Kesulitan Dengan Attachment Email

Banyak orang yang mengirimkan email dengan attachment; mahasiswa yang mengirimkan tugas, proposal dari berbagai pihak, laporan, pertanyaan, dan banyak lagi. Bagi saya, attachment ini sangat merepotkan karena saya harus;

  1. download attachment
  2. buka attachment (dengan program yang sesuai)

Repotnya adalah seringkali saya di perjalanan dan tidak memiliki akses kepada program yang bisa digunakan untuk membuka attachment tersebut; misalnya untuk membuka RAR atau untuk membuka berkas DOC miliki Microsoft Office. Misalnya, kalau kita di Changi Airport, kita hanya punya akses ke web browser dan tidak ada yang lainnya lagi. Atau, saya juga sering membaca email dengan menggunakan terminal dan program mutt (yang berbasis teks itu). Yang ini, jelas attachment tidak bisa saya baca langsung di layar.

Kadang juga saya memiliki akses kepada program tersebut tetapi prosesnya sangat lama. Notebook Apple iBook G4 yang menemani saya ini memiliki memori yang sangat terbatas sehingga kalau harus membuka browser, Microsoft Word, dan seterusnya … bisa lambat sekali jalannya. Bayangkan, untuk menjalankan sebuah aplikasi (starting up) kadang dibutuhkan waktu 1 menit. Untuk 60 dokumen … sudah 1 jam! (Ya, kadang saya mendapat demikian banyaknya dokumen attachment.) Itu baru untuk membukanya, belum waktu untuk membacanya, mencernanya, dan menjawab (memberi komentar).

Biasanya saya sediakan waktu khusus – weekend – untuk membuka rombongan attachment tersebut. Jadi siklusnya cukup lamban, 1 minggu sekali. Itulah sebabnya Anda sering tidak mendapat jawaban cepat jika mengirimkan email dengan attachment kepada saya.

Bagaimana solusinya ya? Apa menggunakan Google Docs? Artinya berkas tadi dibuka secara online saja? Tapi, saya khawatir tentang masalah keamanannya. Ada beberapa berkas yang memang dibungkus dengan gembok yang agak susah juga kalau dibuka secara online. Memang susah ya, mau aman jadi tambah repot. Maunya banyak …

Iklan

7 pemikiran pada “Kesulitan Dengan Attachment Email

  1. 1. mungkin memang perlu beli laptop baru ๐Ÿ˜€
    2. mulai diseragamkan file attachment yg mau bapak terima….misalnya klo .doc tidak akan bapak buka dan itu diberitahukan kepada khalayak ramai hehehehe…..

  2. Kalo pake gmail (saya sebetulnya pake yg Google Apps sih, gmail utk hosted domains), ada link dari attachmentnya langsung ke Google Docs, kalo diklik langsung diimport ke account personal Google Docs kita, dan itu tidak akan jadi publik kok kecuali kita publish.

    Assuming most of the attachments can be opened with Google Docs, saya menyarankan utk pake gmail + google docs untuk kebutuhan ini.

  3. selamat sore pak,
    kalau formatnya disatukan seperti: misalnya yang “berbasis” teks harus dalam format .rtf trus kalau “berbasis” gambar/foto harus .jpg, kalau ada keduanya harus .pdf gimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s