Jelema, siah!

Mengapa, jika marah, manusia membawa-bawa nama binatang?

Anjing, siah! (kata orang Sunda). Asu! (kata orang Jawa). Babi!

Mengapa kami, para hewan, diasosiasikan dengan hal-hal yang rendah? Padahal, dengan menggunakan berbagai tolok ukurpun, kalian lebih rendah dari kami ini. Kami tidak terima! Lain kali, kalau Anda marah, jangan gunakan nama kami!

Dasar manusia goblog!

Jelema, siah! (kata hewan Sunda)

tertanda …

seekor hewan

42 pemikiran pada “Jelema, siah!

  1. hihihi… !
    menarik.
    berhubung saya termasuk pencinta hewan, jadi tidak termasuk yang suka menggunakan nama2 ‘bonbin’ kalau sedang marah.

    BTW jadi kepikiran juga kalo para hewan melakukan aksi demo terhadap para ‘jelema’ …

  2. Ikutan protes

    kami atas nama rumput-rumput hijau juga protes sama demonstrawan demonstrawati yang menginjak-nginjak kami tanpa peduli . dan juga untuk teman kami pohon-pohon perdu di sepanjang jalan yang telah beralih fungsi menjadi papan reklame / promosi partai .

    stop kekerasan !

    tertanda
    dunia tumbuhan

  3. Urang Mah Jelema !
    Alhamdullillah sejak saya kecil hingga sudah “over the hill” belum pernah saya bilang nama-nama penghuni kebun binatang, bila saya sangat marah pada seseorang (“Teu pas ka leuleumbutan kitu Kang Budi!”) walaupun orang luar sana pernah bilang bahwa manusia itu adalah hewan yang dapat berbicara, itu mungkin benar…. ya.. bagi yang beranggapan itu benar.

  4. Yang memiliki arti lain bukan E, Tapi E’ (Bunyi E nya seperti di kata “Edan”) Itu baru artinya lain.

    kalo E aja tidak ada artinya 😀

    Tertanda

    Dari Sidroe Ureueng Aceh.

  5. Yah binatang jadi kambing hitam. Dia gak salah padahal manusia yang salah…mungkin dahulu kala manusia pada waktu marah melihat monyet lagi ambil pisang di kebon sehingga manusia teriak monyet..karena menjadi kebiasaan maka manusia tiap kali marah selalu bilang monyettt

    Relax saja
    http://franxboedi.blogspot.com

  6. ah itu karna si manungsa nganggep hewan emang rendah mungkin pak. makanya kalo marah pada keluar semua isi bonbinnya

    dasar kelinci! dasar semut! dasar capung! dasar kepiting!
    dasar ikan! dasar kakatua! dasar anoa!

    loh?

  7. Yang membedakan antara kito manuso dengan binatang adalah cara berfikir dan keyakinannya:

    diantara sifat2 sama nafsu kawin misalnya manusia n binatang sama, nafsu makan, tidur, marah, and so on sama, yang beda cara berfikir, itu seh menurut saya. saya degar dari Kyai gt.

  8. kalau anjrit teh makhluk apa ya? modifikasi dari anjing kitu? soalna saya lebih seneng bilang.. anjrit euy.. ga ada yang memarahi..

  9. kan mau dikatakan jantan makanya keluar nama2 hewan kan kalo.. nama tumbuh2an seakan betina banget… masa.. tomat, durian, dsb… 🙂
    just kidding

  10. Padahal kalo kita ngerti bahasa hewan,… mungkin nama “budi” atawa saya disebut juga oleh hewan yang lagi kesel, cuma kitanya aja yang gak ngerti bahasanya,..????
    ( hapunteun Kang Budi heureuy,… katalajong,.hehehehe)
    dedidj-Cilegon-Banten

  11. Saya setuju dengan pendapat nya Mas Indra(Indrayana PLN?) kalau kita marah sama seseorang lebih baik sebut saja nama nama sayur mayur, nanti kita menjadi sehat bervitamin!.

    Tetapi kalaupun kita masih marah juga yah cukup Istigfar atau itu masih juga ga mempan, we’d better go the the specialist!.

    Hapunten.

  12. Belum tentu binatang, kalo orang betawi mah kata kerja
    contoh : Ngentot lo, Berak, lo

    Nah kalo orang surabaya mirip luga : Diancuk kon (yah sama juga ama ngenthot lo)

    Laen2 kan?

  13. kenapa Pak Budi tiba2 menulis tentang sumpah serapah macam ini? Baru risih kupingnya ya Pak dengar kata-kata macam itu? atau ada pengalaman tidak menyenangkan dengan kata2 tadi? 😀

  14. hehehe… jadi ingat waktu maen bola saat pertandingan persahabatan antara Hotel Bumi Senyiur – Samarinda dengan Hotel Benakutai – Balikpapan…

    salah satu teman, slalu kena umpat/sumpah serapah “dasar kambing” jika melakukan kesalahan dalam bermain… sampai akhirnya dia gak tahan lagi selalu di umpat “dasar kambing”… trus dengan lugunya dia bilang “coba kalau sarik jangan nyambati lawan nama binatang nah… aku kada nyaman mendangarnya” (terjemahan: “coba kalau marah jangan sumpahin pake nama binatang… gak enak di dengar”) spontan teman2 smua tertawa….

    trus mo gimana lagi… rasanya emang binatang lah yang pantas untuk kata2 sumpah serapah, lantaran ujudnya yang emang ga manusiawi… trus mo d ganti dengan sumpah serapah apa lagi… gak ada yg bisa menggantikan posisi binatang sebagai bahan hina an… toh para hewan gak ada yang protes tuh hahahahaha

    tapi jangan kecewa bagi para penyang binatang, karena level sumpahan menggunakan nama binatang saya anggap masih d level medium, sementara sumpahan di high level jatuh pada kata sumpahan yg menjurus ke sara (ga perlu d sebutkan, pasti dah ngerti semua) trus d level yang low jatuh pada kata sumpahan yg menjurus ke kata benda, misal “muka tembok”, “dasar dodol” dsbgnya (ini menurut pandangan saya, mungkin ada yang lain?)

  15. iya
    di surabaya kan orang2 biasa mengumpat pake kata “jangkrik”
    i wonder if they want to curse each other
    masa mereka bilang, “orang lu !!!” ^^

  16. LUCU JUGA YA, YANG MARAH BAWA NAMA BINATANG, SETAN, TUMBUHAN. KENAPA GAK BAWA NAMA SENDIRI. MISALNYA DASAR ALDI, KAN GAK ADA YANG TERSINGGUNG.

  17. Gw pikir karena mau cari aman aja sih. Soalnya para hewan kan tidak bisa membalas kalau nama2nya digunakan manusia utk bahan sumpah-menyumpah. Well, betapa menunjukkan bahwa manusia itu (yg suka memaki2 pake vocabulary hewan) pd hakikatnya adalah pengecut. ya nggak sih?
    Btw, salam kenal ya mas dr Samarinda.

  18. wah sayah mah, moal mawa2 binatang nanti diprotes pecinta hewan, apalagih manusia bisa di tuntut Aktivis HAM…
    paling oge ” Seta…n siah ..#$@!!! ato IBLIS sia..h!!! Jurig..siah.. Dan lain sebagainya.
    karena Sayah Belum denger ada Lembaga resmi aktivis pecinta setan, Iblis Jurig dan lain sebagainya….
    (eh tapi katanya sekarang Sudah Mulai ada Jaringan Iblis Liberal…. Punten Ah Blis… tu juga kata orang…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s