Saya perhatikan, saya (dan mungkin sebagian besar orang Indonesia?) kurang menaruh atensi terhadap detail. Misalnya, kalau kita membuat jalan, asal jadi saja jalannya. Tidak diperhatikan kemiringan jalan (sehingga kalau hujan jalan tidak berubah menjadi sungai). Saya sebetulnya ingin melakukan utak-atik terhadap detail dari blog ini, tapi nampaknya asal jadi saja atau hanya menggunakan desain bawaan. Aduh! Jadi kelihatan kacangan ya. Ketika saya melihat laporan (report) dari pekerjaan (ataupun tugas mahasiswa), kebanyakan dikerjakan asal jadi saja.

Yang saya maksud dengan asal jadi di sini adalah hasil karya atau pekerjaan itu memang bisa digunakan (fungsional), akan tetapi seharus dia bisa lebih baik lagi. Kalau sekarang hanya 90% dari target, mungkin seharusnya bisa 110%. Begitu maksud saya. Excellent! Melewati ekspektasi.

Okey, mungkin saya terlalu menggeneralisir. Mungkin hanya saya yang kurang atensi terhadap detail. Mungkin sebagian besar orang Indonesia tidak demikian. Buktikan!

Mungkin sebetulnya kita tidak ingin mengabaikan detail. Hanya saja, waktu kadang-kadang membatasi keinginan kita itu. Ada (terlalu) banyak pekerjaan, tugas, dan tanggung jawab lainnya yang juga membutuhkan atensi kita. Akibatnya pekerjaan lain itupun dikerjakan secukupnya. Asal jalan. Kata orang … “nafsu besar, tenaga kurang” ha ha ha. Maunya banyak, tapi kemampuan terbatas.

Bagaimana ya solusinya?