IMGP0148 FiVE 1000

Foto di atas menunjukkan situasi di labnya. Kami dapat melihat apa yang dilihat oleh sang pengguna melalui layar lebar yang terpasang di dinding. (Aris Harvenda sedang mencoba, sementara Indra dari Dapurpacu.com sedang mengamati.)

Dari sisi komputasi, karena semuanya dilakukan secara 3D dan real-time, pasti tinggi sekali. Saya tidak tahu berapa besar kemampuan komputasi yang mereka miliki. Setahu saya, lab ini juga terhubung dengan lab-lab lainnya. Entah apakah CPU dari berbagai mesin di lab lain juga digunakan secara bersama-sama atau mereka hanya menggunakan CPU yang ada di tempat itu saja.

Menggunakan VR itu butuh penyesuaian. Agak bingung awalnya. (Bahkan di video-video yang saya lihat di internet, penggunaan VR itu bisa bikin pusing penggunanya sampai jatuh.) Sayangnya saya hanya sempat mencoba sebentar karena harus bergantian dengan yang lainnya. Cukup puaslah melihat teknologi yang ada di Ford ini.


Ford SYNC2

Salah satu teknologi yang ditunjukkan pada kunjungan kami ke Ford Design Centre di Melbourne, Australia, beberapa waktu yang lalu adalah SYNC2. SYNC2 adalah teknologi in-car connectivity system, yang pada intinya adalah sistem untuk membantu mengelola berbagai informasi dengan lebih nyaman (dan aman).

Otak dari SYNC2 adalah sebuah perangkat yang biasanya menempati posisi car stereo di mobil kita. Ada layar 8 inci yang dilengkapi dengan touch screen untuk mengendalikan radio, handphone, temperatur, dan penunjuk jalan (peta, arah, dll.). Selain bisa dikomando dengan menggunakan touch screen itu, SYNC2 juga dapat menerima perintah melalui voice. Ketika kita mengemudikan kendaraan, kita bisa memerintahkan SYNC2 untuk menghidupkan radio dan memilih radio yang kita sukai. Atau dia juga dapat digunakan untuk menelepon seseorang, yang dalam hal ini SYNC2 berkomunikasi dengan handphone kita melalui bluetooth.

Tempat pengembangan ini dilakukan di sebuah rangka mobil yang lengkap (tapi tanpa mesin). Jadi kita bisa duduk di kursi pengemudi, nyetir, terus memberi komando ke SYNC2. Keren juga.

IMGP0132 sync2 1000

IMGP0133 sync2 1000

IMGP0134 sync2 1000

Ada yang mengatakan (siapa ya? apa Aris) bahwa orang Indonesia sering kesulitan dimengerti oleh voice recognition system jika mengatakan “zero”, “two”, … (lupa lagi). Mari kita coba. hi hi hi. Ternyata ketika salah satu dari kami mengatakan “two” memang  agak kesulitan dimengerti oleh sistem. hi hi hi.

IMGP0136 sync2 indra 1000

[Indra dari dapurpacu.com mencoba SYNC2]

Semoga bermanfaat.


Proses Mendesain Mobil

Pagi itu, Selasa 19 Agustus 2014, kami sudah berkumpul di lobby hotel Crown Metropol, Melbourne. Sekitar pukul 9:15 kami menaiki bis yang sudah disediakan menuju Ford Asia Pacific Product Development Centre, yang terletak masih di daerah Victoria. Hari ini kami akan dijelaskan proses mendesain mobil.

Acara pertama setelah sampai di sana adalah kami harus menyerahkan semua handphone  kami. Memang biasanya di tempat desain pengunjung dilarang membawa perangkat yang dapat membocorkan rahasia. Kamera juga hanya dapat digunakan di ruangan tertentu. Waaa. Padahal maksudnya ingin foto-foto juga di luar. Apa boleh buat. Handphone saya serahkan dan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang diberi nama. Nanti pas break, handphone bisa diambil lagi.

