Shalat itu …

Mumpung hari ini adalah hari Jum’at, saya mau menulis tentang topik Islam. Topik yang ingin saya usung adalah soal shalat (sholat).

Bagi saya, shalat adalah merupakan salah satu hal yang paling penting. Itulah sebabnya dia disebut tiang agama. Dia mengajarkan kepada saya untuk berdisiplin dan patuh. Itu nilai yang saya tangkap. Kita dapat berdiskusi (atau bahkan mencari-cari alasan) untuk mencari pembenaran mengapa kita shalat. Ada yang berkata bahwa ini untuk kesehatan (tidak salah), tetapi bagi saya tetap shalat adalah sebagai sebuah bukti kepatuhan kita (kepada Penciptanya).

Meski mungkin shalat saya belum khusyu dan masih sering mencari kemudahan (jama, qasar, hi hi hi), tapi setidaknya saya berusaha untuk tidak melewatkan shalat. Ada semacam kegelisahan dan ketakutan yang luar biasa bila waktu shalat hampir habis, sementara saya belum shalat. Takut kemurkaan atas ketidakpatuhan.

Tentu saja shalat yang baik akan tercermin ke dalam kelakukan sehari-hari. Saya masih heran ada orang yang shalat sangat khusyu (kelihatannya), tepat waktu, tetapi masih bajingan. Mungkin hanya Allah yang tahu. Tidak usah dipedulikan. Ya nggak?

Shalat itu … penting. titik. Yuk rajin shalat yuk …

Selamat pagi Jakarta!

sebuah gubuk di tengah kota jakarta. maksa pasang foto. seperti biasa, closing nggak nyambung dengan tulisannya. BR-style? he he he]

35 pemikiran pada “Shalat itu …

  1. Sip pak, ada 4 untuk bisa khusuk, ndak usah ikut pelatihan-pelatihan yang mbayar

    1. ketika sholat di depan kita jangan ada gambar-gambar
    2. jangan ngempet (bhs jawa) ke kamar mandi, kentut, maupun lapar
    3. tau arti bacaan sholat
    4. buat seakan kita dilihat Allah dan melihat Allah

    Itu kata pak nyai saya dulu pak.

  2. Sholat? Apa itu sholat? Jujur selama ini saya nggak pernah sholat. Sebab sholat yang saya lakukan hanya sebatas gerakan tanpa ruh. Hanya sebatas ritual tanpa makna. Hanya sebatas kewajiban yang sering dikerjakan dengan ogah-ogahan.

    [maaf, saya hanya numpang lewat, sebab katanya padepokan ini biasanya rame, tapi ternyata baru satu pengunjung… salam…]

  3. Banyak cara orang untuk mendefinisikan sholat. Bagiku sholat itu bentuk utama cara berkomunikasi dengan Allah secara gratis dan gak pakai biaya pulsa.

  4. Memang tidak mudah shalat khusyu, walaupun semua tips sudah dilakukan, apalagi kalau sedang dikejar-kejar pekerjaan yang harus segera selesai. Tidak mudah mengusir pikiran duniawi dari otak kita pada saat kita shalat.

    Sharing pengalaman. Saya merasakan pengalaman shalat saya yang paling berkesan dan saya merasa khusyu adalah shalat di Masjidil Haram, Mekkah. Tidak semua shalat saya di Masjid itu saya rasakan se-khusyu pada saat itu.

    Ceritanya, suatu subuh, beberapa saat sebelum waktu shalat subuh, saya mengikuti arus tawah mengelilingi Ka’bah tanpa saya menghitung berapa jumlahnya, sampai akhirnya tibalah saatnya shalat subuh. Semua yang tawaf menghentikan kegiatannya dan mencari posisi shalat di dekat Ka’bah tersebut.

