Biografi Phil Collins

Orang tahu saya maniak terhadap musik, khususnya yang berjenis classic / progressive rock. Sampai-sampai saya menulis buku tentang classic/progressive rock ini yang bisa diambil di http://budi.insan.co.id/books/classic-rock. Salah satu band yang saya sukai adalah Genesis.

Waktu jalan-jalan ke Singapura kemarin secara tidak sengaja saya nemu buku biografi dari Phil Collins. Nemunya di sale buku. Dari escalator saya melihat ada gambar wajah Phil Collins. Langsung saya ambil. Sing$ 3.20. Murah. Setelah itu saya langsung mencoba membacanya sampai habis.

Buku biografi ini ditulis oleh Ray Coleman, yang ternyata juga menulis banyak biografi artis-artis lain. Yang menarik adalah buku ini merupakan buku terakhir Ray Coleman sebelum dia meninggal karena kanker.

Phil Collins saya kenal sebagai drummer Genesis dan kemudian saya kenal juga dalam album solonya, Face Value. Bahkan saking sukanya saya punya versi kaset dan piringan hitam dari Face Value ini. Yang tidak saya ketahui, baru tahu setelah membaca buku biografinya ini, ternyata album Face Value ini didorong oleh perceraian dengan istri pertamanya, Andrea.

Pada waktu itu Genesis sedang vakum dan personel lainnya, Mike Rutherford dan Tony Banks, sedang asyik dengan proyek solo mereka. Phil sedang meratapi nasib malangnya dia di rumahnya. Jika orang lain mungkin masuk ke narkoba atau alkohol, maka Phil menulis lagu dan merekamnya. Padahal sebelumnya dia tidak melakukan hal ini. Semua lagu di dalam album itu merupakan katarsis(?). Semua hanya merupakan ratapannya. Tidak ada niatan untuk dijadikan album. Singkat ceritanya akhirnya setelah ditunjukkan ke beberapa orang akhirnya koleksi lagunya ini diterbitkan menjadi album dan sukses berat. Tentu saja dengan keberatan Andrea karena ada banyak masalah pribadi yang kok diumbar menjadi konsumsi publik (meski dalam bentuk lagu).

Masih banyak hal lagi yang menarik dalam buku itu. Phil Collins ternyata maniak soal kebersihan. Dia tidak tahan melihat orang yang jorok. Kalau masak berserakan, pasti akan dimarahinya. Kata kawannya, dia tipe orang yang akan membangunkan anda karena dia akan memvakum kamar tidur yang anda pakai. Dia pun menyusun sendiri koper berisi baju-bajunya yang dia bawa dalam tour.

Yang paling hebat dari Phil Collins adalah dedikasi kepada musiknya. Perceraian yang dialaminya adalah karena dia lebih mementingkan musik dibandingkan keluarganya sehingga keluarganya ditinggal pergi tour (Genesis). Aduh …

11 pemikiran pada “Biografi Phil Collins

  1. Just like my friends Hoho (Rochman Nugroho). Fans berat Phil. Apa semua orang HME-ITB begitu? Padahal dulu, di setiap acara HME selalu di dahului “We are the Champion” dari Queen. Ah … memori.

  2. adakah di antara kita semua mempunyai harapan bahwa suatu saat nanti phill collin akan mengelar konser di indonesia lagi….lengkap dengan personilnya…dahulu gladis suwandi pernah melakukannya …..smoga adri soebono telah mempunyai agenda akan hal ini….

  3. walah googling malah nyasar ke sini. saya juga senang lagunya phill colins, can’t stop loving you yang penuh perasaan, dan look trough my eyes yang penuh semangat
    keren deh 😀

  4. gua amat suka ama phil colins, koleksi albumnya lumayanlah buat sekedar berdendang….I love “Do you remember’ so much. Salam kenal.

  5. gua amat suka ama phil colins, koleksi albumnya lumayanlah buat sekedar berdendang….I love “Do you remember’ so much. Salam kenal.

    * nunggu banget kapan Phil manggung di Indonesia lagi

  6. Phill Collins,Spektuler….Ruaar biasa,Saya suka sejak Genesis N’
    album solonya…Salam Kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s