Tag

Apa ya oleh-oleh dari Singapura? Saya lihat isi koper saya, kebanyakan hanya baju kotor. Mau? Ha ha ha. Di sela-selanya ada gantungan kunci Naruto untuk Luqman, pembersih muka Nivea untuk istri saya, teh untuk saya dan istri, dan buku security (2 buah untuk tim Indocisc). Itu saja. Bahkan coklat Merlion pun tidak ada. Waktu ke Lucky Plaza kemarin lupa untuk beli.

Ada banyak yang kemarin sebetulnya ingin dibeli tetapi tidak sempat; GPS dengan konektor USB (nemu sih, tetapi harganya lebih mahal dari versi yang ada di Indonesia), atheros wireless (yang ini belum sempat cari, tidak sempat ke SimLim). Apa lagi ya?


[me and my gadgets (inside my bag). mau diisi oleh-oleh tidak cukup karena sudah penuh. oleh-oleh dibawa di hati saja ya. Foto: Indra Pramana]

Jadi hanya yang itu saja oleh-oleh fisik. Namun selain oleh-oleh fisik, ada banyak oleh-oleh lain yang dibawa dalam hati. Ada kenalan baru dari pertemuan dengan blogger Singapura. Kemudian ada juga telepon dari seorang kawan yang belum pernah ketemu dan janji untuk bertemu tetapi tidak jadi ketemu. (tak usah menangis?) Ada juga angota keluarga yang terpaksa ditinggal di Singapura. Ada pengalaman dan pemahaman baru tentang Singapura (tahu route bis baru, tempat penginapan baru, dan tempat makan). Ada berat badan yang ditinggal di sana (turun 1 kg! akibat banyak jalan? he he he).

[menunggu keberangkatan di Changi airport.]

Ada tawa ceria dan juga kesedihan yang dibawa pulang sebagai oleh-oleh ke Indonesia. Mau yang mana? Atau foto-foto saja ya.

I am just happy, back with my family. Ini sudah cukup untuk saya.