Data Center Management

Data Center merupakan tempat meletakkan perangkat server (tempat berjalannya aplikasi) dan perangkat jaringan lainnya. Ruangan untuk data center harus didesain secara khusus karena perangkat ini membutuhkan lingkungan yang spesifik (rentang temperatur 18 – 23 derajat Celsius, kelembaban tertentu, dan tekanan tertentu).

Beratnya perangkat yang ada membuat lantai data center harus mampu menanggung beban yang cukup berat. Sebagai contoh, ruang perkantoran biasanya didesain untuk sanggup menanggung beban 250kg/m2. Sementara itu perangkat bisa menghasilkan beban mendekati 500kg/m2. Bisa jebol itu gedung.

Ini semua membuat pengelolaan data center menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Kemarin dan hari ini saya ikut memberikan workshop dan diskusi tentang pengelolaan data center di hotel preanger. Ternyata banyak permasalahan lain yang detail dan sangat praktis tetapi masih belum ditemukan solusi yang elegan. Soal menggelar kabel agar tidak terjadi “mie” di lantai (atau di bawah raised floor) saja sudah merupakan pekerjaan yang sulit. Ada pekerjaan lain yang juga tidak mudah, yaitu membersihkan data center. Ternyata ada requirement khusus sehingga saya tidak yakin ada cleaning service yang mampu melakukannya dengan requirement seperti itu.

Ah … belajar lagi …

Iklan

32 pemikiran pada “Data Center Management

  1. First comment

    Pak BR hasil belajarnya didokumentasikan…… bahasannya bagus nih, klo gak dibikin jurnal dari studi kasus di hotel preanger yang bapak tangani sekarang

    Kayaknya bukan hanya instansi perhotelan saja yang harus mengetahui manajemen data center, perencana IT di instansi pemerintah atau swasta lainnya perlu memperhatikan hal ini juga…..

  2. Ternyata walaupun tidak janjian, dan kemarin kita tidak manggung sama-sama di Preanger, pagi ini kita menuliskan satu hal yang berhubungan. Saya menulis tentang “Identifikasi Ancaman dalam Disaster Recovery Jangan Terfokus Hanya Pada Bencana Alam”.

    DRC adalah lokasi alternatif yang menduplikasi sebagian IT resources yang ada di Data Center yang dibicarakan Pak BR.

    Mudah-mudahan bisa saling melengkapi!

  3. Jelasnya, diruangan datacenter, sedapat mungkin tidak terdapat Kasur, bayangkan aja dah dingin, terus admin yang kerja harusnya monitoring malah ngantuk akhirnya numpang tidur dah…Jadi males remote. kekeke

  4. Kalau bicara masalah data center tentu bicara asset vital pd sebuah perusahaan. Utk Perusahaan tertentu, disamping prasyarat kontruksi bangunan, sumber daya listrik, dll maka ada satu yang bikin saya kagum yaitu masalah sekuriti termasuk masalah social -reengineering. Tidak semudah mengakses langsung, harus melewati beberapa pintu dgn fitur fingerprint so pasti tempatnya lebih rahasia sehingga dpt dihindari jikalau dibom, atau disabotase. Hmmm…. perfect

  5. Kenapa foto tdk fokus kepada model (Pak BR) sih? Kostum nampak gelap, pdhal sinar lcd projector dari belakang layar. Posisi terlalu dekat dgn layar, jd tak terkesan membaca tulisan di layar just narsis. He he he….

  6. “mie”? maksudnya spaghetti ya, Pak?

    Em.. standar & best practice yang digunakan untuk DCM kan.. kiblat-nya dari luar Indonesia semua, Pak.
    Jadi.. kalo ada apa2 yang sekiranya pasti ga akan mudah dilakukan di sini.. itu sudah lumayan terduga πŸ™‚

    Misalnya soal harus terjaganya kebersihan DC..
    Cleaning service yang dirasa ga akan mampu memenuhi kebutuhan yang ditetapkan oleh standar2/best-practice yang dipakai.. ga sepenuhnya bisa disalahkan lagi..
    Soalnya.. pengunjung2 (tetap/tamu) kadang2 juga masih lebih suka ga mengikuti aturan..

