To Adinoto dan Eep

Tidak biasanya saya slamming orang di media umum, tapi kali ini harus saya lakukan karena saya capek. btw, saya orangnya jarang marah.

Kepada Adinoto dan Eep, kalau Anda tidak suka dengan blog saya silahkan tidak baca. Apa susahnya sih? Anda berdua selalu memberikan komentar negatif terhadap pribadi saya. Silahkan runut komentar-komentar Anda sebelumnya. Satu komentar mah gak papa. (I don’t have to the time to dig into my posts just to do that. Do your own homework.) I just don’t get it. Yang terakhir yang di blogdetik itu. (BTW, saya tidak sensor, saya approve.) Ini yang Anda katakan:

Sumpah boss, lama-lama capek juga hati baca blog sampeyan.

he he he. Ada cara yang gampang; gak usah baca blog saya. Apa itu terlalu susah bagi Anda?

Ya sudah. You are not welcome here. Go away. Anda on top of that, I don’t want to deal with you guys anymore. Bye.

Mau tahu dugaan saya selanjutnya? Pasti ngeyel. he he he. Lihat saja. Untuk apa diladenin. Jadi saya berusaha untuk tidak memberikan komentar apa-apa. [This is not something that I want to discuss. A short reply is available here (in my blogdetik page).]

Tidak usah baca blog saya. Gampang kan?

[Saya jadi ingat seseorang yang tampak manis di depan publik, dengan bahasa yang berbunga-bunga, tetapi di belakang saya tahu bahwa dia luar biasa jahatnya, bajingan yang merusak masyarakat. (Perhaps this has something to do with politics? Kebetulan memang ini ada kaitanya dengan politik.) Bahasanya berbunga-bunga. Terlihat alim dan sopan. halah. Ya, lebih baik tidak usah berhubungan dengan dia saja.

Saya tidak tertarik untuk menggunakan bahasa sopan pura-pura, yang sebetulnya adalah kedok sarkasme. ha ha ha. Tapi kalau saya menggunakan bahasa tulisan saya yang sebenarnya, bakalan tidak tahan pembaca akan kekasaran saya. he he he. So, I’ll refrain doing that. Jadi saya batasi diri dengan bahasa yang singkat saja.]

Update. Wah baru tahu Priyadi punya deklarasi yang ternyata relevan. Setuju dengan isinya. Silahkan baca di sini:

http://priyadi.net/archives/2006/08/22/kemerdekaan-dalam-menulis-blog/

A short reply is available here:

http://rahard.blogdetik.com/2008/02/23/blognya-seleb-membosankan/#comment-85

Kepada para pembaca sekalian, ini hanya urusan blog. Tidak perlu dipermasalahkan lebih lanjut. Ini hanya cerita orang yang tidak tertarik dengan blog saja. Itu saja. Tidak lebih dari itu.

Iklan

256 pemikiran pada “To Adinoto dan Eep

  1. Sante aja Pak…ini kan ‘rumah’ anda sendiri, jadinya terserah gimana yang punya ‘rumah’ mo ngaturnya..

    memang kita tidak akan pernah bisa membuat senang dan puas semua pihak, pasti akan ada yang ga senang. tp itulah seninya hidup..

    keep writing pak Budi!!!

  2. *chuckles*
    Kasiaannn deh mas Budi, disangkain termasuk kelompok selebriti. Bisa kita gossipin dong. teeheehee… ๐Ÿ˜€

  3. Adinoto itu jg jualan mac ya?
    Kalau Eep yang mana lagi neh? Entar, saya cari dulu dech…

    Sante aja Pak, kalau kata Dono, “Pokoke nge-bog…”

  4. whuaah.. serem jg bc nya. hi8x.. trnyata Pak BR jg bs ngalamin ky gni. :d
    sy jg ada pnah pak, ada yg blang blog sy menjijikan. hiks.. tp kata mba madona blang expres u’r self. hi8x..

    keep writing pak!

  5. Mungkin becanda yang tidak pada tempatnya, Pak? Maksudnya mungkin baik sih, tapi caranya ga kena. Adanya bukan ketawa malah nusuk hati orang. *halah, kok malah keluar kata-kata orang bijak ๐Ÿ˜†

    Hue… kalau saya pernah komen sembarangan maaf ya, Pak. Buat yang lain juga….

    Omong-omong dua tersangka ini siap-siap dapat aliran trefik dari blognya Pak Budi, hehehehe.

  6. sabar pak…lagian itu si adinoto dan eep….ngapain juga kesini kalo gak mau baca n capek baca blog ini, bener pak..keep writing aja pak…..tempur….weksss

  7. Wah, saya kenal Adinoto sedangkan Eep saya kenal via komentar-komentar. Jadi pingin tahu ini karena sebab apa ?

    Soal komentar Adi yang suka straight forward, itu saya pikir soal style saja pak.

    BTW, kalau Adi dan Eep bisa reply via tulisan juga, bisa lebih enak bacanya.

    Mungkin perlu baca thread-thread tulisan terkait supaya bisa lebih enak memahami posting ini.

  8. saya cuma fans anda yang kecewa.., dulu saya banyak belajar soal teknologi dari blog2 anda pak BR..

    sekarang kok ga ada lagi.. itu aja..

    atau emang sekarang ilmu jadi mahal sehingga sy ga dapet lagi gratisan..?

    semoga cepat kembali sadar.. bahwa anda adalah aset bangsa ini.. terima kasih..

  9. nyari trafic apa nyalurin trafic nih?

    apa tebar wacana, blog om adinoto dan om eep mulai naik nehh WAH???

    eh yg adinoto belum ,mereka belum ngeh, tapi blog eep dah masuk jajaran top Click

    SELAMAT UNTUK ADINOTO DAN EEP ATAS PUBLIKASI EFEKTIF DI BLOG INI!!!

    btw, pa BR kok sensitif pak? sabar yah bos, kan masih banyak penggemarmu

  10. biasanya komentar2 yang negatif seperti itu mencoba untuk diperhatikan. ada pesan yang pengen disampaikan tapi mungkin caranya dengan memberikan komentar negatif. mudah2an yang ngasih komentar bisa terbuka apa yang mau disampaikan ke penulis blog dan yang nulis blog, bisa menimbangkan saran yang mau disampaikan oleh yang berkomentar.

