Tidak Boleh Mengambil Foto

Mengapa di beberapa tempat kita tidak boleh mengambil foto? (Eh, yang benar itu ‘memfoto’ atau ‘memoto’? hi hi hi) Saya bisa mengerti kalau tempat yang akan difoto itu adalah tempat militer yang penuh dengan rahasia, tapi ini shopping mall. Tempat-tempat lain yang juga sering tidak boleh difoto antara lain airport, bandara, dan pelabuhan.

Sekarang kan sudah banyak handphone yang memiliki kamera digital. Akan sulit untuk melakukan pelarangan tersebut. Kalau kelihatan secara vulgar tentu bisa dilarang, tapi kalau curi-curi moment gimana?

19 pemikiran pada “Tidak Boleh Mengambil Foto

  1. Kalau di perusahaan, biasanya terlarang untuk menghindari pesaing yang mencuri data pak. Bisa juga dilarang karena takut dijadikan bahan tulisan / artikel yang menyoroti kekurangan di tempat tersebut.

    BTW, kalau di mall, ini mall mana ya ? Saya sih biasanya jeprat-jepret sana sini nggak dilarang.

  2. Saya udah pengalaman dua kali, satu di New York, satu di London. Keduanya alasannya sama, karena desain mall merupakan patented design, jadi tidak boleh foto foto di situ. Jadi habis foto didatengin ama security gede gede serem gitu. Tadinya gue berpikir tampang gue kayak terrorist apa 😛 Mentang mentang Asia di tengah bule.

  3. Pertama, saya akan memberi komentar tentang tentang “momfoto” atau “memoto” yaitu kedua kalimat tersebut tidak baku. Yang lebih tepat sesuai kaidah bahasa Indonesia adalah memotret (mengambil gambar dengan kamera)

    Kedua, mengenai beberapa tempat yang melarang memotret di lingkungan tertentu. Memang hal tersebut dilarang karena berhubungan dengan rahasia perusahaan dan hak paten desain interior suatu mal, seperti yang telah dijelaskan oleh Sdr. Dedhi.

    Namun untuk mal, hotel, dan cafe biasanya masih boleh melakukan pemotretan dengan izin khusus ke pihak manajemen.

    Saya pun pernah mengalami ketika berada di Dago Pakar Waterfall (Bandung Utara) ketika akan memotret air terjun saya dicegah oleh seorang satpam. Beliau menjelaskan untuk pemotretan harus ada izin dari manajemen.

    Demikian komentar saya. Terima kasih.

    Budy Snake

  4. Saya pernah ditegur ketika mau memotret antrian J.co di Mall Kelapa Gading dan sewaktu memotret asal-asalan di Mall Senayan City. Waktu di Senayan City katanya harus minta ijin building management dulu.

    Pernah juga ditegur waktu foto di restoran.

  5. di kuwait lebih strik pak budi.
    aku musti liat liat dan tanya2 temen dulu.

    salah-salah, bisa ditangkep polisi…
    hihihi

  6. salam kenal, pak budi..

    saya juga ngalamin hal yang sama. saya motret di halaman depan itc roxy mas malah (bukan di dalamnya lho). didatengin satpam deh.

    hmm, sampai skr masih tetep heran knp kok (akhir2 ini) bnyk tempat yg melarang memotret. rasanya dulu sih gak gitu.

  7. Saya juga pernah beberapa kali dapat tempat yg dilarang foto di LN, tapi memang jelas tertulis ada larangannya. Kalau di Indonesia kebanyakan tidak ada biasanya staff yg menghampiri kita hanya berkata “dilarang pihak manajemen”.

    Para staff tersebut memang salah kaprah mengunakan kata paten, kalau memang ada “patennya” justru tidak ada masalah karena telah dilindungi secara hukum, yg menjadi masalah kalau kita membuat masal barang yg telah teregistrasi tanpa membayar.

    Saya pernah ke eksibisi elektronika dan IT di LN yg memang para menjadi ajang penjualan paten para pesertanya. Justru rangkaian2an skematik diagram dipamerkan dalam poster ukuran besar. Para pengunjung bebas memotret tidak ada kekhawatiran dipihak peserta karena memang mereka telah mematenkan temuannya, dan berharap ada pihak yg tertarik dengan hasil risetnya.

    Untuk kasus Indonesia AFAIK yg biasanya kena larangan untuk dipotret yakni layout-interior dan makanan. Memang kebanyakan pihak khawatir takut ditiru oleh kompetitornya. Terlebih lagi di Indonesia tidak terlalu sulit untuk membuat replika layout-interior atau makanan yg relatif sama.

    Padahal kalau pihak manajemennya cukup jeli menangkap peluang sebenarnya pengambilan foto oleh orang itu merupakan suatu kesempatan untuk mempromosikan bisnisnya, misalnya orang tersebut akan menaruh di blognya. Kalaupun ada pihak yg mencontek desain makanan atau interiornya bisa diketahui karena misalnya sudah banyak orang yg mengetahui bahwa layout tersebut merupakan trademark tempat tertentu, didukung dengan adanya website tempat ybs tentunya. Sayang belum banyak pihak manajemen yg bisa memanfaatkan hal tersebut.

  8. pengalaman saya sih, Barcode Billyard Pool di plaza dago. waktu itu ada temen iseng motret waktu lagi maen billyard, kan ada blitz-nya tuh. ketauan deh ama petugasnya, lalu diinformasikan bahwa dilarang memotret di lokasi itu. Tapi petugasnya menginformasikan dengan baik dan sopan, sehingga customer tetap merasa senang tanpa ada sejenis “hukuman” atopun “penindasan”.

  9. (1) Belum terbiasa budaya open source
    (2) Menjaga privacy pengunjung (nggak enak kalau lagi makan trus difoto orang tak dikenal
    (3) Biar satpam nggak kehabisan pekerjaan

  10. dari jaman dulu emang dilarang motret di mall, malah plangnya gedhe2 “dilarang mengambil gambar!”, mungkin krn takut design interiornya dicontek. tapi dijaman itu kan pocket camera & hp berkamera kan lum buanyak jadi ya ga’ berasa efeknya. ada yg mau iseng ber-pose ria didepan kedubes amrik;;)

  11. saya setuju dengan (mas?) ananta. dulu ada yang pernah memberi tahu saya, kalau mau melakukan ‘serangan’, harus tahu sebanyak-banyaknya tentang target. gitu kan, pak?

  12. komplex perumahan mewah di kemayoran, juga ada larangannya,
    di pasang papan pengumuman besar, untuk tidak mengambil foto gedung yang bersangkutan

  13. sepertinya begitu, hak cipta yang takut direplika pihak lain mengingat hukum yang mengatur gituan masih lemah kali ya di indo kita tercinta. kalau saya yg empunya mall, silahkan berfoto sepuasnya. kalau bisa ajak2 saya sebagai ownernya. he2..

  14. Dilarang ngambil foto tuch kalo ketahuan ama security/orang, tpi kalo gak ketahuan yach sah-sah aza!!!!
    karna kita ngambil foto itu bkan buat kejahatan ko,
    dan yang terpenting sich kta gak menyalah gunakan foto-foto itu!!!!
    trus masih banyak tuch design2 yang tdk di patenkan di contek orang, lalu orang yang mncontek itu mempatenkan atas nama dia, klo udah kayak gitu gmana??? N’ belum tentu karya yang di patenkan itu pure dari imagine dia!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s