Cerita Futsal

Ini potongan cerita futsal kemarin.

Yang pertama adalah tim survey berkunjung ke lapangan; Udiens, Yan, Indra, Rully.

Harganya ternyata lumayan mahal juga karena kami masuk kategori umum. Harga untuk mahasiswa lebih murah. Kemudian juga ada jam-jam tertentu dimana harganya lebih murah.

Akhirnya kami pilih jam 15 s/d 16 karena di atas jam 4 sore harganya sudah berubah lebih mahal. Itulah sebabnya kami kemarin bermain futsal di jam kerja. Karena kanto kami hanya di seberang dari lapangan futsal ini, tidak masalah bagi kami main pas di waktu jam kerja. he he he.

Berikutnya adalah persiapan. Di sana ada locker dan tempat shower sekalian untuk ganti baju. Kayaknya tempat ganti bajunya hanya satu. Jadi tidak bisa untuk cewek. Setelah siap-siap, kami pemanasan dahulu. Pemanasan penting, sebab jika tidak, bisa cedera.

Setelah itu … main.

Karena jumlah orangnya sedikit, kami hanya bertujuh, maka main cepat lelah. Main 3 lawan 4. Baru setengah jam bermain, sudah terkapar. Mungkin juga karena udara di Jakarta yang relatif lebih panas dibandingkan Bandung? Entahlah.

Berpose setelah bermain

Setelah selesai dari sana, saya langsung mandi. Untungnya di tempat itu menyediakan shower (ada air panas, sabun, dan shampoo). Ada yang saya lupa, bawa handuk. Untungnya saya bawa ekstra kaos. Nah, kaos itulah yang saya jadikan handuk. ha ha ha.

Selesai dari sana … kopdar dan kembali ke Bandung.

Catatan: tidak semua foto saya tampilkan di sini. Silahkan lihat di picasa saya saja: http://picasaweb.google.co.uk/rahard/Sports

Iklan

24 pemikiran pada “Cerita Futsal

  1. gocekan ya? menganut aliran … peter cech … soalnya kiper. he he he. padahal saya maunya seperti lampard. nomor juga udah 8, tapi biasanya gak ada yang mau jadi kiper. ya sudah. jadi kiper ajah.

  2. halooo.. saya mau nawarin tanding dengan teman2 saya. mau ga?
    jadi, tim bapak budi raharjo lawan teman2 saya yang masih darah muda semua..hahaha.. gimana?
    setuju ga?
    teman saya kuliah semua lho? tapi ga punya skill futsal. maennya juga masih standar.

  3. Wah lapangannya kayaknya keren pak. Pantas aja kalo mahal. Di Bandung masih jarang lapangan kayak gitu…( ato saya aja yang gak tau ya…?)
    Gimana kalo tempat futsal kita pindah yang kaya gitu? ato di sabuga sekalian biar setelah futsal bisa langsung ngojai he…he…. Atau fitnes dan joging dulu sebelum futsal. Pasti tambah OK.

  4. Mantap.
    Hidup seimbang ya Pak?
    Ada gitarnya, ada futsalnya, ada kabelnya, dan ada rumah (anak-istri, domicilium) untuk ngariung.
    Tapi, apa yang kurang ya?
    Hmmm…

    [intentionally blank]

    Aha!

  5. Wah kalau main lagi, ajak-ajak saya yah pak. Saya bersedia untuk memenuhi kekurangan orang yang hadir. hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s