  11. ada ilmu komunikasi disini berarti yah, berarti emang untuk blogger sekaliber om BR sudah memaenkan fungsi pendidikan yang universal.

    wajar kalo orang IT yang dibawah level om BR masih posting manual alat, review produk dan lain-lain, klo om BR ikutan kan yg lain nggak kebagian trafic.

    so, emang beda level beda model komunikasinya, betul om BR?

  12. hukum alam emang, nasib seleb itu di komentarin baik itu (+) maupun ( – ), dan siap direcoki adalah ketika kita siap terkenal dan emang seleb itu bukan kehendak kita, itu ngalir sebagai AKIBAT

  13. Wah, makasih mas. Tapi ndak deh, tengkyu. Dah pernah nyobain, soalnya. Adanya malah semaput. ๐Ÿ˜†

    saya lebih senang punya rumah kecil ala little house on the praire daripada istananya cinderella.

  14. Blognya BR gue baca tiap hari…enak, cakupan nya luas dan ngga ngebosenin, mungkin eep dan adinoto cuma orang stress yang sirik aja….ternyata gak cuma rap aja yang suka battle..blogger pun suka battle…

  15. saya rasa adinoto dan eep nggak seperti itu, adinoto yang saya tau emang suka mengkritik, dan yg dikritik emang bukan hanya BR, artikel-artikelnya banyak mengkritik, namun saya rasa masih dalam koridor membangun.

    juga eep saya rasa masih dalam koridor yang wajar, cuman mungkin tergantung sudut pandang kali yah.

    mari saling bijaksana bijaksini

  16. Walah, tambah bingung jadinya buat ngeblog. Mau dibikin takut salah, gak dibikin juga susah.

    Mungkin kembali ke defenisi klasik dari Blog, ya terserah si Empunya kali mau posting apa. Intinya sebetulnya yang saya pahami kan, gimana menyalurkan kenangan kita mengenai pengalaman kedalam bentuk tulisan digital yang di publish (halah teori).

    Bisa jadi dulunya Isinya dikategorikan “Bermutu”, terus sekarang tidak, dapat diartikan juga si empunya lagi Jenuh akan Teknologi. Toh, setiap orang juga punya “hari ” nya juga.

    Tapi saya suka postingan, Pak BR tentang gitaar.. :-)), bisa di kondisikan antara komputer dengan gitar, antara otak kiri dengan otak kanan.

  17. Nyante aja pak…. “Anjing menggonggong, khafilah tetap berlalu”. Anggap aja ini sebagai sarana untuk uji kesabaran. Toh belum tentu semua kritik negatif itu bener2 negatif. Sisi positifnya : masih untung cuma dikritik 2 orang, coba kayak aa gym dikritik orang seIndonesia. *yg terakhir gak nyambung ya.. hihihi :D*

  18. @http://abahoryza.wordpress.com/ ; kalau ada pulisi eyd berarti anda pulisi trafik bloger ya pak? ๐Ÿ˜€

    @BR; btw dulu juga saya fans tulisan gbt, tapi sekarang beda mungkin yah? lebih ke starbuck dll. jadi yah spit riding saja …

  19. Hehehe mas Budi.. mas Budi. Anda toh kenal saya secara pribadi kan? Darimana kok bisa berpikiran tendensius bahwa saya selalu memberikan komen negatif ke blog anda?

    Padahal tulisan saya cuma tulisan komen ga beda dengan posting anda di blogdetik itu you wrote:

    “Sekarang mulai banyak selebriti yang menulis blog. Jadi makin banyak blognya seleb. Awalnya sih menarik karena mereka baru menulis blog, tetapi lama kelamaan membosankan karena tulisannya – maaf – tidak bermutu. Ya seperti petasan, setelah bunyi terus apa ya?

    Tentu saja saya memaklumi bahwa sebagian besar dari mereka masih baru memulai, tetapi saya melihat ada yang tetap saja tidak ada perubahan (untuk menjadi lebih baik). Tidak ada intelektualitas di sana. Bosen…”

    : Wah jadi ga boleh dikasih masukan sama sekali nih? Pembaca yang ga tau asal muasal dilibatkan pula hehehe… waduh ga tau deh saya serba salah mo kasih komentar ๐Ÿ˜€

  20. masing2 harus pnya sikap saling menghargai dan pengertian, who knows mr budi lagi bosan dengan postingan yg ‘mutu’ ? it happen to me too.. dan itu hak beliau untuk posting gak mutu

    buat yang mengharapkan tulisan pak budi selalu mutu ya tolong saran dan kritik juga disampaikan dalam bentuk yang lebih ‘sehat’ dan juga menyadari bahwa ada kalanya orang masuk dalam titik jenuh dalam hidupnya and just wanna have fun!

    toh jika org lain tidak bisa menghasilkan tulisan yang ‘mutu’ knp tidak kita yang justru tergerak untuk menggantikannya mulai menulis tulisan yang ‘mutu’?