Rombongan berisi jurnalis dari berbagai media otomotif (yang konvensional dan dotcom). Entah kalau saya masuk ke kategori apa ya? hi hi hi. Saya mungkin masuk ke kategori media teknologi? Rombongan terdiri dari wakil beberapa negara; Indonesia, Malaysia, India, Vietnam dan Thailand.

Setelah pembukaan, acara dimulai dengan penjelasan proses desain dari Ford Everest, sebuah kendaraan SUV (sport utility vehicle). Proses dimulai dari survei pasar, yaitu mencari tahu keinginan calon pembeli SUV. Mereka mencari kata-kata yang merepresentasikan SUV tersebut, misalnya “tough“, dan seterusnya.

IMGP0087 design 1000

Setelah dipahami karakter yang diinginkan oleh pasar, maka dibuatlah beberapa sketsa desain mobil yang memiliki karakter seperti yang dimaksudkan. Kalau saya sebut beberapa mungkin kebayangnya hanya sedikit. Beberapa di sini boleh jadi 200 desain yang berbeda. Banyak ya? Dari berbagai desain ini kemudian dipilih beberapa  untuk lebih diseriuskan. Sampai akhirnya pilihan mengerucut kepada sebuah desain.

IMGP0091 pilihan desain 1000

[berbagai pilihan desain]

Desain ini kemudian dibuat prototipenya dengan menggunakan clay (tanah liat? lempung?). Awalnya sih dibuat di atas styrofoam tetapi di atasnya kemudian ditambahkan clay tersebut. Untuk hal-hal yang membutuhkan desain yang rinci, seperti kaca spion, digunakan printer 3D. Seru juga melihat proses desainnya.

IMGP0119 clay 1000

[prototipe dengan clay. lihat ada bagian yang terbuat dari styrofoam di bawahnya]

Selain desain dari fisik atau bentuk mobilnya, pemilihan warna dan juga bahan yang akan digunakan untuk interior mendapat perhatian yang serius. Dijelaskan bagaimana mereka memilih warna dengan masukan dari pendapat berbagai pelanggan di seluruh dunia. Maklum, pasar mereka kan seluruh dunia. Mereka juga harus memprediksi bahwa warna itu masih akan tetap diminati beberapa tahun ke depan.

IMGP0105 warna 1000

[menjelaskan pemilihan warna]

Desain juga dibuat dengan menggunakan CAD tools. Ini digunakan untuk melakukan simulasi. Misalnya, bagaimana agar ketika jendela dibuka tidak ada suara throbbing. Atau juga simulasi untuk mengurangi air drag dan seterusnya. Pokoknya computing power mereka cukup besar juga. Seingat saya setara dengan 26000  CPU dan 95000 GB memori.

IMGP0112 simulasi 1000

[tools untuk melakukan simulasi]

Kesemuanya ini dilakukan dengan menggabungkan tiga tempat desain utama mereka; (1) Dearborn (Michigan, USA), (2) Koln (Jerman), dan (3) Melbourne (Australia). Selain tiga titik utama ini, masih ada beberapa kota lain yang terkait seperti misalnya kalau di Asia Pacific ada Chennai (India) dan Nanjing (China). Wah mana Indonesia ya? Ihik. Kita tidak masuk ke dalam radar mereka. Oh ya, sebagian dari desainernya anak muda yang berumur kurang dari 30 tahun!

IMGP0126 me suv 1000

[berpose dengan hasil desainnya, Ford Everest]

IMGP0129 aris indra 1000

[ Aris Harvenda (Otomotif Kompas) dan Indra Prabowo (Dapurpacu.com) sedang meliput]

Begitulah kira-kira sederhananya proses desain. Tentunya masih ada banyak hal lain yang tidak sempat dibahas. Besoknya kami menguji hasilnya di lapangan.

Wah sudah panjang tulisannya … Nanti akan saya sambung lagi dengan inovasi yang telah dikembangkan oleh Ford. Eh, salah satunya sudah saya ceritakan ya? Itu, yang tentang Cross Traffic Alert. Tulisan berikutnya akan tentang SYNC2 dan FiVE.


