Kredit Motor Yang Menjerat

Kejadiannya begini. Ada tetangga yang mau pinjam duit. Katanya anaknya kredit motor dan sudah dua bulan tidak bisa bayar kreditnya. Kalau hari ini tidak dibayar, maka motornya diambil.

Kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Ada lagi tetangga yang cerita bahwa suaminya tidak bisa melunasi kredit motornya. Tadinya dia mengira bisa menggunakan motor untuk narik ojek. Ternyata banyak yang narik ojek juga. Akibatnya dia tidak mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membayar kredit bulanan. Masih ada cerit lainnya yang sejenis.

Aduh. Mengapa jadi begini?

Saya lihat memang banyak tawaran kredit motor yang gila-gilaan. Bahkan di acara hiburan di lapangan terbuka saya lihat motor-motor untuk kredit yang dibawa dengan menggunakan mobil pickup kecil. Down paymentnya sangat kecil. Tawaran ini sangat menggiurkan. Akibatnya banyak orang yang mengambil kredit, padahal tidak mampu mengangsur.

Nampaknya kredit motor ini memang menjerat atau menjerumuskan. Kasihan rakyat. Janganlah mereka dibujuk-bujuk untuk melakukan sesuatu yang mereka tidak mampu. Bagaimana pendapat Anda?

Iklan

51 pemikiran pada “Kredit Motor Yang Menjerat

  1. mungkin di kota ini mau tdk mau motor sudah jadi kebutuhan. coba di bandung angkutan massalnya bagus , ada tempat berhenti bis di tiap jalan, monorel udah jadi, angkot cuman sedikit, bebas macet, biaya transportasi murah, dst. saya ga perlu naik motor lagi. tapi yah terpaksa… (ngga juga sih, dipaksa) soalnya kalau naik angkot pasti lama+macetnya hmmm… males.

  2. hehehehe…
    endonesia ini memang sudah keblinger Pak.

    lah wong mau bayar cash saja ndak boleh harus kredit dan betul bukan cuma DP 500rb tapi DP 0%.

    kalau saya lihat di BPKB ada lampiran bukti sepeda motor dan disitu ada harga saya ndak atahu apakah ini harga FOB atau harga jual untuk main dealer di endonesia ini
    Misal yang saya punya Honda Karisma harga tertulis disitu hanya RP 8.700.000 tapi ketika di kreditkan kisarannya jadi Rp 15.000.000 ~ Rp 18.000.000 tergantung DP dan masa pinjam, demikian juga untuk Honda Supra X terbaru.

    ccc….edan bener memang endonesia.

    sedikit tips : kalau mau harga mau agak murah dan kredit agak murah bisa beli secara kolektip yg saya tahu minimal 25 orang.

    wassalam

  3. Yang namanya KREDIT – tidak ada yang menguntungkan kok, Banyak yang menjanjikan dengan bunga kecil dan ringan, tapi masih ada embel2 lain, misal biaya administrasi, biasa pengurusan dokumen A s.d Z yang ujung2 nya mencekik juga.

    Gak usah kredit deh… yang bener Nabung – kalau dah cukup baru di belikan.. (tapi saya juga suka kredit sendal dan sepatu , karena mau beli cash gak ada duit……..kaburrrrrr)

  4. Yang salah bukan kreditnya, bukan pula marketingnya. Itu kan pilihan individu untuk beli motor apa ngga. Lagipula pasti kredit murah ini bermanfaat untuk pedagang kecil yang tadinya tidak punya motor, atau pegawai yang tadinya bermacet-macet naik angkot dan sekarang bisa pulang pergi ke kantor lebih cepat.

    #3 – siapa bilang tidak bisa beli motor dengan cash? Saya habis beli tuh.

