Soal Petisi Planet Terasi Itu

Ha ha ha … ternyata ada petisi yang menginginkan agar feed blog saya dihapuskan dari planet terasi karena isinya tidak sesuai dengan IT. Sudahlah, gak usah petisi-petisian kayak main petak umpet aja. I’ll make it easier for you guys.

Ronny, tolong hapuskan feed blog saya dari planet terasi.
(I don’t want to drag you into this. I’ll make it easier for you.)

Simpel kan? Gak perlu kasak kusuk kok. I am a simple man. Mudah-mudahan puas.

Hanya saja saya harap kalian konsisten. Begitu ada tulisan yang non-IT dari yang lain, tolong minta dihapuskan juga ya? Atau … mungkin salah alasan petisinya; bukan karena tulisan BR tidak ada hubungannya dengan IT tetapi … apalah gitu … cari alasan yang lain lah, pokoknya supaya gak ada tulisan BR di planet terasi. Gitu aja. πŸ˜€ Soalnya nanti jadi tidak konsisten karena banyak blogger lain yang juga tulisannya bukan tentang IT. Kalau gak konsisten, ya silahkan bicara sama hati nurani sendiri saja deh. hi hi hi. Saya kan gak tahu.

Bagi yang belum tahu, sebetulnya sudah lama (tahunan?) ada agregat blog saya di PlanetGBT.priyadi.net (yang dibuatkan oleh Priyadi). Sayangnya masih ada bugs di agregat tersebut sehingga hanya muncul judulnya saja. (Kapan mau diberesin, Pri?) Di sana Anda bisa lihat lusinan blog saya, yang sebagian besar sekarat. (Lihat juga tulisan saya tentang perbandingan beberapa blog tersebut.)

Sebetulnya yang membuat saya suka dengan planet terasi adalah bervariasinya tulisan. Kalau orang IT ngomongin fotografi atau makan-makan (jadi keinget sambel ABC) atau jalan-jalan atau musik atau kehidupan sehari-hari mereka (dikerjain layanan ini dan itu) atau masalah di perusahaan mereka atau tentang pemilihan kepala daerah atau ribut dengan MLM, atau … banyak lagi, itu seperti apa ya? Ini menarik bagi saya. Tapi tampaknya ini tidak menarik bagi orang banyak? Ya sudah. Saya, yang minoritas, terpaksa minggir. Harus mau terima dong.

Bagi saya planet terasi adalah kumpulan tulisan orang IT, bukan kumpulan tulisan IT. Salah saya! Maklum, saya masih bodoh, kelasnya baru selevel SMP.

Ah, nampaknya tidak jauh berbeda dengan kehidupan konvensional ya?

94 pemikiran pada “Soal Petisi Planet Terasi Itu

  1. kenapa sih menulis di blog pun musti dikekang? blog adalah tempat dimana kita bebas berekspresi asal tidak menyakiti orang lain, kita bebas posting dari posting yg ndeso sampe yg hitech.

    bila keterpaksaan untuk menulis dilakukan, apakah hasilnya akan bagus? bukan kah tulisan yg bagus adalah tulisan yg berasal dari otak dan panca indera yg bebas merdeka?

  2. kalau diliat dari info di sidebarnya planet terasi, memang tujuannya untuk memuat informasi tentang blogging dan IT in general, jadi apanya yang salah ya *garuk2 kepala*

  3. Bagi saya ga ngaruh blog ini mau di hapus dari planet terasi maupun planet2 lainnya. Saya langsung langganan feed pake Thunderbird, jadi saya langsung bisa menikmati tulisan pak Budi πŸ™‚

    Saya suka gaya penulisan pak Budi. Terus menulis pak πŸ™‚

  4. hei hei hei Planet terasi bukan milik orang IT ,

    Walaupun pekerjaan saya IT tapi di planet terasi, blog favorit saya adalah sarapan ekonomi, it pin dan priyadi yang notabene tulisan mereka bukan IT dan memang itu yang saya cari saya sudah bosan setiap hari bergelut dengan IT dan ingin belajar ilmu pengetahuan yang lain

