(Tidak Seriusnya) Visit Indonesia 2008

Tiba-tiba saya melihat slogan tentang “Visit Indonesia 2008”. Terkejut saya. Apa ini? Sampai sekarang saya masih menduga-duga.

Dugaan pertama. Slogan ini merupakan bentuk “tidak mau kalah” dari program yang dilakukan oleh Malaysia; visit 2007. Apalagi waktu itu Malaysia secara terang-terangan menggunakan karya seni orang Indonesia untuk mengundang turis ke Malaysia. Retaliation. Terus kita buat Visit Indonesia 2008. Ha ha ha. Itu saja.

Oh ya, apa yang dimaksud dengan “celebrating 100 years of national awakening” di logo Visit Indonesia 2008 itu? 2008 – 100 = 1908? Apa hubungannya dengan pariwisata?

Ketika kita membuat sebuah program kerja, perlu diperhatikan masalah detailnya. Setelah slogan ini apa? Apakah ada upaya untuk mengedukasi orang Indonesia, kita sendiri, untuk siap menerima tamu-tamu dari luar negeri ini? Bagaimana kita harus bersikap? Ini semua harus diajarkan, setidaknya diberitahu. Jangan berharap sikap melayani akan muncul sendiri. Salah satu tetangga kita pernah mengajarkan warganya untuk tersenyum. Ya, untuk tersenyumpun perlu diajarkan. Ini pembelajaran yang dilakukan di masyarakat bukan di sekolah. (Suatu saat saya akan menulis tentang ini.)

Berikutnya, apakah ada bantuan dari pemerintah untuk mendukung para penyedia jasa yang akan menerima para turis tersebut? Apakah ada program khusus untuk ini? Saya kok belum dengar. (Nah, ini lagi soal sosialisasi atau awareness yang tidak dilakukan terhadap warga Indonesia. Kayaknya memang kita ini warga kelas kambing? Atau dianggap harus sudah tahu?)

Masih ada lagi. Bagaimana dengan sikap pemerintah dalam menangani banjir di Jakarta kemarin? Pesawat tidak bisa mendarat di Jakarta. Cerita macam apa ini? Jika memang pemerintah serius dengan program Visit Indonesia 2008, maka semua cara harus dilakukan untuk mengatasi soal banjir di jalan yang menuju bandara. Gunakan tangan besi. Mungkin bahkan jika diperlukan, perumahaan di seputar itu dibongkar dan ditarik ijinnya kembali. Itu baru serius. Saat ini, semua hanya main-main.

Visit Indonesia 2008; don’t forget to bring your bathing suit. You’ll need it to land in Jakarta. ha ha ha.

Singkat ceritanya … saya kok merasa “Visit Indonesia 2008” ini hanya dikerjakan secara setengah-setengah. Bagaimana pendapat Anda? Oh ya, jangan lupa, sekarang sudah 2008.

Link terkait: indonesia tourism @ my-indonesia.info.

36 pemikiran pada “(Tidak Seriusnya) Visit Indonesia 2008

  1. @wicke’s … kalau yang my-indonesia.info saya percaya kepada web developernya. mungkin karena saya kenal (sebagian) dari mereka? pemahaman saya dana yang ada itu tidak hanya sekedar untuk situs web saja. kalau saya yang pegang mungkin malah jadi 10 milyar … ha ha ha.

  2. yg develop indo.com kan? katanya dananya buat promo kayak adwords, dll, tapi anehnya situs mereka dipasangin adsense, kok aneh ya?

    Yang lebih aneh lagi untuk booking-nya di konect-in ke indo.com jadinya indo.com untung banyak banget tuh…..

  3. waktu itu saya juga pernah tanya.. pas ada di iklan di TV. klu gak salah.. “celebrating 100 years of national awakening”.. itu maksudnya merayakan 100 thn hari kebangkitan national (20 mei 1908). dan denger2 sih.. bakal banyak kegiatan digelar di thn 2008, krn sekalian merakan 8 windu sumpah pemuda (28 oct 1928). Tapi ya itu.. kyknya asal ada aja… gak dipikirin serius…

  4. Saya sudah duga dari awal,
    kalo program ‘Visit Indonesia 2008’ ini cuma
    ‘anget-anget tai ayam’ doang
    Cuma awalnya aja digembar-gemborkan.
    Kelanjutannya ….??

    Saya tambah yakin setelah baca tuliasan pak BR.