  5. Salahkan orang yang ngambil kredit donk, yang namanya orang jualan itu kapitalis, yang penting untung. Kebiasaan buruk orang indonesia itu latah dan serba pingin cepet. Teman punya motor , pengen punya motor, orang punya mobil baru, pengen mobil baru. semua di jalani denga tanpa melihat process, dan kepengen gaya. Atau punya ide yang hampir sama, ngeredit motor buat ngojek, padahal yang punya ide dodol kayak gitu juga banyak. Dan kalau sudah banyak kasus nanti baru pada rame, teriak-teriak ngga mutu.
    Kapan sich pada mau maju, kalau mikirnya instant dan cetek.

  6. Pengetahuan umumnya konsumen kredit itu pada ‘resource management’-nya masih payah. Baru pengetahuan lho, blom skill-nya buat mempraktek-kan.

    Skitar 2-3 tahun lalu saya sampai naik speda ke kantor karena anak buah saya liat mulai jor-jor-an beli motor, yg tentu saya bayangkan bisa memberatkan pengeluaran mereka pasti…

  7. wah..judulnya menyeramkan pak….. ‘kan sewaktu akad kredit sudah dijelaskan mengenai persyaratan dan kondisinya. kalau setuju tanda tangan, kalau tidak setuju tidak jadi (sama halnya kalau kita install software, setuju pilih accept, tidak setuju not accept). .

    kalau sampai motornya harus diambil paksa ya..karena orangnya wanprestasi, itu sih…permasalahan berikutnya dari resiko kredit.

  8. Harusnya lebih selektif dalam menjaring calon pembeli, jangan berpikiran biarin saja, nanti kalo tidak kuat nyicil, motor bisa diambil.

    Tapi letak kesalahan utama tetap pada pembeli, seharusnya mempertimbangkan kemampuannya, karena pada waktu akad seharusnya sudah diberitahukan berapa angsuran per bulannya, dan juga konsekuensi jika tidak dapat memenuhinya.

    Ada kalanya cara kredit lebih efektif. Misalnya saja sodara saya, kalau tidak menggunakan motor, ongkos dia ke tempat kerja bisa mencapai 15 ribu per hari untuk naik angkot dan ojek pulang-pergi. Dengan dasar itu dan bisa dia lakukan bebrapa bulan, dia mengambil kredit motor dengan angsuran sekitar itu, bahkan dapatnya di bawah itu, sisanya buat beli bensin, masih perlu tambah, tapi dia juga lebih bebas ke sana-sini, tidak tergantung angkutan umum.

    Intinya, sebelum mengambil kredit:
    – Mempunyai kemampuan untuk mengangsur, jangan terlalu memeperhitungkan sumber yang masih belum jelas.
    – Yakinkan kalau itu memang diperlukan.

  9. #5, #6, #9

    Kenapa ya konsumen yang selalu salah? Yang saya lihat dari fenomena motor kredit ini adalah:

    1. Tingginya kebutuhan motor.
    2. Hampir tidak ada pilihan lain selain skema kredit yang ditawarkan sales.

    Mustinya, bagi pihak2 yang punya kekuatan finansial dan berhati pro-rakyat, menyediakan suatu skema lain selain kredit yang jelas-jelas cuman menternakkan uang. Yang win-win lah, bisa menyelesaikan 2 masalah yang saya utarakan di atas.

    Saya pernah datang ke suatu dealer motor, dan pastinya ditawari kredit. Lucunya, si penjual nggak mau DP yang terlalu besar (diatas 40% dari harga). “Kalau DPnya terlalu besar, pihak financing nggak untung pak. Nanti aplikasinya ditolak.” *Halah… Jadi pihak financing itu memang hidupnya pure dari ternak duit..

  10. Kalau mau kredit motor, lebih untung pinjam uang di bank seharga kontan motor itu. Lalu mencicil ke bank.

    Menurut Kiyosaki, penanggung resiko memang selayaknya mengambil untung. Dalam hal ini, perusahaan leasing motor menanggung resiko kredit macet. Karena itu mereka mengenakan bunga yang tinggi (total DP + cicilan bisa dua kali lipat harga kontan!) untuk menutupi resiko kredit macet itu. Jadi, kredit motor memang mudah dapatnya, tapi juga mudah hilangnya.