Kemudahan dan Keamanan Mengemudi Kendaraan (dari Ford)

Ini masih sambungan cerita saya tentang perjalanan saya melihat Ford (Innovation for the Millions) di Melbourne.

Kemudahan mengemudikan kendaraan merupakan salah satu fitur yang dilirik oleh Ford. Memarkir kendaraan secara paralel atau tegak lurus (mundur) merupakan fitur yang banyak diminta oleh pengemudi. Saya sendiri sih tidak terlalu masalah dengan fitur ini, tetapi ini adalah sesuatu yang cukup sulit untuk diajarkan. Membutuhkan banyak jam terbang.

Ford mengembangkan fitur untuk parkir secara otomatis. Jadi, kita tinggal menghentikan kendaraan di dekat tempat yang ingin kita parkirkan. Kemudian kita tekan tombol tertentu, maka komputer mobil akan mengambil alih kemudi (setir) kita. Dia akan memberi instruksi untuk memasukkan gigi maju (D) atau mundur (R) [ini yang menggunakan transmisi otomatis]. Saya coba fitur parkir mundurnya. Dan memang dia memarkirkan mobil dengan baik.

Faktor keamanan (safety) juga merupakan faktor yang sangat penting. Ada fitur “cross traffic alert” di mobil Ford. Ketika kita memundurkan kendaraan dari tempat parkir, seringkali pandangan kita terhalang oleh mobil di samping (kiri atau kanan). Mobil yang datang tidak terlihat. Biasanya kita memundurkan mobil pelan-pelan sampai kelihatan jalan dari kiri dan kanan. Nah fitur alert yang ada ini akan membunyikan suara dan kedipan lampu di kaca spion untuk menunjukkan bahwa ada kendaraan datang (dari samping kiri atau kanan). Sangat membantu.

20140819_SDP_9116 Melb

[foto dokumentasi Ford dari para drivers setelah beres menguji. kiri ke kanan: unknown driver from Ford, James Luhulima (Kompas), Lea Indra (Ford), Me, Aris Harvenda (Kompas), Indra Prabowo (dapurpacu.com)]

Sebetulnya fitur-fitur ini bukan monopoli Ford, karena di mobil mewah lain sudah ada. Yang menariknya adalah fitur ini tersedia untuk mobil biasa seperti yang kita-kita punyai. Jadi teknologi ini memang untuk orang banyak. Cocok sekali dengan judul dari konferensi yang saya hadiri ini; innovation for the millions. Pas.


Mencoba Mobil Ford

Ini adalah hari kedua dalam acara “Innovation for the Millions” yang diselenggarakan oleh Ford di Melbourne. Hari ini kami diajak ke You Yangs Proving Ground, yaitu tempat pengujian kendaraan buatan Ford. Hari ini kami menguji beberapa mobil di sirkuit yang ada di sana dan juga menguji akselerasi dari 0-100 km/jam. Sayangnya kami tidak diperkenankan untuk memotret. Handphone dan kamera disimpan di sana. Ini dapat dimengerti karena banyak hal yang sifatnya rahasia di sana.

Kami meninggalkan hotel cukup pagi, pukul 7:45. You Yangs berada di luar kota, sekitar 50 km dari Melbourne. Yang menarik adalah adanya kota (?) Little River di dekat You Yangs itu. Saya jadi ingat sebuah band yang namanya Little River Band. Wogh.

Acara dimulai dengan penjelasan mengenai fasilitas yang ada di sana dan apa yang mereka lakukan di sana, yaitu antara lain adalah pengujian kendaraan. Ada sekitar 2300 hektar tanah yang berisi sirkuit dan jalur-jalur yang didesain khusus untuk mengemulasikan kondisi jalan yang bervariasi di seluruh dunia. Pokoknya keren lah. Nanti akan saya ceritakan satu persatu setelah saya kembali ke Indonesia ya. Di sini sudah lewat tengah malam dan saya harus bangun pagi untuk kembali ke Indonesia.