  21. Nggak usah takut Pak BR. Saya tahu persis adi dan eep itu aslinya homo. Jadi nggak usah ditanggapin serius ok BOS.

  22. @adinoto
    orang juga punya hati lama2 bisa marah juga…sekarang elu juga chicken, postingan orang di moderate, you’re so funny jerk! suka ngritik gak berani di kritik…jaim goblok, blog aing kumaha aing…

  23. Lha, saya kira slamming kayak begitu mah, nggak usah dipikirkan. Tapi untuk kasus ini, kayaknya Mas BR sudah amat menahan amarah. Saya sangat mengerti. ๐Ÿ˜›

    Saya berharap, Pak Budi hanya melakukannya sampai sini. Soalnya kalau diteruskan, maka Pak Budi nggak jauh beda sama Pak Adinoto. ๐Ÿ˜•

  24. kipas-kipas blogger gerah, ayoo ngeblog jangan biarkan amarah membuta.

    jadi inget sebuah ajakan dari beberapa blogger

    “semua blogger basodara”

    yah sama sodara mah biasa ajah kali

    @ blogger battle

    viking lin ente, he he he GALAK euy, inallaha ma’a shobirin euy. yang artinya “sono tanya pa sobirin”

  25. lah bukannya asik kalo blog kita di-flame sama orang laen? itu kan menandakan bahwa blog kita terkenal.

    *blog ini udah terkenal dari dulu…argh*

    hahah, asik lagi kalo ada komentar flame. kalo kita bales panjang lebar dan orang itu bales lagi berarti sama aja dia bikin blog kita semakin rame. aseek!

    *ditamparin flamer sedunia*

    terus, kalo dia kesel sama blog kita, pastinya dia bakal buka blog kita terus (supaya bisa nyari alesan buat naro komentar sialan; sama seperti para griever di game online). bukankah itu berarti mereka seneng sama blog kita? kekekeke

    *akhrinya setelah naro komentar gak jelas di blognya pak BR, IP adress gue di-ban*

    jahh, blogosphere memang rumit.

  26. Betul Pak BR, orang yang nggak ‘ngeh’ bisanya cuma ngeyel. Keep blogging pak ! Aku lihat blognya Eep dan Adinoto nggak banyak juga [baca : nggak ada] yang disharing.

  27. Hloh sampe di blog-kan begini? Pasti udah di ubun-ubun nih ya Pak BR? (hehe, dulu pernah wawancara, kayaknya bapak orangnya adem ayem ajah).

    Hm… ga tau duduk permasalahannya, nonton aja ah.

  28. ksatria akan datang belakangan, mbok ditunggu komentar pamungkas sang pemilik blog, untuk menetralisir keadaan.

    We’ll wait for your “closing ceremony” Pak Budi…

    jreng..jreng..jrengg..

    K

  29. kayaknya closing ceremony belum tuh, nunggu menjelang dini hari, biasanya kan jam wayah kitu suka rajin di depan layar tuh pa BR nyah.

    *lagi nyari pak budi ngumpet di blog mana yah?*

  30. Saya melihat blog itu untuk wadah silahturahmi. Blog dibuat seperti kemauan pembuatnya.

    Ada yang memang ingin menulis satu tema saja dan ada juga yang temanya gado-gado. Didalamnya dapat terjadi bermacam-macam jenis diskusi, percakapan, obrolan dan semacamnya.

    Seperti halnya kita berbicara langsung, yang diobrolkan biasanya juga bermacam-macam, dari yang serius atau sekedar obrolan ringan.

    Tidak masalah selama obrolan itu masih dalam koridor penuh etika, tidak mengganggu orang lain dan tidak merugikan orang lain.

  31. Ada apa ini.. ada apa ini.. *ekspresi Tora Sudiro*

    Tapi jujur, sejauh yang saya tau mereka-mereka ini orang baek di milis maupun di blog.. yaa dengan kritiknya mas Eep dan Aa Noto dan pak BR marah, tetap ga akan merubah pandangan saya terhadap mereka bertiga.

    Tetap berikan yang terbaik buat negeri ini boss, ribut dikit biasa kok, orang padang bilang *kusut-kusut bulu ayam* lama-lama pada baikan lagi kok

    keep rocking.. halah ๐Ÿ˜€

  32. Wah, tidak usah marah, Pak. Boros emosi. Lebih baik kalau ada komentar begitu, diketawain aja. BTW, di blog saya banyak sumpah serapah para komentator. Hehehe…

    BTW, masukan dari komentator walau pun seringkali pedas dan keras, tapi banyak juga manfaatnya. Terutama jika sifatnya kritik atau masukan demi perbaikan. Ambil baik/hikmahnya saja.

    Salam.

  33. hmm… saya tidak kenal secara pribadi adinoto atau eep. tapi sepertinya tidak ada yg salah dengan komentar mereka berdua. ya samalah seperti junker lainnya ๐Ÿ˜›

    bukan belain mereka, tapi begitulah pendapat saya. tapi kalau memang pak budi nggak mau dikomentari mereka berdua, ya mungkin untuk adinoto dan eep sebaiknya tidak berkomentar disini lagi. yang punya rumah sudah tidak welcome. simpel kan ๐Ÿ™‚

    btw, saya pernah baca tulisan pak budi soal dikritik/mengkritik orang (lupa tautan linknya). hmmm.. bingung mo komen apa lagi. sudahlah… hehe

  34. Padepokan Budi Raharjo adalah salah satu blog yang saya hormati di blogsphere. Blognya Pak Budi itu berisi, sehingga saya pun menghormati beliau. Kalo ada orang yang nggak suka ama blog ini tapi masih komen, kayaknya kurang kerjaan amat. Untuk Pak Budi, terus maju, Pak. Stay on the line, keep movin’.

  35. Dari posting hariadhi :

    ——————-

    Jujur, saya nyaris tidak pernah baca blog pak Budi sekarang ini (kecuali posting yang technical). Yang narsis / curhat saya lewatkan.

    Tapi, saya tidak sampai mengkomentari secara negatif. Lha itu blog punya beliau, ya bebas saja dong.

    Juga, apa beliau pernah berjanji bahwa akan selalu posting yang berguna bagi orang lain ? Seingat saya sih tidak.

    Kritik bisa positif, bisa negatif. Tapi kalau orang selevel Eep, yang setahu saya adalah konsultan HRD, kok bisa terjerumus ke komunikasi negatif, agak mengherankan juga sih.