    Sebaliknya kalau kredit ke bank, susah dapatnya (karena bank juga menyaring calon debitor), tapi lebih ringan mencicilnya.

    Kembali ke pokok cerita, jalan keluarnya ada dua macam:

    Pendidikan masyarakat. Masyarakat harus melek finansial supaya tahu cara membelanjakan uang dengan bijak. (Jangan kira cuma orang kaya saja yang perlu melek finansial. Justru semakin miskin, orang semakin perlu melek finansial).

    Skema kredit murah dan terjangkau. Seperti yang dibuat Muhammad Yunus di Bangladesh.

  11. kredit… rentenir abad 21, dengan penawaran yang amat sangat menarik. misalnya kartu kredit, motor kredit, dsb.

    kalau dalam hal pembelanjaan, kredit menguntungkan apabila digunakan untuk belanja modal. karena disini jelas misal beli motor untuk usaha antar jemput, usaha gas /minuman mineral, bukan untuk di konsumsi sendiri.

    kalau kartu saja setahun bisa sampai 30%, apalagi kredit motor… bisa lebih mahal.

    btw ada cerita, kita bisa gonta ganti motor, kredit motor a, bayar dp doang, 3 bulan di tarik, trus kredit motor B..
    trus ditarik, demikian seterusnya.

  12. Saya setuju dengan pendapat maseko, selayaknyalah sebelum melakukan kredit dapat mengukur kemampuan dahulu untuk memperhitungkan angsurannya.

    Hal lain yang perlu diprtimbangkan yaitu kredit apa yang benar-benar perlu dilakukan, karena tidak dapat dipungkiri banyak kredit yang menjerumuskan.

  13. jurus akal-akalan preman. Ambil motor di delaer kasih DP 500ribu, motor datang langsung dipreteli jual spare partnya, rangka dan mesin yang dikasih nomer dibuang di sungai yang dalam dan berarus deras. cicilan nggak usah dibayar, kalo mo disita bilang motornya ilang, biarpun digeledah ndak bakal ketemu. Ini kasus nyata lho, tapi emang sekampung terkenal premannya jadi debt colectornya juga frend sendiri.
    harga kendaraan di Indonesia tergolong mahal karena pajaknya banyak macemnya, harga pabrik sebelum pajak untuk motor seharga 12 jt cash On The Road paling juga sekitar 6 juta (lihat faktur di BPKB), soalnya kena pajak penjualan, PPN-BM, bea cukai part yang diimpor (biasanya mesin), keuntungan main dealer, keuntungan dealer, bea balik nama, asuransi, de el el, de el el….
    Tambahan lagi kalo beli cash biasanya malah lebih sulit, BPKB dan STNK lebih lama jadinya.

  14. Hmmm gimana yah . . .

    Semua kembali ke hukum alam kok..sudah sejak jamannya nabi Adam kali. Siapa kuat menang. Nah terjemahan untuk jaman sekarang menjadi “Siapa pintar, dia maju”. Gejala yang terjadi pada sekitar kita adalah :

    “Budaya mode”, mengingikan sesuatu just cuma ngikutin mode, tidak diperhitungkan manfaat dibandingkan dg effort yang dikeluarkan. Mungkin ada yg sudah memperhitungkannya, namun tidak ekonomis, dalam arti nilai manfaat dibawah dari nilai materi/effort yg dikeluarkan.

