Pilihan Dalam Desain (Web)

Bermula dari pertanyaan saya mengenai CSS di milis teknologia, timbul diskusi mengenai penggunaan font tertentu dalam desain. Saat ini saya sedang gandrung font Candara yang akan menjadi bagian dari Microsoft Windows Vista. Akibat kegandrungan ini beberapa situs buatan saya menggunakan font Candara dalam tampilannya.

Masalahnya adalah font ini tidak tersedia di semua sistem operasi. Bahkan lebih jauh lagi Yohanes Nugroho mengusulkan untuk tidak menggunakan font yang hanya ada di sistem operasi (OS) tertentu karena nanti akan ada masalah dengan HaKI. Ronny Haryanto pun mengusulkan agar saya menggunakan "serif" atau "san serif" saja, bukan spesifik font tertentu. Jadi pembaca masih bisa "bermain" dengan font kesukaannya.

Pemilihan font tertentu memang "memaksa" pembaca untuk mengikuti pilihan dari pembuat situs web (blog). Padahal seringkali pembaca memiliki kesenangan tersendiri. Misalnya ada yang senang font agak besar, karena sulit membaca font yang kecil. Atau ada yang suka dengan font tertentu agar mudah dibaca. Itu sebabnya situs yang dinamik, yang menyesuaikan diri dengan kesukaan pembacanya, lebih banyak menarik pembaca.

Susahnya adalah kalau menyerahkan tampilan kepada pembaca maka layout desain kadang-kadang tidak sepenuhnya seperti yang dibayangkan oleh desainer web. Kadang-kadang ini mengakibatkan tampilan menjadi "kacau." Memang lagi-lagi desainer yang disalahkan karena desainnya tidak portable. Terus terang, "keburukan" dari desain web dengan menggunakan HTML jaman dahulu adalah karena tidak adanya paksaan ini. Jadi, paksaan itu baik! (Hah?)

Ah. Jadi bagaimana desain yang baik? Apakah kita paksakan desain kita sehingga sesuai dengan respon yang kita harapkan? Ataukah kita beri kebebasan kepada pembaca?

10 pemikiran pada “Pilihan Dalam Desain (Web)

  1. desain yang baik itu yang semua orang bisa ngerasa bagus.. dan itu yang susah…

    kalau mau kejam… bikin opini dan propaganda tentang sebuah desain yang bagus dan ideal.. baru kita pakai desain itu untuk mendapat pujian “desain dari teman kita ini… bagus!” πŸ˜€

  2. Betul Pak Budi. Kalau tetap mau menggunakan font tersebut, lebih baik bapak tunggu sampai Windows Vista sudah keluar versi finalnya dan mulai banyak dipakai orang saja. Hehehe πŸ˜€

  3. Menggunakan serif atau sans-serif saja memang kurang optimal. Walaupun browser dikuasai oleh user (default font bisa diatur), berapa banyak sih user yang menggantinya? Apalagi kalau dia seorang pengembang web juga, yang lebih memilih untuk meninggalkannya ke default setting supaya bisa melihat tampilannya dari kacamata sebagian besar (calon) pengunjung (ujung-ujungnya Arial melulu yang muncul di IE).

    Saya sendiri yang selama ini menganggap “font-family: Arial, sans-serif” sebagai ‘solusi’ yang reasonable, baru merasa kena batunya setelah mencoba browsing Google lewat Firefox di Ubuntu. Arial jauh sekali lebih jelek di-render-nya dibandingkan sans-serif font yang default dari Ubuntu.

    Persoalan yang serupa juga muncul waktu saya menggunakan Word 2007 Beta 2. Walaupun sudah meng-save dengan format 97-2003 (.doc), karena kelupaan mengganti style/font-nya, begitu diterima rekan yang masih pakai Office XP/2003, dia memperoleh Century Gothic dan bukannya Calibri.. my goodness.

    Jadi, paksakan saja, Pak! πŸ™‚

  4. Desain web yang baik, itu bagi saya yang terpenting adalah user mudah menemukan informasi. Simple aja. Jadi kalo user dapat dengan mudah memperoleh informasi dari kita, desain kita berarti sudah baik, walaupun mungkin dari segi estetika biasa-biasa saja.

  5. Web dengan desain yang baik dapat mencontohkan Google.
    Font yang jelas dan rapih serta image dan icon-icon yang terlihat fresh seperlunya. Tiada bandingan, om Google.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s