Cara Saya Menilai Makalah

Seperti sudah saya janjikan, berikut ini saya ceritakan cara saya menilai makalah.

Penilaian makalah saya bagi menjadi beberapa komponen, yaitu:

  1. Originalitas
  2. Tingkat kesulitan
  3. Penggunaan Bahasa
  4. Clarity
  5. Penggunaan standar
  6. Penggunaan referensi
  7. Penyajian gambar, grafik, dan secara keseluruhan

Aspek originalitas terkait dengan isi topik yang dipilih oleh sang penulis. Jika ide yang ditulisnya merupakan ide yang baru, nilainya lebih tinggi. Tentu saja tidak semua tulisan ilmiah harus merupakan ide yang baru. Ide yang lamapun boleh, jika maksudnya adalah untuk menjelaskan dengan lebih baik. Hanya saja nilainya tidak setinggi ide yang baru. Nilai yang cukup tinggi juga adalah ide yang jarang disentuh oleh penulis lain. Bisa jadi idenya tidak baru akan tetapi jarang dieksplorasi, sehingga dapat dikatakan “original” juga.

Aspek “tingkat kesulitan” menunjukkan sejauh mana sang penulis melakukan eksplorasi. Ada karya tulis yang sekedar menuliskan ulang (terjemahan persis), ada yang menuliskan ulang akan tetapi dengan cara dia sendiri (ada aspek pemahaman – siapa tahu cara penulisan dia lebih baik dari penulis dan bahkan penemunya), ada yang melakukan eksperimen, ada yang melakuan sintesa dari beberapa ide orang lain, ada yang melakukan analisis terhadap sebuah topik, dan ada yang melakukan lebih dari itu semua.

Aspek “bahasa” terkait dengan penggunaan bahasa, yang umumnya adalah Bahasa Indonesia. Termasuk di dalam penilian ini adalah bagaimana cara penulis menggunakan istilah asing, ketepatan dalam memilih kata, dan seterusnya. Ternyata ini tidak mudah. Kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan paragraf yang terlalu panjang. Saya pernah menilai sebuah makalah dimana dalam satu halaman hanya ada satu paragraf! Lebih jauh lagi, satu ada satu kalimat yang menggunakan hampir sepuluh koma! Pusing membacanya.

Aspek “clarity” (saya tidak tahu terjemahan yang pas) menunjukkan seberapa jelas sang penulis menyampaikan idenya. Kadang-kadang saya menemukan tulisan yang sangat bagus dalam menyampaikan idenya! Luar biasa. Bahkan saya dapat belajar dari tulisan tersebut. Percuma kita membuat sebuah makalah yang isinya membingungkan. Yang repot adalah jika kita harus menjelaskan sebuah topik yang memang sulit untuk dijelaskan, seperti misalnya topik algoritma kriptografi yang sarat dengan matematika.

Aspek “penggunaan standar” saya terapkan karena makalah di dunia akademik harus mengikuti standar penulisan. Ada beragam standar yang bisa dipilih, seperti IEEE dan ACM. Anda tinggal memilih. Yang penting adalah konsisten dengan sebuah standar. Ini tercermin dari penomoran bab, sub-bab, halaman, dan seterusnya.

Penggunaan referensi sudah saya singgung pada tulisan di blog sebelumnya. Aspek ini sangat penting dalam sebuah karya ilmiah. Seringkali, pertama kali saya baca sebuah karya ilmiah, saya lihat bagian referensinya dahulu. Jika referensi sudah kacau balau dapat diperkirakan tulisan akan kacau juga. Yang mudah diperiksa dari aspek referensi ini adalah cara penulisan dan penggunaannya.

Aspek “penyajian gambar” saya gunakan sebagai nilai bonus untuk menambah nilai bagi yang berada di perbatasan nilai. Di aspek ini saya melihat bagaimana penulis menggunakan gambar, mengutip sumbernya, menyajikan tabel, menuliskan persamaan matematik, dan hal lain yang bersifat visual.

Aspek “bahasa”, “clarity“, “standar”, dan “referensi” saya jadikan satu dan dirata-rata. Angkanya kemudian saya tambahkan dengan “originalitas” dan “kedalaman (tingkat kesulitan”) dan dibagi tiga. Setelah itu saya tambah dengan nilai “penyajian gambar” (maksimum 1 poin dari skala 100) untuk yang nilainya di perbatasan.

Demikianlah cara saya menilai sebuah makalah. Mudah-mudahan bermanfaat.

Iklan

18 pemikiran pada “Cara Saya Menilai Makalah

  1. Apakah cara menilai anda ini sudah mengikuti standar?

    Apakah ada standar untuk menilai makalah?

    Apakah penilaian makalah akan selalu menjadi hal yang subyektif?

  2. wah lengkap neh penjabaranya semoga dosen-dosen yang ada mudah-mudahan mengikuti jejak pa budi karena banyak dosen yang asal-asalan dalam penilaian terhadap karya dari mahasiswanya ….