    Daripada meributkan orang yg makan orang, mendingan saya kasih tips buat kredit :

    1. Definisikan secara mendetil kebutuhan anda
    2. Konversikan detil kebutuhan tersebut dalam nilai uang dalam jangka waktu tertentu (bulan, tahun)
    3. Definisikan kendala yg dihadapi, pada kondisi saat ini.
    4. Konversikan kendala tersebut dalam nominal uang yg kita sebut “kerugian”
    5. Kalkulasikan “kerugian” tersebut bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu (misal 3 th).
    6. Hitung apakah manfaat yg di dapat dari sebuah “kredit” dapat menutupi “kerugian” tersebut.
    7. Bila “kerugian” tertutupi plus dapat manfaat lebih, silahkan ambil kredit, namun bila tidak JANGAN SEKALI-KALI ambil kredit, karena dijamin pasti akan menjerat anda.

    Oya ada tips tambahan, bila mau ambil kredit, usahakan anda sudah mempunyai modal minimal 50% dari nilai barangnya, baru sisanya ambil dari kredit. Kemudian pastikan besar angsuran maksimal 50% dari nominal “saving” anda.

    Untuk melakukan kredit, jangan sekali-kali mengambil dari jatah operasional anda, namun harus dari bagian “saving” anda.

    Demikian sekilas advice dari saya . .

    Regards,

    Dendi
    Free Finance Advisor
    0817121803

  15. kalo ga mau motor diambil yaaaaaaaaa bayar dengan benar jangan nungak, seharusnya dipikirin dulu penghasilan dengan biaya hidup dan ditambah biaya kredit motor kalo emang tekor and kurang .
    yaaaaaaaa gila aja kalo berani kredit.
    kalo emang motor diambil ya kredit lagi, kan skrg ada kredit tanpa uang muka……hehehehehe
    gitu aja ko repot

  16. @andi, ya kalau hanya seperti itu. kalau didatangi debt collector yang serem-serem gimana?

    namanya juga orang tergiur (dan mungkin kurang berpendidikan) yang dijadikan mangsa. kalau orang yang berpendidikan kan pikirannya lain, ya seperti yang anda bilang … dia berhitung.

  17. negara ini negara hukum walau hukum hanya berpihak terhadap pemilik modal besar,kalo emang di datangin debt collector dengan baik2 ya kita terima dengan baik ,tapi kalo dengan kekerasan yang kita lapor aje ke pak polisi kalo polisi cuek getok aja pake palu bisa sadar bahwa mereka harus melindungi rakyatnya.
    sebenarnya masyarakat kita tuh pinter tapi pola pikirnya terlalu berpikir pendek, bahkan banyak yang kredit motor karena gengsi krn tetangga punya motor baru.
    tapi ada yg pintar juga, dia kredit motor yang digunakan untuk berangkat ke kantor krn ongkos sebulan biayanya pp rp 450 jadi biaya ongkos itu dialihkan untuk biaya kredit motor kan lumayan jadi barang .daripada nabung ga terkumpul-kumpul juga,apalagi pinjem bank wah persyaratannya aneh2.

  18. yaaa iya lah.? masa orang kantoran mau ambil motor aja pikir pikir kalah dong ama tukang ojex.Yang motor nya mentereng (Peduli amat motor di tarik yang penting punya motor baru HAAA>HAA )mas mas ….orang hidup itu harus punya HUTANG ,makanya orang hidup itu identiki dengan HITANG itulah yang membikin HIDUP lebih HIDUP. BUkan begitu DEK PENDI gitu aja kok repot

  19. Biasanya kredit rame pas menjelang lebaran, lumayan, bawa motor baru ke kampung, ples biaya mudik jadi lebih murah (tapi ditambah ongkos tukang pijet karena badan pegel2 naik motor banten-surabaya). lewat lebaran,motor diambil tak mengapa, yang penting nampangnya udah 😀

