Jatuh Cinta Virtual

Dapatkah seseorang jatuh cinta secara virtual?

Maksud saya adalah bisakah seseorang tiba-tiba jatuh hati melalui jalur internet? Jawabannya mungkin ya karena sudah banyak cerita tentang orang yang ketemu jodoh via internet. Saya sendiri belum pernah menemukan hal ini secara langsung (first hand) sehingga masih skeptis.
Sebetulnya jamannya Isnet (Islamic Network) masih aktif dulu ada kawan yang menjadi mak comblang dan mempertemukan dua pasangan melalui internet. Mereka berhasil. Sampai sekarang keluarga tersebut masih langgeng. Jadi artinya bisa juga ya?

Kopi darat dapat dipergunakan untuk mencocokkan nama virtual dengan orang sesungguhnya. Dugaan saya – dan menurut cerita – biasanya banyak kekecewaan yang muncul setelah kopi darat ini. (What do you expect?) Bagaimana pengalaman Anda? Negatif? Positif?

[Ingin tahu juga sebenarnya potret kita-kita ini dalam bayangan lawan bicara / diskusi kita seperti apa ya?]

Untuk sementara saran saya  (buat kalian bujang-bujang internet), hati-hati dalam jatuh cinta melalui jalur virtual ini.

Kenapa menulis ini? Karena sedang mendengarkan lagu Glenn Fredly – Kisah Romantis. Pagi hari gini? hi hi hi. Love you all …

15 pemikiran pada “Jatuh Cinta Virtual

  1. bisa pak,,

    ternyata setelah kita berbicara dengan bebas di dunia maya, teman ngobrol bebas untuk berbicara, dan ada kemungkinan bisa ‘nyambung’,,

    tapi kalau ekspektasi kita berlebihan, bisa bahaya juga, hehe,,

  2. Untuk yang suka “trus”..”trus”..”trus”… setelah kopdar berhubung ini tanggal 1 desember gak ada salahnya kan saya copy paste tulisan dari salah satu milis tentang AIDS.

    “Baca tulisan loe, gue jadi inget dulu di Bandung ada seorang teman yang terdeteksi kena HIV, tapi pura-pura gak tau. Dia terus melakukan kegiatan seksual secara aktif dengan teman2 yang di dapatnya dari Chatting, sampai dia kemudian merasa capek, fisiknya gak kuat lagi, baru kemudian berhenti. Entah berapa korban yang sudah ia tularkan, karena dia gak pernah memberitahukan soal HIV ini kepada setiap partner seksnya”

  3. bisa banget kok om… saya salah satunya :D, from YM! with love, alhamdulillah sampe skr masih baik, dan semoga terus berlanjut.

    emang sih faktor Luck ( dalam menemukan cewek “bener” dan “beneran”) memegang peran paling besar, tapi selanjutnya tergantung pola pikir aja, kalo saya emang lagi ingin mencoba berpikir simple aja, kalo saya bisa kenal dg ni cewek pasti bukan krn kebetulan (mo di YM kek mo 4mata kek), kaloo sampe jadian apa lagi, dan kalo ketemu dan ngobrol2 trus cocok apa lagi, semuanya kan ada yg ngatur… dan yang ngatur itu Maha Segalanya.. jadi why not!

  4. Iya, mas. Saya jatuh cinta lewat Internet. Kucing tersebut sudah saya adopsi dari local Humane Society.

  5. Bisaaaaaaaa bangedddd.
    Jatuh Cinta kan bisa melalui media apa saja, ada yang ketemu langsung, ada yang dikenalin teman (di comblangi), ada yang awalnya telp2 dulu (misal : kasus salah sambung pas telp – baik yg disengaja maupun ndak..hehehe), lewat internet, dsb.

    Secara jaman sekarang mah komunikasi udh gampangggg. Yang penting, pas komunikasi di internet/chatting sdh ngerasa cocok ngobrol-tukar pikiran-curhat dsb, apa lah namanya itu, mereka harus ketemu langsung. Biar bagaimanapun, kalo ketemu langsung pasti saling lebih tahu “real” nya masing2.

  6. Menantu dan putra saya kenalannya dari dunia virtual 10 tahun lalu pak Budi. Jaraknya juga nggak tanggung-tanggung. Dari NZ pak. Jadi memang bisa, dan kebetulan mereka termasuk yang beruntung, artinya waktu ketemu tidak kecewa. 🙂

  7. bisa. internet sekadar media, sebage pembuka jalan. selanjutnya, ya terserah anda.
    btw saya suka baca-baca blog pa budi, terus ketemu pa budi di suatu seminar. oh! ini toh mas budi (deu jadi mas). agak-agak gimana gitu, ga seperti yang kubayangkan 😀

  8. Boleh aja jatuh cinta Om.., dgn syarat jgn punya persepsi ttg wajahnya gimana, jelek ato cakep (lebih bagus dianggap jelek dulu, jadi waktu kopdar nanti ga nyesel, hehehe…). Yg penting adalah melihat bagaimana isi hatinya melalui percakapan2 yg dilakukan. Kalau memang kebohongan, pasti suatu saat akan ketahuan melalui chat (itu kalo kita teliti). 🙂

    Krn prinsip saya, setiap skenario besar dlm hidup sdh ditentukan dulu sblm kita turun, tinggal bagaimana kita menjalaninya dgn berbagai variasi dan kreatifitas masing2.

    *wooghh… jadi panjang nih…* 😀

  9. Bisa. Saya contohnya. Kalau diperhatikan mungkin kuncinya ialah kita harus pintar menjaga ekspektasi. Kalau misalnya pake kuantifikasi, misalnya kita lihat foto pasangan cyber kita itu nilainya 8, kita kurangin aja nilainya jadi 5, jadi pas kopi darat ya kita gak ngarep2 terlalu tinggi tentang pasangan kita. Hal ini berlaku umum, jadi kalau misalnya rekan-rekan mempunyai suatu kriteria yang Anda anggap penting (misalnya intelektualitas, religiusitas, kompatibilitas ttg suatu hal) ya anda bisa lakukan cara yang sama juga. Tetapi sebaliknya supaya pasangan kita tidak terlalu berharap banyak tentang kita, ada baiknya kita juga memanage ekspektasi dia terhadap kita. Lebih baik dia punya ekspektasi tidak terlalu tinggi terhadap kita (di sisi lain tentunya jangan sampai juga mereka underestimate anda). Misalnya Anda kirim foto, jangan kirim foto yang paling cakep/cantik, tapi kirim foto yang menurut anda paling sesuai dengan kesehari-harian anda, dsb. Jadi secara lagi intinya ialah: MANAGE EKSPEKTASI ANDA DAN DIA.

  10. Saya jatuh cinta dengan tulisan-tulisan Bapak. Yang ini masih tergolong jatuh cinta virtual kan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s