Masalah Perbankan Syariah

Hari Sabtu kemarin saya menjadi penguji (oponen) dalam awal sidang S3 untuk seorang mahasiswa di Fakultas Hukum Unpad. Topik yang diusung adalah seputar Electronic Fund Transfer dalam Perbankan Syariah. Sebuah topik yang menarik.

Apa yang membedakan sebuah bank syariah dan bank konvensional? Ternyata ada banyak hal. Permasalahannya adalah seputar dari transaksinya. Bank Syariah harus memperhatikan faktor halal juga, halalan thoyiban (ejaan?). Prinsip dasarnya adalah ridha. Masalahnya, bagaimana menilai ke-ridha-an ini? Biasanya dalam bentuk ijab qobul. Kalau kita membeli sebuah barang dari toko, hal ini terjadi ketika kita membayar dan menerima benda yang kita beli. Ijab qobul dilakukan tanpa perlu mengatakannya (mengucapkan). Namun ada hal-hal lain yang masih harus dikatakan seperti dalam pernikahan, sholat, dan lain-lain. (Kita tidak akan menyinggung masalah ini.)

Kembali ke topik pembahasan, bagaimana ijab qobul dalam sebuah transaksi elektronik? Bagaimana dan siapa yang bertanggungjawab ketika transaksi tidak sampai, salah alamat, salah jumlah, dan seterusnya? Bagaimana pula dengan uang yang tidak diketahui pemiliknya? Apakah ini dapat diklaim oleh Bank? Masih ada sejuta pertanyaan lainnya. Bagaimana landasan hukum transaksi elektronik dalam Perbankan Syariah (terutama kalau dikaitkan dengan hukum positif) di Indonesia? Sebuah pertanyaan yang tidak mudah yang layak membutuhkan penelitian setaraf S3.

Hmm… sempat terbayang oleh saya sebuah mesin ATM yang dilengkapi dengan perangkat sidik jari (biometrik). Ijab qobul transaksi terjadi kalau sang pengguna meletakkan jarinya di perangkat pengenal sidik jari tersebut. Jadi, teknologi yang menyesuaikan dengan hukum, bukan sebaliknya. (Jadi ingat pakar hukum Lawrence Lessig yang mengatakan bahwa kode dalam software adalah hukum.)

About these ads

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua tulisan milik Budi Rahardjo

18 responses to “Masalah Perbankan Syariah

  • Rovicky

    Bukankah dalam beberapa site ada tulisan “I accept” utk di klik dulu sebelum menerima ‘transaksi’ kiriman file, dalam hal ini juga misalnya menginstal software.
    Apakah ini bisa dianggap ijab-kabul ?
    Return reciept dalam imil mungkin juga bisa dianggap ijab kabul ?

    mnarik !

  • DianTN

    Untuk ATM, menurut saya dengan memasukkan kombinasi kartu + nomor pin yang benar telah memenuhi kaidah ijab kabul. Kemudian dengan adanya bukti transaksi berupa kertas kecil, memenuhi kaidah persaksian atas transaksi tersebut.

    Di Amazon.com contohnya, ketika kita akan membeli, kita diminta menekan satu tombol ‘Submit Order’ untuk menyatakan bahwa kita benar-benar akan membeli barang di toko tsb. Saya kira ini pun telah memenuhi ijab kabul.

  • Eep S. Maqdir

    waw…., menarik sekali pak budi.., kalau menurut saya, dengan menekan tombol OK, atau seperti yang dibilang oleh nomor-1, “I Accept”, maka sesungguhnya sudah terjadi ijab kabul.

  • Priyadi

    hmmm, bukan ahli agama, tapi kok menurut saya ini bukan masalah ya. di masa lalu memang harus diucapkan karena tidak ada teknologi ijab kabul selain pengucapan (atau mungkin tertulis). tapi kalau ada teknologi baru kenapa ngga bisa dipakai? apalagi kalau memang kedua belah pihak memang sama2 ridho.

  • Dhika

    sepakat dengan “I Accept”, “Konfirmasi Pesanan”, masukin PIN, etc sebagai wujud ijab kabul dijaman sekarang…

  • andriansah

    Salah alamat, jumlah dan seterusnya adalah kesalahan pribadi. Menurut saya jika kedua belah pihak sudah setuju sama artinya dengan ijab qabul. Kalo salah satu melakukan kesalahan sama aja seperti kita pake transaksi melalui perbankan konvensional. Itu adalah human error.

    ATM/teller adalah alat pembantu untuk menjalankan transaksi yang telah di ijab qabul kan di muka.

    Menurut saya, jika kedua belah pihak sudah setuju dengan nilai transaksi maka kedua belah pihak itu sudah ridha dengan transaksi itu.

    Yang membedakan syariah dengan konvensional, CMIIW, syariah itu seharusnya tidak memberatkan kedua belah pihak. Jika ada pihak yang keberatan maka transaksi itu belum memenuhi kaidah syariah. Di syariah tidak di kenal bunga dalam sebuah transaksi, yang ada adalah jual beli dan hanya jual beli saja. Jual beli yang terjadi adalah terbuka, contohnya modal barang yang saya jual ini adalh 10ribu, ditambah ongkos dari distributor ke toko saya maka biayanya menjadi 12 ribu. Nah saya mau untung seribu saja, maka saya jual 13 ribu.