    Jadi planet terasi bukan milik orang IT dan bukan tempat yang tepat buat belajar IT kalo mo belajar IT main aja ke ilkom atau vlsm ok ok

    salam

  5. setuju. ya seharusnya memang begitu, pak. dari halaman depannya saja planet terasi bilang kalo disitu tempatnya “indonesian related technology content”. jadi seharusnya kalo isinya gak relate ya jangan dimasukkan…harus konsisten…
    makanya tadi saya juga ikut petisi itu dan menghimbau kalau aturan serupa diterapkan ke blogger yg lain…fair kan…

  6. hmm. kalau begitu udah berapa lama, staff di planet terasi itu ‘nahan diri’ ya dengan blog nya pak Budi,

    Perasaan content pak Budi yang beraneka ragam dah lama dan banyak juga kan, berarti sedang nunggu kondisi yang tepat kalau gitu, apakah postingan yang “kemaren” itu dijadikan sebagai trigger untuk mengeluarkan petisi.

  7. sebelumnya saya pikir, β€œit’s fine. ini saling mengkritisi.”

    tapi lama kelamaan muncul petisi.
    koq jadi gerakan sentimen-isme ?
    apa gak over-reacted tuh ?

  8. sebenarnya ada sedikit solusi, yakni kita memiliki banyak blog, dengan kategori masing2..
    sehingga untuk agregasi topik/tema tertentu, cukup agregasi ke satu blog saja yg emang dibuat khusus untuk topik/tema tertentu…

    cheers…

  9. kalau memang targetnya supaya agregatornya rapih dan lebih fokus, mungkin rss yg didaftarkan ke sana bisa dipersempit jadi rss blog ini yang kategori IT saja pak? tulisan IT-nya tetap dibutuhkan dan mencerahkan soalnya πŸ˜€ *sekedar sumbang saran*

  10. Sebenarnya tidak masalah membuat tulisan non-IT di PT, tapi ya beginilah akibatnya kalau “keterlaluan”. Orang bisa menjadi tidak suka. Tinggal tunggu saat meledak-nya aja yang kebetulan terjadi saat ini.

    Bagus juga kalau Pak BR sadar dan mencabut diri dari PT. Kan masih bisa nangkring di aggregator lain.

  11. sebelum mampir ke blog pak BR yang baru saja membahas tentang petisi planet terasi itu, saya tadi sempat baca-baca petisi yang jumlahnya baru 31 nama yang menuliskan di situ (hingga pukul 22.54).

    agaknya cukup mengagetkan juga ketika Pak BR diminta keluar dari agragator planet terasi. secara tiba-tibakah? atau ada orang tertentu yang sudah merencanakan agar Pak BR dikeluarkan dari agregator tersebut? entahlah. adakah sebuah konspirasi di sana? saya tidak menuduh demikian, saya hanya mengemukakan pertanyaan demi pertanyaan dari diri saya sebagai seorang blogger amatir.

    sepertinya, kalau saya menilai inilah puncak dari keinginan sejumlah orang. entah blogger atau sekedar pemerhati setia blog Pak BR yang ingin mencari momen yang tepat untuk mengungkapkan bahwa blog pak BR akhir-akhir ini (maaf) membosankan dan kurang berisi.

    Kalau secara gampangnya, mungkin mudah bagi pak BR mengatakan kalau tidak suka, tutup saja blog pak BR. Cukup. Beres. Nah, tapi para pemerhati setia blog Pak BR mungkin akan terbawa arus ke arah yang mana sekarang ini. ke arah ikut-ikutan petisi, atau membela pak BR agar tidak peduli dengan cercaan-cercaan di luar sana.

    saya pikir, kita semua ingin menulis dengan nyaman dan ada beberapa yang senang jika blog nya dikomentari banyak orang. tapi, ada yang biasa-biasa saja. saya kira juga hak Pak BR ketika mengomentari kembali komentar dari orang lain atau temannya sendiri yang mengeritik. tapi, persoalannya tidak segampang itu ketika dikritik, ya sudah. cukup. terima kasih. Tapi, Saya kira memang harus ada jawaban yang bisa memberikan alasan yang kuat agar bisa diterima orang lain, kenapa begitu, kenapa begini.

    wah…kepanjangan ya. hehehe…itu saja dulu deh. kelihatannya menarik untuk melatih diskusi melalui tulisan agar lebih terarah yang ingin dituju πŸ™‚

    salam,
    eriek

  12. Afa icu planec cerasi?? Apakah seperci planec petis dan planec bawang bombay?? Ah yang pencing oe cecap baca semua blog yang oe suka… tabik!

