Menyimpan Kardus (Alat Elektronik)

Setiap kita membeli alat elektronik – mulai dari yang kecil (handphone) sampai ke yang besar (kulkas) – kita mendapat bonus tambahan, sebuah kardus. Nah, kardus ini kadang disimpan dan kadang dibuang. Kardus handphone disimpan karena siapa tahu nanti mau dijual lagi atau ditukarkan dengan handphone baru. Kardus bekas TV, setelah beberapa saat (meyakinkan TV sudah ok) dia dikilokan.

Ternyata kardus yang kecil-kecil ini cukup merepotkan. Ada kardus untuk handphone, digital camera (padahal digital cameranya sudah tidak di saya), access point, wireless card, dan banyak yang lainnya. Mereka menyemak di ruangan kerja saya. Berdebu. Aduh …

Untuk kantor, ada juga kardus-kardus lain seperti bekas komputer (motherboard, mouse), monitor, dan seterusnya. Yang ini banyak juga. Biasanya kardus kecil dimasukkan ke kardus besar, dan seterusnya. Dilihat dari sisi lain, kardus besar beranak kardus kecil. he he he. Seperti mainnannya orang Rusia (atau Ukraina?), yang bentuknya orang-orangan, dimana di dalamnya ada orang-orangan, yang di dalamnya ada orang-orangan, … Anda mengertikan maksud saya?

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk pengumpul kardus juga?

Iklan

29 pemikiran pada “Menyimpan Kardus (Alat Elektronik)

  1. kardus itu memang menjemukan pak budi, saya terbiasa membuang-nya. kecuali untuk HP dan beberapa yang saya yakin masih bermanfaat. kl properties computer yg kecil2, sepertinya dibuang saja.

  2. kalau saya dikumpulkan untuk sementara waktu,
    kemudian dijadikan sarana untuk membungkus Kado atau hadiah
    jika saja ada saudara atau sahabat dekat yang mengadakan hajatan dan lain sebagainya.

    Kan mereka tidak tahu, bungkusnya kalkulator, ternyata isinya yang lain πŸ™‚

  3. Gak tentu, kadang simpen kalo masih ada space, kalo gak ada tempat ya dibuang. Kebiasaan menyimpan2/sayang2 barang (“aduh simpen ah, sapa tau ntar kapan2 mau pake”) biasanya bikin jadi menuh2in rumah aja, pada akhir2nya gak pernah dipake sekali pun dan tetep dibuang anyway, jadi cuma menunda buang aja, hehe.

    BTW, Russion Dollsnya namanya Matryoshka.

  4. Kalo saya ,lebih baik kasih saja sama yang membutuhkan dari pada menuh menuhin rumah dan jadi sarang tikus karena bila ada kardus kardus, pasti saja ada tikus!.

    Beda dirumah kita, beda pula di DPR, ada duit ada laptop dll !.

    mohon di sorry buat Bapak bapak yang di Senayan

  5. Kalo kardus perangkat komputer yg belinya 1 set sepertinya kudu disimpen.. soalnya nanti kalo ada masalah trus klaim ke distributor, sering kali ditanyain juga kardusnya.

    Gak ada kardus gak boleh klaim.. hiks.. sayang blom sempet check warranty term-nya

  6. wah temen saya malah ada yang bawa pulang kardus-kardus bekas komponen komputer di kantor, buat bungkus kado katanya
    ~kardusnya mobo isinya gantungan kunci ^-^

  7. klo temen saya punya kebiasaan unik dengan kardus-kardus koleksinya. kardus-kardus tersebut dibungkus dengan kertas kado yg lucu-lucu, jadi meskipun menumpuk tapi terlihat lucu πŸ˜€

  8. wah sama pak Budi, saya juga termasuk salah satu “tukang loak” pengumpul kardus-kardus tersebut. Karena terkadang kardus-kardus tersebut juga bisa berguna untuk menyimpan barangΒ² yang sudah tidak terpakai namun sayang untuk dibuang. Benar-benar posisi buah simalakama.
    Kalau kardus-kardus kecil (bekas kamera digital, cd rom, dvd player, dll) biasanya saya simpan diatas lemari kamar saya, yg juga saya manfaatkan untuk menyimpan barangΒ² yang tidak terpakai dikamar saya. Dan benar jadi berdebu akhirnya, karena jarang dijamah.