    Di syariah, tidak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan, contoh, jika kita punya banyak barang A, padahal di pasar barang A tidak ada, maka demi keuntungan kita jual barang A itu 5x dari harga sebenarnya, itu sudah termasuk haram.

    Duh, sori jadi ngeblog disini, pindahin ke blog pribadi ah. Sori yah pak budi.

  • siganteng blog » Blog Archive » perbankan syariah n konvensional

    [...] ini adalah komentar yang tulisan aslinya di tulis oleh pak budi rahardjo di salah satu blognya tentang [...]

  • rani

    wktu MUI baru ngluarin fatwa, ada tulisan di website JIL (wawancara dgn Zaim Saidi)

    http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=466

  • ridei

    hmmm..

    saya sudah lama menganggap
    kwitansi adalah ijab kabul,
    struk ecr adalah ijab kabul,
    dst

    tapi jadi ingat

    dulu
    waktu saya masih kanak2,
    kalo sedang belanja di pasar
    di pedalaman desa saya,

    betul2 orang tua atau paman saya
    akan bilang gini sambil membayar
    “saya membeli pak ya”,
    “iya pak saya menjual”,
    dalam bhs daerah tentu

    hm…

    dei

  • wadehel

    Kalau memijit tombol di kiri bawah yang tulisannya “submit comment” ini termasuk ijab kibul gak ya?

    *submit*

  • belajar

    IMHO, bank syariah hanya “permainan kata”, dan yang diuntungkan hanya “bank” dengan “alasan rohani/agama”, para nasabah “pasrah” sama bank :(

  • agustono

    ijab kabul khan bisa melalui lisan, tulisan,isyarat dan perbuatan….jadi apapun medianya saat ini syariah sdh mengakomodir 14 abad yang lalu , yang penting jangan ada riba, judi, penipuan,penyesatan,zalim,dan harus sama-sama ridha…

  • Oskar Syahbana

    Ijab Qobul kalau menurut saya sih asal barangnya dijual dan ada yang mau membeli, Ijab Qobul sudah terlaksana. Ya ngapain juga saya menaruh barang saya (misal) di eBay kalau memang saya tidak mau menjual? Ngapain pula saya mau membeli barang tersebut kalau memang saya tidak memiliki niat untuk membeli.

    Masalah Islam kontemporer seperti ini selayaknya engga usah dibikin sulit :-)

  • intasatipah

    ass pak saya mau nanya nich masalah bank syariah contonya apa sich pak

  • grass

    Assalamu’alaikum…maaf pak butuh bantuan nih..minta tolong kira2 judul yg tepat utk tgas akhir yg berhub dg bank syari’ah apa ya?

  • nuri

    masalah yang di hadapi bank syariah saat ini adalah kurangnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap bank itu sndiri.
    contohnya Atm byk masyarakat yang menilai bank ini terlalu banyak memberikan potongan tehadap pemilaharaan atm itu sendiri.

  • novia

    masalah perbankan syariah bukan hanya dari sistem yang dipakai, sumber daya manusai merupakan yang utama. banyak sekali masyarakat yang berpendapat bank konvesional dan syariah sama saja. sosialisasi merupakan kunci penting suksesnya bank syariah.

  • Metalogic Infomitra

    Salam Sukses Selalu…..

    PT. Metalogic Informitra adalah usaha di bidang Konsultan Komputer, Pembuatan Software untuk aplikasi perbankan dan nonperbankan, Maintenance Komputer, Service dan Reparasi Komputer, dll yang berhubungan dengan komputer.

    Kami menerima jasa panggilan ke perbankan,kantor asuransi,perkantoran,sekolah, kampus,pabrik,toko dan intitusi lainnya yang berhubungan dengan komputer.

    Kami juga menyediakan pengadaan laptop, komputer ke perkantoran,sekolah,kantor asuransi ,kampus,Pemda,toko dan institusi lainnya dan kami juga memasok berbagai macam kebutuhan komputer baik itu partai besar / partai kecil dengan harga kompetitif dan sangat menarik.

    Ref Bank yang sudah menggunakan Software Kami : Bank BRI, Bank BRI Syariah, Bank Mega, Bank Mega Syariah, Bank BNI, Bank BTN, Bank BII, Bank DKI & Bank Index Selindo

    Kami melayani pemesanan dan pengiriman dari Jabodetabek dan Seluruh Propinsi di Indonesia.

    Di Cari Reseller di tiap propinsi se Indonesia untuk memasarkan software & pengadaan Komputer, Laptop & Komponennya

    Untuk Info lebih lanjut Hub : Herry PT Metalogic Infomitra Jl Kemandoran 1 No 20 Palmerah- Jakarta Barat 021 5324790 90 HP 081808848274 atau klik http://www.metalogic.co.id/ herryhermawanmetalogicinformatika.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.592 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: