Tag

,

Semalam jadi juga nonton konser TOTO, “Falling in between Live”, world tour 2008. Lokasinya adalah di Bandung, my home town. Line up nya:

  • Steve Lukather, gitar,vokal
  • Bobby Kimball, vokal
  • Simon Phillips, drums
  • Greg Phillinganes, keyboards
  • Leland Sklar, bass
  • Tony Spinner, guitar (dan juga vokal di dua lagu)

Singkatnya … puas!

Toto … ini band yang sudah saya kenal sejak jaman mahasiswa (atau mungkin malah SMA?). Saya ingat pertama kali saya manggung nge-band di kampus, saya membawakan lagu “Hold The Line”-nya Toto ini. (Pegang gitar dan vokal.) Susaaahhh banget. Solo gitarnya jelas tidak saya bawakan. he he he. Itu kalau tidak salah tahun 82 atau 83 di GSG.

Koleksi kaset Toto saya dulu cukup lengkap. Saya mulai dari Hydra, terus sampai … wah lupa lagi. Pokoknya dia termasuk yang saya koleksi, meskipun sekarang kasetnya sudah entah ada dimana.

Berdasarkan itulah saya tertarik untuk nonton Toto. Tahu ada acara ini dari keponakan saya (Bayu) yang juga penggemar Steve Lukather – sang jawara gitar. Untungnya seminggu (atau 2 minggu ya?) menjelang acaranya saya teringat sehingga memesan tiketnya di Aquarius Dago. Heran ya, band sebesar ini promosinya kok kurang. Meskipun demikian di Aquarius itu tiket yang tersedia tinggal yang VIP (200 ribu). Saya langsung ambil dua, untuk saya dan anak atau istri saya. Ternyata anak saya tidak bisa karena pada hari H-nya dia ada studi tour ke Jogja. Saya ingin mengajak anak saya karena dia sekarang sedang belajar gitar. Saya ingin tunjukkan jawaranya. Ya sudah, berarti saya dan istri.

Beberapa hari menjelang acara, saya mendapat tawaran tiket VVIP dari kawan yang mendapatkannya dari Telkomsel. Langsung saya sabet. Tiket saya, saya serahkan ke Hammam dan istrinya.

Hari-H. Lepas maghrib saya berdua dengan istri saya bersiap-siap ke tempat acara. Kami putuskan untuk memarkir mobil di kampus saja karena sudah kebayang macetnya ke Sabuga itu. Dari kampus kami jalan ke tempat tujuan. Sampai di sana sekitar jam 7:15. Saya menyeruak ke antrian untuk menukarkan tiket. Tiket saya ditukarkan dengan tiket sesungguhnya ditambah sebuah pin dan kupon untuk goody bag yang bisa diambil di dalam.

Pintu masih tertutup. Jadi saya dan istri menjauh dari antrian untuk ketemuan dengan Hammam dan istrinya. Kami ngobrol di luar antrian supaya bisa santai. Akhirnya jam 8 pintu di buka. Hammam dan istrinya masuk duluan. Saya dan istri ngantri di belakang. Sebetulnya kami bisa maksa masuk nyelonong lewat samping dan menggunakan dalih VVIP Telkomsel. Tapi istri saya gak mau. Ngantri lah, kalau nggak, nanti disumpahin orang, katanya. Kami ngantri. Setelah menunggu cukup lama dapat juga masuk dan menukarkan goody bag yang berisi makanan dan minuman.

Sampai di dalam ruangan, ternyata tempat duduk sudah penuh. Memang ada tempat khusus untuk VVIP-nya Telkomsel, tapi banyak orang (tak tahu diri, gak punya malu – are you one of them?) nyelonong ke tempat itu. Petugasnya sampai pusing. Saya tunjukkan tiket saya. Mereka mohon maaf. Memelas juga. Ya saya paham dengan masalah mereka. Setelah pusing dengan banyaknya penonton yang tidak mau diatur, dua mbak dari Telkomsel akhirnya mencari solusi lain. Kami (dan 2 orang lain yang kasusnya sama) dibawa ke balkon (atas) saja.