  13. Saya baca blog ini bukan karena yang nulis orang IT
    Saya baca blog ini bukan karena yang ditulis soal IT

    Kira-kira sama kalau saya buka planet terasi. *ah tapi jarang-jarang sih…

  14. Saya dulu juga sempat dimasukkan planet terasi (ariefindo.blogspot.com dan ariefyudhanto.blogspot.com yang skrg udah almarhum). Tapi tiba-tiba ditendang keluar karena yang ditulis hanya teknologi penerbangan dan sosial budaya; bukan IT.

    Btw, Pak BR ini udah bisa bikin agregat sendiri; misal: “Planet BR” yg isinya blog yg bebas-menulis-apa-aja hehehe … (atau udah ada??)

  15. #33, oo jadi kutubnya planet terasi yg isinya tulisan berbau teknologi itu tulisan BR ya? yang lain terasi?
    hehehe πŸ˜€

    ah kalo saya baca kok kesannya kaya orang ngambek ya ini tulisan? pak BR merasa jadi korban? pak BR ngambek? ah maca cih?

  16. dari zaman baheula, memang sangat susah sekali bagi orang untuk menerima kritik. ga peduli dari mana, ga peduli pendidikannya apa, ga peduli setua apa.

    Kritik memang bikin hati sakit, terutama ketika kita menganggap diri kita hebat. Butuh kerendahan hati dan jiwa besar buat bisa menerima kritik.

    Buat Pak BR, satu hal yang patut kasih cap jempol adalah comment bapak di blog ini yang tidak disensor. Ini menunjukkan bapak tidak takut dikritik sama siapapun dan dari manapun.

    Tapi mengapa tiba2 bapak jadi ngambek gini?

  17. Mungkin ini masalah “level pemikiran”. BR meniup sebuah tema di “level santai” sementara Eep&Adinoto mengangkatnya ke “level be-serious”. Jadi emang gak nyambung. Eh lalu BR kok malah ikut2an naek ke “level be-serious”, lah E&A (dibuat merk baju bagus nih :D) membalas lg di berbagai level … Yaaa… jaka sembung bonceng pak ableh, gak nyambung bleh! πŸ˜€ Jadi menurut saya, BR-E&A sepakat membicarakan di level mana dulu nih. Balikin ke “level santai” aja deh… Saya ikutan ya, sambil makan2 kan? :))

  18. Hm… saya setuju tuh pak dengan planet terasi sebagai kumpulan blog-blog orang IT (secara saya juga lebih sering posting tentang tulisan finansial hehehe).

    Ah cape de pada berantem mulu gini… 2-2nya ngalah aja toh?

  19. Heran saya … why make things complicated? Kan sudah saya katakan, saya tidak keberatan feed blog saya dihapuskan dari planet terasi. Langsung eksekusi saja dari pada berkepanjangan dan malah menghabiskan energi kita (dengan menduga-duga, timbul perdebatan baru, dll.). Ya nggak?

    Saya gak ingin ada group-groupan, yang setuju dihapus dan yang tidak setuju. Untuk apa juga ribut soal itu.

    Kalau mau diskusi atau debat, sebaiknya ke arah diskusi soal filsafat di belakangnya; misalnya apakah tulisan blog itu sebaiknya mengikuti rating dari pembaca, atau apa lagi gitu … itu lebih menarik.

    Kalau soal blog BR dimasukkan ke planet terasi atau nggak, sudahlah kita putuskan bersama saja: tidak perlu dimasukkan. Hapuskan saja. Gimana kalau begitu? Sepakat?

    Like I said, I am a simple man. I like to make things simpler.