  20. Sie suchen einen Kredit. Sie sind die Bankenbürokratie leid, oder scheitern an dieser?
    Ihre Schufa „trennt“ sie von ihrem Traumhaus, Auto, der neuen Wohnung oder einem Urlaub?
    Sie sind Arbeitslos, könnten aber mit einem Führerschein wieder einen Job bekommen?
    Nach einer selbst finanzierten Fortbildung oder Schulung könnten sie „Hartz 4“ den Rücken kehren?
    Aber sie haben nicht das nötige Kapital und auch keine Bank hilft ihnen?
    Kredit@asia kann hier ihre Lösung sein!
    Wenden sie sich zuerst an unser Team. Wir prüfen ihre Unterlagen! Die Entscheidung, für Sie einen möglichen Kreditgeber oder Investor zu finden, können wir ihnen in der Regel innerhalb 24 Stunden mitteilen.
    Testen Sie uns!
    http://www.kredit-asia.de.vu
    E-Mail: kredit@asia.com

  21. Saya setuju dgn “wargabanten”. Yang namanya kredit itu ada untung dan rugi nya kho,untungnya kita hanya perlu mengeluarkan uang “kecil” di muka tapi ada embel2 cicilan dgn jangka waktu dan tentu jg bunga’nya. Ga enaknya tiap hari kita dikejar2 utang (itu juga bwt mereka yg sadar akan hutang nya yaa :)…) betul juga kata mas2 diatas, org Indonesia ku tercinta ini pada latah dan ga sabaran bwt dpt barang baru,apalagi motor adlh kendaraan bmotor yg bs dibilang praktis. kLo beLi cash,pada saat punya uang cukup eh,tau2 udh “iLang” lg uangnya..yaa itu beLi motor,tapi kita bs tenang,ga ada utang! kLo bth uang,BPKB ada tinggal dijual. Saya bekerja sebagai senior manager di dunia marketing,knp harga motor tsbt jd lbh mahal drpada harga pokok di showroom? karna pihak leasing sudah membayar kpd pihak motor tsbt,jd apapun yg terjadi..motor itu mau ditarik ato apapun itu..pihak motor tdk akan perduli,mrk sdh dpt uang full-payment dr pihak leasing. Jadi klo kami men-charge harga motor dgn harga sama dgn showroom,lalu..dr mana income kami,yg hrs diingat adlh,karyawan leasing pun,banyak yg melakukan kredit kpd pihak leasing,pdhl mrk jg tau di setiap hal pasti ada untung dan rugi,akan ada resiko dan keuntungan,tergantung dr kacamata mana anda menilai. kLo customer selalu mau diuntungkan,itu namanya bukan bisnis,hehee..jadi mnrt saya,kalkulasi dulu saja financial anda masing2,klo sdh yakin akan fixed income bln-an anda,barulah berkeputusan. tapi klo ragu2,lbh baik jgn,walaupun anda blg klo motor ditarik debt.collector ntar tgl kredit lg aja, apakah anda yakin,anda akan mendapatkan acc dr pihak leasing brktnya? perlu diketahui,pihak bank,leasing,finance apapun,tmsk kartu kredit itu ada connection business nya,mrk punya data customer. Pernah dengar black book? nah,jgn sampe nama anda ada di dlm itu,karna klo sdh ada.akan susah kredit apapun,rumah,mobil,motor,aplikasi kartu kredit,even peminjaman uang ke bank. Pasti data anda sudah di bekukan,mungkin daftar nama yg bs msk black book itu tdk terjadi pd saat kita melakukan 2 kali cacat kredit (mgkn karna blm ketahuan,atau ada negosiasi dgn pihak debt.collector “ini bs terjadi loh…”) saya jg sdh mendapati bbrp anak buah saya yg bgtu,kasian ya negara ini,dr atas ampe yg kecil pada “pinter” menciptakan keuntungan diatas kerugian besar..hehehe…ya intinya,berhati-hatilah..ga ada ruginya kho berfikir dulu sblm berkeputusan. Salam 🙂

  22. Namanya juga Credit, kita harus menanggung cicilannya, Pendapat anda ada bener dan salah juga.
    tapi yang jelas setiap kredit yang kita ambil ada konsekuensinya yaitu Cicilan dan biaya bunga yang harus ditanggung. Makanya sebelum mengambil kredit harus ada itung2annya.
    1. Kemampuan mencicil
    2. Jangka waktu mencicil
    3. Selisih Harga kontan dengan Harga Kredit.

