Ada sebuah diskusi menarik tentang anak-anak Indonesia yang memenangkan kompetisi internasional di bidang fisika, matematika, biologi, kimia, komputer, dan seterusnya. Apakah sebaiknya perguruan tinggi merekrut mereka tanpa ujian saringan masuk? (Diskusi ini muncul dalam mailing list dosen ITB.) Saya sendiri termasuk yang berpendapat bahwa sebaiknya mereka direkrut tanpa tes masuk. Perguruan tinggi di luar negeri, misalnya di Singapura, dengan cepat mencoba menarik mereka. Mengapa kita tidak?

Sebetulnya apa esensi tes masuk ke perguruan tinggi (katakanlah ke ITB)? Apakah hanya sekedar, kita memiliki 1000 kursi dan kita ambil 1000 teratas dari yang mendaftarkan ke ITB? Apakah hanya sesederhana itu?

Masalahnya begini. Kalau yang daftar adalah siswa terbaik dari seluruh Indonesia (dan bahkan luar negeri), maka tidak terlalu masalah karena memang 1000 yang teratas itu merupakan yang terbaik juga. Akan tetapi jika yang mendaftar adalah siswa-siswa ranking ke 700 ribu ke bawah, maka 1000 yang terbaik itu bukan “yang terbaik”. Entah apa namanya ya? Jadi sebetulnya ITB tidak boleh PASIF dalam menerima mahasiswa. ITB harus AKTIF dalam mencari mahasiswa. Sayangnya hal ini tidak dilakukan.
Dalam buku yang sedang saya baca (Good to Great), salah satu aspek yang penting adalah get the right people (on the bus). Bukan mencari orang seadanya kemudian mendidik mereka untuk menjadi lebih baik, akan tetapi memang mencari orang yang terbaik untuk dididik lebih baik lagi. Bagaimana melakukan tes (atau mencari) bibit yang terbaik ini? Salah satunya adalah memantau perlombaan internasional itu, bukan hanya mengandalkan ujian saringan masuk saja.

Karena ITB tidak melakukan pro-active recruitment, saya sarankan agar perguruan tinggi yang lain melakukannya. Itulah salah satu cara untuk mengalahkan ITB. Kebayang bagi saya jika ada perguruan tinggi lain di Indonesia yang berani melakukan rekrutmen siswa-siswi terbaik (secara pro aktif, bukan sekedar menunggu yang mendaftarkan testing). Perguruan tinggi ini (pelan tapi pasti) akan mengalahkan ITB. Tentu saja tidak dalam 1 tahun, mungkin dalam 10 atau 15 tahun. It can be done! (kecuali ITB sadar akan kelemahan ini dan melakukan sesuatu untuk memperbaikinya).