  5. saya sendiri beropini proyek ini merupakan “proyek nggak mau kalah” dari tetangga seberang. apalagi proyek ini terkesan buru-buru. kurang matang dalam persiapan. waktu saya ke bali aja, itu pantai kotor banget. saya jadi mikir, kayaknya percuma iklan gede-gedean kalau persiapannya sendiri belum matang. menghabiskan dana negara aja.. 🙄

  6. : serius mode : ON :

    Sepertinya program Visit Indonesia 2008 ini dibuat secara terburu-buru pak. Program ini dibuat sebagai niat untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada dunia luar sekaligus menangkal upaya pencaplokan budaya oleh negara tetangga. Namun tidak dipersiapkan di lokasi wisata dan sarana prasarananya. Jadinya yang atas koar-koar, yang bawah melempem.

    Semoga bermanfaat dan terima kasih.

  7. Late, tp plg gak nambahin fakta…

    Visit Malaysia 2007, dan tahun ini Indonesia, kalo tidak salah adalah bagian dari visit ASEAN decade (?)…jadi giliran gt…thn lalu, waktu di KL, supir taxinya jg tahu kalo tahun 2008 adalah tahun cuti-cuti Indonesia…so mungkin tahun depan Thailand, tahun depannya Vietnam etc…

    Tp, ttg persiapan yg ngasal – seadanya – dll, setojooo bgt…

    Salam,
    *yg sedih sekian tahun melihat Bali -dan daerah lain- menghancurkan dirinya sendiri*

  8. Sekalian curhat deh.

    Saya baru 3 bulan menjadi penduduk Jakarta. Dan bener-bener ga ngerti manajemen kota ajaib ini. Dari curhat Pram sampe celoteh semua orang hingga tahun sekarang, tetep aja sama.

    Semakin shock aja denger program Visit Indonesia 2008 ini.

  9. Kalo saya kok ngelihatnya sederhana saja ya.
    Menurut saya proyek itu ada hanya karena ada pejabat negara yg mo ganti mobil / nikahin anaknya / beli rumah baru.
    Maaf kalo terlalu sederhana, sy hanya coba berfikir dgn cara pandang penyelenggaranya saja.
    :-d

  10. apalagi proyek ini terkesan buru-buru.
    .
    Saya sudah tahu mengenai proyek ini sejak lama sekali, saya sampai bingung kapan mau launching nya, he he.
    .
    Eh, begitu nongol, langsung dituduh proyek terburu-buru 😀
    .
    Yang lebih aneh lagi untuk booking-nya di konect-in ke indo.com jadinya indo.com untung banyak banget tuh…..
    .
    Setahu saya supaya jadi bisa memanfaatkan back-end nya indo.com
    .
    Kalau sudah ada yang robust & proven (silahkan cek output indo.com & lihat mereka sudah exist sejak kapan), buat apa develop lagi kan ?

  11. Klo menurut saya…. Indonesia BELUM bisa yang namanya branding gini…

    Pertama masyarakatnya belum siap, kedua pemerintahnya belum siap.

    Masih ingat kasus kalo logo Visit Indonesia 2008 yang ternyata salah ? Logo aja masih salah tuch…

  12. Justru itu inti Visit Indonesia 2008 pak, jangan cuma mau enak tok kalau mau visit Indonesia, biar turis-turis itu merasakan susahnya hidup disini. setelah mereka mendarat di Soekarno-Hatta mereka harus sabar menunggu banjir surut atau ya berbanjir-banjir ria. Siapa tahu ada yang terketuk hatinya terus membantu menangani banjir secara sukarela:D

    Jadi bule-bule itu sekalian dikaryakan nanti setibanya di Indonesia, bantu-bantu bersih-bersih bekas banjir dsb, he he he

  13. Heran euy yg bilang proyek buru-buru akibat Malaysia punya visit 2007. Lha saya yg jauh aja tahu kalo proyek semacam ini bukan buru-buru, kang biasanya antar negara gantian mencanangkan itu.

    Mungkin pada jarang baca koran, keasikan baca/nulis blog sendiri.

    Bagusan mana, ada atau tidak ada Visit Indonesia ?

  14. “Indonesiaaa tanah airkuuu tanah tumpah darahkuu…jereengg….jenn…njreeeengggg….
    disanalaaahhhh …..jreen….jeenng…pett!..”

    “maaf hadirin sekalian ada gangguan teknis pada jaringan rendah/menengah/tinggi kami …

  15. “saaaatuu nusssaa…saaattu baaanggsaaa…ssaattu…peet..”

    yaahh…peet laagee’….. ,

    hadirin sekalian maaf lagi kali ini “no comment”

  16. tk.listrik: mas..mas bangun mas…nyanyi dilanjutin mass…listrik sudah murup..

    tk.nyanyi: lagi…tidurrr bilanginnn..! lagian masih banjir…emang nyuruh saya kesetrumm…

  17. pemerintah memang kurang serius menanggapi “Visit Indonesia 2008″……

    Mulai dari banjir ampe macet……

    Turis itu kan paling risih sama yang namanya macet….. apalagi sekarng macet bukan hanya milik jakarta saja…….

