Antara “v” dan “f”

Bahasa Indonesia saya sedang kacaw balaw … eh, kacau balau. Morat marit. Yang benar itu “kreativitas” atau “kreatifitas” sih?

Jangan ambil kamus dulu. Jawab dulu, baru ambil kamus Bahasa Indonesia.

…..

….

..

.

Selain kata di atas masih ada banyak kata lain yang membuat saya bingung, yaitu khususnya kata yang mengandung huruf “v”. Nampaknya Bahasa Indonesia lebih memilih huruf “f” dibandingkan huruf “v”. Mengapa?

Kalau orang Sunda lain lagi, yaitu ada huruf ‘ep’ 🙂 ha ha ha. Yang ini susah menjelaskannya kalau belum pernah ke Jawa Barat. Memang menarik sekali bangsa kita ini ya. Banyak sekali hal-hal yang menarik dan lucu-lucu. Inilah nikmatnya hidup di Indonesia.

Iklan

38 pemikiran pada “Antara “v” dan “f”

  1. Kalo ga salah *berarti benar ^^ … ini belum buka kamus*
    >> “kreatifitas”

    Asal kata-nya : creative

    Jadi kata guru Bahasa Indonesia saya (SD-SMP-SMA) : “Bagian v menjadi f”

    Contoh lain :
    >> active = aktif
    >> persuasive = persuasif
    >> addictive = adiktif

    Tapi sebenarnya aku juga penasaran, kenapa “favorite” ga jadi “faforit” hehe…malah seringnya “favorit”
    Atau karena punya arti sendiri “kesukaan”?

    Nah…kalo Sunda-an … ‘f’ dan ‘v’ sama2 jadi ‘p’ … ^^v

  2. Seingat saya dari jawaban pembimbing tutorial Bahasa Indonesia ketika ditanya,
    kalo “v” di akhir kata jadi “f”
    active => aktif (katanya “e” dibelakang tidak dianggap karena tidak berbunyi)

    tapi kalo “v” ditengah tetap “v”
    activity =>aktivitas

    selanjutnya:
    diaktifkan (bukan diaktivkan)
    mengaktifkan (bukan mengaktivkan)
    menggunakan “f” karena bukan dari bahasa inggris lagi, tapi sudah dari kata aktif

    Jadi
    creative => kreatif
    creativity =>kreativitas

  3. Oya tentang f atau v jadi p
    Kalo “paraf” biasanya orang sunda kan bilangnya “parap”, tapi pernah saya liat di suatu lembar absensi tertulisnya “farap”.

  4. Ehehe!

    “kreativitas”! Jelas! Masih inget jaman2x belajar bahasa menjelang SPMB. 😀

    Kata yang diserap itu gak boleh langsung diberi imbuhan, misalnya jadi “kreatifitas”. Itu salah, karena harus dilihat kembali ke bentuk asalnya. Apakah dalam bahasa asalnya sudah ada kata padanan “kreatifitas”? Nach, kata itu kan sudah ada, yaitu “creativity” dan bukannya “creatifity”. 😀

    Jadi, “creativity” diserap jadi “kreativitas”. Huruf di tengah tidak diubah.

    CMIIW.

  5. Kata guru saya, bahasa itu adalah hasil kesepakatan dari sekelompok orang. Jadi, mana yang paling banyak dipakai, itulah yang benar

  6. yang bener kreativitas –> derived from creativity…
    klo dia diubah jadi bentuk sifat –> v berubah jadi f jadinya kreatif… begitu juga untuk aktivitas dan aktif…

    jadi inget temen saya waktu ujian skripsi dia bilang gini ke dosennya:
    ” itu loh pak huruf ep seperti di pespa…” gara-gara dia salah ketik huruf yang harusnya “V” dia nulisnya “F”

  7. mungkin perlu tunggu 1 atau 2 generasi lagi……….
    anak-anak kita yang english minded ini gak sadar kalau ayah-bundanya masih terpengaruh hollandspreeken. Alhasil, waktu mata membaca tulisan inggris tapi kuping mendengar suara belanda………………….

  8. Menurut saya….

    Jika ada kata asing yang berakhiran
    …..ive maka diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi ..if
    v berubah menjadi f
    contoh aktive menjadi aktif, dan sejenisnya.
    …..vity maka diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi vitas
    v tetap v
    contoh activity menjadi aktivitas

    kalau meragukan silahkan cek saja pada kata-kata lain..