    Apalagi kalau sampai ada yang berkomentar seperti ini : Sumpah boss, lama-lama capek juga hati baca blog sampeyan.

    Waduh, apa sih gunanya berkomentar seperti itu ? ๐Ÿ™‚

    Kalaupun mau memberi nasihat, kita musti ingat etikanya :

    1. tidak di depan umum
    2. disampaikan dengan cara yang baik.

    Ini standar di agama Islam, kalau di agama lain saya kurang tahu tapi saya kira akan serupa.

    OK, mari kita menyumbang kritik membangun/positif ke kawan-kawan kita.

  36. Mau traffik naik, jangan pake gituan dong caranya. Tidak sopan mr. Eef .
    (eh memang peduli apa dia dengan sopan santun ya…)
    Kang Budi, di EGP aja mereka berdua tuh.

  37. Oom BR. Sahabat yang baik adalah mereka yang menusuk dari depan. Jadi yang macam Aa Nata sama Aa Eep itulah sahabat2 dikau. Lebih berhati2lah pada yang tampak manis di depan, tapi menusuknya di belakang.

  38. wah… kayaknya aku salah ngeklik di top post, kira’in dapet gosipan baru tokoh, artis ato seleb.

    emangnya eep ini sama ga sih dg anak fisip ui yg dulu pernah heboh digosipin ama sandrina malakiano itukah? lantas apakah adinoto ini yg pernah se geng ama fajri & eko juniarto itukah? aneh2 aj para blogger ini, ga mudeng aku

  39. Pak BR, Kang Eep, dan Mas Adinoto..

    Sabarlah.. pejabat teras berantem gini, gimana anak buahnya.. hahahah…

    review aye sebagai pembaca setia, ketiganya punya fans tersendiri..

    so, jangan ribut lah.. hehehe mari saling bermaafan..

    bagaimana Pak BR? Kang Eep? Mas Adinoto??

    atau semua hanya pengecut..

    salamhormat,
    -dariLayar LaptopUsang

  40. bener kata mas koen

    “Sahabat yang baik adalah mereka yang menusuk dari depan.
    Lebih berhati2lah pada yang tampak manis di depan, tapi menusuknya di belakang.”

    saya rasa komen2 mereka di sini, kalo dipandang positif bukannya bisa membangun yah pak ^^

    smangadh!!!

  41. Pak Rahardjo, saya cuma mau saran. Saya emang ga lebih pinter dari Bapak, tapi kayaknya Bapak terlalu banyak pake kata BTW, kadang tidak pada tempat yang pas. Bukannya saya sok menggurui lho..

  42. Yang ke 101..Inikan Rumah bapak walau pun cuma ngontrak di wordpress.. ๐Ÿ™‚ jadi sudah selayaknya para tamu yang datang ke rumah bapak menghormati sang tuan rumah..tapi jangan lupa juga dengan bisik-bisik tetangga rupanya udah nyampe ke dunia maya juga

  43. Kayaknya saya harus cari akal gimana caranya bisa dislamming sama pak BR. Biar RSS saya (yang selalu full feed untuk memudahkan pembaca) dibaca orang.

  44. Dinamika jadi Blogger, mendapat kritikan, dunia Blog jadi tambah seru, tulisan yang bermutu banyak ditunggu, gitu lho…

    Ayo para Blogger bikin tulisan yang OK (bermutu) biar banyak manfaatnya bagi para pembaca, kalau tidak pun ya terserah yang nge-Blog, bebas untuk bersuara dan berpendapat tidak lupa bertanggung jawab, segitu aja … salam kenal untuk semua… aku ada di http://WWW.AyoBangkitIndonesiaku.Wordpress.com

  45. Blog itu khan tempat penyaluran aspirasi pribadi. Dan yang namanya pendapat pasti tidak semua orang sama, bahkan cenderung berbeda-beda.
    Dan yang kurang dari kita, bangsa Indonesia, adalah kemampuan untuk menyampaikan ketidaksetujuan dengan cara yang elegan.

  46. wah….
    sumpeh ga tau ada blog ini
    soal kang Eep sama kang Noto
    santai aja sama mereka sih…
    emang mereka suka canda koq berdua…
    *ngibrit

  47. Yaaaaaaaaaaaa Om BR kok ga muncul-muncul sih di sini? Jadi, gemana nih klarifikasinya? Katanya suka dikritik dan jarang marah… ayo tunjukkan kejarang-marahannya.

    Kalau ga muncul-muncul malahan terlihat kontradiktif Ooom..

    ๐Ÿ˜€

  48. mas andi gunawan lagi promosi ya…heheheh dapet kaos gak

    buat pak Budi, tenang aja pak ini blog anda terserah anda mo nulis apa aja, emang ada aturan harus nulis yg “cerdas” gitcu….
    berarti blog saya gak cerdas dong…….

    pesan moral :

    ya klo gak mau baca blognya orang laen ya gak usah baca…gitu aja kok repot…..

    klo eneg dengan blog orang laen ya gak usah blogging

    heran, semakin tinggi ilmu kok malah childish…!!!

    ini kritikan apa bukan ya

    ahhh…daripada saling menghujat lebih baik dengerin Black Sabbath…

    tomy——-> penggemar Band-band legend

  49. mas andi gunawan lagi promosi ya…heheh dapet kaos gak

    Buat Pak Budi tenang aja, gak usah ditanggepin lha wong ini blog panjenengan ya terserah mo nulis apa, kan gak ada aturan hrs nulis yg bermutu…..

    berarti blog saya gak mutu dong……..

    pesan moral :

    ya klo gak mau baca blognya orang laen ya gak usah baca…gitu aja kok repot…..

    klo eneg dengan blog orang laen ya gak usah blogging

    heran, semakin tinggi ilmu kok malah childish…!!!

    ini kritikan apa bukan ya…….

