Electronic & Mobile Micro Payment in Indonesia 2008

Hari ini dan besok (Kamis & Jum’at) saya akan memberikan presentasi di acara Sharing Vision dengan topik “electronic & mobile micropayment”. Presentasi ini akan berisi tentang trend global pembayaran secara elektronik, survey kemungkinan penerapannya di Indonesia, teknologi, security, interoperability, dan aturan (hukum) yang terkait dengannya.

Yang dimaksud dengan electronic payment itu termasuk kartu kredit, kartu debit, pembayaran melalui internet, pembayaran melalui handphone, dan kartu lainnya. Kami akan menyampaikan beberapa opportunity dan temuan mengenai implementasinya di Indonesia. Dugaan kami penggunaan micropayment akan mulai muncul dan populer di tahun 2008 ini.

[Badan agak sedikit kurang fit. Doakan agar acara sukses, presentasi saya mudah dimengerti dan fun. πŸ™‚ ]

27 pemikiran pada “Electronic & Mobile Micro Payment in Indonesia 2008

  1. Pak BR, kalau yang dikeluarkan BI buat Telkomsel dan Satelindo itu apa ya? Apa prediksi muncul dan populer di 2008 terkait dengan dua operator ini atau mungkin ada yang lain ya Pak?

  2. Saya pernah denger ada micropayment pake Flexy. Katanya untuk mendukung INDIGO-nya Telkom. Katanya dari sana kita bisa jual produk2 indie kita.
    ada yang tahu gak?

  3. Wah informasi yang menarik nih.. kapan prediksi benar-benar bisa direalisasikan di Indonesia?

  4. Oom, saya koq merasa ngeri kalau sudah mulai muncul micropayment kaya gt. Soalnya, maaf di agama saya masalah ini sudah dinubuatkan ribuan tahun lalu. Jadi, evolusinya mungkin kira2 gini, pertama dengan kartu kredit, kemudian kartu debit, dan nantinya karena sering disalahgunakan dan atas nama keamanan, kartu2 tersebut akan berubah ujud menjadi sebuah “tanda” dalam bentuk microchip yg akan diimplantasikan dalam anggauta tubuh manusia seperti di tangan atau kening. Sehingga nantinya uang malah benar2 gk berlaku karena telah tergantikan. Tanpa disadari kita pun digiring kearah sana, sehingga nantinya org tdk dapat bertransaksi tanpa memiliki “tanda” tersebut. Dan akhirnya kita dibuat menjadi “mau tidak mau” akan menggunakan system seperti itu. Sehingga sy menjadi tidak setuju, jika hal itu benar-benar akan diimplementasikan. Gimana Oom?

  5. @Pak Harjo: Ngeri juga, Pak Harjo. Tapi waktu teknologi itu diterapkan, saya sudah is dead.
    @Pak Rahard: Boleh dong presentasinya, upload ke slideshare? Kalau Pak Kendro itu sudah implementatif ‘gak? Curiosity killed da cat…. eh, sorry deh, masih ada lagi nih buat Pak Rahard! Buat presentasi juga bisa deh…

    HUSBAND 1.0

    Husband 1.0 will frequently make use of low level language and may not understand higher level commands so you must be prepared to use basic functions when required. Often a few robust algorithms in handshaking mode will produce a good response.

    After a while, Husband 1.0 has a tendency to take up more space than originally allocated, often spreading in size and slowing down correspondingly. If this happens, be very careful as there is increased risk of complete system failure. Around this time, Husband 1.0 will also tend to lose bits from the top of the stack, although these will often multiply and be found lower down the stack.

    Another problem with this program is that Husband 1.0 can also spawn unknown child processes, which can sometimes inadvertently appear, make huge demands on the program and force unwanted interaction with old versions of 1.nightstand.

    On completion of a process, Husband 1.0 will often inadvertently apply the sleep command, or suspend system activity with a Ctrl ZZ. There is nothing you can do in this case, but leave the program and try again later.

    Ultimately, as the program becomes older, it will become more difficult to produce hardcopy, and you will find that most of you work ends up on floppies. In addition, you will be needing software support more often than you’d like. If and when this happens, try to find a copy of Toyboy 1.1. Make sure you have used Ctrl ZZ on Husband 1.0 before loading Toyboy 1.1 and, of course, check for viruses before using any new program. Toyboy 1.1 should come with new hardware which can be plugged into any of your ports.

