BR-betrix-2satu-garisKemarin (Selasa, 5 September 2006) kantor saya (Pusat Mikroelektronika) yang di ITB kedatangan tamu, Mario Rivaldi dari Betrix. Bagi anda yang belum tahu, betrix ini adalah sepeda listrik. Entah kenapa namanya betrix. Mungkin dari BEbek lisTRIX?Saya sempat mencoba sepedanya. Keren euy. Dia bisa lari 30 km/jam. Cukup kenceng juga. Untuk menjalankannya bisa digenjot dulu baru digas, atau langsung digas. Kalau langsung digas agak boros di aki-nya. Kalau di luar negeri malah ada aturan tidak boleh langsung digas, harus digenjot dulu. Indonesia ini memang aneh ya. Asyik juga pokoknya sepeda betrix ini. Saya coba genjot sekuat tenaga, lewat 30 km/jam, maka sang motor tidak jalan membantu. Tapi saya tidak terbebani tanpa motor. Asyik.

Saya tidak tahu berapa jam akinya bisa bertahan. Katanya sih ada yang nekad pernah membawa betrix ini jalan dari Bandung ke Jakarta. Entah lewat jalur mana dan berapa kali harus ngisi akinya. Mungkin ditarik mobil? he he he 😀

Yang bagusnya lagi dari sepeda listrik ini adalah dia tidak membuat polusi. Green campus! Asyik juga ya? Saya usul, Satpam ITB dikasih sepeda betrix ini deh. Asal jangan diajak ngejar jambret yang pakai motor RX King saja dia ok. hi hi hi. Atau mungkin malah di kampus seharusnya tidak ada mobil masuk. Parkir disediakan lahan di luar kampus kemudian ada mobil (seperti yang dipakai di lapangan golf) yang melakukan antar jemput dari tempat parkir ke kampus dan sebaliknya. Di kampus disediakan sepeda seperti ini. Nanti malah sepeda listriknya yang dicolong ya? he he he. Dasar!