Hari Istri?

Dua puluh dua Desember adalah hari ibu. Ada nggak ya hari istri? Atau ini dijadikan satu dengan hari ibu saja?

Tanggal 22 Desember kemarin saya mendengar sebuah lagu di radio. Judulnya adalah “Superwoman“. Lirik lagu ini lucu, yaitu keluhan tentang seorang istri terhadap suaminya. (Saya tahunya lagu ini dibawakan oleh Karyn White, tetapi yang di radio itu dinyanyikan oleh banyakan dimana salah satunya saya kira adalah Dionne Warwick. Betul tidak?)

Lirik lagunya adalah seperti di bawah ini. (Lirik lengkapnya bisa dicari di Internet. Salah satunya adalah ini.)

Early in the morning
I put breakfast at your table
And make sure that your coffee
Has its sugar and cream

Your eggs are over easy
Your toast done lightly
All that’s missing is your morning kiss
That used to greet me

Wah, benar-benar istri yang baik sekali. Menyiapkan semuanya untuk suaminya. Tapi, sayangnya suaminya malah kebanyakan protes.

Now you say the juice is sour
It used to be so sweet
And I can’t help but to wonder
If you’re talking ’bout me

Apakah semua suami seperti itu? hi hi hi. Jadinya sang istri bertanya-tanya.

We don’t talk the way we used to talk
It’s hurtin’ so deep
I’ve got my pride, I will not cry
But it’s makin’ me weak

I’m not your superwoman
I’m not the kind of girl that you can let down
And think that everything’s okay
Boy, I am only human
This girl needs more than occasional
Hugs as a token of love from you to me, ooh, baby

Inilah keluhan sang istri. Istri (ternyata) juga manusia!

Liriknya masih ada lagi. Masih tentang bagaimana istrinya bergegas pulang ke rumah, bersusah payah membuatkan makan malam, tetapi dilirikpun tidak oleh suaminya. Nggak lapar. Suaminya malah mau baca koran dan tidak mau diajak ngobrol. Waduh!

Untuk para istri, maafkan kami para suami yang sering melupakan kalian.

Iklan

12 pemikiran pada “Hari Istri?

  1. Hehehe kalo dulu udah ada jaman ngeblog kali si Dionnie Warwick nyanyinya “You keep writing early in the morning, evening, and night …. and I used to miss your kisses” 😀

  2. bukan …

    kalau jaman sekarang mungkin sang istri (1) menghidupkan komputer; (2) menyiapkan GPRS/3G untuk koneksi internet – kalau yang pakai itu; (3) menyiapkan teh/kopi/rokok … (kawannya komputer/notebook)

    bleng, sang suami langsung duduk di depan komputer … lupa sama istri (yang bengong ngelihat kelakuan suaminya)

    ha ha ha.

  3. Great appreciation bagi peran para ibu dan istri, yang meski dalam keseharian mungkin perannya nampak sepele,terutama ibu rumah tangga,spt menyiapkan teh dll, namun jasa dan kontribusi nya jauh lebih besar dr yg kita bayangkan..

  4. Selamat utk para ibu dan istri..
    Jasamu tak terperi

    bukankah surga di bawah telapak kaki..
    (ups! gak jadi diterusin..Hadisnya tidak valid)

  5. Kalau saya jadi ingat ibu saya, mengapa ingat ibu saya? karena melihat istri saya begitu “tulaten”nya mengurus anak saya, makanya pikiran saya langsung ingat ibu…
    kebetulan saya 3 tahun lalu dapat kiriman puisi tentang ibu…

    Anakku,…
    Bila ibu boleh memilih
    Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
    Maka ibu akan memilih mengandungmu…
    Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

    Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
    Engkau ikut kemanapun ibu pergi
    Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
    Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…

    puisi selengkapnya ada di http://awan965.wordpress.com/2007/12/21/hari-ibu-bila-ibu-boleh-memilih/

  6. Yeah, satu hari untuk hari Ibu, sisanya adalah hari Bapak. 🙂

    Para bapak-bapak dan para suami. Silahkan dimulai hari baru dengan membuatkan sarapan untuk sang istri. Kalau cuma ucapan terima kasih sih, mustinya dilakukan setiap hari. 😉

  7. Saya bisa membayangkan, karena saya berkarir diluar rumah. Tiap hari saya cuma pesan masakan dua jenis, satu sayur dan satu lauk, agar kalau saya kadang pengin makan nasi goreng, atau pesen steak abuba, si mbak nggak kesel.

    Maklum anak-anak juga sudah kuliah, pulang malam…kadang kita pengin makan yang lain, setelah seharian capek bekerja. Dan nyatanya si mbak seneng-seneng aja, karena dia juga ikut dibelikan dan mencoba berbagai rasa makanan. Malah tiap kali si mbak nantang…hari ini mau masak nggak, atau beli aja?…hahaha (maklum suami juga kerja jadi dosen di Bandung, jadi dirumah cuma saya dan sulungku, laki-laki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s