  6. hm, gmn pak? suxes? whuaaah sepertinya ada sdikit senyum disna.. Berhasil2x.. (bc kya dora,hi8x)

    nitip pesen bwt ade: sy dh bkin blog di WP agand.wordpress.com (msh ksong) trs bwt ngakses blog ade gmn? :d

  7. telkomsel luncurkan t-cash… telkom akan keluarkan flexi cash, sebelumnya sudah ada ivas.. teknologi satu hal… budaya hal yang lain… know how… tetep aja import…he…he..he
    seminar = talk show

  8. Presentasi ini akan berisi tentang trend global pembayaran secara elektronik..

    pemikiran yang menarik sekali pak…. akan tetapi yang mesti diingat bahwa dalam hal yang berhubungan dengan koneksi internet… sangat rawan untuk masalah hacker

  9. pernah nyoba hipokuku.com?
    situs isi ulang pulsa HP via web, setahu saya yang pertama ada.

    hipokuku.com menerima pembayaran menggunakan dompet internet payglobalone.com, ditunggu review mengenai ini

  10. *merenung mode

    Manusia, seperti mahluk hidup yang lain, memiliki fitrah untuk mempertahankan hidupnya, berkembang biak, dan merasakan kesenangan. Untuk itu manusia senatiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tempat untuk berlindung dari cuaca buruk agar dia beserta keturunannya terhindar dari penyakit, tetap hidup, dan terus berkembang biak. Bila seluruh kebutuhan itu terpenuhi dan tidak ada yang berkurang di lingkungan sekitar manusia, maka tidak ada perubahan apapun yang akan terjadi. Namun pada kenyataannya, alam ini senantiasa berubah, jumlah manusia terus bertambah, dan sumber-sumber pemenuhan kebutuhan dasar itupun tidak selalu tersedia manakala dibutuhkan. Keinginan manusia juga senantiasa berubah-ubah. Ada saatnya manusia memiliki keinginan berlebihan dan ada juga saatnya manusia tidak memiliki keinginan apapun dan bahkan ada yang sudah merindukan kematian karena tidak yakin bahwa hari esok akan lebih baik.

    Realitas mengajarkan kita untuk selalu beradaptasi menghadapi keadaan disekitar kita. Ada saatnya kita harus menahan diri, ada saatnya kita terpaksa mengumpulkan lebih dari yang sebenarnya kita butuhkan. Baik sebagai satu individu maupun sebagai sebuah kelompok dalam ikatan sosial yang menyatukan banyak manusia, kita selalu berusaha agar proses pemenuhan kebutuhan itu selalu tercapai. Ditengah lingkungan sosialnya manusia menjadi mahluk ekonomi yang senantiasa mencari suatu kelebihan atas usaha yang dilakukannya, dan ini disepakati menjadi hak asasi setiap manusia. Karena kondisi fisik ada keterbatasannya maka manusia menggunakan akalnya. Dalam rentang evolusi yang panjang, manusia menjadi mahluk hidup yang paling rasional dan memiliki rasio tertinggi antara volume otak dibanding dengan volume seluruh bagian tubuh lainnya.

    Rasionalitas membenarkan manusia untuk terus menambah apa yang dimilikinya, dan ternyata bukan hanya harta, tahta dan kuasa. Ketika lemari es belum ditemukan, dan manusia belum bisa menyimpan hasil buruannya untuk jangka yang lama, ternak dan hasil tani menjadi sarana untuk menambah kepemilikan itu. Pengetahuan bercocok tanam dan menggembala diturunkan dari ayah kepada putranya secara turun temurun untuk menjaga kelangsungan hidup keluarga. Para raja raja pemilik tanah memberi sekeping kulit kerang atau logam kusam bergambar wajahnya kepada setiap warga untuk ditukar seekor lembu atau sekarung beras demi memberi makan istri-istri, anak cucu, dan sepasukan prajurit yang menjaga mereka sebagai harta.

    Ketika deru mesin menggiring jutaan manusia meninggalkan ladang dan menjadi buruh pabrik di kota-kota, para pemilik modal dan pengurus partai berbagai aliran sibuk mendidik kaumnya sendiri untuk menjadi penghisap sumber daya dari belahan manapun di dunia agar kepemilikannya senantiasa lebih dari saingannya. Dan para birokrat dijaman itupun sibuk mencetak uang kertas bergambar penggagas ideologi mereka lalu memungut pajak tinggi untuk membiayai mesin mesin perang yang diarahkan kepada siapapun yang berbeda keyakinannya.