Yang menarik bagi saya adalah saya mendapat kesempatan untuk menguji beberapa mobil di sirkuit. Ini pertama kalinya saya mengendarai mobil di sirkuit. Asyik bisa mencoba dengan kecepatan tinggi. hi hi hi. Rasanya seperti di acara TV Top Gears saja. Bahkan saya juga sempat mencoba menguji mobil dari 0 ke 100 km/jam. Percobaan pertama saya mendapatkan waktu 9,9 detik. Orang tercepat pagi ini adalah Aris, wartawan Kompas.com; 9,09 detik. Dia mendapatkan hadiah jaket! Ini pertama kalinya saya mencoba pengujian ini. Lebih susahnya lagi pengujian ini dilakukan dengan menggunakan mobil dengan transimis otomatis. Bagi saya, ini lebih susah lagi. Not bad.

Eh, kok malah jadi nulis lagi. Nanti saya sambung lagi.

Link terkait:


Dengan Teknologi …

Salah satu hal yang membuat saya mencintai bidang engineering adalah adanya semangat untuk membuat kehidupan kita lebih baik dengan teknologi. Ada semangat “manusia melawan alam”. Mankind against nature. hi hi hi.

Ada banyak teknologi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Kita menggunakan kendaraan agar dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan lebih cepat dan dengan tenaga yang seminimal mungkin. Tanpa kendaraan, kita harus berjalan untuk mencapai tempat lain. Bahkan kita tidak mungkin dapat menyeberangi lautan. Jangan lupa bahwa teknologi untuk mencetak juga membuat kehidupan kita menjadi baik. Bayangkan kalau buku masih harus ditulis tangan, satu-persatu!

Bagaimana dengan teknologi informasi? Apakah kehidupan kita menjadi lebih baik? Atau malah menjadi buruk? Bagaimana menurut Anda? Salah satu hal yang sering diangkat adalah kita menjadi penyendiri, sibuk dengan gadget kita. Ah …


Industri TV Yang Tidak Kreatif

Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah wawancara. Kalau tidak salah yang diwawancara adalah will.i.am. Topik yang dibahas adalah tentang kreativitas. Salah satu yang dijadikan contoh tidak kreatif adalah TV.

Sejak dari jaman dahulu sampai sekarang tidak ada perubahaan isi / acara TV. Setelah saya pikir-pikir, benar juga. Acara berita di TV dari jaman dahulu (saya ingatnya tahun 70-an) sampai sekarang masih tetap sama. Inovasi yang terjadi di dunia TV hanya MTV. Setelah itu apa lagi?

Kalau para pelaku yang berada di industri TV adalah kreatif, mereka tentunya yang meghasilkan Facebook. Contoh lain yang juga seru adalah masalah popularitas. Lihatlah fenomena Psy dengan Gangnam Style-nya. Sudah lebih dari 700 juta view! Bayangkan. Acara TV mana yang memiliki pepularitas seperti itu?

Hmm… menarik, bukan?


Sulit Menerima Inovasi

Untuk apa ada internet banking? Demikian kata beberapa orang ketika menanggapi layanan baru dari perbankan. Bagi sebagaian orang, layanan perbankan kita sudah cukup. Mengapa pula perlu internet banking? Mereka tidak sadar bahwa ketika ATM diluncurkan, pertanyaan yang sama juga terjadi; “untuk apa ada ATM? Bukankah kita dapat mengambil uang dengan mudah melalui kantor cabang?”. Bagi kebanyakan orang, ATM sudah merupakan kebutuhan dan mungkin tidak percaya bahwa dahulu dibutuhkan waktu untuk meyakinkan orang bahwa ATM itu penting.

Inovasi memang tidak mudah diterima. Dibutuhkan kesabaran untuk mengajarkan produk baru.

