Bagaimana menghadapi kegagalan, khususnya kegagalan ujian? Ujian Nasional baru saja berlangsung. Bagaimana menghadapinya? Bagaimana jika gagal? Bagaimana dengan ujian lainnya?

Kebanyakan dari kita menganggap bahwa gagal (dalam ujian formal atau dalam kehidupan sehari-hari) itu sama dengan memalukan. Aib! Kemudian kita tangani aib itu dengan melarikan diri. Hah??? Ngapain.

Tidak pernah gagal itu justru berbahaya. Bagi Anda yang pernah naik sepeda mungkin pernah mengalami jatuh dari sepeda, dan bangun kembali. Kalau kita tidak pernah jatuh, bagaimana kita bisa bangkit kembali? Kita tidak tahu bagaimana caranya.

Jatuh atau gagal juga penting untuk mengingat kita agar bisa lebih baik. Kalau kita pernah jatuh naik sepeda, maka kita lebih berhati-hati dalam menaiki sepeda. Kita tahu betapa sakitnya jatuh. Baret-baret pula. Kita akan berani ngebut sesuai dengan kemampuan kita. Salah-salah, jatuh dan sakit. Kalau kita tidak pernah jatuh, mungkin kita akan ngebut naik sepeda 80 km/jam dan berbahaya. Jadi gagal itu penting.

Eh, ini bukan berarti pembenaran bahwa gagal itu harus dibiarkan. Bukan itu. Maksudnya hadapi gagal itu dengan tangan terbuka. Tidak usah melarikan diri. Hadapi saja.

Pernahkah saya gagal dalam ujian? Gak usah diceritain. Itu aib. ha ha ha. Guyon saja. Ya pernah dong. Namanya juga manusia. Jadi, siap untuk menghadapi kegagalan?