    Jadi kembalikan kepada kita (Kemampuan dan kebutuhan) jangan pada keinginan saja.

    Solusinya, kalo tidak mau mencicil, Beli kontan aja tapi yang second, mendingan ditabung dari pada bayar cicilan motor, kalo udah cukup dananya baru beli. karna harga motor yang kita cicil akan terus turun sedangkan biaya mencicil semakin naik.

    Tapi kalo pengen gaya dan mampu mencicil, tinggal ambil kredit aja. susah amat jadi orang!!!!!
    Open Minded donk

  23. untuk yg mau hitungan matematis seperti ini gambarannya :klo beli motor cash Rp 10.600.000 , ambil kredit cuma bayar dp 500 rb doank truz selanjutnya bayar setiap bulan hingga 35 x bayar @ 500 rb-an jatuhnya bisa nyampe Rp. 18.000.000. harga selisih 18 jt – 10,6 jt = 7,4 jt . bisa dapat 1 motor lagi yang 2nd hand. mungkin belum sampe tahun ke-3 harga motor baru tsb diatas mungkin udeh jauh menurun kira-2 dipasaran laku sekitar 6 jutaan doank. Nah disinilah keuntungan para pelaku Keditor mengambil lebihnya, karena bila ada nasabah yg tdk sanggup bayar , mereka telah lebih dulu memperhitungkan secara matang jauh-jauh hari sebelum nya yg kita kenal dengan managemen resiko. Nah bila Bapak-Ibu, saudara mo tetap truz ngambil kredit motor Yaa Monggo ……. keputusan tetap di tangan anda kok.

  24. Pengalaman saya..

    Mau beli Yamaha V-ixion secara cash (18.7 jt otr)..
    Dealer bilang tidak bisa cash..
    Saya ambil kredit, DP 15jt..
    Leasing pertama menawarkan cicilan 480rb perbulan untuk tenor 1 tahun.. Saya minta info detail komponen angsuran tidak bersedia memberikan..
    Leasing kedua menawarkan cicilan 440rb perbulan, karena terdesak kebutuhan saya terpaksa menerimanya..
    Setelah cicilan pertama saya berencana melunasi kredit saya.
    Ternyata dari pokok kredit yang cuma 3.7 juta, setelah saya membayar cicilan pertama apabila saya ingin melunasi krdit harus membayar 4.6 jt Busett!!
    Saya tanya berapa besar bunga? dijawab 4%
    Saya tanya berapa besar asuransi TLO? dijawab 2%
    Berapa biaya administrasi? dijawab 500rb..

    Jadi untuk terpaksa “meminjam” uang sebesar 3.7jt saya harus membayar 500rb untuk biaya administrasi ….
    Luar biasa..

  25. kalo mao kredit ya kredit
    kalo mao cash ya cash…asal duit ada

    GITO AJA KOQ REPOT???

    btw, persyaratan pinjem bank apa aja ya?
    mau pinjem 15jt nechh….

  26. ya menurut saya untuk yang punya duit tuk beli motor kredit maksudnya tuk dpnya ya.coba deh pikir2 dulu rata2 dp kan 1 jutaan ya daripada tuk bayar dp mendingan dicarikan tambahan 1juta atau 1.5 tuk beli motor bekas ni seperti mtr q rx king bandel men.lagian ndak was2 pas keluar malam.mo jam 1 ta jam 3 pagi.ayo aja

  27. Kredit kok jadi budaya 😛

    Btw kredit juga pilihan kok, memang dengan dengan kredit kita bisa mendapatkan apa yang kita ingin dengan cepat.
    Sebaiknya kita berpikir sebelum kredit “apakah kita mampu membayar cicilannya?”

