Nampaknya Ujian Nasional (UN) perlu mendapat perhatian kita semua. Banyak sudah cerita dan berita mengenai kejanggalan sistem ujian nasional ini. Keputusan lulus atau tidak ternyata hanya disandarkan kepada ujian sesaat saja, dan hanya beberapa mata pelajaran saja. Padahal siswa sekolah tahunan dan ada mata pelajaran lain. Kalau memang demikian mungkin mata pelajaran lain tersebut tidak perlu diajarkan?

Tadi saya juga melihat anak yang mogok makan (di Bali) karena tidak lulus ujian nasional dan anak yang histeris di Sulawesi Selatan karena tidak lulus. Saya takut mereka belum bisa mengambil keputusan dan melakukan hal yang nggak-nggak. Mengapa tidak diadakan ujian susulan (her?) untuk kasus-kasus tertentu?

Di sisi lain, perlu juga kita ajarkan kepada anak-anak kita agar berani gagal. Bahwa kegagalan merupakan bagian dari hidup. Tidak perlu stress kalau gagal. (Memang gampang kita ngomong. Kalau kita yang merasakan tentu lain ya?) Saya juga mengerti bahwa mereka merasa diperlakukan tidak adil. Yang ini saya belum tahu jawabannya. Lha wong melihat tim sepak bola yang dikerjain wasit aja masih nggak tahan, apalagi perasaan anak-anak ini ya.

Terus terang, untuk urusan ujian nasional ini saya nggak tahu mau mulai dari mana. Bagaimana baiknya? dihapuskan? diteruskan? apa yang harus diperbaiki? cuek saja?