Saya ingat ketika mencoba mempopulerkan keberadaan World Wide Web (WWW) di awal tahun 90an(?) muncul pertanyaan yang sama; “Untuk apa ada WWW? Kita kan sudah punya Gopher, FTP, …”  Sekarang? Nampaknya sulit membayangkan dunia tanpa WWW.

Atau mungkin saya yang terlalu cepat ya?


Tanpa Uang Kertas

Jaman sekarang adalah jaman serba digital elektronik. Demikian pula uang katanya akan menuju ke uang elektronik (e-money). Namun karena kita sudah terlanjur banyak menggunakan uang kertas, maka perubahan kebiasaan ternyata tidak mudah.

Salah satu masalah yang dihadapi oleh uang digital adalah aspek anonim. Uang kertas memungkinkan transaksi anonim. Kita memberikan uang jajan kepada anak-anak, cucu, dan keponakan masih menggunakan uang kertas. Kalau di luar negeri, tips di restoran juga masih menggunakan uang kertas (atau logam). Di Indonesia, memberi uang untuk pengemis juga masih menggunakan uang kertas (logam). Belum lagi untuk transaksi di bawah tangan. Padahal katanya jumlah transaksi seperti ini masih cukup besar. Artinya, perubahan ke uang digital masih membutuhkan waktu yang cukup lama.

Di majalah IEEE diceritakan tentang pengalaman seseorang (di Amerika) yang mencoba hidup satu tahun tanpa menggunakan uang kertas. Nah, ada yang berani mencoba ini di Indonesia? Naik angkutan umum bisa gak ya pakai kartu? he he he

Uang kertas (logam) sebetulnya sangat bermasalah. Untuk membuat dan mendistribusikan uang kertas itu sangat mahal. Mungkin uang 2000-an kita itu biaya pembuatannya lebih dari itu. Belum lagi ada masalah dengan uang palsu. Jadi uang digital sebetulnya sangat dinantikan baik oleh regulator ataupun kita sebagai pengguna. Masanya akan datang. Tinggal, kapannya?


Buku Kertas

Ternyata perlu usaha keras untuk menyelesaikan membaca dokumen di layar komputer ini. Baru satu berkas PDF yang saya selesaikan. Ada beberapa lagi yang harus saya baca sebelum merangkumkannya menjadi cerita yang lain. Saya tidak yakin dapat menyelesaikan bacaan ini. Masalahnya adalah, saya lebih suka membaca buku dalam format yang konvensional. Buku kertas.

Apakah ini karena saya berasal dari generasi analog? Bisa jadi. Atau ini hanyalah masalah romantisme masa lalu. Tak dapatkah kita berubah dan menerima teknologi? Sebagai seorang yang termasuk golongan early adopter, nampak aneh jika saya masih mengalami hambatan dalam membaca dengan menggunakan komputer (atau tablet). Namun, ini kenyataan.

Masalah saya dengan buku kertas adalah mereka membutuhkan tempat untuk disimpan. Rumah saya bak kapal pecah untuk soal bahan bacaan. Buku, majalah, print out berserakan di mana-mana. Kecuali saya memiliki rumah yang sangat besar sehingga ada ruang perpustakaan yang juga sangat besar, rasanya memang saya sudah harus beralih ke format elektronik.

Hal lain juga adalah buku kertas menghabiskan … kertas. Tentu saja. Demi alam, nampaknya saya harus ikut menghemat penggunaan kertas dan beralih ke ebook. Waaa…

[masih berjuang keras untuk membaca ...]


Tanggung jawab desainer?

Apakah seorang desainer bertanggung jawab terhadap produk yang dia buat? Pertanyaan ini muncul karena baru saja saya membaca materi presentasi (sebetulnya flash card) yang menceritakan bagaimana desainer dapat menciptakan atau mengubah atau mengarahkan behaviour dari pengguna produknya. Terus kepikiran, bagaimana kalau desainer itu membuat sebuah produk yang hasilnya menimbulkan kebiasaan buruk? Mestinya dia ikut bertanggungjawab ya?