    Masih banyak yang lain sih sebenarnya.. dari tiap kebutuhan DC yang semestinya (menurut bbrp standar & best-pratice).. yang kalo diterapin di Indonesia.. pasti mengundang komentar..
    – “Mahal amat ya? Buat apa juga sih?”
    – “Ribet.. memangnya kalo ga begitu ga bisa ya?”
    – “Ahh.. sudahlah.. sama saja kan kalo ga harus segitu2 juga.. spek-nya..”

    πŸ˜€

    salam DCM, Pak…
    (mo bikin posting ahhh)

  7. @ gustri
    Hihi, media komunikasi antar ruangan didatacenter itu pake apa ya, media kabel telpon PABX kah ?
    Kalau dapat jangan dikasih akses ke PSTN hehe, ntar kerjaan staff ngerumpi via telpon, trus orang luar bisa main social reengineering, mampus dah,

    Hmm.. ada contoh terapan datacenter yang ideal di Indonesia ?. Me ingat filemnya Ocean Thirteen. Datacenter untuk lokasi Casino pake Greeco. Canggih emang, tp tetap aja ada kelemahannya, down karena Gempa buatan. kekekeke

  8. Loh koq beda ya? Saya pernah ngeposting di blog saya, kalau data center lebih mengacu kepada datanya, tetapi Pak BR lebih ke arah perangkatnya … Tolong pencerahannya donk pak …. Kalau memang begitu saya harus merevisi nih …

  9. @Hari Jonathan

    Wah, bisa saling melengkapi donk dengan bos BR πŸ˜‰

    Kalo gw cuma tahunya Database saja. Kalo Data center kayaknya lebih luas kali ya? πŸ˜€

  10. Bener tuch pak.. kabel itu masalah yang kayaknya simple, tapi bikin emosi kalo udah ruwet 😐

    Hmm… ini tentang audit sistem informasi ya ?

  11. saya cuma mau komen, hal yang paling mendasar, yaitu power, adakah datacenter di indonesia yang menggunakan redudansi power source ( power diversity ) ? jadi jika sumber power di paiton kolaps bisa di cover oleh sumber listrik ( plta/pltu ) yang lain? is there ? no, there isnt.

    inilah masalah mendasar, but most people still dont understand about this risk mitigation, when everything is not design with security in mind…uppss, sorry gue bukan dosen security/infrasructure…

  12. @tehtarik, menurut statistik memang sumber daya listrik merupakan *problem utama* dari masalah pengelolaan data center. Kita lihat data center di luar pulau Jawa deh. Jangankan kita berharap untuk dapat 2 sumber daya, untuk mendapatkan 1 sumber daya yang bisa konstan (tanpa mati-mati) dalam satu hari saja sudah hebat. Ini adalah cerita dari salah satu peserta Sharing Vision kemarin.

  13. wuih..datacenter..? server? yang memuat seluruh data – data yang bisa di access oleh client dari server tsb.. asik tuh.. saya sudah pernah mempelajari nya.. di unix server freebsd.. apik.. easy πŸ™‚

  14. Pak Budi …

    Boleh dong cari waktu kita diskusi bareng pak Arry Akhmad dan temen2 lain terutama yang sudah punya pengalaman soal DC dan DRC bukan dari sekedar baca teori dan best practise yang ada di internet …

    Kebetulan sebelum tugas belajar ke STEI-ITB saya dikantor masih sempat ikut jadi kulinya utk ikutan redesign data center di Direktorat Jenderal saya bernaung. Alhamdulillah saya dipercaya untuk mendesign layout ruangan data center yang baru (diextend dari yg lama).

    Untuk pekerjaan “sipil”nya (kami menyebutnya begitu) serta durusan konfigurasi server dan peralatan komunikasi data serta peralatan lainnya kami bekerja sama dengan pihak ketiga. Semuanya didasarkan atas segala hitungan, mulai titik beban per meter perseginya, tinggi ruang, tinggi raised floor, jumlah pemadam, jumlah springkle, trunking utk pengkabelan listrik dan kabel datanya, sampai keamanan fisik dan keamanan jaringan komunikasi data dari/ke DC dan DRC, itu semua ada “itungannya”.

    Yang jadi pertanyaan saya (mungkin bisa jadi bahan diskusi juga nantinya) adalah:

    1. Bagaimana mengukur pekerjaan pembangunan DC atau DRC yang telah dilakukan pihak ketiga terkait dengan standar pembangunan DC/DRC?
    2. Adakah standar nasioanal/internasional utk pembuatan data center yang bisa dipercaya menjadi pegangan semua pihak yg ingin membuat data center dan DRC?
    3. Adakah sertifkasi untuk standar nasional/internasional baik utk hasil pekerjaan pembuatan data center/DRC maupun sertifikasi utk perusahaan pemborong pekerjaan data center /DRC tsb?