  9. kalau saya, khusus untuk perangkat komputer saya simpan semua. misal kayak modem, box Vga Card, Mobo, dll, soalnya pasti berguna lagi suatu saat untuk tahu feature brg tersebut dgn cepat. tapi kalau urusan nya kayak TV, kulkas, Tape deck saya buang aja πŸ˜‰

  10. kalau yang berhubungan sama komputer lebih baik kok disimpan ya jaga-jaga kalau mau klaim garansi.tapi kalau kardus lainnya mending di kiloin aja lumayan bisa buat ngopi.

  11. kalo saya sih disimpen dulu sampai masa garansi habis…pernah kejadian mau klaim garansi monitor eh diminta kardusnya…untung aja kardusnya masih tersimpan dengan rapi…;)

  12. kalo saya sih.. saya jadiin digital aja biar praktis… caranya?!
    saya scan aja kardusnya… :p

    walaupun menumpuk gak makan banyak tempat.. trus kalo masih diperlukan, misal klaim garansi sesuatu.. kita masih bisa memperlihatkan “kardus digital” tsb pada yang mau di-klaim.. betul kan?

    ck ck ck… saya memang cerdas sekali… πŸ˜€

  13. he he he
    kayaknya kalo mau dikilo
    dikantor saya banyak tuh, kepake kalo ada yang pindahan he he he
    kalo ada yg mo kiloin silahkan ambil ke sini
    **pedalaman Kalimantan*
    he he he

  14. Lamun saya mah disimpen wae di loteng (Plafond) rumah.
    Soalna lamun pindahan sangat-2 berguna tuh.

    Salam ti Leuweung,
    Aa Plamoen

  15. Aku baru saja akhir pekan lalu berpikir untuk membuang semua kardus bekas yg memenuhi rumahku, namun belum kesampaian karena masih mencoba memikirkan alasan mengapa aku menyimpan kardus.

    Ternyata aku tidak sendirian. πŸ™‚

  16. Kardus bekas itu enaknya dipasang RFID atau Zigbee, biar pemulung (+ receivernya) tahu ada kardus yg sdh dibuang……Mimpi kali yee….

  17. didaur ulang kayaknya asik, pak..

    soal kardus yang beranak pinak itu saya ndak tau..
    sumpah, mas.. kalo ndak percaya boleh berani digeledah deh..
    ini bukan teka-teki to ini?

  18. kardus… ini sempat jadi masalah ketika masih ngontrak. akhirnya di simpan saja. ketika pindahan berguna juga…
    nah selesai pindahan, ternyata banyak bener kardus yang tidak terpakai , dus minuman mineral di buang, sedangkan yang elektonik masih disimpan kecuali AC.

    masalah timbul kardus kulkas akan diapakan ? akhirnya di jadikan alas tempat tidur. Beres dah.

  19. Mau dibuang sayang. Mungkin kelak bisa digunakan untuk hal lain, misalnya untuk pindahan, dll. (Maklum, anak kos).

    Akhirnya jadi menyimpan banyak kardus, dari kardus laptop sampai kardus antena TV. Hihihi… siapa tahu bermanfaat. Siapa tahu pas tidak punya uang bisa dikiloin.

  20. wah
    bukan cuma saya yg hobi mengumpulkan kardus
    ternyata bapak diam2 “begitu” juga ^^

    sebenarnya saya bisa dikatakan lebih parah
    soalnya saya hampir bisa dibilang tidak bisa membuang barang (kecuali memang sampah)
    saya selalu berpikir bahwa suatu saat saya akan membutuhkan barang ini
    akibatnya kamar kos saya yg mungil jadi penuh dengan kardus laptop, mouse, sepatu, modem, gundam dsb
    belum lagi buku2 saya yg menumpuk di rak
    entah itu textbook, novel, atau komik ^^

    apakah manusia itu memiliki kecenderungan untuk memenuhi ruang kosong yg ada?

    ps.
    “kardus beranak” itu asalnya dari rusia pak
    namanya matryoshka
    btw. saya juga baru tahu sejak nonton movie III-nya conan

    eh, ternyata sudah ada di comment sebelumnya
    maap2

  21. sebetulnya semua kardus bekas itu bisa jadi duit, kalo dus tv or barang elektronik yg besar bisa dijual satuan ke pedagang di jalan wahid hasyim (yg saya tau) kalo utk kardus2 yg kecil dan banyak bisa dikiloin kira2 harganya kalo dipabrik recycle sekitar 1000 an/kg khusus utk yg bahan carrugated(dus indomie yg warna coklat. Cuma karena sifat kita yg kalo lihat barang yg agak bagus dikit or nanti pasti bisa dipakai jadi sayang utk menjual or membuangnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s