    ahhh…daripada saling menghujat lebih baik dengerin Black Sabbath…

    tomy——-> penggemar Band-band legend

  50. Saya biasa pake iGoogle untuk buka email dan memanfaatkan Tab-nya untuk melihat web dalam kelompok tertentu macam web berita, olahraga dan blog. Ada 3 blog dalam tab saya, Ndorokakung, Padepokan Budi Rahardjo dan adinoto’s blog. Ndorokakung dengan Paklik Isnogud-nya banyak memberikan pencerahan atas masalah2 terkini, Pak BR dan Adinoto banyak memberikan pencerahan soal teknologi dan juga soal merintis Start-up Company. Memang betul blognya Pak BR belakangan ini kurang memberikan pencerahan2 di bidang TI dan juga soal sosial atau nilai-nilai yang dibutuhkan rakyat banyak. Akhirnya, saya jadi jarang membuka blognya. Padahal Pak BR, inilah yang kami harapkan dari orang sekelas Anda. Memang salah juga AA Noto memberikan komentar dengan bahasa yang terlalu lugas. Tapi saya rasa Pak BR juga akan salah juga kalau lantas memutuskan tali silaturahim, seperti tulisan Anda ini I donโ€™t want to deal with you guys anymore. Bye.

  51. Jadi ingat AA Gym :
    Orang itu seperti teko, kalau isinya air putih keluarnya air putih, kalau isinya kopi keluarnya kopi, kalau isinya teh keluarnya teh,
    he ehe he
    paling sejuk ucapan relijius ya ?

  52. nambah-nambahin comment ngak penting ๐Ÿ˜€

    gimana sih menilai tulisan orang mutu atau ngak mutu. Dibikin award aja sekalian ๐Ÿ˜€

  53. saya berharap pak Br , Aa nata dan kang Eep bisa berdamai…., wahai bapak2 sekalian walau bagaimanapun kalian adalah panutan, setidaknya bagi saya pribadi

    kepahitan ini, akan jd manis rasanya kalau bapak2 sekalian bisa berdamai

    bangsa indonesia sudah lelah dengan berbagai konflik yang tidak terselesaikan, so jangan sampai itu menjalar ke dunia bloghospher

    mudah2an pesan damai segera ter-posting di blog masing2, aamiin

  54. Pak BR, dengan segala hormat, sejujurnya memang kalau membaca posting anda di blogdetik tentang tulisan artis yang tidak bermutu, memang bisa membuat panas sebagian (atau banyak) orang. Di komentar yang dulu saya pernah lontarkan bahwa sejelek apapun tulisan orang selama dibuat sendiri dan bukan copy-paste, masih layak untuk dihargai. Tetapi bagaimanapun juga saya juga menghargai buah pikiran pak BR di blogdetik tersebut, walaupun saya merasa akan ada yang “terluka” dengan tulisan itu. Tidak semua orang bisa menulis bagus. Upaya orang untuk mengaktualisasi dirinya lewat tulisan di blog harus kita hargai.

  55. saya juga tidak suka dengan blog Pak BR. Tapi bagaimana saya tidak bisa membaca blog Bapak, kalau seandainya bapak muncul di berbagai agregasi blog? Sebutlah Planet Terasi Net.

    Saya berharap malah blog Pak BR tidak terlist sebagai blog yg diaggregate. Kenapa? Karena Pak Budi terlalu banyak ngejunks. Dan selain ngejunks, tipe RSS nya pun hanya berupa potongan saja, tidak artikel penuh.

    Maaf kalau komentar saya terlalu jujur.

  56. Drpd ngeblog, sebagai seorang professor mending bikin paper ato jurnal pak. Negara kita jelas tertinggal dlm hal ini, apalagi dibanding singapura. Ini contoh kritik membangun loh, hehe.

  57. Memang ada ruginya komunikasi pakai teks. Intonasi suara dan bahasa tubuh tidak tampak.

    Saya kira salah paham (dari kedua belah pihak) sangat wajar terjadi, ya…

  58. Kan blog milik pribadi, mau jerit, nyanyi, sedih, kesel, ngoceh apa pun bebas.
    Mungkin karna blognya Mas BR itu ngetop makanya di untit terus kayak artis infotainment ๐Ÿ˜€

  59. wah… seru banget nie, komentarnya banyak banget!

    sebagai pemilik rumah, pak budi berhak menerima tamu, atau mengusirnya jika tidak berkenan..

    (tapi ini kan internet, jadi mana tahu kalo tamu itu tetep datang tanpa meninggalkan jejak?)

    tetep berkarya pak!

  60. yagh…mungkin saya bisa bilang hati2 dengan tulisan kita sendiri yang bilang blog***** ga bermutu, tapi tulisan kita ternyata sama ga bermutunya…ibarat menelan ludah sendiri…

    klo sudagh terlanjur bgini antara anda bertiga yang punya sdikit konflik…mohon berdamailah di blogosphere ini…

    peace yo…peace…

  61. Menurut saya, kalo tulisan Pak BR belakangan ini agak turun, mungkin karena beliau sedang capek. Udah capek, becek, nggak ada ojek. ๐Ÿ˜€

  62. 153 leksa

    Sumpah Bos2 semua,..
    lama2 capek baca komentar2 sampeyan!!

    haha… makanya saya langsung scroll down mas leksa ๐Ÿ˜€

    kayaknya biar islah pak BR ma adinoto plus eep ngadain kopdar aja ๐Ÿ˜›

  63. ah kalo mau banyak-banyakan komentar, pasti ini masih kalah dari komen di blog priyadi atau di postingan HS tentang kloteran Asus EEE ๐Ÿ˜€

  64. ya biasalah pak br… semakin banyak kenal orang semakin banyak pula gesekan itu wajar. Cara anda mengeluarkan unek2 anda ya monggo saja toh bebas mengemukakan pendapat….