    ntah apa yang dipikirkan oleh pemerintah ini….. semuanya terkesan terburu-buru dan memaksa……. =_=

  18. nuwun sewu, kulo saking ngayokjokarto hadiningrat…saya setuju banget dgn anda pak, yg masalah banjir soalnya saya jg korban krng lbih 1 m lah rmah kerendem air. Mestinya pemerintah sangat serius mengatasi banjir d jakarta, ato mungkin pemkotnya ga serius dgn hal yg atu ini, profesional dong bos…gmna mo pd dteng tuh turis2 asing klau ibukota jakarta ini kondisinya ‘carut marut amburadul’ gini, turis asing biasanya klau melancong k suatu negara yg d liat tuh keindahan,kebersihan,keramahan masyarakatnya,dan msih bnyak lg…trus jd gmna donk?kira2 bs ga ya…

  19. proyek…??’i have no comment’,

    tapi tentang pariwisata kayaknya mang Indonesia kurang bisa mengelola keindahan alamnya…
    ‘pergi ke Indonesia maunya menikmati khasnya Indonesia, bukan ke Bali tapi menu hotelnya makanan khas Australia, kayaknya masih kurang memahami apa yang di inginkan turis…’
    itu adalah salah satu kritik yang disampaikan langsung dari seorang turis setelah mengunjungi Bali!

  20. Saya pribadi tidak mempermasalahkan proyek. Silahkan ada proyek dan ada pemenangnya. Yang menjadi masalah adalah keseriusan dan ketekunan kita bersama dalam mengeksekusi sebuah cita-cita atau sebuah misi.

    Katakanlah kita punya misi untuk mendatangkan turis ke Indonesia (saya pribadi juga melakukan ini), maka segala upaya kita perlu diarahkan ke tujuan tersebut. Semua pihak kita ajak untuk memahami tujuan yang ingin kita capai dan kemudian bersama-sama untuk meraihnya.

    Misalnya, kita ajarkan bagaimana melayani turis; bagaimana berbahasa Inggris yang baik, bagaimana berlaku sopan santun, bagaimana cara tersenyum, bagaimana kita harus mengalah demi tamu kita, dan seterusnya. Kita ajarkan bagaimana agar para penjual di tempat turis tidak terlalu “pushy” sehingga malah menakutkan bagi turis. Kita ajarkan bagaimana menjual barang dan servis yang menyenangkan bagi para turis.

    Kemudian juga kita harus bantu para penyedia jasa yang akan melayani wisman itu. Misalnya berilah bantuan pendanaan kepada para UKM.

    Di sisi lain, adakan upaya untuk pembersihan pantai & lokasi turis lainnya. Buat informasi yang banyak (dalam bentuk brosur, peta jalan, dan seterusnya). Yang baru muncul hanya satu … situs web. Padahal kan tetap harus ada peta petunjuk jalan di setiap kota.

    Buat program “great [… isi nama kota …] sale”. Digilir. Dua minggu di Jakarta, terus Surabaya, Denpasar, Bandung, Bogor, Batam, … begitulah.

    Dan seterusnya… lengkap, terintegrasi, dan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

    Mudah-mudahan paham yang saya maksudkan.

  21. @abahoryza, masalahnya bukan hanya sekedar mau saja. memangnya punya passion di situ? pernah apa saja yang terkait dengan pariwisata? apa mau disuruh naik motor selama 5 tahun? he he he.

    ini bukan sekedar *mau* saja, tapi juga harus *mampu*.

    sebagai catatan, saya pernah membuat situs tentang indonesia (the first indonesian web site malah) selama bertahun-tahun … (lebih dari 8 tahun?). ternyata tidak mudah.

  22. he he yah kalo dah di kontrak mah siap-siap ajah, klo masalah passion sih emang bukan hanya kemauan, tak kemampuan itu bisa diiasah dan di pelajari, bahkan bisa karena biasa … gmn bos?

  23. Untuk semua rakyat Indonesia yang masih mengaku dan merasa dirinya sebagai bagian dari rakyat dan bangsa Indonesia .. Monggo cantumkan logo Visit Indonesia Year 2008…

    Terlepas dari segala keasalahan dan kurangnya di sana-sini monggo wahai saudara-saudariku .. ya benar juga samaph, kemiskinan, pembodohan terstruktural ada dan terjadi di Indonesia..

    Teatpi kita harus wajib dan kudu lakukan sesuatu untuk Indonesia dan itu mungkin sepele dengan mencantumkan link back ke my-indonesia.info sebagai situs resmi visit indonesia year 2008…

    Entah aneh justru kita harus mulai refleksi dan bertanya pada diri sendiri .. apa yang anda banggakan sebagai bangsa indonesia..

    Monggo saudara sebangsa dan setanah air .. jika masih ada juga???

    Bangkit dan berjuanglah ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s