    Biasanya pada saat shalat posisi pandangan mata saya menuju ke bawah, ke gambar Ka’bah di sajadah kita. Pada saat itu, karena saya berada persis di depan Ka’bah, pandangan saya arahkan ke depan Ka’bah yang tampak sangat besar tentunya, karena saya hanya dalam jarak sekitar 25 meter dari Ka’bah. Subhanallah, luar biasa kesannya, semua urusan duniawi bisa saya singkirkan sesaat. Tidak terasa, air mata kecintaan kepada Sang Pencipta menitik dari mata saya.

    Setelah saya pulang Umroh, dalam setiap shalat saya selalu berusaha membayangkan kembali saat-saat itu, berharap saya mendapatkan suasana khusyu seperti itu. Pada awalnya berhasil, tetapi dengan berjalannya waktu makin sulit dilakukan. Mungkin harus sering kesana untuk merefersh kembali memori yang bercampur dengan urusan duniawi.

    Salam,
    Arry Akhmad Arman
    http://mytraveling.wordpress.com/2008/03/07/pengalaman-shalat-persis-di-depan-kabah-2007/

  5. Sholat adalah bentuk rasa syukur dan terima kasih kita ke Alloh, karena memang hakikatnya sholat itu bukan buat Alloh kan? ya buat kita… (Insya Allah)

  6. Semua tindakan kita yang penting niatnya, termasuk sholat, supaya khusuk harus punya niat yang kuat, seperti kata pak Arry Akhmad seperti sholat di Masjidil Haram kenapa kita bisa khusuk, mungkin saya rasa kita pada saat itu menyingkirkan pikiran kita terhadap hal duniawi……………….

  7. memang, terkadang kita baru bisa benar-benar khusyuk beribadah saat kita memerlukan bantuannya, saat kita membutuhkannya, saat hanya Dialah sang penolong terakhir.

  8. “Ada semacam kegelisahan dan ketakutan yang luar biasa bila waktu shalat hampir habis, sementara saya belum shalat. Takut kemurkaan atas ketidakpatuhan”
    >>> Sudah menjadi fitrah manusia yang lemah ini butuh akan kasih-sayang-Nya
    Sebab keberadaan dan ketiadaan kita didunia inipun juga bukan karena kehendak Allah
    Allah dzat yang kuasa akan segala-galanya

    “Shalat itu … penting. titik. Yuk rajin shalat yuk!”
    >>> Yuk!!!!
    shalat berjamaah di masjid yuk!!!

  9. “Tentu saja shalat yang baik akan tercermin ke dalam kelakukan sehari-hari. Saya masih heran ada orang yang shalat sangat khusyu (kelihatannya), tepat waktu, tetapi masih bajingan”…….jangan heran pak…kayanya masih banyak dan banyak orang-orang seperti ini…agama hanya di gunakan sebagai kedok..hanya luar nya aja…..

    Shalat = ber doa, menurut saya adalah berkomunikasi dengan Tuhan,mengisi hati…berterima kasih bahwa kita masih diberiNYA berkah untuk masih bisa bernafas dan berkarya…
    Tuhan tidak butuh kita….kita yang memerlukan DIA bukan?

    Puja dan puji hanya untuk DIA yang ESA….

  10. sebentuk kepatuhan…
    “Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya bersujud kepada-Nya”

  11. Assalamualaikum,

    Maksud dan tujuan sholat adalah bagaimana apa-apa yang ada di dalam sholat kita bawa keluar sholat, contoh dalam sholat kita mengucapkan salam maka di luar sholat kita juga harus mengucapkan salam, dalam sholat kita membaca alqur’an maka diluar sholat pun kita membaca alqur’an , di dalam sholat kita mengigat Allah swt maka sudah menjadi suatu keharusan di luar sholat kita pun melakukan hal yang sama, di dalam sholat kita menundukan pandangan ( mata kita gak boleh jelalatan ) maka diluar sholat pun kita harus selalu tundukan pandangan , di dalam sholat kita wajib menutup aurat sudah seharusnya di luar sholat pun kita wajib menutup aurat dan masih banyak hal-hal lainnya, kalau hal-hal ini tidak ada dalam diri kita maka benar lah apa yang di katakan Rasulullah saw, banyak orang yang sholat tetapi tidak mendapatkan apa-apa, dan bukan sholat namanya kalau tidak bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar,