Balkon… Di sana ternyata tempat lampu sorot dan wartawan. Tidak ada tempat duduk. Hanya ada meja. Ada beberapa wartawan dengan kameranya di sana. Dua orang mbak dari Telkomsel itu minta maaf berkali-kali ke saya. Saya sih … justru senang. This is how rock concert should be! Raw! Rocks!

Istri saya duduk di meja, saya berdiri melihat dari balkon. Pandangan yang sedaaap. Asyik buat motret! Itulah sebabnya wartawan (foto, video, dll.) ada di sini. Asyik. Ya ada ruginya sih, gak bisa motret dekat … dan kecipratan ludahnya Steve Lukather atau Bobby Kimball kali ya? he he he. Tapi ini tempat yang asyik! Itulah sebabnya saya menghabiskan 120 foto, masing-masing 7 MB!

Toto muncul. Jreng! Tanpa band pembuka. Padahal tadi gurau di luar dengan Hammam, kita mau kok jadi band pembuka yang gak dibayar. Bagian check sound pun mau kok. Ha ha ha. Toto mungkin sudah bosan main, sementara kami masih butuh jam terbang. Yang menarik bagi saya adalah alat-alatnya (sound system-nya) tidak aneh-aneh. Sederhana, tapi muantab tenan.

Lagu pertama dimainkan. Gypsy train (kalau gak salah). [Jadi kayaknya playlistnya sama dengan yang di Surabaya.] Penonton teriak tapi masih sopan. Masih duduk di kursinya masing-masing. Hanya ada satu atau dua orang yang maju. We’re not worthy … he he he. Terus mejeng di bawah panggung, minta temannya memotret. (Lihat potret di samping, penonton dipotret di depanb Lukather yang lagi main gitar.) Ga sopan! he he he. Emangnya Toto hanya untuk dipotret-potret. (Nanti lama kelamaan akhirnya penonton maju juga dan memang begitulah rock concert yang bagus.)

Steve Lukather muncul dengan jeans dan mengenakan jaket kulit. Nantinya dilepas juga tuh jaket karena kepanasan dan lebih bersemangat. Lukather masih bisa menunjukkan kepiawaiannya sebagai pemain gitar rock yang handal. Huibat tenan.



[Ada 16 foto Lukather main solo. Lihat saja di koleksi TOTO saya di Picasa.]


… [cerita tentang jalannya show … wah banyak yang lupa … playlist lupa, keasyikan nonton dan menyanyi … pokoknya keren lah …] …

Ada bagian yang lucu, dekat akhir, dimana Steve Lukather memperkenalkan pemainnya. Si ini … oh ya, hari ini adalah hari ulang tahunnya, kemudian dia mengajak penonton untuk menyanyikan happy birthday. Kemudian dia panggil pemain lainnya lagi. Oh ya … dia juga ulang tahun hari ini. Penonton diajak nyanyi happy birthday. Terus semuanya … he he he. Bodor juga si Steve ini.

Saya di atas balkon puas aja. Bisa nyanyi keras-keras. Jingkrak-jinkrak. Gak ada yang tahu. Hanya orang sekeliling sini yang pada sibuk motretin. Istri saya juga menikmati acara dengan santai sambil duduk di atas meja.

Sebenarnya ada yang menarik lagi, yaitu pengelolaan sound-nya. Saya lihat dari atas ada mixer di tengah dan juga di samping panggung. Saya belum tahu apa fungsi dari masing-masing. Yang jelas, nampaknya itu menarik untuk dipelajari.

[Foto sound engineers (dan juga mungkin lampu juga?) di belakang crowds.]

Setelah encore dua kali. Acara berakhir. Saya puas!

Koleksi foto ada di:
http://picasaweb.google.co.uk/rahard/TOTOLiveInBandung