Nah, kalau saya membuat produk teknologi informasi (hardware dan software) yang menimbulkan kebiasaan buruk apakah saya harus bertanggungjawab? Misalnya, saya membuat sebuah layanan social network di mana orang boleh mengumpat-umpat. (Tujuannya adalah sebagai outlet untuk melepaskan kekesalan.) Akibat dari layanan ini ternyata orang jadi terbiasa mengumpat. Nah lho. Bagaimana ya?

Contoh yang paling dekat dengan kita adalah SMS. Gara-gara SMS yang terbatas jumlah karakternya maka muncullah orang yang senang menyingkat tulisannya. aq mo k situ.

Kalau saya membuat produk atau layanan yang bisa bikin orang tertawa mungkin dapat pahala ya? he he he.


Distribusi Produk Digital

Tadi pagi saya ikut bagian dari acara Ganesha Film Festival. Saya ikut diskusi di Focus Group Discussion. Sebetulnya saya diminta untuk memberikan opini tentang teknologi yang terkait dengan produksi film, tetapi diskusi mengarah ke hal-hal lain seperti distribusi.

Saya jadi ingat “topi” saya yang lain, yaitu yang terkait dengan penjualan atau distribusi musik digital. Saya pikir topik ini lebih relevan dengan yang datang, yaitu para pembuat film indie.

Ceritanya panjang, tetapi saya buat rangkumannya saja ya.

Yang pertama, saya mengajak pala pembuat film ini untuk memperhatikan masa depan distribusi film yang bernuansa teknologi. Semestinya kita bisa belajar dari kesalahan dan benarnya kita dalam mendistribusikan musik dalam bentuk digital. Jangan terpaku dengan bioskop sebagai outlet. Masih banyak outlet lain seperti youtube :) Dunianya sekarang sudah bukan dunia MTV lagi tetapi sudah dunia YouTube.

Yang kedua adalah untuk mestikan keinginan diri kita sendiri. Apakah kita ingin menghasilkan karya yang merupakan bagian dari industri atau kita ingin lebih mengutamakan aspek seninya. (Biarlah saya menggunakan dikotomi ini.) Apa yang diinginkan? Popularitas? Uang (sebagai pengganti ongkos produksi)? Atau lebih ke aspek penyampaian pesan? Budaya? Perbedaan ini akan menentukan strategi.

Yang ketiga, pasti akan ada kebutuhan peralatan (teknologi) yang  terkait dengan pembuatan film. Ya, peralatan ini memang dibutuhkan. Ada yang murah dan ada yang mahal, tetapi saya tidak ingin agar mereka menjadi cengeng dan berkeluh kesah dengan harus bayar ini dan itu untuk menyewa peralatan. Ada banyak jalan yang harus ditempuh. Misalnya shared resources, ajak-ajak orang (kelompok) yang suka teknologi untuk menggeluti teknologi film. Di luar negeri juga begitu :)

Yang keempat, … selamat berkreasi. Produktif!


Cyberlaw Untuk Wormhole

Salah satu masalah yang terkait dengan hukum adalah batasan ruang dan waktu (time and space – lho kok terjemahaan nggak urut ya?). Jaringan komputer seperti internet menghapuskan batas ruang dan waktu. Maka hukum pun harus diperbaharui dengan yang namanya cyberlaw.

Hukum sekarang harus memperhatikan teknologi karena teknologi sudah mempengaruhi kehidupan manusia.

Baru saja saya melihat acara tv National Geographic Channel tentang wormhole. Kita bisa melewati jalan pintas untuk ruang dan waktu yang berjauhan. Nah … kalau nanti wormhole menjadi kenyataan maka hukum akan terpengaruh lagi. Wah, nampaknya pakar hukum harus melek teknologi juga. Mungkin bahkan tidak sekedar melek saja tetapi paham benar dengan teknologi.

Eh, wormhole itu apa ya? hi hi hi


Yang Terbaca

Akhirnya ada kesempatan untuk membaca satu majalah dari tumpukan yang harus dibaca. Asyik juga membaca di front porch sambil berjemur. Yang terbaca adalah majalah IEEE Spectrum (edisi 05.09). Berikut ini adalah beberapa hal yang terbaca oleh saya.