    Jadi jangan heran kalau ada orang yang sholatnya rajin maksiatnya juga rajin, karena pada dasarnya dia tidak mendirikan sholat seperti yang di perintahkan dalam agama melainkan hanya mengugurkan kewajiban ( dalam hal ini sholat )

  12. Sholat yang benar(termasuk salah satu unsurnya :khusyu’) pasti akan berbuah baik,yang terwujud dalam perikehidupan sehari-hari. Itulah kenapa saat kita mati, hal pertama yang diperiksa adalah sholat kita. Jika sholat kita ‘beres’ maka ibadah lain dianggap ‘beres’ pula. Tapi jika sholat kita ‘meragukan’ maka ibadah lain juga pasti meragukan..
    Sholat yang khusyu’ memang fokusnya ke Sang Pencipta, tapi bukan berarti kita tidak ‘sadar lingkungan. Dalam suatu riwayat dikisahkan : pada suatu ketika saat Nabi Muhammad sedang mengimami sholat tiba2 terdengar suara tangisan bayi..Nabi kemudian mempercepat bacaan sholat agar sang orang tua si bayi bisa segera mengurusinya..
    Jika masih banyak ketidakberesan dalam perikehidupan kita, maka baiknya kita menengok kembali sholat kita, barangkali masih suka bolong, barangkali masih suka mengulur-ulur waktunya, barangkali masih berpamrih (kata kyai salah satu unsur khusyu’ adalah ikhlas).., atau barangkali masih sesekali sengaja meninggalkannya? naudzubillahimindzalik..

  13. Sholat menurut Quran diwujudkan dengan:
    Lego Dunyo, Rilo ing pati…ini namanya Manusia yang tidak membohongi Alloh.
    nuwun.

  14. Guru ngaji saya di kampung dulu telah banyak mengajarkan bagaimana sholat khusyuk. Alhamdulillah saya dah ngerti (teori) khusyuk. Tapi masyaalloh sholat khusyuk masih sebatas impian saya hingga sekarang. Sholat saya masih sebatas kewajiban, belum kebutuhan. Mungkin malah lebih rendah dari itu. Saya baru bisa (merasa) agak khusyuk sholat ketika ada maunya sama tuhan. Misalnya ketika sholat tahajjud (meskipun jarang saya lakukan) , saya bisa lebih khusyuk dibanding sholat lima waktu. Ini bukti bahwa saya masih egois terhadap Allah. Masih ada pamrih , kurang iklas dalam bersholat. Jujur, rasanya sholat saya jaman dulu lebih baik dibanding saat ini. Saya sadar ini bukan hanya rugi melainkan sebuah celaka. Ya, harusnya makin tua kan makin khusyuk. Apa mungkin karena sekarang saya lebih “sibuk”ketimbang dulu? Walah, itu alasan yang makin membuktikan keegoisan saya. Lha wong orang sesibuk Pak BR saja masih sempat posting soal sholat kok. Posting ini benar-benar membuat saya malu dengan diri saya sendiri. Saya jadi terdorong untuk (lagi-lagi) instropeksi, ngaji lagi , dan kemudian memperkhusyuk diri. Ini baru janji saya terhadap diri sendiri, belum berani janji kepada Alloh. Semoga Allah akan mengampuni hamba yang egois. Makasih Pak BR, makasih juga saudara saudaraku yang juga telah memberi tausiah lewat coment-comentnya.