    gue seh.. lebih suka “Bike To Work”, gue B2W 3x seminggu
    – Sehat
    – Napas jadi panjang
    – Nggak mikirin cicilan
    – lumayan ongkos transport bisa gue tabung
    – Nggak bikin polusi udara en suara
    – nggak stress macet..tinggal gotong tuh sepeda

  28. ya smua emang bener emang kredit ada hal2 yang harus diperhitungkan men.tapi ironisnya dalam penawaran kredit di indonesia ini ada hal2 atau kadang persyaratan yang sengaja disamarkan pas waktu penawaran.q ndk cerita detil hal apa itu.tapi tengok saja kawan2 yang melakukan kredit baik motor,elektronik tau yang lainya pasti ada keluhan ini itu n lainya.ya kita sadari emang kredit itu ada bunganya.tapi ya yang wajar aja jangan mencekik.keek

  29. Jangan salahkan pihak leasing yang memberikan DP ringan, itu merupakan strategi pemasaran mereka dalam menjaring pasar. Yang harus diperhatikan/dipertanyakan justru si konsumen/nasabah. Sebelum mereka memutuskan untuk mengajukan kredit seharusnya dipertimbangkan dulu kemampuan keuangannya, apakah mampu apa tidak untuk menanggung segala resiko yang harus ditanggung sebagai kewajibannya, angsuran tiap bulan, denda keterlambatan, syarat laiinnya yang mengikat. Bagaimanapun leasing tidak ada yang mau rugi, tetapi mereka tidak akan memaksa orang untuk ambil kredit motor. Logisnya cicilan perbulan harus minimal sepertiga dari penghasilan, kemungkinan untuk mamapu membayar cukup besar, lebih dari sepertiga kemungkinan untuk macet cukup besar. tapi terkadang si konsumen sendiri yang memaksakan untuk kredit motor tanpa melihat kemampuan, bahkan ada yang berani kredit motor untuk memulai usaha, yang belum tahu akan untung atau buntung, contoh: untuk ojek(tapi tidak semua tukan ojek seperti itu). Toh walaupun ada DP murah, konsumen masih bisa memilih DP yang lebih besar , justru leasing akan lebih senang dengan DP besar, karena lebih meyakinkan.

  30. Kalo pake kredit bank aja gimana? Kata dosenku sih lebih gampang. Tapi saya belum tahu persis, sih… Emang ya paling enak ‘kan beli lunas. Lebih murah pastinya. Kalo kita emang ga mampu beli, mendingan jgn ambil.

  31. Salam pak Budi,
    Overall saya sependapat kredit motor memang luar biasa menggoda namun mencekik di saat bersamaan. Tapi khusus utk dijadikan alat produksi, bagi saya fasilitas kredit motor suatu yang positif. Itung2 mengurangi pengangguran.
    Saya sendiri lagi mencari lembaga finance yg melayani kredit utk motor second/bekas. Alasan utama kredit: tidak menyedot cashflow dlm waktu dekat. Ada ga kredit motor yg jg bisa dilunasi sebelum tempo selesai ?

  32. jangan pade nyalahin yang jual sama yang beli
    kite salahin pemerintah yang bikin kite kelibet urusan transportasi, coba loh mikir gimane carenye aje perut laper lagi, bener-bener nguras energi tuh mikirin pemerintah,mangkanya kita dukung tuh mahasiswa kalau lagi demo, biar tambah rame dijalanan

  33. kalau kepingin motor kredit dan sudah tau resikonya saya punya saran supaya tidak nunggak
    1. kalau sudah gajian usahakan bayar duluan, buat makan bagaimana saja nanti.
    2. jangan ngutang lagi sama warung makan/warung beras
    3. poin 1 dan 2 tidak bisa, jangan coba-coba kredit motor

    4. Rp. 500.000 untuk dp. mending beliin sepeda anak daripada nguntungin dealer

    5. jadi intinya kalau tidak ada kemampuan kredit motor
    jadi pemimpi saja, dari pada ngggak karuan hidup ini