    Terimakasih pak. Saya sangat berharap bisa berdiskusi soal ini bersama bapak dan pak Arry Akhmad Arman dan temen2 lain yang berpengalaman.

    Salam kompak
    Rgds

  15. kalau untuk data center, KEY PERFORMANCE INDICATOR-nya apa saja ya…?
    ada yang bisa memberikan penjelasan…?

  16. salah satu aspek yang perlu diperhatikan mungkin juga faktor kebersihan..karena rata2 server jg berdebu, mungkin dianggap ‘ngurus’ PC desktop kali ya..hehe

    btw tadi sempet browsing2, ada seminar bagus tentang ISO 27001, mungkin termasuk didalamnya ada standar ideal pengelolaan data center..bener gak ya? tapi lumayan mahal harganya, mungkin faktor pembicara yang bakal ngisi acara nya..infonya di http://www.lemtiui.com

  17. waduh kalau dikantor aku sederhana saja tapi cukup asik pak Budi cuma alagi mikir set isi dalamnya supaya bisa traceable data dan berguna ..masih cari solusinya nih hehee
    kebanyakan moto ..hahaha mau tanya tanya kapan yah

  18. Data center dan cpu room adalah 2 hal yang berbeda. Tempat meletakkan server, ya CPU Room. Pusat aktivitas dalam me-manage CPU Room beserta semua piranti didalamnya, ya Data Center. CPU Room memang punya prerequisites tertentu dalam pembuatannya, seperti: tidak memiliki jendela kaca yg berbatasan langsung dengan ‘dunia luar’, temperatur dan kelembaban tertentu, memiliki raise-floor agar cable tidak menjadi ‘mie’ diatas lantai, memiliki kamera untuk memantau aktivitas didalamnya dan siapa yang beraktivitas, lantai/raise-floor tdk boleh dilapisi karpet, tdk boleh membawa makanan/minuman, benda logam, cairan kimia berbahaya kedalam CPU Room, tidak boleh memakai alas kaki selama beraktifitas didalam CPU Room, dan lain-lain. Kalau ruang Data Center, ya dibuat senyaman mungkin dan biasanya berdekatan dengan CPU Room. Jika Data Center dan CPU Room berada dalam satu ruangan, maka CPU Room umumnya ditempatkan ditengah-tengah ruangan dikelilingi box kaca untuk memudahkan dalam pemantauan. Cleaning service boleh2 saja bersih2 di Data Center tapi TIDAK di CPU Room, karena penanganan kebersihan di CPU Room sangat khusus dan dilakukan oleh orang2 yang khusus, bukan oleh petugas cleaning service. Piranti yang ada didalam CPU Room sangat sensitif. Tombol, cables, sangat riskan jika tanpa sengaja tertekan/tersenggol oleh petugas cleaning-service yg awam dengan teknologi IT. Oya, satu hal lagi, upayakan agar panel listrik/MCB yg meng-handle power utk CPU Room dan Data Center terletak didalam CPU Room untuk menghindari putusnya aliran listrik akibat hal2 yang tidak diiinginkan/tidak terprediksi. Meskipun ada UPS, namun tetap saja probabilitas putusnya aliran listrik mesti diminimalisir.

  19. Apakah data center identik dengan mesin-mesin server yang besar dan banyak. Kalo misalkan saya bekerja disebuah perusahaan kecil tetapi disitu ada komputer desktop yang dijadikan untuk file server guna menyimpan data-data perusahaan tersebut sehingga data yang ada di server kecil tersebut dapat diakses oleh client yang bekerja di perusahaan tersebut, dan server tersebut diletakkan di sebuah ruang kecil, apakah ini bisa disebut dengan datacenter?

  20. Mas Budi dan para
    Bahasan tentang DC nya sangat menarik, jika ada kumpul-kumpul yang terjadwal bahas tentang masalah ini dari mulai concept hingga operation dan pemeliharaannya saya termasuk KPI, KSF dll, minat banget untuk gabung.

    Pernah sih hadir dalam beberapa product seminar ttg DC, tapi fokus nya kan ke promotion.

    Tolong, jika ada buku yang lengkap tentang DC boleh deh dishare infonya.

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s