  9. Yang di Indo masih agak mending.
    Di Perancis ‘vous’ ama ‘fou’ hampir sama cara bacanya. Padahal yang satu artinya ‘anda’ satu lagi ‘bodoh’.

  10. -ve kan memang bunyinya lebih mirip f daripada v?
    Atau jangan2 kita biasa menganggap f berbunyi sama dengan v?
    Vous dan fou? Jauh sekali lah.

  11. Masih mending… daripada orang negara sebelah kita, yang bahkan tidak bisa membedakan nama negara mereka, yaitu apakah itu Philipina, Filiphina atau Pilivina.
    Bayangin, satu negara euy.

    Masih mending urang sunda, aya kreatipitasna. Atawa orang betawi yang suka nongton pelem.

  12. hehehe…. saya pernah lihat satu photo (atau foto ?) di tempo. kalo ga salah tulisannya seperti ini : fhoto cofy – dobel polio. (penyakit polio ganda, atau uk. dobel kertasnya ?)

  13. saya paling mau mati kalo ngebedain antara vivin atau fifin…duh susaah ngerti bedanya antara f dan v … tp yg penting yg dipanggil ngerti kalo kita manggil.. lagian maksud utama pemakaian suatu bahasa adalah untuk berkomunikasi bukan? jadi salah2 dikit boleh dong hehehe

  14. waduh….

    koq makin ke bawah comment nya makin ancur yah… ;p

    yg jadi moderator nya mana nih? weleh..weleh…

    kl menurut saya, aktif dan kreativitas itu yg bener, jika mengacu pada eyd tahun dimana saya esde dulu ;p

    entah deh kl sekarang, khan udah pada beda semua…

    btw, antara propinsi dan provinsi, yg mana yg benar yah? ;p

  15. hahaha….. iya yah. lucu juga pak. jadi ingat kalau orang memanggil saya. kan seharusnya “Freddd……” tapi karena orangnya yang manggil saya nggak bsia beda’ in antara F dan P dan terus ngak bsia beda’ in antara D dan T jadinya dipanggilnya “Preettttttt……”

  16. Yang benar itu “kreativitas” atau “kreatifitas” sih?

    jelas lah pak… KREATIPITAS! sunda tea… walopun bukan orang sunda, tapi setelah bertahun-tahun di bandung, ketularan juga… infus aja jadi IMPUS…

    tapi justru disitulah letak keunikan kulturnya! walaupun mereka pada dasarnya mengerti perbedaan antara P,V, dan F, tapi pada kehidupan sehari-hari P lebih disukai instead of V dan F… that the style is!

  17. Kalau menurut saya (setelah mengintip KBBI 😀 ) yang benar adalah :
    kreatifitas
    sensitifitas

    silakan buka Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk konfirmasinya 🙂

  18. Wah, jadi ingat kalau sampai sekarang saya juga masih kebingungan tentang penggunaan “dr.” atau “Dr.” untuk bidang kesehatan. Yang benar yang mana ya. Saya selama ini cenderung pada yang pertama. Ada yang bisa bantu?

  19. @herman
    kalo gak salah,
    “dr.” itu dokter, gelar profesi yang didapat dari kuliah kedokteran,
    “Dr” itu doktor, gelar dari program doktoral (S3).

    CMIIW

  20. Mohon izin sedikit berkomentar, walau saya pun masih dalam taraf belajar.
    Yang benar menurut kaidah EYD adalah:
    *kreatif
    *kreativitas
    *sensitif
    *sensitivitas.
    Baru saja saya cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mengingat ada komentar dari Sdr. Tedy yang tidak benar. Untuk saudara Tedy, mohon maaf kalau saya koreksi.

    Budy Snake
    Indonesian Language Observer

  21. mungkin pengaruh bahasa ibu atau emang perbendaharaan kata yang kurang atau juga gak peduli dengan bahasa indonesia yang baik dan benar 😀

  22. walaupun saya nggak lulus spmb, tapi saya cukup pede untuk menjelaskan ini pak.

    kalau bicara kata dasar(kata sifat), maka jadinya pake ‘f’
    misal :
    aktif
    kreatif

    tapi kalo sudah berubah dari kata dasarnya jadi pake ‘v’
    contoh :
    aktivitas
    kreativitas

    itu juga kata guru saya dulu…
    kalo nggak percaya coba aja pak.

  23. klo konsonan vokal beda Antara V dan F. tpi klo untuk org indo hampir sama ya hahahaha
    beda klo abjad V dan F ditulis dlm bhs inggris
    contohnya
    -Life – Live perhatikan F dan V nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s