Ada perusahaan yang mencoba membuat cara untuk mengirimkan listrik secara wireless. Katanya teknologinya berbasis magnetic resonance. (Halah? Apa itu? Gak ngarti. Biarin.)

Kemudian di bagian “geek life” ada cerita tentang David X. Cohen “Futurama“. Ini adalah salah satu episode di seri The Simpsons. Wah saya belum nonton. Sudah lama tidak nonton The Simpsons. Harus cari Futurama ini. Ceritanya adalah ada robot yang bernama Bender. Nah, kepala dari si Bender ini di X-Ray (atau kalau di cerita ini di F-Ray) ternyata dia dijalankan dengan mikroprosesor 6502.

Bagi old geek seperti saya, 6502 ini memiliki kenangan khusus. Dia adalah mikroprosesor yang digunakan di komputer Apple ][ jaman dahulu. Nah, editor majalah IEEE Spectrum ini kemudian mewawancara David X. Cohen tentang kenapa ada 6502 di situ. Ternyata Cohen juga seorang geek! hi hi hi. Wah susah menceritakan betapa senangnya geek ketemu geek seperti ini.

6502 rules!

Kemudian ada artikel singkat  tentang games “Time Engineer” dimana anak-anak diajari untuk memecahkan masalah (sampai jaman kuno) dengan menggunakan apa yang ada. Misalnya, bagaimana membangun piramid? Wah, kayaknya menarik games ini. Ada yang sudah pernah memainkan?

Sekarang saya sedang membaca tentang kompetisi yang dilakukan oleh Netflix, yaitu mencari algoritma yang paling bagus untuk mengetahui film kesenangan orang. Netflix menyewakan film melalui internet. Salah satu fitur yang ada di sana adalah adanya saran (suggestion) film yang cocok untuk pelanggan. Seperti fitur yang ada di Amazon.com. Bagaimana menentukan film yang cocok ini?

Ada berbagai algoritma. Misalnya, kita bisa melihat pelanggan lain yang memiliki kesukaan film yang sama (mirip) kemudian melihat film lain yang belum ditonton oleh pelanggan ini (yang ratingnya juga tinggi), dan seterusnya. Ada banyak algoritma atau ide lain. Nah, ternyata mencari algoritma yang bagus ini tidak mudah sampai-sampai Netflix membuat sayembara dengan hadiah US$ 1 juta. Wuih.

[Masih membaca. Isinya asyik semua. Great Sunday morning.]


Bagaimana Membuatmu Jatuh Hati

Begitulah mungkin judul yang akan saya berikan untuk presentasi saya tanggal 2 Februari di Netsains. (Kata Merry, ibu yang melahirkan netsains.com itu, 2-2-2 mas. Lho? Maksudnya tanggal 2, bulan 2, jam 2. Bagus juga ya? You know how I love numbers. he he he.) Sebetulnya judul lengkapnya adalah “Bagaimana Membuatmu Jatuh Hati Pada Sains dan Teknologi“, tetapi kepanjangan ya? Jadi katanya dibuat berhenti saja, sehingga bisa multi interpretasi. hi hi hi. Itupun kalau belum diubah oleh Merry.

Acara itu mungkin merupakan presentasi publik pertama saya untuk tahun 2008. (Kecuali kalau tiba-tiba saya harus presentasi karena sudah ada bookingan menjadi MC/presenter itu. hi hi hi. Alih profesi bener nih.)

Eh, acaranya ada di STC Senayan. (Dimana itu ya?) Katanya sih di acaranya hanya disediakan 30 tempat duduk. Saya tanya kalau ada yang mau datang (nonton dan sekaligus kopdar?) terus berdiri boleh nggak? Lagi mau ditanyakan kepada panitia. Jadi kalau Anda mau datang, kasih tahu ya, biar saya teruskan ke panitia.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.853 pengikut lainnya.