Selamat untuk mbak Dwi Anita dan mas Harry

Jika pada tulisan sebelumnya saya merasakan kesedihan karena meninggalnya guru-guru saya, maka kali ini saya menuliskan kebahagiaan, kegembiraan. Salah seorang kenalan dan kawan kami, mbak Dwi Anita, melangsungkan pernikahannya dengan mas Harry. Saya sempatkan datang ke Jakarta, pada hari Jum’at 5 Januari 2007, untuk menghadiri resepsinya yang diadakan di Plaza Bapindo. Sayang sekali istri saya tidak dapat hadir karena anak saya tidak bisa ditinggal sendirian di Bandung. Padahal dia ingin hadir.

Saya mengenal mbak Dwi ini sebagai lawyer yang tangguh, one of the smartest lawyers I know. Dia, dan lawfirmnya (KDW), banyak membantu kami di berbagai urusan legal khususnya yang terkait dengan teknologi dan HaKI. Perlu diingat bahwa tidak banyak ahli hukum di Indonesia yang tanggap terhadap teknologi. (Ada hal yang menarik. Beberapa waktu yang lalu saya ditunjukkan sebuah majalah bisnis dimana di majalah itu ada cerita tentang saya – tentang teknologi – dan pada halaman lain ada cerita tentang mbak Dwi – tentang hukum. Di majalah yang sama!)

Lengkapnya, nama kedua mempelai adalah:
Dwi Anita Daruherdani dan Maulana Harry Wibowo

Berikut ini foto dari acara resepsinya, yang kelihatannya menggunakan ada Yogyakarta. (Maaf, meskipun ibu saya adalah perias pengantin, saya ndak paham adat pernikahan.) Kualitas fotonya memang kurang baik karena saya ambil dengan menggunakan kamera handphone saya.

Penganti memasuki ruangan dengan disertai musik (gending?). Yang di depannya, berbaju merah, itu menari. Lagi-lagi saya tidak tahu tarian apa. Mungkin juga bukan sebuah tarian resmi akan tetapi hanya sekedar membimbing mereka saja. Semacam forerider (spell?) gitu? Hi hi hi.

Perjalanan dari pintu masuk sampai ke depan cukup lambat. Kedua pengantin tampak senyum-senyum. Mungkin canggung juga dengan pakaian adat seperti itu. Apalagi jalannya juga lambat dan semua pandangan mata tertuju kepada mereka. Apakah memang jaman dahulu juga begini ya? Wah, mas Harry bisa kerokan tuh setelah acara ini. Masuk angin. Mudah-mudahan tidak ya mas.

Setelah semuanya duduk baru kami diberi kesempatan untuk memberikan ucapan selamat. Pas giliran saya maju, ternyata undangan di belakang saya dihentikan. Saya diminta untuk berfoto dulu. Ini adalah tamu pertama yang difoto! Wah, saya terkejut dan agak sedikit malu. Who am I? Pasti tamu yang lain juga heran, siapa bapak ini yang bisa-bisanya minta difoto duluan. Waduh. But, I am honored to be in the place.

Selamat kepada mas Harry dan mbak Dwi. Semoga pernikahan ini langgeng, diberi kebahagiaan, kerukunan, kesehatan, hidayah, ridha Allah, dan segudang kebaikan lainnya. Mudah-mudahan juga diberikan keturunan yang saleh dan selalu menyayangi dan mendoakan orang tuanya. Sekali lagi selamat …

5 pemikiran pada “Selamat untuk mbak Dwi Anita dan mas Harry

  1. Gending yang biasa dipakai buat kawinan seingat saya Kebo Giro. Biasanya kalau tidak biasa pakai kain, memang jalan kagok, tapi kalau biasa (seperti saya) no problem jalan ngebut dengan baju jawa atau bali. Bukan karena bajunya, tapi cara jalan yang salah.

    Maklum dulu sering jadi cabutan pakai baju tradisional.

  2. Wah terima kasih banyak lho Mas Budi, atas “laporan pandangan mata” dari acara resepsi pernikahan saya. Suatu kehormatan besar bagi saya dan suami atas kesediaan Mas Budi untuk menyempatkan hadir di pernikahan kami karena saya tahu jadwal Mas Budi yang demikian padat dan harus bolak-balik Bandung-Jakarta. Makanya nama Mas Budi ada di dalam list tamu kehormatan yang diminta dengan hormat untuk foto dengan pengantin 🙂 Teman-teman saya banyak yang terheran-heran, saya bisa kenal Mas Budi dimana…lha wong Mas Budi “orang” ITB yang berkecimpung sama yang berbau teknik sedangkan saya adalah orang hukum yang sama sekali gagap teknologi :p

    By the way, sayang Mbak Dian dan anak-anak tidak bisa hadir…tapi saya mohon doa restunya juga dari Mbak Dian 🙂 O iya…tahu ibunya Mas Budi perias pengantin, saya bisa minta tolong dirias sama beliau dong :p

    Terima kasih banyak ya Mas 🙂

  3. Dwi… selamat (lagi) ya atas pernikahannya….. sorry banget tidak sempat foto-fotoan bareng pada waktu pernikahannya… soalnya buru-buru.. (harus ke kantor lageee) jam 20.30…jadi pass pamitan langsung mulehhhh ke kantor (hiks)….

    Tapi eniwey… aku enjoy kok…. lihat foto-fotonya DAD waktu zaman bayi sampai zaman gede sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s