  3. mudah-mudahan dosen saya belum ada yang ngebaca blognya mr budi. πŸ™‚ saya bisa dapet E.. LOL.. yang kemaren aja syukur-syukur dapet C… Bisa-Bisa Makin lama aja dudukin bangku kuliah.

  4. pak budi, seminggu ini saya dengar dari beberapa dosen yang ngajar mata kuliah umum untuk angkatan 2006, makalah mahasiswa mereka isinya copy paste semua. ini gejala apa yah? dan salah siapa? dan itu tidak terjadi hanya pada beberapa mahasiswa tetap hampir seluruh mahasiswa dari beberapa kelas. dan anehnya sempat terlontar pertanyaan dari mahasiswa ke dosen yang bersangkutan.. apakah saya terkena kasus plagiarisme? apa itu plagiat? waks

    selain itu, mahasiswa2nya itu walau sudah diberitahu cara penulisan referensi ternyata, penulisan referensi dalam makalah masih sangat kacau. akibatnya mungkin seperti kata bapak di blog ini, isi makalahnya pun bisa saja kacau.

  5. Salam Pak Budi jika boleh saya memperkenalkan diri sebagai seorang mantan santri dari pesantren Buntet Pesantren Cirebon tengah berusaha menulis apa yang bisa saya tulis. Banyak makalah ditulis hanya sebagian kecil di upload di blog saya. Dari urian bapak tentu banyak sekali kesalahan yang dibuat. Mohon kritik dan sarannya.
    wassalam

  6. Kalo saya menilai makalah caranya 3 saja:
    1. Topiknya menarik (ini pasti subjektif), atau setidaknya relevan dengan apa yg diminta atau sedang dipelajari (biar objektif dikitlah :D).

    2. Orisinalitas gagasan. Tak harus benar-benar baru, tapi lebih pada adanya koreksi atau pengembangan baru dari argumen sebelumnya. Paling top sih emang bener2 baru alias originale. But nothing is really new under the sun. Lagi pula seensiklopedis apa sih pengetahuan seorang dosen/pengajar sehingga dia tahu mana gagsan yg orisinal dan mana yg bukan?

    3. Flow of ideas. Ya jangan jump into conclusion donk ah. Paling enak kalo argumennya ngalir. Juga kalo pengusaan bahasanya manztap, pastilah dia tahu bagaimana menyusun argumen yg bagus, from the fist sentence in every paragraph, dan dari setiap paragraf dari keseluruhan isi…

    So, kayaknya penilaian gaya Pak Budhi over complicated deh… Terlalu banyak indikator. Kasian mahasiswa yg terlalu mengejar idealitas, padahal toh memahami ide saja sudah susah… Apa benar begitu, Pak?

  7. untuk ilham (re: over complicated).
    kalau banyak indikatornya makin untung bagi mahasiswanya tapi makin repot bagi dosennya. Kadangkalah ada mahasiwa yang lemah di satu sisi, akan tetapi lebih kuat dari sisi lainnya. Contohnya ada makalah yang tidak memiliki ide yang orisinal, tapi bahasa Indonesia sangat bagus dan penjelasannya sangat jelas. Untuk hal yang seperti ini dia bisa mendapatkan nilai yang bagus. Dipisahnya berbagai hal itu akan membuat mereka menjadi lebih terakomodasi. Kalau semuanya dikelompokkan menjadi satu nanti ada yang sebetulnya bisa bagus, tapi nilainya menjadi buruk.

    Hanya … report bagi sang dosen. :p

  8. Tnq om Budhi. Saya bisa kebayang pgimana repotnya, hehehehe. … Tp sesuai pengalaman, mahasiwa juga ngalamin, kecuali mereka sebodoh amat… Tp mgkn itulah harga yg harus dibayar siapapun yg mau “naik kelas”. Siapapun….

  9. penulisan makalah harus ada beberapa indikator dan manfaat untuk kedepannya dan dapat memberikan kontribusi nantinya. Kalau hanya asal tulis dan yang penting selesaikan tugas…itu sama aja copy paste tulisan, tanpa ada upaya untuk untuk berpikir…. Tuk om budi kita banyak ciptakana sarjana dan banyak tulisan yang dibuat tapi sampai saat ini hasilnya masih 0,sekian% aja, blm ada yang sumbangsih ke kemajuan….

  10. Bagus, dapat menjadi pedoman bagi pemakalah, atau para mahasiswa yang nampaknya wajib bagi ITB. Kalau boleh, bagaimana kalau P Budi tulis juga tip dan trik membuat makalah, tip dan trik mempresentasikan makalah, tip dan trik mencari referensi.

  11. Alhamdulillah ini yang saya cari, sebab bentar lagi aku harus menilai makalah LKIR Kabupaten. Indikator – indikator ini yang perlu di ambil. Permisi pak Budi saya ambil gaya panjenengan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s