  20. @daus
    Dulu saya suka nulis yang bau bau IT, dan pernah terdaftar di planet terasi…. lalu disaat saya beberapa kali posting “puisi”, Abang Roni langsung menghapus kan blog saya dari agregat nya, dengan mengatakan Agregat ini adalah Agregat soal TEKNOLOGI.

    Terus terang saya rada kecewa, tadinya saya pikir sependapat dengan pak Budi..

    Orang IT Gak boleh nulis puisi apah ?

    zzzz…

    Semenjak itu saya fuck up dengan Agregator…..

    Bagi saya Agregator itu jadi semacam tools supaya blog kita mendapatkan traffic lebih banyak, sehingga ada unsur “keterpaksaan” bagi kita untuk “ngasih komentar” pada blog yang sudah nongol di agregat itu, karena saya nulis blog bukan untuk profit ( untuk suka suka aja ama bagi ilmu dan share sedikit skill seni ) maka saya peduli setan dengan agregasi, traffic yang tinggi gak ada untung nya juga untuk saya.

    Walaupun saya juga ngga begitu suka dengan tulisan hari harian nya pak Budi, saya milih diem aja, saya feed langsung ke web bersangkutan, ngga ke agregasi, jadi saya sendiri yang milih.

    Untuk masalah memberi komentar bagi saya ya kita ngga perlu mengomentari blog ini jelek gak mutu atau apalah…..

    ya kalo jelek ya diemin aja, ga usah baca.

    sip sip

  21. Asiknya.. para sepuh brantem, kita-kita dapet plajaran. Setuju Pak, dikeluarin aja, gitu aja kok repot..! Kembali ke khitah, ga suka ga usah di baca.. ga cocok ga usah di masukin πŸ™‚

  22. Ketinggalan, buat yang bikin petisi.. ga ada kerjaan banget si lo.. kenapa kepikiran, dan kenapa harus berdasarkan suara terbanyak.. stupid..! 😦

  23. Mau tau seberapa lama sih anda kuwat mengambil “sikaP”..

    toh kita semua bersaudara..
    redaksional sampean terkadang “terlalu” tegas…

    Toh ndak semua harus terucap to?

  24. jadi gini aja kalo blog kita mau bebas berekspresi gak usah lagi daftar di tempat tempat yang menuntut ini itu. toh blog lepas juga bermutu nah contohnya blog BR ini kalo gak bermutu bagaimana mungkin rame pengujung.

    ibaratnya saya sedang jualan mie goreng, di warung saya saja habis terjual dan selalu rame kenapa saya harus nitip di tempat lain padahal gak laku. trus dibilang kurang rasa asin kurang pedas dan segala macam trus di suruh supaya gak titip lagi toh buat apa gak laku juga – malah basi di sana hehehe
    —>gak nyambung ya

  25. jadi mikir buat petisi tandingan…jangan keluarkan BR di planet terasi…hehehe…becanda pak, usul nyeleneh…

    lagian pak, hari ini tulisan bapak blom diapus sama pak ronny…saia berharap jangan sampe degh…
    *berharap-harap*

    peace yo…peace…

  26. menuRutq ya…kalo planetnya terasi ya mending keluar aja kan bau tu, diganti lanet coklat ato planet permen kan enak manis lagi jadi ga harus bau-bauan gitu..wehehehehe…tul gag???eh baca blog gwe dunk..baru nyoba jadi blogger…thanx

  27. @58
    jangan2 ini hanya trik supaya planet terasi traffic/hitsnya naek..

    halah! analisa chetek.. hahahahaha…

    *nge-reload rss reader dari planet terasi dan blog2 lain*

  28. Saya suka tulisan pak BR. Selama ini paling mudah dr link planet terasi. Kalau tdk lg di situ mngkin akan pantau planet indocisc atau lainnya.

    Agregator itu tempat kumpul macam kafe. Memang tidak setiap kali ke kafe kita mencari org yg itu2 saja. Hari ini ketemu paman tyo, besok BR, lusa puji, dll.