    6. kembali kita pada Alloh yang memberi kehidupan, nikmat yang begitu banyak walau miskin didunia jangan tambah miskin iman

  34. mio tdk bs cash……..musti kredit…..karena leasing ga mau rugi…..
    kalopun bisa kredit indent lama beneng…
    tp di tahun 2006 kalo ga salah MIO ga bisa cash…

  35. Kaum Petani, mau pinjem 15 jt? bilang aja yg mau minjemin duit…gk perlu ke Bank, ada tuh ke Bang Ma`un aja…hehehe…, kalo soal bunga kaseh aja bunga Mawar ataw Anggrek…kan bisa di kembangkan … dibudidaya gituloh…iya toh,

    soal sibuk2x beli motor kredit ya buat yg ngerti aja dech ya…kalo belum mampu jgn dipaksakan biarin tetangga mewah…kita naek sepeda otel aja…biarin tetangga gk usah ikut2xan…kreasi diri dikitlah…biarin ntar yg pada kredit motor beralih ke Sepeda otel oce….soalnya Dunia sudah makin tipis oksigenya termakan karbon yg tercemar akibat polusi tinggi, lagian lebih sehat naek sepeda Otel.

    tipsnya gini…jika perlu kita gunakan kalo gk perlu simpan sebaik mungkin nanti suatu saat anda akan tau manfaatnya,
    thanks,

  36. Tp bukannya yang namanya kredit itu ada asuransinya,ya gak. Ada temen saya,mtorny kan cicilan. Trus ilang tuh mtor. Di klaim n kurang lbh 10 hari uang cicilan yg pernah dsetor dbalikin smua ama pihak pemberi kredit (ntah Oto apa FIF atau apa gt). Pdhl mtorny ud lecet sana sini gt. Gak lama dy ngajuin krdit mtor yg baru lg,ga da masalah.

    Jd kredit tuh smakin lama emg smakin rugi,tp asuransiny tetep jalan slama dia blm lunas,gt.

    Gmana mnurut temen2,cos aq mw beli thunder tapi takut ilang,maklum jakarta ga aman kalo parkir sembarangan.

  37. Oya 1 lagi, misalnya beli motor second,bea balik nama susah ga,berapaan biasany. Trus merubah data BPKB jg ga,apa STNK doank.

    Atau jgn2 ngurusnya ribet setengah mampus, n makan waktu lama?

  38. assalamu’alaikum

    menurut saye kredit motor memang bikin puyeng kepale tapi kalo ga’ kredit ga’ punye yang penting kreditnye niat ikhlas karene ALLAH buat usahe atau ngelancarin usah kite jangan buat yang ngga’-ngga dan kite ambil cicilannye yang kite anggap mampu buat ngebayarnye baek ntu motor baru atawe motor bekas insya ALLAH lunas….

    anak betawie

  39. ni pngalamanku..

    blm lma ini ak pngn kredit motor dgn dp 1,5jta.dr pihak dealer sh ok2 aja.tp dr pihak leasing ribetnya mnta ampun.mreka mnolak tp tidak mmbrikan alasannya.
    aku jd pusing skrg,hiks.
    mw nanya nh,kl kredit motor bekas prosesnya ribet gak ya?n pihak leasingnya kira2 bsa mnytujui g ya?
    ksh jwban donk..pusing nh..

  40. Indonesia ini memang nggak kenal halal-haram, kredit sendiri dah main ribawi, gimana mau beresin urusan kita kalau main riba terus yah..inilah kalau ekonominya ribawi pasti bikin sengsara semua

  41. 3 Tips penting dari Saya

    1. Yang punya ckup duit beli cash
    2. Yang cuma mampu nyicil ambil kredit
    3. Yang ngga punya duit sabar ya……..bro…!

    he…he….he….! OKELAHH KALO BEGITU….!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s