  65. Hmm, tadi saya sempat jalan – jalan ke Blognya Mas Adinoto, dan kurang lebih menyampaikan komentar seperti berikut (Masih moderasi, jadi, nggak tahu juga) :

    Pertama – tama, ini hanyalah sebuah komentar yang dilontarkan dari saya, yang notabene tidak tahu banyak soal kasus ini. Jadi, mohon maaf.

    Opini saya…

    Kalau melihat komentar Bapak di Blogdetiknya Pak BR, saya kira, terlalu eksplisit. Menohok, Nanclep. Andai kata komentar itu dilayangkan kepada saya, mungkin saya juga akan marah. Tentunya tidak dengan melihat kesalahan – kesalahan saya dulu. Namanya saja manusia. ๐Ÿ˜‰

    Meski, jika dibandingkan dengan postingan Pak BR, keduanya terdengar sama.. ๐Ÿ˜•

    Ingat, terkadang kata maaf bisa meredakan pemicu amarah. pak Budi menyelesaikan artikelnya dengan nada :

    Pasti ada yang marah atau tersinggung dengan tulisan saya ini. Mohon maaf. Ini hanya sekedar opini. Tulisan saya juga tidak mutu-mutu amat sih. Jadi mungkin gak ada bedanya dengan blognya mereka ya?

    Sekali lagi m a a f โ€ฆ

    Dan anda ? ๐Ÿ˜‰

    Maaf, sekali lagi, ini hanya opini, bisa bergeser menjadi kritik membangun, sih. ๐Ÿ˜•

    —————————-

    Tapi, tapi, tapi, tapi….

    Sebelumnya, saya hanya sedang memberikan kritik. Jadi jangan dianggap sebagai slamming di depan umum. Dan maaf, saya hanya orang biasa.

    Mengapa hal seperti nggak dibahas di dunia nyata ?

    Saya merasa kasihan dengan Pak Adinoto dan EEP, kalau begini, rasanya yang slamming malah Bapak. maaf, bukan bermaksud menggurui. Tapi lihat, di sana (Blog Adinoto), sekiranya, banyak yang menyuarakan negatif. Kasihan. Hanya dengan artikel pendek yang ditulis Pak BR diatas, rasanya “Massa” bisa bergerak terlalu jauh.

    Kalau bisa sih pak, jangan dibahas di dunia maya, nggak akan nyambung. Jadi, di Kopi Darat atau semacamnya. Lebih adem lagi rahasia.

    Nah, itu. Yang mau saya sampaikan,. Saya nggak tertarik buat artikelnya, jadi saya komentar di blog kedua belah pihak.

    Semoga komentar ini bisa dan layak dibaca oleh pak BR.

    Salam,

    ~ME

  66. Salam Pak Rahard,

    weei, saya kira pada guyon… lupa kalo masih jauh dari april ye ๐Ÿ™‚

    calm down Mr. BR, a blog for a blog, a comment for a comment ! hehehe, afwan Pak, saya senang dengan blog sampeyan, begitu juga… saya juga senang dengan blog Pak macNoto dan mas Eep…

    Viva blogger Indonesia !

  67. Pak Budi bilang “Kalau gak suka, jangan baca blog saya!”

    Saya bilang “Kalau gak mau dikritik, jangan nulis blog!”

    Sama aja kan?

    Tutup aja fasilitas komentar.

    Bikin blog-nya jadi private, atau harus pakai sistem undangan (invitation) untuk bisa membaca blog.

    Saya rasa dengan Anda menulis blog yang sifatnya publik, ya bersiap-lah untuk di-komentari, disanjung, diumpat, dicaci-maki dsb.

    Jangan cengeng, dikritik dikit saja sudah panas, gawat kan.

    Harusnya Anda tahu lah, apa konsekuensi-nya … masa ngga sih? *heran*

  68. @geblek
    Saya tak membela siapapun mas, cuma sedikit analogi aja, jika anda ingin menulis sesuatu di blog ibarat anda ingin menggoreng pisang di pinggir jalan yang dilalui banyak orang. Jika ada yang komentar ‘Eh.. pisang loe terlalu muda tuh, ganti yang udah tua, lebih manis loh…’, saya rasa anda akan tersenyum dan ramah berkata ‘terima kasih atas petunjuknya’.
    Atau kalau ada yang komen, ‘mas.. kenapa sih mas goreng pisang kok pilih yang muda?’, pasti dengan senang hati anda akan merespon dengan reply yang enak juga.
    Tetapi jika ada yang komen, ‘Eh loe ngapain sih goreng pisang, mending bikin pizza donk, enak’. Apa reaksi anda?

    Boss BR, mungkin yg bikin posting ini jadi panas, karena anda ‘tunjuk hidung’. Kalau saya lebih cocok dengan model tulisan paman kita yg duitnya sentimeteran dalam menanggapi hal yang tidak berkenan. Beliau biasanya yang tidak menunjuk hidung tetapi bisa memaksa si pemilik hidung muncul dan memeinta maaf. (mungkin ini hanya soal kemampuan berolah kata)

    Blog must go on. Seperti embun, harus fleksibel bergerak di hamparan daun talas. (gak nyambung ya)

  69. njis pada ngiklan! ini suasananya udah kaya rame2 orang juwalan di astana giribangun pas suharto meninggal

    ntar lagi pas pak BR komen di cah andong dan hati antobilang berbunga – bunga :p

    * ngakak puoll *

  70. @Kadjo

    Kalau saya, ada yang omong gitu, ya sudah aja ๐Ÿ™‚ Ngapain sewot hehehehehe … Pada akhirnya saya akan tetap jualan pisang goreng. Masih banyak kok langganan saya.

    Kalau kita buka restaurant, memangnya akan berharap pengunjung senang terus? Ya ngga lah ๐Ÿ™‚ Ini kan logika sederhana saja, ngga perlu yang njlimet. Pasti banyak orang yang suka dan tidak suka. Apalagi mengingat lokasi blog-nya ada di “pinggir jalan” (tempat umum / public). Jadi, ya siapa saja bisa datang melihat dagangan (tulisan) nya.