  29. manusia nulis robot, boleh kan (isaac asimov)?
    robot nulis kemanusian? nah itu baru menarik …

    saat ini saya sedang menjadi robot dulu. πŸ˜€ mau menulis tentang kemanusiaan ah…

  30. Walah, kalau tulisan mengenai IT saja yang boleh masuk di planet terasi kok malah blog “campur sari” saya yang di aggregasi di PT trus blog “IT” malah nggak 😦 ini kok jadi ke bolak balik πŸ™‚ Udahlah, justru kondisi PT yang sekarang itu yang membuat nya menarik jadi di sela-sela tulisan IT ada juga tulisan mengenai orang-orang IT dan kehidupan mereka, after all… hacker juga manusia :p

  31. aku yang ke #67
    kekna masalahna dah selese, peduli amat ma feed/agregator !
    skali nge-blog tetap nge-blog !

    hidup Pak Budi !
    hidup Planet Terasi !

    hidup Endonesa !

  32. Seru!

    Jadi semangat lagi pengen nulis.

    Emang lagi ada pergeseran minat aja kali di penulis-penulis Planet Terasi. Gak papa ah. Blog kan apa kata hati. Kalo hati lagi gak pengen nulis yang IT-IT gak papa kalee. Nti juga kalo lagi pengen bakal nulis IT lagi.

  33. untuk bug FeedWordpress planetGBT… pak BR mungkin bisa jalan2 ke blog sayah…
    Sayah jg mau dgn senang hati nyediain Pak BR t4 untuk aggregate blog… *tnang aja pak, sayah bukan seleb dan tinggalx deket kali di pinggiran blogsphere*….
    Ayooo ngeblog….

  34. hahahahha….

    Langsung keluarkan aja lah blog nya Pak BR, ga usah nunggu lama.. πŸ˜€

    Saya sih ga tau planet terasi atau planet lontong atau apapun itu lah.. Yang jelas emang kayak gini ga usah dibikin lama, kok pake petisi2an segala loh, malu2in aja.. menghabiskan energi kok ngurusin petisi ga mutu.. *heran*

  35. Kayaknya udah jadi kebiasaan orang sini, kalo gak suka ama sesuatu hal, kumpulin massa rame2 dan bikin heboh.
    Kalo ngomongin secara person to person, gak akan berani. kecut.. Takut malu.. takut ntar diomelin ama mak bapaknya di rumah “Ntong.. loe ngapain bikin masalah sama tetangga sebelah?”

    Memberikan solusi? ah sepertinya males banget, emang dibayar brapa ngasih solusi, secara jaman sekarang gak ada yg gratis.. hehehhe

    Sering saya liat, orang dengan berpendidikan tinggi, IQ tinggi, tapi EQ nya rendah sekali.
    huu.. payah deh ah..

  36. Pak BR sedang banyak ujian hidup nih…………..semoga dapat melewatinya…………….saya support Bapak. BTW kapan kita bisa main gapleh pak?

  37. Kita ini sesama simple man pak BR…jadi wajar kalau complicated man pada ribut…namanya juga complicated, udahlah pak turunkan balak enamnya.

  38. haha (*pura pura bawa santai) Saya rasa blognya pak budi ini baik baik saja. saya dukung pak budi. soalnya, jiwanya pak budi mirip mirip dengan jiwa saya. makanya blog pak budi bercokol di blogroll blog saya, sebagai inspirator. tulisan-tulisan pak budi yang bukan soal IT yang malah membuat saya suka melakukan sesuatu, suka mendorong saya untuk menjadi lebih baik dan lain sebagainya. lalu, jika ada tulisan yang lebih baik dari soal IT dan secara kebetulan narsis nya pak budi bisa menjadikan pemicu atau trigger bagi yang lain untuk lebih baik, kenapa tidak? untuk diketahui juga, saya malah tahunya agregat (terasi, kok pakai terasi yah?) malah dari blog nya pak Budi ini yang dipasang pada blogrollnya.

    awalnya saya pikir planet terasi memang membahas soal IT aja, atau memang org yang ada didalam nya adalah org org IT. ternyata saya salah.

    kemudian daripada itu, pak budi banyak memberikan suatu pelajaran bagi saya, “kenapa orang sesibuk pak budi bisa membuat blog? sedangkan saya yang memiliki banyak waktu tidak? walaupun hanya menuliskan hal narsis.
    makasih pak budi, udah buat blog yang “kata orang” isinya narsis. daripada sekedar copy paste doang atau sekedar terjemahan dari blog lain. nggak apa apa bagi saya, soalnya saya bisa memahami makna dan nilai didalamnya. seperti halnya sesama seorang pemain mobil mini4wd, kalau saya bilang spul buang dalam 1 buang luar 2 yang ngerti palingan org mini4wd doang.

