Buku bacaan malam ini

Malam ini kembali tidur saya agak kacau. Kalau sebelumnya saya tidak bisa tidur karena ingin menulis, kali ini selain ingin menulis juga ada tambahan ingin membaca. Sebetulnya kejadian tidak bisa tidur malam ini karena tadi sempat tertidur setelah Maghrib. Mungkin karena terlalu lelah tadi siang di kampus, setelah Maghrib dan makan malam saya tertidur di depan TV. Pukul 9 malam saya terbangun dan tersadar bahwa saya ditonton TV, bukan menonton TV. Saya lihat istri dan anak sudah tertidur. Saya malah tidak bisa tidur. Mungkin karena makanan di dalam perut belum sempat dicerna? Wah, ini pola hidup yang kurang baik. Hmm… sebaiknya ngapain ya?

rhadamanthussatu-garis Di kamar anak saya, saya melihat tumpukan buku yang ingin saya baca. Kemarin saya membersihkan rak buku dan menemukan beberapa buku yang belum sempat saya baca. Buku tersebut saya ambil dan saya simpan di atas meja anak saya sehingga terlihat oleh saya (dan mudah-mudahan terbaca secepatnya). Saya ambil sembarang saja dari tumpukan itu.

Buku pertama yang saya ambil adalah “Rhadamanthus: The #1 Campus Hacker” karangan Nafta S. Meika. Judulnya yang aneh inilah yang membuat saya membeli buku ini. Saya cek jumlah halamannya ada 652 halaman. Tebal amat! Tapi ini wajar untuk sebuah novel fiksi. Saya kemudian mulai membaca buku ini sampai halaman 30. Tentu saja saya belum mecapai inti dari cerita utamanya.

Gaya bahasanya agak aneh karena lebih berkesan untuk tulisan di layar komputer. Contohnya banyak gambar smiley, 🙂 yang lebih cocok untuk tulisan di blog. Mungkin karena ceritanya juga tentang campus hacker, jadi gaya tulisannya harus disesuaikan. Kelihatannya ceritanya akan menarik. Mudah-mudahan menarik. Kalau tidak, buku ini akan langsung masuk lemari lagi.
atomos-quarksatu-garis Sebetulnya saya belum bosan membaca buku Rhadamanthus itu, tapi saya melihat buku lain di atas meja yang nampaknya lebih menarik. Judul buku ini adalah “Dari Atomos Hingga Quark” dengan pengarang Hans J. Wospakrik. Warna buku yang kontras putih dan hijau ini menarik dari jarak jauh. Sebetulnya saya masih ingat warna buku ini ketika membelinya. Hanya saja semenjak dari dibeli sampai sekarang buku ini belum pernah saya baca.

Almarhum Hans Wospakrik adalah dosen di jurusan atau departemen Fisika ITB. Katanya cara mengajarnya menarik. Sayang sekali saya tidak pernah diajar oleh dia karena ketika saya masuk ITB dia sedang berada di luar negeri (rentang waktu ini saya ketahui dari bagian “Pengantar Penerbit” di dalam buku ini). Ketika di TPB (tahap pertama besama) di ITB saya diajar oleh pak Erwin, yang juga bagus mengajarnya. Dua dosen Fisika ITB yang luar biasa. Aneh dan luar biasa.

Saya mulai baca halaman demi halaman. Berbeda dengan buku Rhadamanthus yang fiksi, buku ini menceritakan sejarah pencarian komponen terkecil atau “batu bata” yang menyusun benda. Kita pernah belajar bahwa komponen paling kecil itu bernama atom, tapi sekarang ada lagi yang namanya quark. Apakah semuanya itu? Dugaan saya ini yang menjadi pembahasan dari buku ini. Saya belum selesai membacanya sehingga pada saat ini saya hanya bisa menduga. Kemudian saya mulai asyik membaca buku ini sampai ada dorongan yang sangat kuat untuk menulis isian blog ini. Bubarlah minat untuk membaca. Akhirnya saya biarkan diri ini menulis dahulu. Nanti kembali lagi membaca sebelum tidur.

Melihat alur isinya, buku Dari Atomos Hingga Quark ini mengingatkan saya akan buku lain yang pernah saya baca, “The God Particle: If the Universe Is the Answer, What Is the Question?” karangan Leon Lederman. Buku ini sangat bagus dan direkomendasikan oleh Edo Caligula ketika masih menjadi mahasiswa. Leon Lederman ini juga pakar Fisika yang pernah mendapat hadiah Nobel. Wah kok saya jadi kerajingan buku Fisika? (Ada lagi buku Penrose yang belum sempat terjamah.) Daftar buku yang akan saya baca menjadi semakin panjang. Waktunya berhenti untuk menulis, kembali ke kamar, dan membaca kembali sampai ngantuk dan tidur. Selamat malam.

Iklan

5 pemikiran pada “Buku bacaan malam ini

  1. Minta responsenya donk mengenai buku Rhadamanthus, jika bapak dosen berkenan 🙂

    Nafta S. Meika
    (#2nd book: Fortune Cookies, Gagas Media)

  2. Nafta (#1), saya belum selesai bacanya. Nanti kalau sudah selesai (ntah kapan, karena kerjaan numpuk melulu) saya akan kasih tanggapan.
    PS: tertarik ngarang buku bersama? 😀 hi hi hi

  3. ngarang buku apa dulu nih pak?

    saya spesialisasinya fantasi, dan bicara soal IT don’t ask me… I know nothing of IT. Inti novel itu cuma kritik sosial kampus kok bukan technicality of hacking.

    oh ya, bapak dosen ITB ya pak?
    Hm.. pernah ke UPH nggak hehehe

  4. Sama … saya suka fantasi juga. Mau nulis, gak pernah selesai-selesai. Ini contohnya:
    http://rahard.blogdrive.com/
    Terusin dong? he he he. Soalnya gaya Anda yang meletup-letup dan liar itu sama dengan gaya saya kalau nulis. hi hi hi.

    Ya, saya dosen ITB dan rasanya (kok rasanya ya?) belum pernah ke UPH.

    Saya lagi melanjutkan membaca buku Anda. Lumayan. Tadinya mau saya selesaikan dan kemudian membuat reviewnya, tapi kok ada perasaan bersalah. Soalnya banyak dokumen (paper, tech reports, laporan pekerjaan, tech magazines) yang harus saya baca tapi belum saya jamah. Eh, malah baca novel. Jadi ada perasaan bersalah gitu. 😀 he he he.

  5. Humm… sebenarnya saya sedang ada projek mengarang (indah) sendiri, jadi entar saya pertimbangkan aja hehehe.

    saya liat dulu deh karangannya model apa dulu 🙂
    kerjain aja tugas bapak dulu hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s