    Maka, ketika kini pengetahuan menjadi komoditas yang tersedia bagi semua orang hanya dengan menekan beberapa tombol komputer saja, manusia sedunia ramai ramai memasang foto dirinya diatas selembar kartu plastik berlogo suatu MNC, dan jadilah uangnya sendiri. Tanpa sepetak tanah, tanpa sepucuk senjata, kini kaum High Net Worth yang tidak jelas lagi kebangsaannya, pemilik MNC, bisa memungut β€œpajak” atas suatu transaksi dibelahan manapun di dunia ini. Mesin perang mereka bukan lagi tank ataupun bom, tetapi media. Kemanapun mata memandang, kemanapun telinga mendengar, manusia dijejali dengan realitas semu media konsumerisme yang semakin lama semakin menyesakkan nafas dan memanaskan temperatur bumi.

    Ternyata rasionalitas manusia itu belum mampu melepaskan dirinya sendiri dari ketidak rasionalan perasaan dan berbagai macam emosi yang menyertainya. Ternyata, adalah fitrah manusia juga untuk senantiasa mendengar suara bathin betapapun dalamnya perasaan dan rasionalitas itu tertimbun angan-angan memiliki berkarung-karung kulit kerang, berpeti-peti batangan emas, berbrankas-brankas kertas bergambar wajah pahlawan, ataupun jutaan rangkaian kombinasi angka 0 dan 1 dalam sekeping silicon chip. Inilah anugerah terbesar yang diberikan Sang Maha Pencipta agar manusia bisa memilih jalan untuk kembali kepada Nya karena pada akhirnya nanti, kita semua akan menjadi bagian dari alam dimana uang kerap menjadi utang.

  11. Pak Budi saya adalah TKI di Malaysia kerja di micro payment/mobile electronic transaction company, kalo bapak butuh tambahan tenaga saya mau dong…itung2 pulang kampung πŸ™‚

  12. Jadilah Bagian dari Trend Gaya Hidup Masa Depan dengan Potensi Penghasilan Dahsyat

    Mobile Payment telah menjadi trend di bebagai negara maju, dan bahkan negara-negara berkembang di Afrika. Pangsa Pasar ini sedemikian pesatnya sehingga banyak di negara-negara maju, provider mobile Payment saling berebut kue yang sedemikian manis dan tidak mungkin akan mereka lewatkan begitu saja. Aura Owner Club melihat potensi pangsa pasar mobile payment yang sedemikian gurihnya, segera merebut kue ini dan mengemasnya dalam bentuk yang sangat-sangat cantik dan powerful dengan nama Hybrid Network Marketing yang akan menjadi perangkat sakti untuk mengembangkan produknya dengan brand AOC Pay.

    Penawaran menarik dari System Hybrid Network Marketing adalah Bonus Pengembangan Jaringan yang sangat agressive yaitu punya 3 downline, maka anda akan balik modal (note : untuk Silver Member), dan Stabilitas Pendapatan Jangka Panjang di Plan B, dengan memakai jaringan Matahari dan Tupo Auto Open Club dan Transaksi Belanja Rutin (sembako bisa!), maka pendapatan per bulan anda dalam jangka panjang akan stabil.

    Dengan perangkat sakti Hybrid Network Marketing , AOC Pay akan menjadi Market Leader Mobile Payment di Indonesia, trend yang tidak akan mungkin bisa dielakkan dalam percaturan perebutan kue manis ini di Pangsa Pasar Indonesia. Jargon Sakti yang akan menjadi kunci keberhasilan AOC Pay ini adalah :

    Jadikan Belanja Bulanan Rutin anda menjadi Potensi Income Anda !

    Ya, anda tidak perlu mengeluarkan extra money untuk membeli barang yang aneh-aneh bahkan cenderung mahal dan tidak kita butuhkan, hanya karena untuk mendapatkan Bonus Bulanan Anda. Sekali lagi hal tersebut tidak berlaku di AOC ! Anda belanja seperti biasa, tidak perlu beli odol, sabun, hand body made in luar negri.

    Cinta Produk Indonesia akan membangun kemandirian dan kebangkitan ekonomi bangsa.

    Dengan potensi income yang dahsyat anda bisa lihat di Marketing Plan, silahkan download Potensi Pendapatan berdasarkan Marketing Plan yang ada di sini !

    Dan lain-lain anda bisa lihat di link : http://aoc.mlmonlineindonesia.com/

  13. Excellent article. Keep writing such kind of
    info on your page. Im really impressed by your blog.

    Hey there, You’ve performed a fantastic job. I will certainly digg it and in my view recommend to my friends.
    I’m sure they will be benefited from this site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s