    Gitu loh ……………

    Terima saja, ber-besar hati dan legowo. Tetap senyum dan jangan anti-pati terhadap orang yang mengkritik diri kita ๐Ÿ™‚

    Jangan biasakan cepat marah, mudah tersinggung, dan gampang sakit hati.

    Untuk kebebasan menulis, memang boleh saja dan harus begitu. Kita tidak boleh merasa terkekang. Tapi ya itu lagi, jangan marah/tersinggung terhadap penilaian orang luar, apapun itu ๐Ÿ™‚

    Orang bilang Pak Budi “narsis” ๐Ÿ™‚ Sama seperti Roy Suryo. Ya apa boleh buat, itu adalah penilaian orang.

    Cuek aja, tapi ya juga gak bisa mencak-mencak ngotot supaya orang luar tersebut berubah pikiran. Ngga bisa itu ๐Ÿ™‚

    Ngga tahan kritikan? Jangan jualan di pinggir jalan ๐Ÿ™‚

    Dunia memang kejam kok, jalan aja bisa di-rampok, dijambret, diludahi, dsb. ๐Ÿ™‚

  71. BERISIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIK!!!

  72. Jadi seleb blog, saya juga mau dong… Aa nata dan kang eep bisa aja nih… Pak BR sing sabar, namanya juga anak muda…. ???
    :))

  73. Sabar pak. orang sabar disayang ALLAH. kadang saya merasakan hal yang sama. pak budi belakangan lebih menulis hal sehari-hari, tapi saya menjawab pertanyaan saya sendiri. toh itu blog pak budi, hak pak budi untuk nulis apa, ada banyak hal harian yang menurut saya menarik untuk diikuti. dan ini juga membuktikan kalau pak budi manusia biasa yang gak melulu tentang teknologi, security, perl dsb, kecuali kalau blognya rahard On Technology atau rahard perl tips lha baru semuanya teknis. sekali lagi sabar pak. dan terus ngeblog. karena setiap update feedreader pasti ada yang baru dari blog ini
    ๐Ÿ˜€

  74. Biarkan saja pak…mereka paling sirik aja tuh ama bapak. Kalo menurut saya sich orang sirik tuh tanda nggak mampu! Jangan terpancing pak…berdoa saja supaya orang2 seperti itu cepat disadarkan oleh-Nya. Salam Pak…thanks.

  75. Assalammualaikum wr wb, saya pas kan posting yang ke 200 , ini hanya blog seperti diari ya, maaf saya nggak punya blog. sepanjang tulisan tidak menyinggung, memfitnah dan berhubungan dengan SARA saya rasa nggak papa ya. Terus terang banyak tulisan pak BR yang menginspirasi saya dan ada juga yang tidak, tapi yah nggak papa toh. Saya yakin anda-anda adalah orang baik dan bisa saling memaafkan. Teruslah menulis….kami tunggu ..salam hangat dari pekanbaru

  76. Ingat! Pembaca juga berhak mgutarakan pendapatnya. Jangan Alergi dengan kritik, bung! Anda seharusnya berkaca dengan apa yg pembaca anda sampaikan lewat komentar. Kalo anda ini pemimpin maka anda termasuk pemimpin yg otoriter! Maunya orang harus sependapat dengan anda, capee de,….

  77. Kalo blog anda tidak mau di baca, buat blog anda supaya tidak terindex di mesin pencari. Sehingga tulisan anda tidak dikonsiumsi oleh umum (cukup oleh orang yg sependapat dengan anda). Kalo ada tulisan dari blogger yg tidak sesuai sudah selayaknya blogger lain untuk memberikan masukan. Itu tujuan komentar disediakan. Kalo tidak tutup komentar di blog anda.

    Anda ini dosen yg kurang cerdas dalam berdemokrasi!

  78. Permisi… Om… Tante…

    kok rame ya? ada apa ini? sekilas baca kok sepertinya ada sepasang “homo” yg berebut cowo ya? ada ringkasan masalahnya ga ya? review ato ulasan barangkali…

  79. Pak Budi tamparannya hebat banget, menghasilkan 210 tanggapan sampai yang ini (campur antara komentar dan trekbek).

    Mungkin benar mereka fans Njenengan, Pak, seperti yang ditulis Eep.

  80. 211…dan traffic masih tinggi…..tinggal nunggu siapa yang berminat pasang banner ๐Ÿ˜€

    Kalo dulu diskusi “panas” hanya dimilis, sekarang bisa di blog…hedop blog!

  81. Anda ini dosen yg kurang cerdas dalam berdemokrasi!
    .
    Saya jadi pingin lihat yang komentar ini dikata-katai seperti kejadian awalnya ini; bagaimana respon nya?

    Terlalu banyak orang cuma bisa ngomong, tapi prakteknya meleset jauh ๐Ÿ™‚

  82. Duhhh…kalo orang-pinter pinter pada ribet gimana yang bodo-bodo kayak saya yahh…jadinya tambah bodo deh…

    Sedikit nambahin comment-nya zac…sabar bapak-bapak sabaaar….nyebut bapak-bapak nyebuuut (jawa banget)…

    Tentu saja permintaan untuk bersabar berlaku baik untuk pak BR maupun pak Noto…

    Ayuh…pada salaman ๐Ÿ˜€

    Tebarkan salam….

  83. Tenang saja pak Budi …

    Biasanya yang berkomentar “kasar” di blog, aslinya “euweuh kawani”.

    Karena “euweuh kawani” di darat, akhirnya dilampiaskan pada komentar-nya diblog.

    Jadi EGP aja daripada berujung “DarTing”.

    Atau lebih baiknya “pacantel” sajalah.