  15. yang penting solat jangan di tinggalkan, dan berusaha semampu kita untuk khusyu’, itu saja
    wallahua’lam (hanya ALLAH yang tahu)

  16. sobat semua, dimana saja berada, banyak sekali pelatihan sholat khusu’, pelatihan tahjud, dan pelatihan lainya……!?semua memberikan jaminan hidup lebih nyaman, tentran, sehat serta sejahtera…..
    ngomong-mgomong…..apa perlu pelatihan sholat khusu’? jangan-jangan ini sebuah trik cara cara baru mencari uang…..
    semoga ini, salah yang jelas, Imam Nawawi pernah mengatakan bahwa sholat khusu’ minimal menginggat Allah disaat takbiratul Ihram. Allahu akbar….Azzimi@yahoo.com

  17. Sholat itu karunia kasih sayang Allah buat manusia, sebagai produk paling canggih yang pernah diciptakan. Logikanya adalah makin canggih suatu alat maka makin besar bahaya kerusakan yang akan ditimbulkannya jika alat tersebut menyimpang atau tidak terkendali.

    Begitulah ruhani dan jasad manusia merupakan alat yang super canggih (QS. 95 : 4), maka apabila terjadi penyimpangan atau tak terkendali akan membawa kerusakan yang maha dahsyat yang tak pernah bisa dilakukan oleh makhluq lainnya (QS. 95 : 5).

    Nah, hanya Allah yang paling tahu tentang keadaan dan kebutuhan seluruh makhluq-Nya termasuk manusia. Alat utama bagi manusia yang disediakan Allah untuk pemeliharaan & perbaikan (penyetelan, kalibrasi), perlindungan (pertahanan) diri dari berbagai macam kesalahan dan penyimpangan itu adalah SHOLAT.

    So, belajarlah terus tentang sholat. Jangan hanya kata si ini, kata si itu, mungkin kita sekarang ini juga sudah lupa, kapan kita betul2 mendalami tata cara kalibrasi Allah ini yang benar, sehingga walau berjuta2 kali kita melakukannya ternyata tidak berdampak apa2, bahkan banyak yang tetap jadi ‘bajingan’. Jadi, jangan sampai jadi kita jadi profesor, yang sholatnya ternyata sekelas anak SD. yah… ayo terus sholat dan terus menyempurnakan tatacara kalibrasi Ilahiyyah ini…

    Berjamaah kita bisa!

  18. well saya juga sekarang sedang berusaha untuk melakukan sholat dengan khusu wallaupun kadang saya melakukan sholat dgn terburu 2 karna sesuatu yang laen…

    in the other hand menurut saya sholat adalah salah satu cara untuk menenangkan hati apalagi kalo hati sedang semrawut dan gelisah…at least itu yang saya rasakan…

    by the way photonya bagus….

  19. sholat merupakan bentuk ibadah kita kepada Sang Pencipta
    Seharusnya kita semakin sadar sesungguhnya manusia itu lemah.Tanpa dasar iman manusia akan terjerembab kedalam lembah neraka………………………

  20. shalat merupakan fase kedua dalam rukun islam ,pelaksanaan shalat yg tak berbekas di hati dan fikiran cenderung menampilkan perilaku dan sifat yang menguasai diri.makanya banyak orang yang shalat tapi tetap bajingan……..banyak yg naik haji malah menjadi…….jadi…..,kemungkinan fase pertama yang harus direnovasi yaitu sahadat.

  21. Saya setuju dengan sampeyan pak…, sholat yuuuuk. Yang penting berusaha dengan sekuat tenaga sajalah dulu untuk menjalankan apa yang diperintahkan Alloh…, soal hasilnya, insya Alloh diterima , he…he… ( berusaha pede, sebagai doa semoga ada malaikat lewat mengamini dan dikabulkan sama Alloh, sholatnya diterima, dan diampuni dosa-dosanya)

  22. Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar, maka shalatnya hanya akan menjauhkannya dari Allah.” (HR Ath-Thabrani)

  23. Sholat…
    gampang2 susah
    gampang ngerjainnya klo cuma sekedar berdiri, ruku, sujud dll.
    tp susah utk khusyu, dan mengimplementasi hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari…

  24. YA…KITA MUSTI RAJIN SHOLAT,SAYA MERASA HIDUP INI LEBIH BERARTI PAS LAGI RAJIN SHOLAT, TAPI WAKTU MALES MALESAN KAYAKNYA HIDUP INI HAMPA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s