Mimpi punya taman yang besar

Halaman di depan rumah kami tidak terlalu besar. Saya tidak tahu persis ukurannya karena memang tidak pernah diukur. Mungkin ukurannya adalah 4m kali 8m. Atau bahkan 5m kali 10 meter. Halaman ini ditanami rumput peking dan rumput gajah. Yang rumput gajah itu karena memang belum ada ide dan dana untuk di-rumput-peking-kan semua. Ada pohon jambu batu, mangga, dan jeruk nipis.

Halaman kami ini sering didatangi anak-anak tetangga. Mereka bukan tertarik kepada flora yang ada di halaman ini, melainkan kepada ayunan. Ya, di halaman ini ada ayunan untuk dua anak. Hampir setiap sore ada saja anak tetangga yang datang untuk bermain. Ada kalanya dua orang anak, tapi lebih sering lebih dari lima orang. Bahkan pernah ada belasan anak yang bermain di halaman. Umumnya mereka bermain ayunan dan bermain-main di rumput. Ada yang main kejar-kejaran, kemudian terjatuh atau tidur-tiduran di rumput.

Kamar kerja saya menghadap ke halaman ini. Jadi saya bisa melihat mereka berlari-lari. Gembira. Riang. Meski ada juga terjadi yang nangis karena berebut ayunan. Kadang-kadang saya tertawa sendiri melihat keluguan anak-anak ini. Tadi misalnya, ada dua anak kecil yang baru pertama kali datang ke tempat kami ini. Mereka dengan antusias dan tertawa-tawa tiduran di rumput sambil melihat ke langit. Melihat anak ini bahagia ternyata membuat bahagia juga. Paling tidak, mereka bisa melupakan kerasnya dunia ini.

Saya masih punya mimpi besar, yaitu ingin memiliki taman yang besar (park). Park yang saya maksud seperti park di kota New York. Bayangkan di tengah kota besar New York ada taman yang indah. (Mungkin ini hanya khayalan saya semata karena saya belum pernah ke New York.) Central park tersebut dirawat dengan baik. (Mengapa yang di Bogor kok berkesan kurang terawat ya?) Hanya untuk memiliki park seperti ini saya harus kaya raya dulu ya?

Ah itu kan mimpi. Sekarang saja saya sudah bisa menikmati kebahagiaan dengan mini park di halaman depan rumah ini. Memang Indonesia ini bisa dikatakan surga. Terima kasih kepada Yang Maha Kuasa (swt) atas karunia dan titipanNya ini. 

Silahkan lihat di situs ini (www.43things.com/person/budi) untuk melihat mimpi saya lainnya.

Iklan

10 pemikiran pada “Mimpi punya taman yang besar

  1. halaman samping kanan rumah saya masih kosong, seringnya dipakai kucing tetangga untuk buang kotoran :((

    ada screenshoot tamannya pak Budi?
    siapa tahu dapat dijadikan inspirasi ketika nanti memperluas rumah 🙂

  2. Taman yang besar juga impian saya pak, tetangga saya di bogor ada yang punya taman seperti itu pak, sepertinya rumah dengan taman masih luas tamannya.
    Di ujung taman ada kandang burung merpatinya, juga ada kolam ikan, selain itu ada beberapa pohon … mmmm asri ya pak.

    Klo mimpi saya taman besar tersebut harus ditambah lapangan bola, ya minimal seperti lapangan futsal lengkap dengan 2 gawangnya. 🙂

  3. Kalau impian saya, ingin taman ala jepang, taman berada dibelakang rumah. Lengkap dengan pancuran air khas jepang yang dilengkapi bambu untuk menangkap air, bila sudah penuh bambu akan terbalik dan mengluarkan suara kluk … Aaaaah kapan ya bisa punya rumah kayak gitu.

  4. Karena saya sudah beberapa kali lewat taman yang dimaksud di atas (walaupun belum mencoba ayunan atau ikut panen mangga, hehehe…), menurut saya itu sudah “mewah”, Pak. Saya sebut “mewah” karena tidak jauh dari taman ada koneksi Net, perpustakaan mini, dan hmm… dapur tempat makan bersama itu kan? 🙂

    Kita bisa dapat yang benar-benar alami seperti halnya di pedesaan, namun harus maklum saja, kesenjangan kota dan desa dalam hal layanan publik masih besar. Saya sering mengomentari teman yang berhasrat dengan suasana pedesaan dengan canda: jangan-jangan besoknya sudah tidak tahan harus cari koneksi Internet.

    Betul, “taman” tidak selalu identik dengan “pedesaan”, dan “pedesaan” juga tidak selalu identik dengan “Internet yang sulit”, namun — perlu maklum — di negara kita beberapa stereotip masih tumbuh subur. 😦

  5. #4. Amal, taman yang saya maksud yang di depan bukan yang di belakang lho. Soal koneksi Net, sekarang lebih asyik lagi karena di depan dan di belakang ada akses WiFi. Tinggal bahwa notebook, browsing Internet sambil main ayunan. (Apa bisa ya?)
    Nah, tinggal sekarang membesarkan akses bandwidthnya. 😦

  6. Hehehe.. taman mas budi masih jauh lebih besar daripada ruang tinggal saya, makan tidur mandi masak wakakaa… mewah itu mas! 😀 saya masih mimpi mau liat tanah lagi 😀

  7. Karena saya sudah beberapa kali lewat taman yang dimaksud di atas (walaupun belum mencoba ayunan atau ikut panen mangga, hehehe…), menurut saya itu sudah “mewah”, Pak. Saya sebut “mewah” karena tidak jauh dari taman ada koneksi Net, perpustakaan mini, dan hmm… dapur tempat makan bersama itu kan? 🙂

    -> panen mangga.. ikuttttt 😀

  8. Saya sering mengomentari teman yang berhasrat dengan suasana pedesaan dengan canda: jangan-jangan besoknya sudah tidak tahan harus cari koneksi Internet.

    Betul, “taman” tidak selalu identik dengan “pedesaan”, dan “pedesaan” juga tidak selalu identik dengan “Internet yang sulit”, namun — perlu maklum — di negara kita beberapa stereotip masih tumbuh subur. 😦

    -> bkan stereotips pak… emang kenyataan. dikota aja pilihan internet susah apalagi dipinggiran kekekee… indonesia gitu loh 😀 … kecuali.. sekali lagi kecuali… ybs mau maksain diri swasembada bandwidth ga tau darimana… orang2 kayak mas budi (paling ga tetangganya) cukup beruntung masih bisa dapet dua2nya.. suasana pedesaan dan internet. hmm apa saya paling ga nempel tetanggaan aja ya huehehe… lumayan mangga gratis, ayunan gratis, internet gratis juga ga mas 😀

  9. terima kasih buat pak budi yg sudah membiarkan anak tetangga ikutan main di tamannya pak budi. jarang sekali ada orang yg punya taman dan mengijinkan anak tetangga main disana. saya malah memimpikan ada (bukan punya) taman disetiap kelurahan yg setiap orang bisa menikmatinya, seperti di jepang ini yg dlm bahasa jepangnya “koen”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s