  39. Seperti yang Oom Budi tulis komentar di atas, saya jadi teringat quote yang saya kagumi dan selalu saya tanamkan dihati :

    The real danger is not that computers will begin to think like men, but that men will begin to think like computers. (Sydney J. Harris)

    Pertanyaannya : “So are you computers? Hello World!”. Sigh.

  40. Nah saya ada usul bagaimana, kalo blognya dibuat atau dikasih informasi disudut kanan atas atau kiri atas tentang kompetensi blog misalnya IT, Pendidikan, Kedokteran, curahan hari, perjalan anak manusia, gosip atau kategori bebas dan lain-lain. nah kalo bisa nih kategori distandarkan aja. Agar kejadian ini dan lalu-lalu tidak terjadi lagi.

    http://zulharman79.wordpress.com/2008/02/29/blog-bukan-tong-sampah-bukan-pula-gudang-ilmu-tapi-dia-dapat-menjadi-bank-ilmu-yang-berharga/

  41. Barusan aku periksa dan temukan bahwa blog saya sudah tidak ada lagi di planet inhabitants-nya Planet Terasi. Sekarang aku sedang melakukan klarifikasi ke Mas Ronny tentang status blog saya di situ.

    Sejujurnya keributan ini menurut saya adalah keributan yg tidak perlu.

  42. 35 Rani

    mungkin planet terasi itu khusus utk pria yg berkecimpung di bidang IT karena selama ini ga ada yang wanita

    Wah, ini komentar menarik buat saya. Sependek ingatan dan pengetahuan saya, setelah setahun ini mencoba memasuki jagad blog ini, saya justru menemukan hanya sedikit perempuan yang ada di dalamnya. Bahkan ketika mengecek ke blogroll blog Anda-anda yang begitu terkenal ini. Apalagi mau ikutan berdebat masalah isi blog yang harus tentang IT.

    Saya suka sederhananya Pak BR menyikapi masalah Petisi ini. Selamat Pak, Anda sudah memenangkan pertarungan ego dalam hal ini. Tetap tenang ya …

  43. Orang banyak yang salah kaprah nih, agregat itu punya siapa, yang approve blog Pak BR masuk ke Planet Trasi ya pemilik agregat blog itu…
    Jadi suka-suka orang punya untuk nge-link Blog Pak BR ke agregat tersebut.
    Jangan minta ke Pak BR

  44. hahahahahahahahah

    ngomong teruuuuuuuuuuuuuuus!

    Itulah bentuk kesombongan baru yang mana manusia ingin “sok” IT. emangnya internet dulu buat IT, mikir mas…
    dulu sejarah internet kan buat membunuh manusia ia kan?

    Yang pertama mikir internet khan militer (ada IT nya juga ya.. Mil IT er hehehehehe), begitulah kalau penghuni planet terasi sudah tidak mau mencium bau busuknya lagi ya kayak gitu, ada orang bebas ngomong di internet dimarahin, kayak anak kecil…emangnya ente yang menciptakan semua tetek bengeknya IT weleh weleh belum jagi Bill Gate atau Linus Torvald aja sudah sombong….awas ya….

    Ayo dukung IT for free, IT for all, not All for IT ok?

  45. Wah tulisan lama, tapi isunya menarik. Baru sempet sekarang beri comment, lha baru lihat memang. Saya sangat setuju kalau ekspressi non IT dan IT blog tidaklah harus hilang. Nanti bisa garing tuh blog kalau melulu IT full. Hatur nuhun, selama ini saya sering kunjungi blog mas budi walau jarang beri comment. Selamat berkarya terus…mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s