  84. wah, ternyata ngurusin yg ginian juga yah .. btw, kapan nih pak budi mampir ke blog saya ๐Ÿ™‚ biar sampean juga blogwalking ke blog non seleb gitu lho .. ๐Ÿ™‚

  85. He3x, inilah bedanya blog dan silaturahmi di dunia nyata. Di dunia nyata ada kontrol yang melekat pada diri sebagian besar manusia, yaitu “rasa sungkan”. Kadang kita ingin mengkritik, ingin menyatakan tidak sependapat, atau bahkan tidak suka sama sekali, namun tidak pernah keluar jadi tutur kata karena ada kontrol “rasa sungkan” tadi.

    Nah, di Internet, rasa itu bisa hilang, atau paling tidak kadarnya menurun cukup signifikan. Karena kita tidak berhadapan langsung dengan lawan bicara kita. Sifat ini punya sisi positif maupun negatif.

    Saya bertemu BR 1-2 minggu sekali, melakukan kegiatan bersama. Namun, saya bukan pembaca tetap Padepokan BR, sehingga baru sempat membaca kehebohan ini.

    Jika anda baca posting BR yang ini, maka itulah BR yang sesungguhnya! Mengatakan “kalau tidak suka, ya engga usah baca, apa susahnya”, bagi yang mengenal BR, itu kalimat yang TIDAK MEMPUNYAI KONOTASI NEGATIF, tetapi itu adalah suatu solusi dari BR supaya masalah ini cepat selesai. Banyak hal lain yang lebih penting untuk dilakukan!

    Saya mengalami hal ‘serupa tapi tak sama’. Saya mengembangkan software, dibajak, lalu para pembajaknya memaki-maki saya. Dari satu sisi, mengesalkan, di lain pihak saya berpikir, itulah realita bangsa kita dan sifat sosial manusia secara umum. Mau dilayani perang mulut, tidak ada ujungnya! Akhirnya saya melakukan hal yang mirip dengan BR, menghentikan perbincangan dari sisi saya, demi supaya perdebatan segara berakhir dan KITA SEGERA BISA MELAKUKAN HAL-HAL LAIN YANG LEBIH PRODUKTIF.

    Salam,
    Arry Akhmad Arman
    kupalima.wordpress.com

  86. Aneh, kalo ga suka kan ga usah buka apalagi ninggalin komentar. Mungkin emang udah sifat mereka spt itu, yang waras ngalah aja bang… ๐Ÿ˜‰

  87. Pak Budi,… yg sabar ae menghadapi kritikan
    Percayalah semakin banyak yg mengkritik apalagi
    menghujat itu tandanya semakin banyak org yg care
    kwkwkw..

    Blog saya juga sering dikritik… dihujat malahan,
    dipisuhin, di maki, tapi bagi kami semakin dikritik
    semakin asyik aja, yg penting nggak sampe nyenggol
    di jalan aja… urusannya bisa panjang dan berabe..

    salam bonek ๐Ÿ™‚

  88. Boss BR, ini namanya karma. Dulu Anda pernah kritik sampai bikin postingan segala buat manas2in seseorang. Apa comment dr orang yg Anda kritik? Ga ada kan…

    Nah sekarang giliran Anda dikritik orang, eh… malah dia yg kepanasan… bwahahahaha…

  89. bener kata bbrp komentator di sini, mending bikin tesis aja oom… dah diongkosin rakyat belajar ke luar negeri kok cuma bikin blog yg isinya banyak narsisnya… halah, emang bener ga mutu!

  90. Halah basi lo…… Adinoto Ama EEP cuman ngomong doank
    Noto… kalo kampanye jadi Walikota BDG… tong di BLOG

  91. Kagak Mungkin Calon Independent… kayak lo bakal jadi WLKT Bandung… Siapa pendukung lo?.. yang dukung pasti orang2 yang beli Machine MAC ama Batt laptop doank….. Hahahahaha

  92. Ibarat bikin rumah, pemiliknya bebas mau bikin rumah kaya apa…

    Era demokrasi, orang bebas mo nulis apa aja, orang bebas mo ngomong apa saja..

    Maju terus bung Rahardjo

  93. hm… mungkin itu bukan eep / adinoto beneran kali. gampang banget ngasi komen pura2 jadi orang lain.

    biasanya klo orang yg ngomen negatif terus kurang perhatian. coba kasi perhatian aja mas, kunjungi blognya kasi komen2. mungkin belum saling mengenal dekat jd blum tau baik buruknya orang tsb.

    hehe, salam kenal.

  94. weleh-weleh..ada juga ya perang model kayak gini, tapi ga papa, mending perang posting dari pada perang pake parang..kan tambah ga enak kalo ada darah…ato…mang ni juga trik untuk menaikan trafik kalian berdua…wah kalo iya gitu jadi ga seru dong, kayak sandiwara..

  95. waduh pak maap nih kok isa nyasar kesini? padahal saya ini lagi bingung cari2 di google tentang kategori di wordpress saya yang kehapus, padahal udah ada postingannya. Bagaimana nih pak, tolong dong kalo ada yg isa bantu. Pusing dah search di search engine lagi, ujung2nya mampir kesitus orang yang ga sesuai, perang lagi…. hiks!

  96. Para bloger dan khususnya buat pa BR gimana pendapat anda dangan anak2 atw generasi penerus yg masih SD SMP SMA dan yang berstatus mahasiswa dll bila mereka suka main game online, facebook, tweeter, googling, komentar2, kira2 masa depan bangsa ini akan seperti apa ya? karenakan saat ini TI sangat mendominasi, dan adakah persiapan bangsa ini untuk memfasilitasi kemajuan TI di masa yang akan datang agar lebih terarah kearah yang lebih positif sebelumnya saya ucapkan trimakasih, khusus buat pak BR saya minta pendapat dari anda sbagai orang dalam kapasitas senior dibidang TI ini…! Demikian dari saya yang gaptek dan newbie dengan TI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s